BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Tujuh Puluh Delapan


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍😍


🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


Nesa dan Ica akhirnya sampai di UKS dengan alasan sakit perut.


Dengan modus itu Ica dan Nesa bisa mengobrol dengan puas disana hingga jam pulang.


“Kamu kenapa Nes ? “


“Aku nggak bisa cerita Ca soalnya ini masalah keluarga”


“Ya ampun Nes, kita kan dah kenal lama”


“Aku tahu Ca tapi untuk yang ini aku belum bisa “


“Tapi kami jangan sedih ya Nes, apapun itu pasti aku bantu kok”


“Iya Ca aku tahu kamu selalu baik dan tulus dengan aku tapi ini agak berat”


“Iya kapanpun kamu siap aku menunggu kamu untuk cerita sama aku”


“Iya Ca”


Nesa menangis dipelukan Ica, Ica mengusap bahu Nesa dengan lembut.


Baru kali ini Ica melihat Nesa seperti ini.


Jam pelajaran akan segera usai dan Ica menyuruh Gilang untuk membawakan tas mereka ke UKS agar bisa langsung pulang.


“Gimana keadaan Nesa Ca ? “tanya Gilang diluar ruang UKS.


“Dia sakit perut aja kok”


“Oh gitu apa benar Ca ? “


Ica hanya mengangguk dan kemudian masuk lagi ke UKS dan Gilang melanjutkan pelajaran.


Gilang tahu kalau Nesa bukan wanita lemah yang menangis hanya karna sakit perut saja. Namun Gilang tak ingin bertanya lebih jauh karna ini mungkin masalah antara perempuan.


Hari itu Ica menawarkan untuk mengantar pulang Nesa namun Nesa menolak karna ia akan pulang dengan Kak Alvian.


Ica akhirnya mengiyakan dan menunggu di tempat biasa.


Saat menunggu Ica mendapatkan pesan dari guru bahasa Inggris jika Ica akan diikutkan Olimpiade bahasa Inggris.


Ica sangat kesal karna ia tak suka jika ikut kegiatan seperti itu, tapi tetap saja ia menurut saat dipanggil.


Ica berjalan dengan santai sambil menikmati es dung dung, namun saat menuju ke ruang guru, ia melihat Nesa dan Kak Alvian bertengkar hebat.


Ica memperhatikan dengan seksama tetapi ia tak ingin tahu lebih jauh.


“Pasti ini yang ditangisi Nesa tadi”batin Ica.


“Jomblo kayak kamu mana paham”ujar Kak Damar yang sudah ada didepan Ica, didepan sekali.


“Heh !!! “


Ica terkejut dan mundur beberapa langkah.


“Ca kamu dipanggil keruang guru malah diem lihatin orang pacaran sedang bertengkar “mentoel pipi Ica.


“Ya itukan Nesa kak sama Kak Alvian, wajarlah aku lihatin, kalau itu orang yang aku nggak kenal mana mungkin aku nungguin”


“Bohong modelan kayak kamu itu pasti suka lihat keributan “ujar Kak Damar.


“hehe kok tahu sih”


“Tahulah, cepat keruang guru aku tungguin kamu disini”ujar Kak Damar lagi.


“Oke Kak”


Kak Damar tak memperhatikan dua sejoli yang sedang bertengkar itu dan dia anteng memainkan game di hapenya.


Setelah menunggu Ica sekitar 15 menit akhirnya Ica keluar dari ruang guru.


“Sudah Ca ? “


“Iya Kak”


“Kamu ikut Olimpiade apa ? “


“Bahasa Inggris”


“Kamu bisa bahasa Inggris ? “


“Aku dari umur tiga tahun dah komunikasi pakai bahasa Inggris Kak, Mama aku itu memang nggak bisa lihat anak seumuran aku bebas”


“Wihhh hebat dong ajarin aku”ujar Kak Damar exited.


“Isssshhh nggak ah “ujar Ica sambil terus berjalan menuju tempat biasa ia menunggu.


Ica tak lagi memperhatikan Nesa dan Kak Alvian, ia tak mau ikut campur urusan Kak Alvian dan Nesa.


“Tumben banget mau ikut Olimpiade”tanya Kak Damar.


“Aku mau batalin ikut tapi ternyata Nenekku ada disana, kakak tahu matanya melotot seakan ingin melompat keluar untuk menerkam aku”ujar Ica melebih-lebihkan.


“Kamu ini ngomongnya pakai bati(untung) “ujar Kak Damar tertawa.


“Eh itu Pak Rahmat aku duluan ya Kak “ujar Ica.


“Iya Ca hati-hati ya”


“Okey”


Saat membuka pintu mobil ia terkejut karna ada Dev didalam mobil.


Ica melengos dan memilih duduk didepan.


“Ca segitu dong marahnya”


Ica tetap diam karna ia masih kecewa dan sakit hati pada Dev.


Hingga sampai dirumah Ica juga tetap diam tanpa bicara sepatah katapun.


Pada akhirnya Dev mengeluarkan jurus terakhirnya.


“Album mana yang mau kamu beli Ca ? “


Ica menoleh, ikan terpancing umpan.


“Yang terbaru “ucap Ica dengan matang.


“Oke check out deh nanti aku yang bayar”


“Oke”


Ica merasa menang atas pertarungan yang bahkan tak pernah dimulai itu.


Ia dengan senang hati menerima uang atas kekesalan dan rasa malu pada Kak Damar.


Dev yang juga kesal pada Ica mengikuti Ica kedalam kamarnya.


“Aku mau ganti baju”ujar Ica.

__ADS_1


“Ganti aja “


“Mesum ! Keluar sana ! “bentak Ica.


“Nggak ! “


“Apaan sih”


“Aku capek didiemin berhari-hari sama kamu”


“Siapa yang duluan “


“Aku hanya jaga kamu dari gosip sekolah, kamu tahu kan tentang gosip itu”


“Tahu tapi biarin aja deh kak ,kita nggak bisa melarang orang lain untuk berbicara tentang kita”


“Iya tapi Kakak khawatir tentang perasaan kamu Ca”


Ucap Dev sambil menunjukkan puppy eyes-nya pada Ica.


“Dih aku jadi mual “ucap Ica.


“Aku akan beri kamu izin keluar dengan Damar tapi suruh Damar minta izin sama aku kerumah”


“Dah telat lagipula tiketnya dah berlalu “ucap Ica meskipun dalam hati ia merasa girang karna Dev akhirnya luluh juga.


“Aku nggak mau dengar gosip tentang kamu nantinya jadi jika kamu keluar aku akan suruh Pak Rahmat melihat apakah ada stalker atau tidak”


“Iya tapi jangan ikutin aku sampai berlebihan “


“Nggaklah oiya Ca besok aku mau ke Korea buat ketemu Hanum, aku kangen”


“Oh gitu jangan lupa oleh-oleh buat aku ya”


“Kenapa responnya datar banget sih ? “


“Terus aku harus bilang apa ? “


“Bilang gini Dev jangan pergi dong nanti aku kangen juga “


“Maaf ya jika aku seperti itu padamu aku akan mandi kembang tujuh rupa, kau pikir aku gadis menye-menye”


“Iya deh si paling tidak menye-menye”


Dev akhirnya keluar dari kamar Ica dan Ica kemudian mengganti bajunya.


Setelah makan siang Ica memilih untuk tidur siang sebentar sebelum ia pergi untuk latihan silat jam empat sore.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Best Couple


Sebutan ini diberikan pada Nesa dan Kak Alvian yang menurut anak-anak disekolah SMA SEMESTA adalah pasangan yang sempurna.


Ketenaran Kak Alvian dan Nesa membuat siapa saja menjadi iri pada pasangan itu.


Tak diragukan lagi Nesa dan Kak Alvian memang masuk list kategori cowok dan cewek populer dan bisa dipastikan berapa hati yang patah saat mereka jadian.


Nesa juga merasa ia masuk rekor karna cukup lama ia dan Kak Alvian berpacaran, tidak seperti mantannya yang dulu-dulu .


“Aku minta maaf ya Nes “


“Tapi aku nggak mau kita putus Kak kita kan sudah direstui “ujar Nesa.


“Aku khawatir sama kamu Nes, musuh aku banyak dan seperti kemarin kamu hampir diperkosa gara-gara dia marah sama aku , tapi karna kamu pacar aku jadinya dia mau celakain kamu”


“Iya tapi aku nggak mau putus”ucap Nesa yang sedang duduk dikamar Kak Alvian.


“Baiklah tapi kamu janji ya kalau ada apa-apa hubungi aku, kamu nggak tahu kan betapa aku khawatir sama kamu”


“Alvian”


Mama Kak Alvian memanggilnya dari balik pintu.


“Mama boleh masuk ? “


“Iya Ma”


“Ini Mama bawakan cemilan untuk kalian berdua, kok Nesa nangis “tanya Mama Kak Alvian khawatir.


“Ini Ma masalah yang aku ceritain kemarin itu lo”


“Emm iya tapi kamu jangan terlalu keras sama Nesa dong Al”ucap Mama Alvian sambil ikut duduk disana.


“Aku hanya takut Nesa kenapa-napa Ma itu saja”


“Iya tapi tetap saja kamu nggak boleh seperti itu, oiya kamu nggak latihan hari ini sudah jam empat lebih looh? “tanya Mama Alvian.


“Aku libur dulu Ma ,buat bicara ini sama Nesa “


“Baiklah Al bicarakan baik-baik ya jika ada apa-apa dan perlu bantuan Mama, panggil Mama ya “


“Iya Ma”


“Nesa jangan lupa dimakan ya”


“Iya Ma”


“Oiya Al Mama lupa hari ini ada arisan, Nes kalau mau makan Mama sudah siapin didapur”


“Baik makasih Ma”


Mama Alvian tersenyum dan pergi.


Alvian dan Nesa sudah direstui oleh keluarganya masing-masing makanya Nesa bebas keluar masuk kamar Alvian.


Orang tua mereka berfikir jika merasa cocok lebih baik direstui daripada sembunyi-sembunyi tapi tetap saja ada batasan karna mereka masih sekolah.


Itu sebabnya Alvian sangat menjaga Nesa agar Nesa selalu baik-baik saja teman-teman mereka tidak ada yang tahu soal ini karna mereka merahasiakannya.


Setelah menikmati cemilan Nesa tiduran di atas kasur Alvian.


“Eh itu kasurku”


“Biarin ! “


Alvian menggelitiki Nesa dan Nesa tak mau kalah.


Alvian mencairkan suasana agar Nesa tak lagi tegang.


Saat sedang bercanda ia mendapat SMS dari seseorang.


📩


*Aku nggak percaya kalau sepupu kamu itu tega nyuruh aku aborsi *


Alvian tidak membalasnya dan kembali bermain dengan Nesa, permainan itu diakhiri dengan kecupan manja dari Nesa yang selalu berhasil membuat Alvian tersipu.


Rumah Ica


“Ca bangun ! “


“Emm iya Kak”


“Kamu latihan nggak ? “


“Iya tapi lagi lima menit aja Kak”


“Ada kakak Damarmu diluar “

__ADS_1


Mata Ica dipaksa terbuka saat mendengar kata Damar.


“Dia ngapain Kak ? “Ica malah menarik selimutnya untuk menutupi seluruh badannya. Dev menarik selimutnya dengan kasar.


“Bukannya bangun malah kamu bungkus dirimu seperti lontong keluar ! “


“Iya iya nggak perlu jadi sales obat nggak sih “


“Kamu ini Damar dah sejam disini tapi kamu tetap aja nggak bangun “


“Apa ! “


Ica segera menuju kamar mandi untuk cuci muka dan memakai baju silatnya.


Benar saja diluar ada Kak Damar yang sedang duduk bersama Kak Dev.


“Apa ! “bentak Dev didepan Kak Damar, apa dia tak bisa sedikit lebih lembut didepan orang lain terutama Kak Damar.


“Hehe Kak sudah daritadi ya”


Bukannya menjawab Kak Damar terlihat menahan tawanya dan si Dev sudah terpingkal-pingkal.


“Ada apa ? “Ica merasa bingung dan malu karna mereka berdua menatap kearahnya.


“Ada apa sih “tanya Ica.


“Kasih tahu nggak ya ? “ujar Dev terus menggoda Ica.


“Kak ada apa ? “tanya Ica pada Kak Damar.


“Bajumu terbalik Ca”ujar Kak Damar dan membuat wajah Ica merah padam karna malu.


Ica segera berganti baju dan terus merutuki dirinya yang bodoh dan sangat memalukan di depan Kak Damar.


Ica melirik jam sudah pukul 16.15.


Ica menarik nafas dan menghampiri Kak Damar.


“Kak Damar mau berangkat sama aku ? “masih menahan rasa malunya.


“Emang dia mau ngapain disini ? Masak aku yang dijemput “ujar Dev ketus.


“Aku nggak nanyak sama Kak Dev”menunjukkan puppy eyes-nya. (tumben manggil Kakak) Dev sedikit bergidik karna ngeri dengan sikap Ica yang berubah itu.


“Iya Ca aku emang jemput kamu “


“Oh gitu emang boleh sama Kakak ? “puppy eyes.


“Iya Damar sudah capek-capek kesini boleh dah asal jangan pulang telat aja”


“Makasi ya Kak”ujar Ica memeluk Dev.


“Udah apa nggak malu dilihat sama Damar”


“Lupa kalau ada dia”batin Ica.


Ica tersenyum menatap Kak Damar dan mengajaknya untuk segera pergi dari hadapan Dev.


“Ayo”bisik Ica pada Kak Damar.


“Iya, Kak Aku pamit dulu ya”


“Oke hati-hati “


Ica merasa bingung dengan Dev yang berubah itu.


“Kemarin dia marah sekarang malah dikasih, entah apa yang merasuki si gila itu. “


Ica melihat punggung Kak Damar dan seakan memiliki telepati Kak Damar mengajak Ica berbicara.


“Maaf ya jemputnya masih panas-panasan”


“Em nggak apa-apa kok Kak, aku suka yang kayak gini”


“Kenapa kamu ngga peluk aku ? “tanya Kak Damar dengan pedenya.


“Issssh emangnya aku pacar Kakak apa ? “


“Emang mau jadi pacar ? “pertanyaannya menjebak.


“Enggak sih kan aku penganut jomblo pelajar ? “


“Ya ampun kamu akan kehilangan masa-masa SMA yang indah dong”


“Masak iya masa-masa SMA meski pacaran kan temenan aja sudah cukup”


“Teman doang TTM dong “


“Dih itu sih kayak modusin doang temenan berkedok *****-grepe”ucap Ica dengan jelas dan lugas.


“Hahaha”Kak Damar terbahak-bahak dan membuat Ica ikut tertawa.


“Malu akuu jadinya Kak”


“Hehehe kamu jujur sekali Ca”


“Iya dong aku ngomong apa adanya aja deh Kak, aku malu dengar TTM itu, mana ada temenan terus mesra dan pegang-pegang mending pacaran aja”


“Terus kalau pacaran bisa pegang-pegang gitu “tanya Kak Damar.


“Iya nggk juga sih Kak tapi kalau pacaran biasanya Kakak ngapain aja ? “


“Ciuman “ucapnya tidak disensor.


“Dihhh pasti kalau pacaran Kak Damar pasti nafsuan ya”pancing Ica.


“tergantung “


“Tergantung apanya Kak”


“Tergantung kalau emang lagi mau aja”


“Sama Jessi berapa kali Kak ? “


“Sama Jessi belum pernah soalnya nggak ada rasa ? “


“Tapi kok pacaran ? “


“Karna dia cantik aja “


“Kirain Kakak juga suka ? “


“Awalnya iya tapi lama kelamaan bosen juga sih karna gitu-gitu aja “


“Emm gitu ya ? “


“Iya makanya aku berharap nanti yang jadi pacar aku itu adalah orang yang benar-benar aku sukai ,supaya kalau bisa jadi teman hidup juga hahaha”


“Jauh banget omongannya Kak berat kayak harapan orang tua”


“Ah anggap saja omongan ini adalah omongan yang di buang”


“Oke “


“Kita sudah sampai yuk masuk”


Didalam gedung silat semua atlet sudah berkumpul karna jam sudah hampir setengah lima sore.


Sebagian ada yang berlatih mandiri.

__ADS_1


Saat Kak Damar datang, semuanya langsung berbaris tapi mereka tak bisa membohongi isi hatinya dan rasa ingin tahunya mengapa Kak Damar samaan dengan Ica.



__ADS_2