BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Lima Puluh Delapan


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍😍


đŸŒșđŸŒșđŸŒșHappy ReadingđŸŒșđŸŒșđŸŒș


Ica segera mandi dan memakai baju silatnya yang sudah ia siapkan semalam.


“Nah ini baru aku”


“Mau kemana ? “ Tanya Dev yang tiba-tiba sudah ada didpan kamar seorang anak gadis.


“Aku mau nonton ke GOR “ujar Ica dengan selow.


“Aku ikut “ Ujar Dev dengan enteng.


“Ayo “ Tantang Ica dengan percaya diri.


“Disana pasti banyak cowok nanti kamu digodain “


“Mana ada yang mau godain aku Kak” Ica nampak memoles wajahnya dengan krim.


“Kamu mau nonton silat atau mau ketemuan sih ? “Dev heran melihat Ica yang sibuk menggosok wajahnya yang sudah cantik itu.


“Ini sunscreen Kak, disana panas banget loo, Kakak ingat nggak pas aku mau tanding tapi nggak jadi gegara aku sakit”


“Iya Kakak masih ingat kok, ingat jelas malah”


“Makanya sekarang aku mau wanti-wanti Kak”ujar Ica lalu bersiap untuk jalan.


“Yuk katanya mau ikut”


“Iya”


“Tapi kita jemput Nesa dulu ya Kak”


“Okey, atur aja bossku jangan lupa bintang limanya”


“Siap sopir ku”


Terkadang percakapan kecil ini membuat Dev merasa berarti hidup didunia ini.


Jangan tanyakan soal Mama , dia adalah bisnis women yang sangat aktif.


Dikantor pun Dev hanya bisa melihat dia dalam hitungan detik saja, sisanya entah dimana rimbanya.


“Bagaimana kabar Kak Hanum ? “tanya Ica.


“Baik Ca Cuma dia lagi sakit”


“Wah kena angin Korea tuh”


“Bisa jadi Ca, tapi nggak parah amat kok sakitnya ya flu flu ringan gitu”


“Dia pasti suka dikorea ya Kak”


“Ya itu adalah impian Hanum Ca”


“Eh stel lagu dong kak, sepi amat kayak Dompetku”ujar Ica.


“Sejak kapan dompet kamu sepi, aku adalah orang pertama yang bakal teriak di Epicentrum jika hal itu terjadi”


Dev melihat Ica dengan kesal.


Ica memilah beberapa dvd dan menstel lagu.


🎧🎧🎧


Rayuan perempuan gila...


Menurutmu, berapa lama lagi kau kan mencintaiku?


Menurutmu, apa yang bisa terjadi dalam sewindu


Bukan apa hanya bersiap tak ada yang tahu


Aku takut


Tak pernah ada yang lama menungguku sejak dulu


Yang terjadi sebelumnya, semua orang takut padaku


Memang tidak mudah mencintai diri ini


Namun, aku berjanji akan mereda seperti semestinya


Menurutmu, apa benar saat ini kau masih mencintaiku?


Menurutmu, apa yang bisa dicinta dari diriku?


Bukan apa hanya bersiap tak ada yang tahu


Aku takut


Tak pernah ada yang lama menungguku sejak dulu


Yang terjadi sebelumnya, semua orang takut padaku


Panggil aku perempuan gila


Hantu berkepala keji membunuh kasihnya


Penuh ganggu di dalam jiwanya


Sambil penuh cinta diam-diam berusaha


Selalu tahu akan ditinggalkan


Namun, demi Tuhan


Aku berusaha


Memang tidak mudah mencintai diri ini


Namun, aku berjanji akan mereda seperti semestinya (uh-uh)


Memang tidak mudah mencintai diri ini


Namun, aku berjanji akan mereda seperti semestinya


Nadin Hamizah


☕☕☕☕☕☕☕☕☕☕


“Ca, perasaan kamu saat ini sebenarnya bagaimana sih ? “


“Maksud Kakak ? “


“Kan kamu biasa tampil saat ada pertandingan seperti ini, terus saat ini kamu malah sakit”


“Awalnya aku nggak kuat sih Kak, ada rasa yang tidak ikhlas didalam hatiku, tapi kesehatan aku lebih penting Kak”


“Bagus deh, Ica Kakak sekarang sudah dewasa ya”Dev mengacak rambut Ica.


Dalam hati Ica” Kakak belum sehat betul, tapi kenapa bersikeras untuk menemani aku menonton” ? Huh.


“Kak, itu Nesa sudah nungguin”ujar Ica saat melihat Nesa yang duduk di teras rumah sambil main hape.


Nesa yang melihat mobil Ica dari dalam pagar segera bergegas keluar.


Terlihat Nesa sedang mengunci pintu rumahnya.


“Hai Kak Dev,terima kasih sudah mau menjemput Rapunzel ini dengan kereta labu“ujar Nesa kemudian Nesa langsung duduk dibelakang.


“Dihhh si paling princess, kamu itu adik tirinya cinderela, yang dijemput pakai labu itu Cinderella tau, kalau Rapunzel pakai rambutnya aja healingnya “ujar Ica sebal. Btw kamu kok nggak nyapa aku sih Nes”Ica pura-pura menangis.


“Ohhh...maaf sweetie aku, Hai Ica besti yang paling pemarah”Ucap Nesa.


“Aisshhh kok gitu sih, aku nggak mau”


“hehehe”


Nesa memakai stelan baju baseball dan sepatu lifestyle putih ungu, lengkap dengan topi ungu juga.


Nesa terlihat sibuk main hape dari masuk mobil hingga setengah perjalanan menuju GOR.


Ica yang penasaran akhirnya bertanya.


“Sibuk banget sih Nes, dari tadi main hape terus”


“Hehe”


Nesa hanya membalas dengan ketawa saja.


Saat sampai di GOR, Ica segera menyapu pandangan untuk mencari Kak Damar dan Kak Alvianrivan untuk memberi dukungan, namun mereka berdua tak terlihat barang hidungnya.


“Kamu cari siapa Ca ? “tanya Dev.


“Teman-teman aku Kak”ujar Ica.


“Telepon aja, kok susah banget sih kamu ini kan bukan zaman Batu”Dev mencari posisi yang nyaman untuk nonton.

__ADS_1


“Nggak diangkat Kak, Nes Kak Alvian bareng sama Kak Damar nggak sih ? “


Ness memperhatikan Ica dengan pandangan mengejek.


“Cie si paling nyariin Kak Damar, kyu kyuuu”Nesa menggoda Ica.


“Bukan gitu, nanti kalau nggak ketemu dia kira aku nggak dukung sekolah kita”


“Sabar, duduk dan tarik nafas”ujar Nesa dan entah mengapa Ica malah ngikutin.


“Kok aku malah ikutin kamu Nesa !!! “


“Tarik nafas lagi, hembuskan... “ujar Nesa lagi.


“Cukup Nesa ! “


“Iya dehh, aku sudah chat Kak Alvian tapi belum dibalas, dari tadi pas aku naik mobil”


“Kalau gitu kita kebelakang aja yuk, mungkin disana”


“Ayo deh tapi tolong tutup mata aku Ca”


“Emang kenapa Nes ? “tanya Ica.


“Aku takut jika melihat roti selain Kak Alvian “


“Itulah sebabnya kamu nggak dikasih ikut silat Nes”


“Emangnya kenapa Ca ? “Ness bingung dengan ucapan Ica.


“Iya, matamu jelalatan aku kasih tahu Kak Alvian ya”


“Ca... Jangan aku Cuma bercanda”Nesa menarik Ica yang jalan duluan.


“Riska Montana ! “


Dev benar-benar tak habis pikir dengan kelakuan dia racun itu, mereka tak peduli meskipun tempatnya ramai.


Dev mulai sibuk fokus menonton seakan dia mengerti dengan yang ia tonton.


Dev mencari posisi ternyaman untuk ia tempati.


Saat Dev fokus ada seorang cewek yang mendekati Dev.


Cewek itu cantik dan terlihat merawat dirinya dengan baik.


Dev pura-pura cuek tapi cewek itu memang ingin kenalan dengan Dev.


“Hai... “


“Em Hai”ujar Dev


“Boleh kenalan ? “


“Iya”


“Aku Salsa”


“Aku Dev “ujar Dev bersikap acuh agar cewek itu segera pergi.


“Bagi nomor whatsapp dong “ujarnya.


“Maaf tapi aku sudah tunangan “ujar Dev sambil menunjukkan cincin ya.


“Nggak apa kelesss, kan cuma tunangan nikahnya kan belum”


“Maaf ya tapi aku sedang menjaga hatiku”ujar Dev.


“Dihhh sok suci ! “ujar Salsa kemudian pergi dengan perasaan dongkol.


Sudah jelas Salsa ini tahu siapa Dev, dia hanya berpura-pura kenalan saja.


Siapa yang tak tahu anak-anak dari perusahaan Montana, banyak gadis yang ingin berebut untuk mendapatkan hatinya.


Apalagi Dev sedang terlihat di publik, pasti heboh.


Meskipun perceraian keluarga Montana sudah tersebar, hal itu sama sekali tidak berpengaruh pada pandangan masyarakat disana tentang keluarga Montana.


Karna bagi mereka adalah bisa memikat hati salah satu dari anak-anak keluarga Montana yaitu Dev atau Ica.


Sementara itu dibelakang GOR, terlihat Ica dan Nesa yang sedang sibuk mencari Kak Damar dan Kak Alvian.


“Ada lihat nggak Nes ? “tanya Ica.


“Belum nih, ehhhh itu kan Kak Damar “ujar Nesa sambil melambaikan tangannya.


Kak Damar yang sedang memberi arahan pada anggota silatnya, langsung berhenti bicara dan menghampiri Ica.


“Aku pikir kalian nggak jadi datang”ujar Kak Damar.


Aroma wangi langsung menusuk hidung Ica dan Nesa.


“Wangi banget”batin Ica


“Emmm Nes”ujar Kak Alvian yang juga datang setelah Kak Damar menghampiri keduanya.


“Eh Iya Kak”Nesa salting.


“Damar, aku ajak Nesa keliling dulu ya, kan masih lama giliran kita”


“Iya Al, nanti kumpul disini lagi ya”


“Iya”


“Ca, aku pergi bareng Kak Alvian dulu ya”


“Oke”


Ica akhirnya duduk bersama Kak Damar.


“Kakak nggak gugup “


“Gugup karna kamu nggak ikut”


“Ini kan aku datang untuk dukung Kakak”ucap Ica sambil tersenyum pada Kak Damar.


Hampir dua tahun Ica bergabung dan sering bersama Kak Damar tapi kenapa Kak Damar sesalting ini pada Ica.


“Emm... Iya deh aku nggak gugup lagi kok Ca”


“Bagus”


“Ca kita ketempat lain buat ngobrol yuk”


“Iya Kak”


“Btw aku mau ambil hape dikamar “


“Ada kamar Kak ? “


“Iya ada tapi hanya untuk ketua aja”


“Ohh gitu “


“Kamu mau ikut atau nunggu disini ? “tanya Kak Damar.


“Ikut deh, aku nggak mau nunggu”


“Ayo kalau gitu”


“Pantas saja aku telepon nggak bisa “ujar Ica.


“Sorry ya tadi hapenya aku cas dulu”ujar Kak Damar.


“Iya nggak apa Kak”ujar Ica sambil mengekor pada Kak Damar.


Kamar yang dimaksud Kak Damar hanyalah ruangan kecil dengan satu kasur dan satu meja minimalis, tapi lumayanlah untuk istirahat.


Damar masuk kekamar dan Ica melongo diluar sambil melihat sekeliling.


“Ayo masuk Ca”


“Iya Kak, aku disini aja deh”


“Aku nggak ngapa-ngapain kok Ca”


“Justru bilang kayak gitu, aku malah takut”


“Aku kan bukan pacar kamu, jadi buat apa kamu takut “ujar Kak Damar.


“Iya sih cuma nggak enak aja, main masuk gitu”


“Gpp, biasa aja”Kak Damar menarik tangan Ica.


“Tuhh duduk aja, malah kamu diluar aku jadi nggak enak”


Dada Ica berdegup kencang karna takut pada Kak Damar.


“Istirahat bentar aja Ca”


Ica tak mampu menyembunyikan wajahnya yang tegang.


Entah kenapa rasanya beda banget walaupun ia yakin Kak Damar tak akan berbuat macam-macam padanya.

__ADS_1


Kak Damar yang tadinya duduk di sudut ruangan sambil mengecek hapenya, kini pindah disamping Ica.


“Kamu takut sama aku Ca ? “


“ Enggak kok Kak, cuma takut aja ada hal yang diluar BMKG”


“Kayak apa ? “


“Emm jangan disebutlah Kak, nggak enak nyebutnya “


“Aku pikir kamu itu nggak pernah mikirin hal kayak gitu”pancing Kak Damar.


“Aku kan cewek juga Kak, jangan kira baru aku ikut silat naluri cewek aku hilang”


“Aku mikirnya kayak gitu hehehe, karna kelamaan main sama cowok jadi ikut kayak cowok “


“Ya enggaklah Kak, aku tetap cewek tulen”


Ica bernafas sambil menghirup aroma parfum Kak Damar.


Kak Damar mendekati Ica hingga Ica mepet ditembok kamar itu.


“Kamu tahu Ca, nggak ada yang aman kalau dia insan lagi bersama “ujarnya menakutkan.


“Apa Kakak nggak takut kalau aku bakal mukul Kakak “


“Pukul aja buktiin siapa yang akan kalah duluan “ujar Kak Damar.


“Jangan bercanda deh Kak”


“Salahmu kenapa mau ikut sama aku”ujar Kak Damar sambil terus mendekati Ica.


“Kakak jangan bercanda Ihhh”


“Hehehe kamu ini nggak ada salting-saltingnya sedikit”ujar Kak Damar kemudian beranjak dari posisinya.


Ica pun demikian namun Kak Damar berkata.


“Nggak ada apa kek gitu biar tambah semangat “


“Semangat Kak ! “


“Apaan sih itu”


Damar menarik tangan Ica dan memeluknya hingga membuat mata Ica melotot namun tak berdaya karna semuanya begitu cepat.


“Gini baru namanya kasih semangat “ujar Kak Damar.


Ica segera melepas pelukan Kak Damar.


“Ayo Kak”ujar Ica kemudian berjalan dengan cepat.


“Oke”


Ica merasa marah dan kesal pada Kak Damar karna Kak Damar semakin berani padanya.


Setelah keluar Ica merasa aman, ia tak mau di cap gampangan oleh Kak Damar tapi sumpah tadi itu semuanya begitu cepat dan tak terduga.


“Ica”ujar Nesa yang ternyata sudah balik duluan bersama Kak Alvian dan terlihat Nesa menenteng banyak makanan.


Nesa menghampiri Ica dan Kak Damar.


“Bye Ica”ujar Kak Damar dan Ica tak membalasnya membuat Kak Alvian heran.


“Kamu kenapa diam aja Ca ? “tanya Nesa yang melihat Ica nampak diam.


“Nggak apa kok Nes, cuma kakiku agak pegal”


“Ohh”


“Apa aku cerita sama Nesa aja ya, tapi aku takut dia mikirnya aku cewek gampangan”


Ica mencoba melupakan kejadian tadi tapi saat ia berusaha melupakan wajah Kak Damar semakin menganggunya.


“Tadi kamu kemana sama Kak Damar Ca ? “tanya Nesa yang membuat Ica kaget.


“Eh... Aku cuma lihat sekeliling aja kok”ujar Ica.


“Tapi aku lihat kamu jalan menuju mess”


“Mana ada , aku cuma lewat aja kok”Ica nampak waspada.


“Aku belum ngomong apa-apa lohhh”Nesa bingung.


Dev melirik Ica dengan tatapan ingin memangsa, karna mendengar kata mess.


“Aku lewat aja, Nes”


Ica memberi isyarat agar Nesa diam.


“Kamu harus cerita Ca”ujar Nesa berbisik.


“Iya... Iya”


Dua jam berlalu dan kini giliran Kak Damar melawan Perguruan lain.


Lawannya sebanding namun lebih tinggi beberapa cm dari Kak Damar.


“Itu crush kamu Ca”ujar Dev dengan mulut yang tidak sekolah itu.


“Crush apaan dia itu ketua di perguruan aku tau ! “


“Ohh aku kira crush kamu”ujar Dev lagi.


Beberapa menit berlalu Kak Damar kena satu pukulan dan membuat Ica khawatir, tapi di menit-menit terakhir Kak Damar bisa membalikkan keadaan dan lolos ke semifinal .


Ica merasa lega dan ingin menghampiri Kak Damar untuk membawakan air minum diikuti dengan Nesa.


Namun saat sampai di tempat tadi yaitu belakanh GOR, ada seorang cewek yang juga ikut silat dan nampaknya dari Perguruan lain sedang bersama Kak Damar, terlihat juga ia memberikan air mineral pada Kak Damar.


Nesa bisa menangkap wajah Ica yang nampak kecewa terlihat jelas dari air muka Ica yang entah kenapa akhir-akhir ini tak bisa disembunyikan.


“Ca , ayo “


Nesa melihat Ica yang malah diam .


“Tunggu dulu Nes, kasi cewek itu ngobrol sama Kak Damar mungkin penting”


“Kita lebih penting “Nesa menarik tangan Ica.


“Kak ini airnya”ujar Ica dengan tangan gemetar.


“Makasih Ca, Ohh iya aku permisi dulu ya”


“Iya”ujar cewek itu.


“Siapa itu Kak”tanya Nesa


“Ohh dia ketua dari Perguruan cempaka putih, keren ya ada ketua cewek, baru kali ini aku lihatnya”


“Biasa aja”ujar Ica tiba-tiba membuat Nesa heran, biasanya Ica tak peduli.


“Lohhh”ujar Kak Damar bingung.


“Ayo kita balik Nes ! “ujar Ica membuat Nesa dan Kak Damar bingung.


“Kok buru-buru sih Ca ? “tanya Nesa.


“Diem ! “


“Kamu cemburu ? “tanya Nesa.


“Aku cemburu ? “


“Terus kenapa kamu ketus dari tadi”


“Mana ada aku biasa aja kok”


“Yadeh kalau emang biasa ku diem aja disana, kenapa harus pergi”Nesa diam dan tak mengikuti Ica yang berjalan dengan langkah lebar.


“Aku lagi malas aja deh gitu intinya “


“Yadeh aku percaya “


Ica kembali ketempat duduk semula dan Dev sudah menghilang.


Kursi yang disamping Ica sudha kosong, nampaknya banyak yang sudah pulang.


“Ca, kamu dah dari tadi ? “tanya Gilang yang sudah duduk disamping Ica bersama dengan Alex.


“Ehh Gilang , iya aku dah dari tadi sama Nesa”


“Aku tadi diseberang sana dan pas kamu naik, aku lihat kamu dari sana “


“Affah iya ? “ujar Nesa.


“Diem kamu Nes ! “


“Fabian nggak ikut ? “


“Dia lagi bucin, mana sempat ikut ginian “jawab Alex.


“Nes kamu minggir dong, aku mau duduk disamping Ica”ujar Alex.

__ADS_1


“Ehhh enak aja ! “Nesa tak mau mengalah.



__ADS_2