
🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺
“Ah mungkin karna kita sudah berteman lama”batin Ica
“Ca...jangan lupa kita datang ke ultah Gilang”terdengar suara Nesa yang menelepon Ica yang tengah tertidur.
“Emmmm...... Astaga aku lupa !!! “
Ica buru-buru mandi dan segera pergi menuju sebuah restoran yang dibooking oleh Gilang.
“Pasti kamu ketiduran ya”ujar Alex
“Mana ada aku tidur”
“Suara kamu aja ngantuk pas aku telepon”
“Ahh itu sengaja kok”
“Hey Ica kamu sudah datang” Ujar Gilang yang nampaknya baru datang dari arah kasir.
“Iya... Ini kado buat kamu” Ujar Ica
“Jangan repot, aku kan sudah bilang, duduk dan makan saja, habis ini kita ke fun city ya”
“Oke”
Setelah makan Ica dan yang lainnya langsung otw menuju fun city.
Mereka semua berpencar setelah Gilang membelikan koin masing-masing 50.
Ica juga sibuk main mesin capit dan Gilang mendekatinya.
“Dapat nggak tuh”
“Belum, baru aja mau mulai”
“Aku coba deh”ujar Gilang sambil ikut main disamping Ica.
Setelah habis 10 koin Gilang tidak mendapat apapun, sedangkan Ica mendapat sebuah boneka kelinci yang imut.
Ica melihat Gilang sambil mengangkat alisnya.
“Kerenn “ucap Gilang
Di pabrik Montana
“Hari ini ada berapa pesanan minuman ? “
“Untuk hari ini produk yang baru didesain oleh Bu Oliv itu banyak Pak, ada sekitar 200 dus”
“Tapi itu bayar langsung kan”
“Iya Pak dan toko yang pesan ini tidak ada riwayat retur nya”
“Bagus... Kita lihat dalam sebulan ini dia pesan berapa dan kita bisa kasi free satu dus”
“Baik Pak “
Dev kembali ke kantornya dan melanjutkan pekerjaannya.
Di depan Pabrik Hanum sedang berdiri.
“Permisi Mba mau cari siapa ya”
“Saya mau cari Dev “
“Ohh Pak Dev, sudah ada janji apa belum ? “
“Belum”
“Kalau begitu tunggu dulu ya, saya telepon ke Pak Dev “
“Baik Pak “
Setelah satpam pabrik menelepon, Dev malah turun mencari Hanum.
“Kenapa kamu nggak telepon aku ? “
“Aku mau kasih kamu kejutan”
“Emmm aku terkejut !!! “ekspresi konyol
“Nggak lucu”
“Kamu naik apa kesini ? “
“Ojol”
“Jangan naik ojol lagi ya”
“Kenapa “
“Nanti kamu diculik”
“Mana mungkin”
“Ayo kita keruangan aku”
Semua staff kantor memperhatikan Hanum dan Bos mereka Pak Dev.
Mereka berbisik membicarakan Hanum yang penampilannya sangat sederhana.
“Bagaimana dia bisa menarik perhatian Pak Dev”
__ADS_1
“Ya aku pikir si cewek yang sering kesini itu pacarnya”
“Iya tapi ini lebih sopan kayaknya”
“Benar, dia nggak arogan kayak cewek satuan itu “
Cewek satuan yang disebut itu adalah Sonya.
“Ini ruangan aku”
“Kamu nanam bunga seruni ? “
“Iya ada beberapa di taman, aku dan adikku suka”
“Bagaimana kantor aku, bagus nggak ? “
“Bagus “
Dalam hati Hanum , apa benar dia Bos, aku sih belum yakin.
“Dev... Apa benar kau Bos”
“Belum sih, masih Mama aku yang Bos besarnya, aku masih di bawahnya “
“Emm... Apa iya yahh, kadang ada juga yang ngaku-ngaku Bos untuk memikat hati gadis loo”
“Mana aku tahu, aku kan bukan yang kayak gitu”
“Siapa tahu aja”
“Ayo deh kita makan dulu”
“Oke”
Dev dan Hanum berjalan menuju taman belakang tempat ditanamnya bunga seruni.
“Indah sekali Dev “
“Iya dong”
“Ayo kita makan dulu”
“Iya Dev”
“Kamu yang masak Num ? “
“Iya Dev”
“Berarti kalau kita nikah, aku yakin deh nggak bakal kelaparan “
Pipi Hanum bersemu merah, ia tak langsung menjawab dan pura-pura sibuk membuka makanannya.
“Ini ayam kecap ya”
“Iya”
Rambut Hanum terhempas dan Dev memperbaikinya.
“Aku cinta kau Hanum”
“Iya” jawab Hanum lembut.
Semua staff kantor Dev mengintip dari balik lorong.
“Baru kali ini aku lihat Pak Dev sebutin ini”
“Iya sama, aku juga “
“Gadis itu cantik sih tapi kayaknya penampilannya desa gitu”
“Iya baru aku mau bilang kayak gitu”
“Andai aku punya pacar kayak Pak Dev”
“Iya”
“Kalian ahh sibuk sekali urusin asmara orang lain”
“Ehhh biarin, sewot aja !!! “
“Bubar bubar !!! “
❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️
“Dev !!! “
Dev dan Hanum sangat terkejut dengan hentakan itu.
“Kamu tega ya, dekat sama aku tapi pacaran sama dia !!! “
“Sonya apa maumu, kan aku sudah bilang, aku nggak ada perasaan sama kamu”
“PRANKKKK !!! “
Sonya mengobrak-abrik tempat makan Dev dan Hanum.
“Kau akan menyesal !!! Lihat saja nanti”
Jantung Dev terasa berhenti berdetak, ia melihat warna wajah Hanum.
“Aku nggak apa kok Dev, wajar jika banyak yang kecewa jika kamu punya pacar apalagi pacarmu nggak sebanding sama kamu”
“Kamu bicara apa sih Num, kamu yang terbaik buat aku jangan bicara yang tidak-tidak lagi ya”
__ADS_1
Hanum mengangguk meski batinnya sempat terguncang, ia bisa menyembunyikannya dengan baik.
“Maaf untuk hari ini ya”
“Iya nggak apa kok”
Dev mendekatkan wajahnya ke Hanum dan Hanum mundur beberapa langkah.
“Maaf Num, aku selalu nyaman saat sama kamu”
“Iya Dev”
“Aku antar kamu pulang ya”
“Aku pulangnya nanti aja sekalian sama kamu, biar kamu nggak bolak balik lagi”
“Ngga apa aku lama ? “
“Iya... Aku bisa nunggu kok”
“Oke”
Hanum nampak santai diruangan Dev, sesekali ia melihat kearah Dev.
Bagi Hanum sekalipun Dev bukan Bos, ia sama sekali tak mempermasalahkan itu, Dev adalah pria yang mampu membuat dia merasa nyaman.
Rumah Hanum
“Ibu lupa ya janji Ibu pada saya”
“Maaf Yovi tapi Hanum sudah punya pacar”
“Aku tetap mau Hanum Bu dan aku juga sudah melakukan semuanya untuk Hanum, aku tidak pamrih tapi aku hanya minta janji Ibu padaku “
“Makanya Bu jika sedang terdesak jangan membuat janji”
“Maaf Nak Yovi”
“Maaf tidak cukup untuk aku Bu tapi yang aku mau hanya Hanum, aku sangat mencintai Hanum”
“Kalau itu memang tak Ibu ragukan tapi Hanum punya pilihan sendiri “
“Aku tunggu janji Ibu”
Sementara yang dibicarakan sedang bersama Dev.
“Ayo Num kita pulang “
“Ayo”
Saat Hanum akan keluar kantor Dev mendekati Hanum dan meletakkan kedua tangannya diantara wajah Hanum.
“Dev”
“Aku nggak bisa lagi Num”
Dev mengunci pintu kantornya dan menyentuh pipi Hanum.
Hanum terbuai oleh pria tampan yang bahkan tak pernah ada didalam mimpinya melihat Dev ibarat dia sedang dalam drama romansa yang akan selesai bila episodenya sudah habis.
Tapi untuk saat ini ia tidak mimpi.
Dev mengecup dahi Hanum dan Hanum menutup matanya.
“Jangan tutup matamu Hanum”
“Aku nggak bisa, kamu sangat tampan Dev “
Dev merasa melayang dipuji oleh Hanum.
Sebuah kecupan basah mengenai bibir ranum Hanum, Hanum hanya diam dan belum mampu membalasnya.
Dev terus mengulti Hanum dan Hanum tak bisa berword word lagi.
Dalam menit kelima akhirnya Hanum membalas Dev.
Dev merasa nyaman saat Hanum menerimanya.
“Ahhhh Hanum, kamu membuat mabuk kepayang”
“Aku juga”ucap Hanum perlahan.
Bos ini data Yovi, dia adalah teman masa kecil Hanum”ucap asisten Dev.
“Ohhh.... Dia juga pemilik perusahaan ya.... Ohhh... Ohh...
Owww
. . .
Lumayan juga sih
Tapi aku sudah duluan tuh nembak Hanum “ujar Dev sambil membaca profil Yovi.
“Menyerahlah Yovi”
“Hanum hanya milikku”
“Semua itu tak akan berubah”
Dev
__ADS_1
Alex