BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Delapan Puluh Empat


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍😍


đŸŒșđŸŒșđŸŒșHappy ReadingđŸŒșđŸŒșđŸŒș


Oliv memeluk erat Bara dan Bara melakukan hal yang sama, dia mengelus pundak Oliv yang ramping.


“Kamu jarang makan ya sayang ? “


“Aku menjaga tubuh aku Bar”


“Oh ya”


“Kamu tunggu dulu ya Bar, aku matiin hape dulu” Ujar Oliv kemudian mematikan hapenya.


Oliv melenguh saat Bara mulai menjelajahi tengkuknya, itu adalah bagian favorit milik Bara.


Oliv membiarkan Bara menyelesaikan tugasnya dan ia masih menikmati permainan Bara.


Oliv memegang kepala Bara dan menyandarkannya pada dinding kasur.


“Kamu mau apa Nyonya ku yang cantik ? “


Bara mulai memanas saat Oliv memainkan putingnya dengan lidahnya.


“Ahhhhhhhrrgghhh”ucap Bara lalu membalikan tubuh Oliv menjadi dibawahnya.


“Kok cepat banget sih Bar “


“Aku nggak bisa lagi Liv”


“Kan baru pemanasan “


“Sudah aku bilang kan aku itu nggak bisa nahan pesona dari kamu Liv”


“Masak sih “Oliv semakin lihai memainkan lidahnya diseluruh tubuh Bara.


Bara terus melenguh karna enak.


Oliv tak melewatkan satu incipun ditubuh Bara, ia sadar jika ia butuh kehangatan Bara ,yang memang pandai memanjakan tubuhnya yang selalu haus akan belain seorang pria.


“Sabar ya sayang”ucap Bara membiarkan Oliv yang mendominasi permainan dulu, Oliv mengelus Mr. P milik Bara yang tergolong berukuran istimewa itu.


“Arggghhh ... “Lagi-lagi Bara melenguh kenikmatan.


Oliv sangat suka melihat Bara yang tak berdaya di hadapannya.


Hal inilah yang tidak ia dapatkan dari Marcel.


Marcel hanya memuaskan dirinya sendiri tanpa bisa memanjakan Oliv.


Bara membelai rambut Oliv dengan lembut, mengecup bibir Oliv yang memakai lip gloss warna pink.


Oliv membalas kecupan Oliv dengan lebih berani dan penuh gairah.


“Aku sayang kamu Liv”


Oliv tidak mendengar dan terus melanjutkan permainan dengan lebih lincah.


Ia duduk diatas Bara dan perlahan mulai memasukkan Mr. P Bara ke segitiga emasnya.


Oliv naik turun karna merasakan nikmat yang tak terbayangkan.


Bara juga mengikuti permainan Oliv, bagaimana mungkin ia melewatkan jika Nyonya Oliv sudah bertitah.


Oliv ingin mencapai klimaksnya dan Bara juga mempercepat permainanya.


Setelah hentakan pertama ia memberi Oliv kenikmatan yang tak bisa dikatakan lagi.


Oliv lemas tak berdaya dan kini giliran Bara yang akan mengisi permainan.


“Giliran aku ya Liv”ujar Bara sambil mengecup bibir Oliv yang merekah karna nikmat.


Bara mulai memasukkan Mr. P kedalam segitiga emas Oliv dan ia pun mulai menggoyangkan tubuhnya.

__ADS_1


Sungguh nikmat permainan Bara hingga Oliv menggigit bibir bawahnya.


Bara mempercepat permainannya hingga ia mencapai klimaksnya.


“Arrghhhhhh.... “teriak Bara sambil mencium leher Oliv.


“Enak nggak sayang “tanya Bara pada Oliv.


“Banget”


Setelah selesai Bara segera mandi dan kembali tidur dalam pelukan Oliv hingga pagi menjelang.


Pagi Harinya


“Liv kenapa sih kita nggak kenal dari dulu aja”


“Emang belum waktunya aja Bar”ucap Oliv sambil menarik selimutnya.


“Kamu itu terlalu perfect buat ditinggalin pasangan Liv”


“Itu takdirku Bar”


“Tapi kenapa kamu nggak pernah mau sama aku Liv ? “tanya Bara.


“Kamu berhak mendapatkan gadis yang baik, bukan wanita tua seperti aku “


“Siapa bilang kamu tua Liv ? “


“Umurku sudah sangat jauh denganmu Bar, sudah tak pantas, carilah gadis yang baik dan bangunlah keluarga yang bahagia , kamu mungkin menerima aku, tapi bagaimana dengan keluarga besarmu.


Tak ada satupun orang tua yang ingin Putranya menikahi wanita tua yang seharusnya dipanggil Ibu. “


“Kamu memang benar Liv, tapi aku mulai merasakan cinta darimu”


“Cintamu padaku hanyalah nafsu Bar, nggak lebih akupun juga begitu “ujar Oliv meyakinkan Bara agar Bara tak jatuh cinta padanya.


“Iya Liv tapi kalau disuruh memilih aku ingin tetap seperti ini”


“Iya Bar aku juga suka seperti ini”


Oliv sangat pandai memainkan kata-kata agar Bara tak selalu berkata seperti ini pada Oliv.


“Liv aku berangkat kerja dulu ya”


“Iya Bar”


Bara kembali mengecup dahi Oliv dan memeluknya.


“Parfummu wangi banget”


“Pakai nanyak lagi, kan Nyonya yang beliin “


“Aku suka aromanya Bar”


“Mau lagi ya”


“Enggak deh”


Oliv kembali tidur karna hari ini ia ingin bersantai dulu.


Sementara itu Ica yang kena hukuman karna tidak datang saat merawat Apotek hidup, hanya mengomel tak terima.


Ia tak menyangka jika akhir pekannya akan dihabiskan disekolah.


“Capek banget rasanya “


“Iya lebih capek dua kali lipat karna kita ngerjainnya hari Minggu”ujar salah seorang teman Ica .


“Aduh aku harap ini cepat selesai”


“Iya “


Saat Ica sibuk dengan kerjaannya , Kak Damar sedang memperhatikan dari kejauhan bersama Kak Alvian.


“Lucu banget si Ica dihukum”


“Iya”ujar Alvian tertawa kecil.

__ADS_1


“Ayo kita samperin dia “


“Ayo” ucap Alvian


“Ca sibuk banget ya ? “ucap Kak Damar yang sudah ada didepan Ica.


“Ehhh “


Ica terkejut sekaligus malu karna tahu siapa yang sedang menyapa dia.


“Aku pikir karna kamu cucu dari Bu Emma , kamu nggak dihukum “


“Semua sama aja kok Kak,malah kalau bisa hukuman aku harus lebih berat lagi “ujar Ica.


“Kok gitu Ca ? “tanya Kak Damar.


“Nenek dan Mama aku adalah orang yang disiplin nanti jika hukuman aku ini sampai ke telinganya, pasti dia akan membuat hukuman lagi padaku”ujar Ica lemas. “Sekarang aku lagi aman karna Mama aku masih sibuk nanti jika dia sudah pulang, aku tak tahu apa yang akan terjadi. “


“Ternyata keluarga kamu keras juga ya dalam hal mendidik”


“Kakak pikir keluargaku memanjakan aku ? “


“Iya” ujar Kak Damar lalu ikut duduk disamping Ica.


“Keluarga aku itu mengajarkan tanggung jawab Kak”


“Sabar deh ya aku sih nggak bisa bantu apapun untuk saat ini”ujar Kak Alvian.


Pandangan siswa-siswi yang sedang dihukum,jadi fokus pada Kak Alvian dan Kak Damar saat berbicara dengan Ica.


Yah bisa dibilang seperti scene drama asia yang dua artis cowok sedang memperebutkan artis cewek.


Para siswa-siswi jadi mendapatkan tontonan gratis dan menyegarkan, hingga lupa pada hukuman mereka.


“Seger banget mata aku”ujar salah seorang siswi pada temannya.


“Iya sama aku senang deh kalau Ica ikut dihukum kayak gini jadi cogan-cogannya pada datang kesini”ujarnya tanpa dosa.


“Sering-sering deh Ica dihukum”(doa macam apa itu).


Ica , Kak Damar dan Kak Alvian mulai sadar jika semua mata tertuju pada mereka.


“Kak kita jadi tontonan dan besok aku yakin akan ada gosip “


“Biarin aja Ca “ujar Kak Damar.


“Kalau aku memang bahan gosip Kak tapi kalau Kak Damar aku kasihan”bisik Ica.


“Nggak apa Ca sesekali aku juga ingin jadi bahan gosip, seru kayaknya”


“Aishhh ada kek yang jadi bahan gosip malah senang”


“Ahhh siswa teladan kayak aku bolehlah punya cerita biar tambah viral”ujar Kak Damar lagi.


“Terserah Kakak saja aku ingin cepat pulang Kak”ucap Ica sambil menghentakan sapunya karna jengkel.


Kak Damar tertawa renyah dan membuat Ica bahkan siswi-siswi ikut salting.


Siswi-siswi itu berteriak karna heboh dengan Kak Damar yang tumben tertawa lepas itu.


Ica merasa kesal karna ribut.


“Hehhhh ribut-ribut “ujar Ica sambil melempar sapu dan tanah pada siswi-siswi yang berteriak tadi.


“Ca jangan lupa berbagi Ca”


Teriak mereka pada Ica yang semakin emosi tapi tetap dengan nada bercanda.


“Nanti kita makan es krim ya Ca”ujar Kak Damar.


“Okeee pas banget aku nggak bawa dompet “Ica tersenyum puas.


“Oke buat Nona Montana apa sih yang enggak”


“Emm mulai dah sekarang si es batu bisa ngegombal”ujar Ica.


Damar hanya tersenyum, hari ini mungkin otak Damar lagi bermasalah hingga ia terus tersenyum, itu yang ada dipikiran Ica.

__ADS_1



__ADS_2