BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Enam Puluh Delapan


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍😍


🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


Ica segera mandi diruang ganti, dari tadi ia merasa gerah dan Nala juga mandi dikamar mandi sebelahnya.


Ica mengguyur tubuhnya dengan shower dan membiarkan air shower memberi belaian kenyamanan pada tubuhnya yang mungil namun berisi itu.


“Kamu sudah selesai Nay” Tanya Ica pada Nala yang sedang menyisir rambutnya.


“Iya Ca aku duluan ya” Ujar Nala pada Ica.


“Kok buru-buru sekali “


“Aku kan ada ekskul taligrafi lagi nanti jam dua “


“Oh gitu oke deh semoga lancar ya”


“Iya Ca makasi “


Ica tak ingin menonton acara ekskul lagi ia memilih rebahan diruang ganti.


Disana ada tempat khusus untuk istirahat juga pokoknya ruang silat ini memiliki fasilitas yang cukup mewah sama dengan ekskul lainnya, namanya aja sekolah elit.


Ica setengah mengantuk dan akhirnya ia tertidur dengan nyaman.


Ica tak sadar jika atlet cowok sudah bergantian masuk untuk mandi karna ruang ganti yang ada tempat istirahat Ica memiliki tembok pembatas.


Para atlet cowok tidak menyadari Ica yang tertidur karna Ica tertutup oleh lemari dan mereka juga tidak kesana karna mereka akan lanjut menonton.


“Damar kamu nggak nonton ? “


“Kalian duluan aja ya aku mau istirahat sebentar”


“Oke deh kita duluan ya”


“Iya”


Damar bersyukur acara berjalan dengan lancar ia merasa beban berat sudah usai.


Damar menuju ruang istirahat dan ia melihat Ica yang tertidur, Damar sempat terkejut namun tidak mengeluarkan suara agar Ica tidak terganggu.


“Ya ampun aku nggak jadi tidur deh ini Dende Winangsih lagi tidur “


(Denda Winangsiaputri zaman dulu di gumi Sasak)


Apa aku bisa jadi Raden Witarasari atau malah prajurit yang hanya jadi figuran.


“Bisa bisanya aku mikir kayak gini”ujar Kak Damar. Damar akhirnya memilih untuk tiduran di aula dan mengalami dirinya dengan matras.


Damar menutup wajahnya dengan jaketnya dan ikut tertidur pulas.


Sementara Ica sudah bangun saat mendengar pesan di hpnya.


“Ya ampun aku ketiduran “ucapnya sambil mengucek matanya.


“HHoaammm jam berapa ini ? Ica melirik jam di hpnya. “Jam satu “


Ica bangun dari tidurnya dan saat keluar ia tak sengaja menendang kaki Kak Damar yang melewati jalan keluar.


“Ya ampun ngapain sih dia tidur disini”


Kak Damar yang terkejut segera bangun karna tendangan dari Ica.


“Ca ? “


“Iya Kak”


“Kamu tendang aku sengaja ya”


“Kakak buta nggak lihat aku jatuh”


“Emm buta ya “


Ica yang belum bangun sempurna ditarik oleh Kak Damar agar mendekat padanya.


“Usil ya”


“nggak ada Kak serius “


“Bener”


Kak Damar pura-pura mencekik leher Ica dengan lengannya.


“Issshhh Kak Lepasin”


“Bilang ampun dulu”


“Nggak mau aku nggak salah”


Kak Damar tak mau kalah dengan Ica dia terus bersikeras untuk menganggu Ica.


“Ayo bilang maaf”


“Nggak ! “


“Kalau gitu nih bau ketek”


“Iya iya ampun Kak ! “pekik Ica karna takut dengan aroma belerang planet mars itu.


“Nah gitu dong”


Lebih baik Kak Damar yang dingin dan cuek daripada Kak Damar yang sudah akrab dengannya , Ica merasa kewalahan dengan sikap Kak Damar yang celamitan itu.


“Kamu enak banget tidurnya Ca”


“Iya Kak aku ngantuk banget “


“Heran aku padahal kita semua pada mandi tadi tapi kamu nggak denger”


“Jauh kayak gitu mana dengar “


“Kamu nggak keluar lagi buat nonton acara ekskul “


“Nanti deh Kak istirahat dulu “


“Itu mah bukan istirahat tapi pindah pemukiman”


“Iya nggak apa sesekali “


“Gara-gara kamu aku ngga jadi tidur”


“Terus ? “


“Harus ganti rugi”


“Ya ampun Kak, Kakak yang tidur di jalan malah salahin aku”


“Pokoknya kamu tetap salah”


“Nggak mau “


“ Nakal banget sih ! “


“Biarin”


“Ca besok kamu mau pakai baju apa ? “


“Belum aku pikirin Kak, kalau Kakak apa ? “


“Jas aja sama baju putih dan celana hitam”


“Emm gitu ya”


“Kamu mau pakai dress ya ? “ujar Kak Damar sambil berkedip.


Kak Damar membayangkan jika Ica memakai dress yang cantik sebenarnya yang paling beruntung adalah Gilang, ia sudah pernah melihat Ica dengan balutan gaun.


“Entahlah,Tapi jika jas terus jadi prince apa ? “


“Prince apa aja yang penting prince berjas


“Dasar nggak gitu juga konsepnya”


“Kamu pakai dress aja”bujuk Kak Damar.


“Terserah aku siapa Kakak ngatur aku”


“Ketua kamu”


“Diluar jalur itu Kak”


“Oh gitu”

__ADS_1


“Eh ayo balik nanti ada guru kesini dikira kita berbuat hal tidak senonoh nanti”


“Dihhhhh”ujar Ica sambil memukul dada Kak Damar.


“Jangan mukul lagi Ca tanganmu itu kasar”


“Mana ada , lembut loh ini”


Kak Damar dan Ica berjalan menuju luar dan mulai menonton di kursi.


Gilang yang duduk dideretan lima pinggir, langsung menyorot Kak Damar dan Ica yang berjalan bersama.


Kak Damar dan Ica memilih kursi yang paling pojok belakang.


Ica terlihat bercanda dan tertawa bahagia dengan Kak Damar hal itu membuat Gilang menjadi iri.


Gilang tidak fokus dengan acara yang ada didepan karna sibuk memperhatikan Kak Damar dan Ica.


“Aku boleh duduk disni nggak ? “tanya Naomi yang tiba-tiba ada disamping Kak Damar.


“Emm boleh”ujar Kak Damar dengan ragu dan terpaksa.


“Maaf ya kalau aku ganggu kalian berdua”ucapnya pura-pura.


“Nggak ganggu kok”


“Oke Kak mau minum nggak ? “tanya Naomi pada Kak Damar.


“Enggak usah aku sudah minum kok”


“Oh gitu”


Sejujurnya Kak Damar tidak nyaman dengan Naomi ,ada penyesalan juga dia pernah berbincang dengan Naomi saat event pencak silat kemarin.


Sebentar lagi acara selesai dan Gilang akan tampil bersama band sekolah SMA SEMESTA.


Gilang yang akan tampil sebagai vokalis itu mendatangi Ica.


Entah kenapa dadanya berdebar kencang padahal ia sudah sering bersama Ica.


“Ca “


“Iya Gilang “


“Aku mau tampil minta do’anya ya”


“Iya aku do’ain kamu sukses”


“Makasih ya aku mau siakan dulu”


“Oke”


Kak Damar pura-pura tak melihat Gilang namun ia merekam semua pembicaraan Ica dan Gilang.


“Ca disini masih kosong ? “


“Iya “Ica menoleh dan melihat Alex, Fabian dan pacar Fabian.


“Oh ini pacarnya Fabian pantas saja Fabian linglung cantik banget sih”batin Ica.


“Aku mau gabung sama teman kelas aku ya Kak”ucapnya dengan manis dia emang manis sih.


“Iya “ucap Fabian.


“Kok kamu nggak nyusul sih Ian”ujar Ica.


“Dia sudah bosan pastinya”


“Yakan Ian ? “


“Mana ada aku bosan “ujar Fabian mencari pembelaan karna disana ramai.


Tak lama Nesa dan Kak Alvian juga datang dan ikut bergabung mengisi bangku didepan Ica dan Kak Damar.


Jadilah disana cewek dan cowok kece berkumpul.


Anak siswa dan siswi lain kembali tidak fokus karna melihat cewek dan cowok kece disatu tempat.


Memang circle yang sulit ditembus apalagi ada Ica disana yang tidak kece hanya Naomi yang ikut-ikutan nyelip mirip ketombe basah yang susah dibersihkan.


“Ayo deh kalian duduk dan nonton “ujar Nesa.


“Darimana aja kamu Nes ? “tanya Ica.


“Biasa aku habis menyalurkan hormon testosteron Kak Alvian,mumpung kelas lagi sepi”ujarnya berbisik.


“Mau gimana lagi aku sudah mabuk kepayang sama Kak Alvian “


“Hahhh andai saja cinta semua orang mudah seperti kamu ya Nes”


“Mudah dong jika kamu mencoba berdamai dengan keadaan makanya cari pacar sebelum kelulusan “ujar Nesa.


“Aku belum mau bucin”


“Belum mau bucin apa takut sama Nenek kamu ? Beda tipis itu loo”


“Mau bilang enggak tapi keduanya tepat sih”ujar Ica cengengesan.


“Tuhkan sudah aku duga tapi ada cowok yang kamu taksir ya “tanya Nesa sambil mengedipkan matanya.


“Diam”


Gilang dan band sekolah akhirnya memberikan perfomnya, Gilang mencover lagu seventeen milik JKT 48 dan berhasil membuat semua siswa siswi terharu.


🎤🎼🎹🎶🎤🎼🎹🎶🎤🎼🎹🎶


...Seventeen


...


...JKT 48...


...Di tempat kulahir dan dibesarkan


...


...Di kota yang dekat laut ini


...


...Setelah sekian lama aku pulang


...


...Sudah ada shopping mall berdiri


...


...Waktu itu selalu seperti tongkat sihir


...


...Walaupun telah mengubah pemandangan


...


...Suara ombak dan aroma gelombang


...


...Masih sama seperti dulu


...


...Seventeen


...


...Sekarang juga kamu yang teristimewa


...


...Ada di pojok kanan buku tahunan kita


...


...Sungguh memang kamu yang teristimewa


...


...Berapakali kubuka untuk memastikannya


...


...Rumahmu yang dulu toko minuman


...

__ADS_1


...Sekarang menjadi minimarket


...


...Saatku intip ke balik jendela


...


...Kamu berdiri di kasir counter


...


...Cita-citamu menjadi seorang hair stylist


...


...Waktu itu kamu pernah bercerita


...


...Walau tak seperti yang kamu bayangkan


...


...Kamu terlihat bahagia


...


...Aku jadi lega


...


...Kudengar kalau kamu sudah menikah


...


...Aku terlambat bilang suka kepadamu


...


...Kudengar kamu pun sekarang punya anak


...


...Tak sanggup memanggilmu


...


...Farewell masa mudaku


...


...Sekarang juga kamu yang teristimewa


...


...Ada di pojok kanan buku tahunan kita


...


...Sungguh memang kamu yang teristimewa


...


...Berapakali kubuka untuk memastikannya


...


...Sekarang juga kamu yang teristimewa


...


...Berkilau dengan terang di dalam kenangan


...


...Sungguh memang kamu yang teristimewa


...


...Seperti ini selamanya


...


...Cintaku yang pertama


...


Ica dan teman-temannya merasa terharu dengan lagu Gilang.


Lagu itu sederhana tapi sangat menginspirasi dan malah ada sebagian yang menangis karna sedih.


Sejenak Ica terdiam dan meresapi makna lagu itu.


“Aku kebelakang panggung dulu ya”ujar Ica.


“Kamu mau ngapain Ca “tanya Kak Damar dan Alex bersamaan setelah itu mereka kikuk karna malu.


“Mau bawain Gilang air minum”


“Oh gitu “


“Nes kamu mau ikut ? “


“Enggak”


“Kalau gitu aku duluan ya”


“Iya”


Ica membeli air dingin di kantin dan ia menuju belakang panggung.


Ica melihat dibelakang panggung nampak ramai dan ia menyusuri jalan untuk mencari Gilang.


Ditengah kerumunan Ica kemudian melihat Gilang dan ia tersenyum kecut, Ica mengurungkan niatnya untuk bertemu Gilang, Ica menggenggam erat air mineral itu dan menjauh.


Saat Ica akan pergi Gilang melihat Ica, namun tak sempat memanggil Ica.


Ica membuang air mineral itu dan kembali ketempat tadi bersama teman-temannya.


“Sudah Ca ? “tanya Nesa.


Ica menganggukkan kepalanya namun tak bicara lagi.


Nesa merasa Ica sangat aneh tetapi ia tak bertanya lebih lanjut.


Acara pun selesai dan Ica masih ada didepan sekolah.


Hari semakin sore dan siswa-siswi mulai berlalu lalang pulang.


💬Pak Rahmat Supir


*Mba Ica kapan saya jemput ? *


Ica 📩


*Jangan jemput Pak


saya mau pulang sama Kak Dev *


💬Pak Rahmat Supir


*Baiklah Mba Ica*


📞


“Dev”💃🏻


“Mimpi apa kamu nelpon aku ? “ujar Dev🧒


“Anterin aku beli baju ya Kak”💃🏻


“Emmm pantes aku sudah curiga dari awal”🧒


Tut


Tut


Tut...


Ica kemudian menutup teleponnya.


“ihh apaan sih langsung nutup ? “ujar Dev diseberang dengan kesal.


Momen ini adalah momen yang langka, Ica tak biasanya menelepon untuk minta ditemani membeli baju seperti ini ,dia lebih suka jika solo player.


__ADS_1


__ADS_2