BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Enam Puluh Lima


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍😍


đŸŒșđŸŒșđŸŒșHappy ReadingđŸŒșđŸŒșđŸŒș


Disekolah Ica sudah siap dengan stand bazarnya yang menjual smoties dan buah kering yang sehat.


Awalnya ide ini ditentang karna pasti yang beli sedikit tapi setelah musyawarah akhirnya kelas Ica mencoba untuk membuat yang lain daripada yang kebanyakan.


Ica menunggu dengan senyum dan semangat tetapi yang ada satu hal yang mengganggu pandangan Ica.


Dio


Ya Dio berpasangan dengannya saat berjualan di bazar ,hal ini membuat Ica merasa zonk dalam hidupnya mungkin akan kadaluwarsa di masa SMA nya.


“Keterlaluan si ketua kelas itu”umpat Ica.


“Tapi gpp moodku lagi bagus, awas aja kalau dia bikin onar”ujar Ica sambil melihat Dio yang sibuk dengan beberapa pajangan.


“Jangan disentuh terus nanti packagingnya rusak”ujar Ica pada Dio.


“Iya maaf”


“Maaf maaf dasar lembek”ujar Ica pada Dio.


Seperti biasa Dio tak menanggapi kemarahan Ica dan tersenyum pada Ica.


“Najis”ujarnya lagi.


Sekitar dua jam Ica menunggu namun belum ada satupun yang membeli di stand mereka.


Krik


Krik


Krik


Diam ya lo jangkrik ! (Ica)


Jangkrik be like : apa salahku aku hanya pelengkap di bab ini.


🩗🩗🩗


“Apa tidak ada yang suka makanan sehat ya”batin Ica.


Dio bukannya mikir malah sibuk baca buku.


“Eh kutu menular kamu santai banget nih bagikan selebaran “ujar Ica pada Dio entah kenapa melihatnya santai membuat Ica muak.


“Emm”


“Am em am em makanya buka headset kamu ! “


“Oh iya maaf Ca tadi kamu nyuruh apa ? “


“Bagiin selebaran, jualan kita masih sepi ! “


“Oke”


Dio membuka headsetnya dan mengambil selebaran yang dibuat kelasnya dan membagikan pada teman-teman kelas lain yang lewat.


“Dia pikir dirinya Oke gitu ? Ica kemudian duduk sambil memperhatikan Dio.


“Masih sepi Ca ? “tanya Gilang diikuti dengan Nesa dan Fabian.


“Iya masih sepi nih yang lain ramai”


“Sabar aja dulu terus Dio mana ? “

__ADS_1


“Aku suruh bagiin selebaran habisnya dia santai, enak aja ! “


“Dih kamu Ca nggak bisa lihat dia santai iri ya ? “ujar Nesa duduk disamping Ica.


“Mana bisa aku lihat dia tenang kalau bisa hidupnya aku bikin nggak tenang”


“Kamu Ca masih aja suka ganggu dia, aku dah agak bosan soalnya dia nggak ngelawan “ujar Gilang.


“Malah bagus kan jadi ada mainan kita”ujar Ica pada Gilang dan Nesa.


“btw Fabian nggak ikut lagi , apa dia lupa sama kita ?”tanya Ica lagi.


“Enggak Ca aku rasa dia sudah punya dunianya sendiri “


“Ya sudah kalau begitu kita nggak bisa maksa dia buat terus sama kita”


“Ya benar “sahut Ica.


Ica bangun saat ada seseorang yang datang ke standnya.


Dia pikir mau belanja tapi malah mengolok dagangannya yang sepi.


“Sepi ya ? kasian banget sih “ujarnya sambil tertawa mengejek.


“Aku nggak ada waktu ladenin kamu ya Bela ! “


“Malu ya ahahahaha “ujarnya dengan bangga.


“Awas kamu ya ! “ujar Ica ingin menarik Bela namun dicegah oleh Nesa.


“Sabar Ca ini lagi ultah sekolah”Nesa menenangkan Ica yang sudah emosi.


“Dia pikir aku takut sama dia”


“Ca itu yang buat dia tambah suka ganggu kamu dan jatuhin kamu, karna kamu cepat emosi”


Ica terdiam mendengar ucapan Nesa.


“Yang aku katakan benar kan Ca, dia sengaja buat kamu emosi dan bertengkar dengan kamu mending kamu tahan dulu”


Tiga jam berlalu namun belum ada tanda-tanda stand Ica ada yang berbelanja padahal stand lain dagangannya sudah hampir habis setengahnya.


“Ya ampun aku mau nyerah aja deh, lagi satu jam giliran aku jaga Nes “ujar Ica patah semangat.


“Ya sudah gpp nanti kita minum dan makan bareng aja makanannya”ujar Gilang.


Teman-teman Ica yang ada dibelakang stand juga setuju.


“Nggak apa deh Ca kan kita bisa makan bareng-bareng jualan kita”ujar teman Ica.


“Benar Ca”


Ica merasa terharu dengan ucapan dari teman-teman sekelasnya Ica merasa ia akan mengurangi usil pada teman-teman sekelasnya kecuali pada Dio, Jessi dan si anak baru yang sok eksis Naomi.


Ica hampir menyerah karna waktu dia jaga lagi satu jam dan ia mulai sibuk scroll sosmed.


“Yang jualan sibuk main hape”ujar seseorang yang ia sangat kenali suaranya.


“Eh Kak tadi lagi sepi “


“Aku mau smotiesnya sepuluh ya “


“Oh iya Kak mau rasa apa aja ? “


“Campur aja dah semua rasa buat semua atlet silat”


“Kak apakah kau adalah Dewa”ujar Nesa.


“Ehem “ujar Kak Alvian yang ternyata ada dibelakang Kak Damar.


“Eh maaf”Nesa merasa malu dengan ucapannya yang tidak di filter itu.

__ADS_1



Dengan cekatan Ica meracik sepuluh smoties pesanan Kak Damar dibantu dengan Nesa dan Dio yang sudah kembali karna dipanggil oleh Nesa.


“Siapa yang ajarin bikin ini Ca ? “tanya Kak Damar sambil menyedot smoties dan menggigit camilan sehat yang dijual oleh Ica.


“Nenek aku suka minum ini pas sarapan Kak jadi aku bisa bikin”


“Pantas saja kulitmu bagus walaupun jadi atlet, kalau aku sarapan nasi padang”


“Ihh masak iya sarapan nasi padang apa nggak begah itu perut kan bumbunya banyak”


“Iya sih tapi nggak masalah yang masalah itu kalau sarapannya pakai harapan, yang ada jam sepuluh sudah lapar lagi “


“Hahaha emang siapa yang kasih Kakak harapan ? “


“Banyak sih”


“Saking banyaknya Kakak yang milih atau dipilih aku malah bingung”


“Kakak yang dipilih dong Ca, wanita kan takdirnya untuk memilih jadi harus sabar nunggu”


“Sabar nunggu tapi masak harus ganti satu ke yang lain ? “


“Duh aku mau ngomong apa lagi ya”


“Kalah deh”


“Sulit kalah dari kamu Ca”


“Emang”ujar Ica sambil menyerahkan kantong berisi smoties kepada Kak Damar.


Karna atlet silat kumpul distand Ica dari kejauhan terlihat ramai dan mengundang perhatian dari kelas lain yang ada disekitar sana.


Satu persatu akhirnya mampir ke stand Ica dan memuji rasanya.


“Duh Kak Damar kayak magnet ya”ujar Jessi yang sedari tadi memperhatikan Kak Damar dari belakang stand.


“Jam aku sudah habis sekarang giliran kamu Jes”ujar Ica sambil melemparkan apron padanya.


Jessi tak menjawab dan mengambil apron yang terjatuh.


Dio juga ingin pergi dari sana karna jamnya sudah habis dengan Ica akan tetapi Jessi melarangnya.


“Eh rapiin dulu dong ! “


Dio yang ingin balik dicegah oleh Ica.


“Jam dia sudah habis sekarang giliran kaku sama Nadya ! “


“Dih kamu bela dia ya sweet banget “ujar Jessi dengan suara yang keras mirip toa kelurahan.


“Aku nggak bela hanya saja tanggung jawabnya sudah pindah ke kamu ! “


“Sudah gpp Ca aku bantu dulu rapikan sisa kita”


“Nggak perlu Dio ! “


Ica menarik tangan Dio dan meninggalkan stand.


Jessi tertawa karna rencana ia berhasil dan ia menoleh pada Nadya.


“Kamu sudah rekam Nad ? “


“Sudah dong “ujar Nadya.


“Tunggu aja Ca kamu akan jadi trending disekolah kamu sendiri, kamu pikir aku akan diam , pembencimu sangat banyak disini tapi aku tak mau bergabung dengan grup hatersmu, aku bisa sendiri “


Ujar Jessi.


“Eh mba ketawa sendiri aja, aku mau beli”ujar seseorang yang dari tadi menunggu Jessi.

__ADS_1


“Oh iya “ujar Jessi dalam hati ia sangat kesal karna mengganggu ia lagi berandai-andai merusak jati diri seorang Ica Montana.



__ADS_2