
🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺
“Kapan Mama berangkat ? “
“Ini tiketnya”
“ahhhh.... Ma”
“Emangnya, kenapa kamu kaget banget “
“Nggak sih tapi ya sudahlah”
“Oke Ica”
“Mama tampilannya kayak gini”
“Lahh emang kenapa ? “
“Hijau hijau kayak sayur kubis dipasar”
“Ini style terbaru warna hijau Sage”
“Hahhhhaa ***** ? “
“Sage Ica, astaga !!! Sage ! “
“Sa... Ge”
“Iya hijau ***** .... Ehhhh” Mama berteriak karna salah bicara juga.
“Nenek juga bajunya warna kuning, kayak warna sisa-sisa kehidupan”
“Sisa-sisa kehidupan ? “
Mama Ica yang paham apa maksud Ica hanya tertawa, ada aja ni anak.
“Kenapa kalian bersytle kayak gitu sih”
“Ihhh biarin “
“Haahaha”
🍑🍑🍑🍑🍑🍑🍑🍑🍑🍑🍑🍑
“Kak Dev... Lagi apa ? “
“Lagi sibuk”
“Sibuk mulu”
“Kemarin Sonya datang padaku, katanya kamu cuek sama dia”
“Aku lagi malas saja”
“Aku yakin kamu sudah dapat mangsa baru”
“Nggak kok dan kamu jangan ganggu”
“Aaaa..... Aku yakin ada kan ? “
“Ngga ada”
“Dev.... Tante sudah jalan ? “
“Iya udah praper dia”
“Ohh gitu”
“Jadi ,,,berarti nanti ? “
“Jadi dong”
“Sipp”
“Kalian serius amat jangan-jangan mau nonton film itu ya”
“Film apa ? “
“Film itu “
“Kita ngga ada niatan kayak gitu Ca, kamu mikirnya jauh banget”
“Apa sih yang bisa dikerjain anak cowok kalau tanpa pengawasan “
“Kita bukan anak Ca, kamu tuh yang anak”
“Aku anak sehat”
Tubuhku kuat
Berdendang kecil
Ica kembali kekamar untuk video call sama Nesa.
“Nesa... Besok kamu main kerumah aku ya”
“iya”
“Kamu mau makan apa nanti disini ? “
“Jangan mikirin itu, ihhh perdana di layar kaca nih aku kerumah kamu”
“Iya tapi jangan kasih tahu dimana posisi rumah aku sama cowok-cowok itu ya”
“Iya”
“Aku nggak mau mereka tahu rumah aku, nanti mereka jahil”
“Sip dah sip”
“Eh... Gimana sama Kak Alvian ? “
“Lancar kok sudah sering nanyak-nanyak dia “
“Nanyak apa ? “
“Nanya udah makan belum, sudah mandi belum, kayak gitu-gitu deh”
__ADS_1
“Dih nanya makan emang dia mau suapin kamu ? Kamu bayi besar ya Nes ? “
“Itu kan basa basi Ca, masak iya dia harus datang kerumah ngasih aku makan, kan ada gila-gilanya otak kamu ini”
“Iya deh yang lagi chating tapi belum pasti”
“Ihh... Biarin yang penting ada , kamu ada nggak ? “
“Ngga ada sih, ada tapi males nanggepin lagipula mereka paling nyari naungan dibawah aku”
“Payung kali kamu ni, naungan-naungan”
“Iya aku adalah payung”
“Ngomong-ngomong soal payung ya Ca, aku riewehh berangkat Pagi kalau hujan kayak gini “
“Sama, sepatuku yang sudah purba pun bisa keluar kalau musim hujan Nes, padahal pasti sepatu itu sudah senang kan dapat pensiun tanpa dana, tapi ehh harus kerja lagi”
“Ihh kamu ada-ada aja deh”
“Nes... Aku tutup dulu ya, aku mau ganggu Dev sama Aris”
“Ohh Oke”
“Bye”
“Mumpung mereka anteng, aku mau lihat ahhh”
“Lagi apa Dev ? “
Ica terkejut dengan apa yang ia lihat.
“Apa Ca...? “
“Kakak minum ? “
“Iya”
“Kak jangan gitu loo, Aris juga ? “
“Iya Ca, mumpung Tante lagi pergi “
Terlihat mata Dev yang memerah.
“Jangan minum gitu dong nanti kalian mabuk”
Ica membereskan botol minuman namun Aris memegang tangan Ica dari belakang.
“Aris....!!! Nggak lucu”
Aris bukannya berhenti Ian malah menarik Ica.
“Ehhh Bussy ett, kak Dev lihat nih Aris”
“Emmm... Aris aku juga mau”
“Ehhh maksudnya ini apa sih”
“Aku juga mau Aris”
“Kalian ini apaan sih, aku ini adik kalian !!!”bentak Ica
Ica mencoba melawan tapi kedua orang yang ikut gym ini juga punya kekuatan yang lebih besar dari Ica.
“Apa aku akan selesai ? “batin Ica
“Kak Dev jangan gini dong, nggak lucu”
“Ssstttt..... Siapa yang lagi bercanda Ica sayang, sudah lama aku mendam perasaan ini ke kamu “
“Kak.... Aku mohon jangan kayak gini”
“Nggak apa kok Ca, paling sakit sedikit aja”
Ica masih berontak namun kali ini tangan Aris berpindah membentuk tangan Ica huruf X.
“Kak Dev aku tahu kamu orangnya nggak kayak gitu kan”
“Ris... Aku tahu aku sering bikin salah sama kamu”
“Diam !!! Dasar cerewet!!! “
Dev mendekati wajah Ica dan Ica menutup matanya.
“Ambil tali itu Aris”
“Apa !!! Kak ini sudah kelewatan ya, aku akan ngadu sama Mama”
“Ngadu aja dari awal aku itu bukan anak kandung Mama”
Memperlihatkan sebuah catatan medis yang menyatakan bahwa Mama Ica hanya punya satu anak.
“Aku nggak akan rugi”
“Kak Dev... Aku mohon”
Ica menangis karna ketakutan, tapi Dev tak mau melepaskannya.
Ica menutup matanya, ia tak menyangka bahwa Kakak yang ia sayang dan banggakan akan berlaku kotor padanya.
“Hahahahahah” Dev dan Aris tertawa terbahak-bahak.
“Kok kalian tertawa ? “
“Makanya Ca... Lain kali jangan usil kalau nggak mau diusilin balik”
“Kapan aku usil sama kalian iiihhhh !!! “
“Lahhh baru juga kemarin sudah kamu anemia ? “
“Anemia ? “
“Amnesia goblok ! ! ! “ujar Aris.
“Aku lupa serius”
“Makanya lain kali jangan bertingkah kalau nggak mau dibalas”
__ADS_1
“Buka Ris”
“Iya ... Aku buka nih”
“Pokoknya aku nggak Terima ya”ujar Ica.
“Lahhh kita impas kok”
“Impas apanya, emang aku pernah apain kalian”
“Ingetin dia Ris”
“Sirup rasa garam “ujar Aris
“Ohhh... Hehehe”
“Sudah nggak amnesia lagi kan”imbuh Dev
“Iya... Aku ingat kok... “
“Sudahlah aku anggap kita impas okey”
“Okey”
“Kembalilah ke kamar bidadariku”ujar Dev
“Iya pangeranku”
“Tunggu aja balasan ku”ujar Ica dalam hati.
“Aku pikir hidupku sudah diambang kematian “
Ica kemudian kekamar untuk tidur, kelakuan Dev dan Aris benar-benar menguras tenaganya.
Pagi harinya.... 🍏🍏
“Kakak kok nggak bangunin aku sih “
“Sejak kapan aku jadi baby sitter kamu”
“Aris mana Kak ? “
“Dia ada urusan jadi tadi pagi langsung pergi”
“Kak... Antar aku ya”
“Kok jadi aku yang antar kamu”
“Kan Pak supir lagi cuti Kak, istrinya melahirkan, kakak lupa”
“Isshhh repot lah, aku harus bolak balik, jika sekalian jalan aku nunggu lama dikantor, mana jalan menuju sekolahmu padat sekali “
“Jadi Kakak nggak mau antar aku”
“Bukan Kakak nggak mau tapi mau bolak balik itu malas”
“Baiklah, aku coba telepon Alex deh “
“Siapa Alex ? “
“Temen aku”
“Jangan, biar aku yang antar”
“Tadi katanya malas bolak balik”
“Aku berubah pikiran, nanti sambil nunggu jam kantor, aku nongkrong dulu di cafe”
“Ogehh”
“Habiskan sarapanmu”ujar Dev
“Oiya nanti kamu jemput aku kan”
“Aku nggak bisa, nanti aku suruh asistenku jika Aris belum datang”
“Okelah, atur aja kalau nggak bisa, aku pulang sama Alex atau Gilang”
“eEeittsss bisa kok bisa”
Ica menyeringai
“Orang ini kayak ada gila-gilanya ya”
đź’¬*Papa*
Ca papa dengar keributan kamu sama istri Papa
Papa minta maaf ya Ca
đź“©
Ini bukan salah Papa
Mungkin dia juga salah paham
Aku nggak marahan kok Pa
đź’¬*Papa*
Pokoknya Papa minta maaf ya Ca
đź“©
Iya Pa,,,
“Aku rasa pas saat itu tidak ada orang lain yang lihat tapi kenapa hampir semua orang tahu tentang ini “batin Ica
“Kak... Apa orang cenderung lebih percaya sama yang didengar daripada yang dilihat ? “
“Iya sebagian besar orang mempunyai sifat seperti itu Ca, kadang dia hanya mendengar yang belum tentu benar dan menceritakan kembali entah itu ditambah atau dikurangi”
“Iya aku juga mikir kayak gitu Kak”
“Ca... Aku pernah bilang sama kamu bersikaplah yang baik”
“Tapi Kak kemarin itu, aku mau bantu kok”
__ADS_1
“Iya Kakak percaya sama kamu, tapi yang lain gimana ? “
“Iya makanya aku heran kak, secara nggak sadar, banyak orang yang benci sama aku”