BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Sembilan Puluh Dua


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍😍


🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


Ica kembali ke kamarnya dengan kaki yang gemetar.


Dia melakukan hal yang sangat luar biasa tadi didepan Naomi.


Hal yang sudah tak pernah ia lakukan entah sejak beberapa lama.


Ica duduk di kasurnya ia menggosok matanya agar air matanya tidak jatuh.


“Aku menyesal jatuh cinta” Ucapnya sambil menangis.


“Ini yang aku tak suka jika aku sudah bodoh tentang cinta, kenapa...kenapa aku harus melihatnya “


Kamar Damar dan Alvian


“Bye”


Dari luar terdengar suara Alvian yang baru datang.


“Kamu sudah pulang ya ? “ Tanya Alvian.


“Iya” jawab Damar datar dengan wajah yang ingin menangis.


“Lohh kenapa wajahmu seperti itu” Alvian yang khawatir langsung menghampiri Damar.


Damar akhirnya menceritakan semuanya yang terjadi barusan.


“Itu kan kecelakaan aku yakin Ica nggak marah sama kamu”ujar Alvian.


“Tapi setelah pergi ia tak mau bicara padaku”


“Mungkin dia kecewa karna sikap Naomi tadi tapi dia kan tetap bela kamu”


“Aku belum jadian tapi malah kayak gini”


“Lagipula si setan Naomi itu sedang apa sih, maksudnya itu apa ? “


“Aku aja nggak tahu semuanya tiba-tiba “


“Minta maaf aja sama Ica , lusa sudah pertandingan nanti dia nggak fokus “


“Aku takut Ian”


“Jangan takut ahhh daripada sudah sejauh ini tapi gagal, emangnya gampang sedekat ini dengan Ica, kau tahu Gilang kan”


“Iya aku tahu”


“Kalau kamu biarin, bisa-bisa dia kembali lagi pada Gilang “


“Baiklah aku akan minta maaf”ujar Damar mantap.


Semua yang diskenariokan oleh Damar dan Alvian ternyata tidak sesuai dengan apa yang terjadi.


Ica tak mau membuka pintunya sama sekali dia mengurung diri.


Bahkan Alvian juga ikut membujuknya namun Ica tetap tak merespon.


“Aku terlihat menyedihkan”ujar Ica sambil menatap mukanya dicermin.


Lusa


Ica dan Kak Damar tidak berbicara sepatah katapun.


Di bus Ica duduk berjauhan dengan Kak Damar.


Atlet Perguruan dari sekolah Ica menyadari ada yang tak beres dengan Ica dan Kak Damar tapi mereka tak tahu apa penyebabnya.


Alvian terus-terusan menghela nafasnya melihat Kak Damar yang beberapa kali melihat Ica dari kursi belakang.


“Aku jadi tak tenang “ujar Damar pada Alvian.


“Sabar ya “ucap Alvian pada Damar.


Ia tak tega pada sahabatnya itu, karna dari sekian kali Damar pacaran, baru kali ini dia bersikap penuh dengan rasa khawatir.


Bahkan ia belum resmi pacaran dengan Ica , tapi sikapnya seolah sudah pacaran lama.


“Aku akan panggil Ica dan kau ajak bicara dia ya”


“Baik “ujar Damar pada Alvian.


Saat turun dari Bus Alvian mengejar Ica .


“Ica “


“Iya Kak”


Wajah Ica terlihat menyedihkan, matanya sembab dan pucat seperti kurang tidur, Alvian tahu pasti sulit menerima kenyataan yang dilihat oleh Ica kemarin itu.


“Aku boleh ngomong sama kamu ? “


“Iya ngomong aja Kak”


“Tapi disana Ca”tunjuk Alvian .


“Jika Kakak disuruh oleh Kak Damar aku nggak mau Kak maaf” Ica berlalu dengan marah dan Ica pun masuk ke tempat pertandingan.


Alvian tak bisa berkata apa-apa lagi saat Ica sudah seperti itu.


Damar terlihat sedang menunggu di tempat turun Bus tadi , langsung menyapa Alvian.


“Aku minta maaf, Ica tak mau bicara denganmu “


“Iya nggak apa-apa kok Ian”


“Sabar ya aku yakin pasti nanti dia maafin kamu”


Damar hanya tersenyum kecut saat mendengar kata-kata dari Alvian.


Pertandingan dimulai jam sepuluh dan para Atlet yang akan bertanding sudah bersiap di kursi termasuk Ica.


Kak Damar menghampiri Ica saat akan bertanding dan memberikan wejangan.


Ica memang sedang tak bicara dengan Kak Damar tapi ia harus profesional.


Ica mengangguk dan paham tentang apa yang dikatakan Kak Damar.

__ADS_1


Setelah cukup yakin dengan semua wejangannya Kak Damar kembali ke tempat duduknya.


Damar menghapus peluhnya yang bercucuran karna grogi saat bicara dengan Ica.


Tapi anehnya Ica tetap tenang dan seolah tak sedang bertengkar dengan Kak Damar.


Disudut biru sudah bersiap Naomi dan di sudut merah adalah Ica.


Mereka saling membenci dan Kak Damar sangat takut jika terjadi sesuatu pada Ica.


Gong dibunyikan dan keduanya bersiap.


Naomi seakan tahu dengan yang terjadi pada Ica sehingga matanya selalu tertuju pada Kaki Ica.


Pukulan pertama dimenangkan oleh Naomi karna Ica tidak fokus namun di menit kedua, Ica berhasil mendapatkan poin.


Kak Damar khawatir jika Ica tak bisa melawan Naomi apalagi terlihat Ica sempat oleng saat menginjakkan kakinya.


Menit ketiga dipersiapkan Ica dengan baik sambil melihat gerakan Naomi.


“Ma tolong aku”ucap Ica dalam hati dan dengan satu tendangan T akhirnya Naomi tumbang.


Seleksi ini dimenangkan oleh Ica.


Ica tersenyum puas saat melihat Naomi merintih tapi ia juga kesakitan karna kaki yang ia pakai adalah kaki yang baru sembuh.


Ica berjalan agak pincang menuju tempat duduknya.


Saat Kak Damar ingin memberi selamat, cowok lesung pipi yang bernama Yovi itu duluan berlari mendekati Ica.


“Selamat ya Ca “


“Iya makasi Yovi”


Kak Damar tak mau kalah ia juga memberikan selamat pada Ica, Ica menerima dengan baik tapi setelah itu Ica menjauh bersama dengan Yovi.


“Sesak “batin Kak Damar.


“Sabar”ucap Alvian sambil menepuk bahu Damar, ia tak tega melihat Damar seperti badut.


“Jalanmy kok kayak gitu Ca ? “tanya Yovi sambil memberikan minum pada Ica.


“Oh nggak apa-apa kok cuma pegal aja”


“Oh iya apa aku boleh minta nomor whatsapp kamu ? “


“Gimana ya ? “


“Hanya nomor whatsapp kok Ca”


“Kalau nomor rekening mau ? “


“Haaaa boleh deh “ujar Yovi sambil tersenyum.


“Nanti aku kasih deh”ujar Ica agar Yovi berhenti bertanya padanya.


“Aku maunya sekarang Ca”


“Kakak aku nanti marah, Kakak aku seram looh”


“Masak sihh ! “


“Iya”


Ica menerima dengan senang hati meski ia tahu perasaannya sedang hancur.


Wajah Naomi dan Kak Damar seakan selalu mengolok-oloknya atas kejadian waktu itu, Ica tak bisa melupakannya meskipun Ica ingin berbaikan dengan Kak Damar tapi ia tak bisa.


Saat seleksi awal selesai Ica sedang ada diruang ganti dan ia melihat Kak Damar sedang mencari seseorang.


Pandangan Kak Damar akhirnya terhenti di Ica dan ia menghampiri Ica.


“Ca sudah waktunya kita mau pulang”


“Ohh gitu oke”ucap Ica dengan nada yang nada Kutub Utara (Dingin).


Di bus bahkan sudah diatur oleh team silat Perguruan Ica agara Kak Damar bisa berdampingan dengan Ica.


Meskipun berhasil tapi mereka berdua sepertinya tak berbicara sepatah katapun.


Saat akan turun dari Bus Kak Damar menghentikan Ica.


“Ca aku ingin bicara “pinta Kak Damar.


Ica akhirnya menyetujui karna posisi saat itu sedang ramai dan ia harus menghadapi ini, bukan menghindari terus.


Ica dan Kak Damar akhirnya duduk di bawah pohon beringin kecil didekat hotel.


“Ada apa ? “


“Kamu marah padaku ? “


“Apa sikapku kurang jelas Kak ? “


“Tapi kau tahu sendiri kan itu hanya kecelakaan dan aku tak ingin itu terjadi “


“Aku tahu semua itu tapi aku sakit hati Kak”


“Aku minta maaf Ca aku mohon”ucap Kak Damar.


“Aku sangat suka dan sayang padamu Ca apa aku harus lupain semua perasaanku begitu saja karna kesalahan orang lain yang memang ingin kita pisah”


“Aku tak tahu soal itu Kak”


“Aku sudah berjanji untuk menjaga perasaanku padamu Ca tapi jika kau ingin akhiri ini semua, aku tak mampu memaksa kamu lagi”


Ica menunduk mendengar kata-kata dari Kak Damar, ia menyukai Kak Damar dan juga mulai sayang padanya.


“Kak”


“Iya Ca”


“Aku coba ya tapi jika tak bisa aku akan permisi “


“Benarkah Ca kamu mau maafin aku ? “


Ica mengangguk dengan mantap, ia sudah sejauh ini ia tak ingin kembali lagi dan mengulang .


“Aku janji nggak akan buat kesalahan lagi Ca “


“Iya aku akan anggap semua itu tak pernah terjadi “


“Makasih Ca”

__ADS_1


Ica sendiri tak yakin dengan ucapannya tapi ia tak mau berbalik lagi dan ia akan menerima semua dengan ikhlas.


Kamar Ica


“Kak Damar mau minum apa ? “


“Teh aja”


Ica menghampiri Kak Damar dan duduk dipangkuan Kak Damar.


“Aku salting Ca “


“Nggak apa, aku suka lihat wajah salting Kakak”


“Aku telah buta Kak aku bisa bicara denganmu lagi saja, aku anggap aku telah kalah.


Aku telah banting harga semenjak dekat dengan kamu”gumam Ica.


Kak Damar ingin menyosor tapi dilarang oleh Ica.


“Kamu ngapain habisnya duduk dipangkuan aku ? “


“Pingin duduk aja salah”


“Aku kira kamu mau ? “


“Duduk bukan berarti mau ya”


“Mau apa dulu ? “


“Nggak tahu ahhh”Ica geli sendiri saat membayangkannya.


Kak Damar memeluk erat Ica dan Ica membalasnya juga.


“Bagaimana bisa aku melupakan perasaanku pada Ica Montana, aku telah berjuang dan aku bersumpah akan mencek iki Naomi jika ia berani begitu lagi. “Batin Damar


🔔


Bel kamar Ica berbunyi dan saat Ica membuka pintu, terlihat Kak Alvian. Ica langsung menutup pintu kamarnya.


“Ada apa Kak ? “tanya Ica dengan gugup.


“Ada lihat Damar nggak, aku SMS tapi nggak dibalas “


“Emm enggak ada Kak “ucap Ica bohong.


“Oh gitu nanti kalau lihat dia, kasih tahu dicari sama Alvian ya Ca”


“Oke Kak”


Alvian kembali dan Ica merasa lega, bukankah lucu jika tadi pagi Ica dan Kak Damar tadi bicara dan sekarang malah berduaan.


“Sudah pergi si Alvian Ca ? “Kak Damar merebahkan badannya.


“Iya”


“Bagus deh ayo kita lanjut”


“Mau ngapain”


“Mesra-mesraan”


“Sudah nggak jadi”ucap Ica membuat Kak Damar kecewa.


“Ica kamu ini tega sekali “


“Tadi kan sudah Kak”Ica menuangkan air panas ke dalam gelas dan mencelupkan teh.


“Tadi kamu keren sekali looh, satu pukulan si Naomi langsung tumbang “


“Iya biar dia tahu rasa Kak, apa nggak aneh dia bisa tanding sama aku Kak ? “


“Maksud kamu apa Ca ? “


“Kok bisa dia pasangan sama aku diawal seleksi kan aneh “


“Nggak ada yang aneh sih Ca, kebetulan aja kayaknya “


“Iya juga deh aku malas berfikir yang macam-macam”


“Kan dia duluan yang mulai”batin Damar, tapi ia tak mengatakan pada Ica, ia malas bertengkar.


Ica dan Kak Damar lanjut menonton film Disney yang ia putar dikamar Ica.


Film itu berdurasi cukup lama, sekitar satu setengah jam.


Ica kemudian memesan makanan lagi agar tak lapar saat menonton film.


Kak Damar melihat sampah mereka yang lumayan banyak.


“Eh banyak juga ya kita makannya “ucapnya lalu merapikan bungkus makanan dan snack.


Ica ikut membantu dan tak lama kemudian ojol datang lagi membawa mie setan.


“Kamu pesan apa lagi ? “Tanya Kak Damar.


“Nasi ayam Kak”


Kak Damar hanya mengangguk.


“Besok aku mau ke tempat GOR lagi, kamu mau ikut nggak ? “


“Enggak deh Kak aku mau istirahat “ujar Ica sambil membuka makanannya.


“Oke kalau gitu, oiya Ca aku balik ke kamar dulu ya takutnya Alvian curiga aku perginya lama”


“Iya Kak, nggak makan dulu aku beli dia loh”tanya Ica.


“Nggak deh”


“Bawa aja ini satu siapa tahu ntar malama lapar “


“Baiklah kalau kamu maksa”


“Dasar”


Damar bersyukur karna Ica tak lama marah padanya.


Ia bisa tenang makan dan minum serta main game.


Tapi besok ia harus tetap melihat wajah Naomi, rasanya setiap melihat wajah itu Damar ingin memukulnya saja.


Gadis gila, aneh serta nekat kenapa dia harus satu sekolah dengan Ica.

__ADS_1



__ADS_2