BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Delapan Puluh Enam


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍😍


🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


Damar dengan perlahan tapi pasti mulai mengejar Ica tanpa ada yang mengetahui.


Karna Ica dan Kak Damar emang sering bersama saat kegiatan ekskul pencak silat


,jadi tak ada satupun siswa-siswi yang curiga pada kedekatan Kak Damar dan Ica.


Rumah Produksi Music Love Orbit


🎤🎼🎹🎶🎤🎼🎹🎶


“Tuan Dev apa yang membuat anda kemari ? “


“Aku kesini menawarkan peluang bisnis padamu”


“Oh tumben Tuan Dev tertarik dengan musik”


“Bukan saya sih Pak tapi adik sepupu saya yang ingin menjadi penyanyi “


“Tentu bisa Tuan apa saya bisa lihat videonya”


“Ini” sambil menunjukkan video.


“Saya tahu anak ini Tuan , apa dia sepupu Tuan Dev ? “


“ Benar sekali Pak”


“Tapi sepupu Tuan bernaung pada Rumah Rekaman Bougainville”


“Ya itu maksud saya, jika anda memberi kontrak padanya, dia akan keluar”


“Baiklah”


“Coba lihat ini “ujar Dev sambil memanggil asistennya yang membawa uang cash.


“Bagaimana ? “tanya Dev lagi.


“Baik Tuan Dev deal”


“Kalau begitu aku mau balik dulu, soalnya aku baru saja pulang dari Korea “


“Baik Tuan Dev dan terimakasih “


Dev melambaikan tangannya dan berlalu kemudian ia bertanya pada asistennya.


“Aku dah keren belum ? “


“Sudah Tuan, mirip aktor-aktor yang ada di drakor”


“Ahahhaha aku jadi malu”ujar Dev dan membuat asistennya tersenyum.


Dev sudah menyelesaikan satu tugasnya dan ia berharap Ica kembali mendapatkan Gilang sebagai temannya.


Dev tak sanggup melihat Ica melongo dan sakit hati seperti itu.


Ia melakukan sebisanya saja sisanya ia serahkan kepada yang Kuasa.


Saat Dev sampai dirumah Ica sudah menunggu di depan.


“Mirip peliharaan “ujar Dev membuat Ica langsung menendangnya.


“Tendang terus ntar mini album ini aku buang ya “


“Isssh jangan Kak”


“Bawain koper aku dulu “ujar Dev dengan entengnya.


“Iya aku bawain kok”Ica terus tersenyum sambil menahan rasa kesal.


Dev menghela nafasnya karna kelelahan diperjalanan.


Ica ikut duduk di samping Dev dan masih menunggu mini album dari Dev.


Dev membuka kopernya dan mengeluarkan sebuah tas kecil.


“Ini buat kamu”ujar Dev sambil menyerahkan pesanan Ica.


“Yesss makasi Kak “

__ADS_1


“Tumben tahu terimakasih “


“Iya dong Kak, kan Kakak lagi baik”


“Dihhh anak setan”


“Huhu”ujar Ica lalu berlari ke kamarnya.


“Ehhh bikinin aku minuman dulu dong”


Dev berteriak tapi Ica sudah melesat bagaikan angin tornado.


“Sialan !!! “ujar Dev sambil menggelengkan kepalanya.


“Kapan-kapan aku akan mengerjai dia”ujar Dev.


Gilang yang sedang istirahat dirumah, terkejut saat menerima telepon dan tawaran kontrak menyanyi dari perusahaan rekaman musik Love Orbit.


Itu adalah perusahaan yang sangat terkenal apakah ia memang sudah sebagus itu atau ada hal lain yang membuat dia dikontrak.


Diperusahaan milik Kak Audi bekerja selama ini Gilang belum pernah dikontrak jadi dia hanya ikut setiap ada event saja.


Ini adalah sebuah kesempatan yang luar biasa.


Gilang akhirnya lepas dari Kak Audi dan bisa bermain dengan gengnya lagi.


Tapi bagaimana dengan Ica, Ica sudah terlanjur membencinya.


Tanpa menunggu waktu lama Gilang menuju perusahaan Musik Love Orbit dengan menggunakan sepeda motor untuk tanda tangan kontrak.


Saat mengisi data Gilang membaca sebuah tulisan yang membuat ia merenung sejenak.


Perusahaan Montana


Apa perusahaan keluarga Ica yang ikut membantu dia dalam kontrak ini.


Pagi hari dirumah Ica


“Sudah lengkap semua kan ? “tanya Dev setengah kesal karna Ica belum saja selesai dengan kopernya.


“Iya Kak ini sudah semua kok”


“Kamu mau berangkat jam berapa sih ? “


“Cepat ! “


“Oke”Ica berlari sambil menyeret kopernya.


Ica dan team Pencak Silat akan berkumpul di sekolah dan mereka akan diantar hingga ke bandara menggunakan bis sekolah.


“Turun dah sampai”ujar Dev dengan ketus.


“Dihhh sudah ketemuan sama Kak Hanum, masih aja ketus”ucap Ica.


“Biarin”ucap Dev


Ica mengeluarkan kopernya dari bagasi mobil dan saat akan berjalan menuju halaman sekolah Dev memanggilnya.


“Ca sini deh”


“Apa Kak ? “Ica memasukkan kepalanya ke mobil.


“Ini buat kamu jajan”ujar Dev sambil menyerahkan beberapa lembar uang seratusan.


“Tambah dong”ujar Ica.


“Enak aja, bukannya bilang makasih”Dev merasa kesal pada Ica.


“Iya makasih Pangeran Antasari “Lalu mengecup pipi Dev.


Wajah Dev bersemu merah karna tindakan Ica yang manis jika ada maunya.


“Lagi”ucap Dev pada Ica dan hal itu berhasil mendapatkan sebuah tonjokan diperut Dev.


“Ica setan ! “


Halaman sekolah sudah ramai dengan Team Pencak Silat, Ica mencari keberadaan teman-temannya dan terlihat Kak Damar dan Kak Alvian yang sedang duduk didekat bis.


“Aku kira kamu telat Ca”ujar Kak Alvian.


“Mana mungkin aku telat”Ica ikut nimbrung disana.


Saat sedang asyik bercengkrama, Nesa datang menghampiri Kak Alvian.


“Lama banget lohh”ujar Nesa manja pada Kak Alvian.

__ADS_1


“Iya kan bisa VC sayang “ujar Alvian lalu mengelus rambut Nesa.


Ica ingin meledakkan kedua orang ini agar tidak lagi bermesraan dihadapannya.


Ica dan Kak Damar akhirnya saling beradu pandang.


“Kak hati-hati ya”ujar Naomi yang datang entah dari mana bahkan kedatangan Naomi berhasil membuat Ica terkejut.


“Iya”jawab Kak Damar datar karna ia masih kesal pada Naomi.


Melihat hal itu Ica tersenyum kecut namun ia tak ingin jika Kak Damar terus ketus pada Naomi.


Tak lama Alex dan Fabian juga menghampiri Ica.


“Hati-hati ya Ca aku reques Monas ya”


“Nggak ada yang lebih besar lagi yang kamu sebut Lex ? “


“Nggak ada cukup Monas aja”ujar Alex dengan wajah datar yang berhasil membuat team Ica tertawa.


Gilang hanya bisa melihat dari kejauhan ,ia malu dengan Ica karna kejadian dikantin, padahal dia ingin mengucapkan selamat jalan pada Ica.


Ica melihat kearah Gilang dan Gilang buru-buru balik badan agar ia tak terlihat darisana.


Ica menghela nafas panjang saat melihat Gilang.


“Ca naik yuk”ajak Kak Damar pada Ica.


Nesa memeluk Ica dengan hangat dan mendoakan kepergian team Pencak Silat Sekolahnya untuk Turnamen antar Provinsi.


“Ca I Miss you”ucap Nesa sambil terus melambaikan tangannya.


Ica memilih duduk dipojokan agar bisa bersandar dan Kak Damar tanpa permisi ikut duduk di samping Ica.


“Lohh kok Kakak disini ? “


“Emang nggak boleh ? “


“Emmm boleh sih”Ica tak enak mengusir Kak Damar.


“Disini nggak ada tulisan kita harus duduk dimana kan”ujar Kak Damar lalu memasang headset di telinganya.


“Ya nggak masalah sih tapi aku lebih suka sendiri biar bisa tidur”batin Ica.


Ica merasa kikuk karna berdampingan dengan Kak Damar ia menjadi tak tenang karna sama sekali tak leluasa bergerak.


“Kalau mau tiduran, mending tiduran aja aku nggak apa-apa kok”


“Iya Kak”ucap Ica sambil memainkan ponselnya.


Ica memperhatikan Kak Damar dengan seksama ia ingin sekali menyentuh wajah Kak Damar sekali saja.


Bis mulai melaju dan angin AC membelai pipi Ica membuat ia terkantuk-kantuk namun ia tetap menahannya.


Teman-teman Ica yang lain nampak mulai tertidur karna perjalanan dari Mataram ke BIL lumayan jauh .


Ica melirik Kak Damar yang asyik dengan gamenya.


Kak Damar menoleh pada Ica dan tersenyum hingga membuat Ica kembali salting dan buru-buru melihat keluar jendela.


Sementara dipikiran Damar ia juga ingin membelai rambut Ica.


“Ica memilih kursi yang bagus “batin Damar.


Ica tak bisa lagi menahan rasa kantuknya karna semalam ia masih mengerjakan desain kaos untuk pesanan, sekarang ia menyesalinya karna pasti Kak Damar akan melihat ia tertidur.


Ica terus menepuk wajahnya agar tidak mengantuk tetapi pada akhirnya ia tetap tertidur juga.


Kak Damar melihat wajah Ica yang mungil dan mulus itu.


Wajah natural tanpa make up dan hanya memakai lip glos berwarna merah muda membuat Kak Damar ingin melahap Ica bulat-bulat.


Ica melenguh pelan pertanda ia sudah mulai nyenyak tertidur.


Kak Damar melirik kanan dan kiri memastikan semua temannya tertidur dan iapun berani mengelus rambut Ica setelah itu ia memindahkan kepala Ica untuk bersandar ke pundaknya.


Padahal tanpa Damar ketahui teman-temannya berpura-pura tidur agar Damar memiliki waktu bersama Ica dan itu adalah ide dari Alvian.


Alvian memang tahu jika akhir-akhir ini Damar terlihat kikuk dan salting di hadapan Ica, padahal biasanya Damar biasa saja pada Ica dan cenderung bersikap cuek dan keras pada Ica.


“Aku hanya bisa membantu sedikit “batin Alvian sambil melirik Damar dan Ica.


“Oh shittt ! Mereka membuat aku iri”batin Alvian lagi.


__ADS_1


__ADS_2