BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Empat puluh lima


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍


Water park



“Katanya cuma ada didunia fiksi”


“Aku nggak tahu kalau didunia nyata juga ada”


Ica masih menatap lekat-lekat pemandangan langka itu.


Satu persatu teman cowok Ica datang dari ruang ganti.


“Ya ampunnnnn, sejak kapan ya teman-teman kita punya kayak gituan Nes”


memperhatikan otot-otot teman sekelasnya.


“Ya.. Kamu terlalu banyak belajar Ca, jadi lupa ada hal lain juga yang bisa dilihat” Nesa membenarkan tutup kepalanya yang miring.


“Ca”


Gilang datang dari arah belakang dan merangkul Ica.


“Bisa sih kamu nggak kayak gitu Gilang, ntar aku dikira cewek murahan”


Ica menasihati Gilang sambil menurunkan tangan Gilang.


“Iya maaf dah kebiasaan”


Gilang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Lain kali jangan gitu, jaga jarak, kau tahu kan banyak yang nggak suka sama aku”


“Baik Bunda Montana “


Gilang sungkem


Ica melihat kearah tempat teman cowoknya keluar tadi yaitu lorong ruang ganti cowok .


“Cari Dio ya Ca”


Nesa menggoda Ica


“Najis”


“Biasanya kalau saling ganggu bisa saling cinta lo, saranghaeyo Dio”


“Kamu kesambet ya Nes, bikin panas aja”


“Bercanda”


Diruang ganti cowok


“Kamu nggak buka baju Yo ? “


Seorang anak laki-laki dari kelas Ica bertanya pada Dio.


Dio menggeleng perlahan


“Takut amat kayak cewek !!! “


Ujar anak itu sambil melirik Dio, tak sampai disitu anak itu mulai menarik baju Dio.


“Maaf ya aku nggak ada urusan sama kamu “ujar Dio sambil melepaskan cengkraman bajunya.


“Buka kalau berani laki apaan kayak gini, jatuhin harga diri kita aja !!! “


“Harga diri kamu apa hubungannya sama aku”


Dio menepis tangan teman sekelasnya itu, ternyata selain Ica ada geng yang juga sering mengganggu Dio namun belum terekspos oleh geng Ica.


Tak lama kemudian datang seorang lagi yang merupakan teman dari anak yang mengganggu Dio.


“Yoklah “ujarnya lalu si anak yang mengganggu Diopun pergi.


Dio pikir semuanya sudah selesai namun pikirannya salah.


Teman anak itu malah membawa saos tomat yang entah kapan mereka siapkan.

__ADS_1


Dio sangat terkejut karna gerakan tiba-tiba itu.


Dia menumpahkan pada baju Dio dan membuat noda serta bau yang kurang enak.


Dio diam saja dan hanya membersihkannya dengan air keran yang memang ada disana.


“Rasain loo.... Dibilangin nggak ngerti-ngerti”


Saat diabsen Dia belum juga datang.


Tanpa sadar Ica menghawatirkan Dio, dia celingak celinguk.


“Ada apa Ca, ? “bisik Nesa.


“Nggak ada kok”


Ica malu karna Nesa memperhatikannya.


Dio akhirnya datang dengan baju yang agak basah.


Guru olahraga melihatnya


“Dio... Ada apa dengan baju kamu ? “


“Tidak ada apa-apa kok Pak, hanya noda sedikit “ujar Dio lalu ikut berbaris.


“Nggak mungkin hanya noda”batin Ica.


“Tapi kenapa aku mikirin dia sih”Ica memukul kepalanya dan dilihat oleh Nesa.


“Ehhh Ca, kamu kenapa sih dari tadi aneh terus”


“Emm... Aku agak pusing Nes”


Ica berbohong.


“Kamu beneran mau ikut renang ? “


“Nanti juga hilang kok, biasa datang pergi”


“Iya deh”


“Kita pemanasan dulu ya”


Pak guru olahraga mulai mengambil nilai dan setelah itu semuanya bisa bebas untuk bermain air.


Ica nampak pendiam dari biasanya, entah mengapa perasaannya tidak enak, seakan sesuatu akan terjadi.


“Ca mau sosis bakar ? “


“Kamu beli dimana Nes ? “tanya Ica dan membuyarkan lamunannya.


“Disitu, tapi cicip dulu deh klau kamu suka “ujar Nesa memberikannya pada Ica.


Ica menggigit sedikit sosis bakar yang dibeli Nesa.


“Enak sih, aku minta tolong sama Gilang aja ya”


“Boleh deh”Nesa kemudian memanggil Gilang.


“Ada apa Nes ? “


“Ica mau minta tolong sama kamu, buat beliin sosis bakar”


“Ohh.. Oke aku juga mau beli”ujar Gilang.


“Kamu juga beli, bukannya kamu punya”


“Jorok amat sih omongannya kamu Nes, nggak sopan tau”


Gilang memasang wajah unyu dan membuat Ica terkekeh.


“Sekarang aja kamu sok alim gitu Gilang, aku tumben ngomong gitu,kamu yang hampir tiap hari aku nggak pernah komen”Nesa tak mau kalah.


“Aku dah tobat Nes”


Gilang masih memasang wajah unyu.


Fokus Nesa beralih saat melihat gerombolan anak SMA yang ternyata kakak kelas dari kelasnya Alvian.


“Alvian “


“Ehhhmmm mulai”Gilang melihat tingkah Nesa yang membuatnya malu.

__ADS_1


“Ternyata kelasnya Alvian”Nesa menggumam sendirian.


“Cie... Kayaknya aku bakal ditinggal deh”ujar Ica namun tidak didengar oleh Nesa karna masih melihat Alvian.


“Emm pasti takut ilang dah “


“Dia beda banget Ca”ujar Nesa


“iya, kamu nggak mau samperin dia”


“Nggak ah, aku malu Ca, disekolah aja aku juga jaga jarak, aku kan lebih sering sama dia kalau pas dia latihan silat bareng kamu”


“Iya deh bagus kalau kamu bisa gitu, aku bangga sama kamu Nes”


“Makasih Ca”


Gerombolan kakel Alvian sudah berlalu dan tak lama mereka berganti pakaian.


Seorang gadis yang satu kelas dengan Alvian terlihat sangat akrab dengan Alvian, ia seakan carper dengan Alvian seolah ia tahu kalau Nesa tak akan menghampiri mereka.


“Nes.... “


“Iya Ca”


“Kamu lihat ya”


“Ya, tapi kan dia hanya teman Alvian Ca”Nesa berusaha menguatkan hatinya Tapi suaranya begitu bergetar.


“Aku terlalu berlebihan Ca”


“Nes”


Ica tahu bahwa gadis itu memang sengaja bertingkah dihadapan Nesa padahal satu sekolah tahu bahwa Alvian adalah pacar Nesa.


“Sakit sekali “batin Nesa


“Ca ini sosis bakarnya”ujar Gilang.


“Lama banget”Ica pura-pura kesal pada Gilang.


“Maaf deh, ramai disana”Gilang duduk disamping Nesa.


Gilang melihat Nesa”murung amat padahal ada ayank beb.


“Sssttt”


Ica memberi kode pada Gilang


“Sudah putus ? “Ucap Gilang dengan suara keras.


“Apaan sih kamu Gilang”


Ica menutup mulut Gilang dan Gilang tertawa kecil.


“Aku minta maaf Nes ? “


“Nggak apa kok”


“Yuk lanjut makan”ujar Nesa sambil menahan suaranya.


Ica merasa tak tega pada Nesa lagipula Alvian seharusnya datang pada Nesa tapi nyatanya tidak ada.


Alvian juga tidak mau menjaga jarak dan tak bisa menghargai Nesa, meskipun teman sekelas seharusnya Alvian bisa menghindari kontak yang berlebihan itu.


“Ca aku ke wc dulu ya”


“Iya Nes, apa mau aku antar ? “


“Tidak perlu kok, aku sebentar aja Ca”


Nesa berjalan menuju wc dan melewati Alvian yang sedang duduk sendiri.


Alvian akhirnya memanggil Nesa.


“Cuek amat”


Nesa adalah tipe-tipe gadis yang tidak suka ngambekan tidak jelas dan ia membalas Alvian, tetapi itupun sambil ia mengumpulkan kata-kata.


“Aku hanya nggak mau ganggu kakak dan ini juga masih jam pelajaran”


“Jangan kaku gitu, ayo duduk disini”


Nesa adalah gadis manipulasi, ia mampu menahan kekesalannya dan membungkusnya dengan rapi.

__ADS_1



__ADS_2