
🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺
Pagi dirumah Ica
“Nek... Aku dengar guru kesiswaan dipecat ya”
“Iya”
“Kenapa Nek ? “
“Nenek tidak suka dengan guru yang pilih kasih, kau tahu itu kan ? “
“Pilih kasih tentang apa Nek ? “
“Tentang semuanya dan Ica, kau akan paham nantinya, habiskan sarapanmu”
“Iya Nek”
“Kau tahu Ca, perpaduan antara roti panggang dan jus jeruk ini memang paling pas sedunia persilatan”
“Dunia kuliner kek gitu Nek, kok persilatan”
“Suka -suka Nenek lah”
“Oiya Nek, hadiah aku mana ? “
“Hadiah apaan ? “
“Aku kan menang kemarin, pas Lomba pencak silat”
“Kamu kan sudah dapat dari sana, kok minta lagi”
“Mau dong”
“Nih... Nenek sudah transfer ya, jangan boros”
“Nek seandainya nih, seandainya kalau aku buka kayak tempat latihan pencak silat, boleh nggak ? “
“Nanti Nenek pikirkan, karna kau tahu kan Mamamu kayak gimana ? “
“Iya... Tapi nggak apa kan aku cerita sama Nenek”
“Iya”
⛎⛎⛎⛎⛎⛎⛎⛎⛎⛎⛎⛎⛎⛎⛎⛎
Geng Ica sedang memalak di gang kelas paling belakang,siswa yang sudah terlanjur lewat jadinya tidak bisa balik.
“Uang mana uang ? “
“Iya... “
“Eh kok kamu lolos ? Setoran !!! “
“Iya... Iya... “
“Ca... Terus uang ini buat apa ? “
“Kasi fakir miskin aja seperti biasa , jangan pakai uang mereka untuk makan”
“Okehhh.... “
“Ca... Mau teh susu ? “
“Boleh.... Berapaan ? “
“Murah kok Cuma 18k”
“Aku mau deh yang rasa matcha”
“Oke jadi berapa ? “
“Aku juga titip dong Nes “ujar Gilang.
“Iya... Aku catat dihape ya”
“Emang waktunya cukup buat beli teh susu”
“Cukup kok”
“Iya deh”
“Iya deh apanya, Fabian kamu bantu aku dong”
“Kok jadi aku !!! “
“Iya... Emang siapa lagi yang akan aku ajak “
“Ini yang bikin aku malas”
“Malas boleh tapi tetap saja kamu harus ikut aku”
Nesa membeli teh susu yang ada diluar sekolah , itulah yang membuat Fabian malas.
Karna setelah ini ia akan berpacu dengan waktu istirahat yang dirasa ia terlalu cepat itu.
Fabian terus melirik jam” Aku tahu kok jam masuk kita, masih sepuluh menit lagi” ucap Nesa melihat komuk Fabian yang tidak terbiasa diajak keluar saat jam sekolah.
“Aku hanya khawatir dan tidak biasa minum terburu-buru “
“Dih perut keju”
“Perut keju”
“Lembut, lemes”
“Ahhh serah deh... Cepetan bisa nggak sih !!! “
“Sabar... Ini juga mau selesai”
“Tett.. . Teettt.... Teeetttt”
“Tuhkan apa aku bilang “
__ADS_1
Fabian mulai berlari diikuti dengan Nesa yang sibuk menghitung kembalian.
“Nanti aja hitungnya”
“Sabar”
“Sekarang pelajaran kimia taukkk”
“Alahhhh... Apa sih yang kamu takutin”ujar Nesa tenang.
“Bagus ya Nesa”
“Maaf deh Fabian “
“Mulai besok hingga kehidupan yang akan datang aku nggak akan mau keluar sama kamu lagi beli teh susu”
“Sampai kehidupan selanjutnya kamu nggak mau keluar sama aku !!! “
“Henggggg ! ! ! “Ujar Fabian kesal, sementara Ica dan kedua temannya hanya tertawa.
Nesa dan Fabian memang terlambat saat pelajaran kimia tapi mereka tetap diijinkan masuk dengan syarat menambah PR nya.
Betapa Fabian kesal dengan pelajaran yang tidak dia sukai itu.
“Ca... Bantu aku, teh susu besok aku yang traktir tapi aku mohon dengan serendah otak Nesa, aku tak mau membelinya lagi”
“Iya... Soal gampang gini juga lebay amat sih !!! “
“Bagimu Ca... Bagimu ini mudah tapi bagi aku yang otaknya unlimited ini, sangat sangat syuuuliittt”
“Makanya jangan nonton balap terus, sesekali belajarlah”
“Aku nggak mau terlalu belajar Ca, nanti kamu jadi tersaingi “
Semua geng Ica melongo tak percaya dengan apa yang mereka dengar.
“Lagi ngelawak ya Fabian”ucap Gilang sambil menyedot teh susu rasa strawberry kesukaan dia.
“Coba deh kalian pikir, jika semua orang pintar terus yang bodoh siapa, kan nggak sinkron dunia ini”
“Hehh.... Kuman, mana ada orang yang mau jadi bodoh, kalau gitu kamu ngapain kesekolah ? “
“Nah itu dia nih yang aku tidak paham”
“Apa lagi ? “
“Aku belum paham tentang isi pikiran kalian”
“Isi pikiranmu yang sulit untuk dipahami”
“Isinya t**”
“Ehh... Aku mau ke toilet dulu ya”
“Iya”
Nesa sibuk membenarkan make up nya padahal aturan sekolah sudah melarang menggunakan make up disekolah namun Nesa selalu lolos dari hal itu karna mungkin wajahnya yang sudah terlihat cantik tanpa make up.
“Hemmmm”
“Kok buru-buru Nesa”
“Kenapa tumben sendirian ? “
“Mana ketua kamu”
“Bukan urusan kalian dan jangan ganggu aku”
“Jangan ganggu aku ? “
“Kamu dan gengmu itu kan yang malak adik aku ? “
“Kalau iya kenapa ? “
“Balikin duitnya ? “
“Bukan sama aku kok”
“Kalau takut lebih baik jangan lakukan Nesa ! ! ! “
“Dakkkkkkkkk !!! “
Tendangan keras mengenai punggung dari cowok yang mengganggu Nesa didepan toilet.
“Ada masalah apa ? Ngomong sama aku aja “
“Emm.. Anu aku”
“Kalian mau lagi ya, beraninya kalian ganggu Nesa, mau cari mati ya ! ! ! “
“Kami pergi tapi urusan kita belum selesai “
“Urusan apa ,,, ngga ada urusan-urusan !!! “
Akhirnya cowok-cowok itu pergi dan Nesa bisa bernafas lega.
“Kamu nggak apa Nes ? “
“Nggak apa kok Ca”
“Ayo kita balik”
“Iya”
“Lain kali jangan keluar sendirian”
“Aku juga nggak tahu mereka mau jahatin aku”
“Biarin aja... Aku sudah tahu kok mereka siapa ! ! ! “
Pulang sekolah
“Ampun Ca... Ampun.... “
__ADS_1
“Kau bilang masalah kita belum selesai tapi aku yang akan bilang masalah aku yang belum selesai”
“Kau sentuh Nesa lagi !!! Minta maaf sama Nesa ! ! ! “
Nesa mundur ketakutan karna ia masih terkejut dengan kelakuan mereka tadi siang.
“Maaf Nesa”
“Maaf Nesa”
“Iya... Iya”
“Bonyok-bonyok dah kalian, lagi pula aku belum sampai pakai tenaga dalam”ucap Ica lalu membersihkan tangannya.
“Aku harap mereka jera dan nggak melakukan ini ke kamu Nes”
“Iya Ca”
“Hari ini kamu nggak ikut aku latihan ? “
Nesa menggeleng” Kamu cepat banget sih patah semangat, cari yang lain aja yuk”
“Aku belum mau”
“Kenapa ? “
“Kak Damar yang paling keren”
“Yaelah... Aku juga lupa kasih tau kamu, kalau kemarin Kak Damar nanyain kamu”
“Seriusan” sambil menggenggam tangan Ica.
“Iya”
“Dia bilang apa ? “
“Kok aku nggak pernah lihat teman kamu yang sering kesini itu”
“Terus aku jawab, kayaknya dia sibuk Kak”
“Emmm... Syukur deh kamu nggak jawab jujur”
“Yakali aku jawab jujur”
“Ca... Coba kamu tanya apa dia pacaran sama Jessi ? “
“Nggak ah... Aku malu tapi setahu aku sih, Jessi jarang bohong masalah hubungan dia”
“Ohhh gitu”
“Sabar aja ya”
“Iya... Iya.... “
Tempat latihan pencak Silat...
“Ca... Minum nih “
“Makasi Kak, Kakak sudah minum”
“Sudah”
“Apa aku tanyakan saja langsung ya sama Kak Damar, biar Nesa tenang”
“Ca... “Kak”
“Kakak duluan deh”
“Kamu duluan aja”
“Selamat ya kemarin atas kemenangan kamu”
“Makasih Kak... Oh iya Kak, kakak pacaran sama Jessi ya”
“Ehhh... Kamu tahu juga ya”
“Ehhh iya, emang bener pacaran ? “
“Iya”
“Oh... Aku mau tanya itu aja kok Kak”
“Aku kira apa, emang kamu suka ya sama aku”ucap Kak Damar dengan pede.
“Nggak Kak ihhhhh, aku tanya aja kok”
“Minggirrr...... Minggirrrrr”
“Ehhhh.... “ Ica terkejut saat Jessi mendorongnya.
“Jadi pelakor ya”
“Aissshhh pelakor apaan ? “
“Ngapain kamu dekat sama pacar aku”
“Aku Cuma duduk biasa kok”
“Dari tadi aku sudah lihat tau”
“Jess... Aku sama Ica emang lagi istirahat, kita biasa kok kayak gini”
“Dah deh Kak Damar, aku tahu kamu pasti nggak mau aku omelin dia kan, tapi Ica itu emang kayak gitu, kamu tahu kan Bela aja sengaja dia lempar pakai bola, dia itu emang barbar kayak cowok”
“Apaan sih rese banget kamu Jess”
“Kamu itu yang rese !!! Nggak sadar bentuk “
“Ya ampun, aku balik latihan dulu deh Kak”
“Iya Ca”
“Ehhh Kak Damar , aku bawain kamu snack”
__ADS_1
“Ya ampun... Aku kaget banget “batin Ica.