BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Tujuh Puluh Satu


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍😍


đŸŒșđŸŒșđŸŒșHappy ReadingđŸŒșđŸŒșđŸŒș


Ica sekeluarga sudah bersiap .


Baru kali ini Ica dan Mamanya ada di satu tempat yang sama.


Biasanya Mamanya datang hanya jika memenuhi panggilan dari guru BK.


Mama Ica kembali memdehem ketika melihat gaun Ica yang tidak bisa disebut gaun.


“Apa Ma ? “


“Nggak ada hanya heran saja melihat pilihan kamu”


“Ma ini mahal loo”ujar Ica


“Iya Mama tahu itu mahal tapi modelnya nggak jelas”


“Jelas kok”


“Apanya yang jelas ? “


“Sudahlah Ma ! “ujar Dev karna merasa bising.


“Hehehe”Ica mengolok Mamanya.


Emma Montana Nenek Ica duduk dengan tenang sambil membaca majalah tentang kesehatan.


“Liv menurut kamu bagus nggak kalau kita buka gym gitu ? “


“Emang ada untungnya Ma ? “


“Ya kita coba aja dulu kan lumayan”


“Nek cukup satu aja yang kita kelola tapi pasti”


“Ini kan bagus Dev untuk kesehatan, buka kelas senam dan yoga juga bagus”ujar Nenek lagi.


“Iya aku paham maksud Nenek tetapi kita butuh lahan terus orang yang urus nanti, butuh pelatih juga kan Nek semuanya itu duit”


“Iya Nenek paham kalau duit kan unlimited Dev”


“Dih Nenek belagu si paling unlimited”


“Emang benar, kan makanya apa salahnya kita coba tapi jangan sewa lahan, kita beli aja langsung “


“Kalau nggak jalan gimana Nek ? “


“Nggak mungkin”


“Nenek percaya diri sekali”


“Iya dong harus”


Dalam perbincangan itu otak Ica tiba-tiba berfikir jika yang akan datang ke gym adalah Kak Damar pastinya terus Kak Alvian dan Gilang, kalau Fabian sama Alex kan nggak mungkin soalnya mereka nggak suka dengan hal seperti itu.


Di sekolah SMA SEMESTA


Semua siswa dan siswi sudah banyak yang datang.


Emma merasa puas karna siswa-siswi antusias menyambut puncak acara ultah sekolah.


From Night Start...


⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐


Emma berjalan menuju kursi yang sudah disiapkan diikuti dengan Oliv dan Dev.


Saat duduk di kursi Oliv mencari Ica.


“Looo Ica , mana Ica Ma ? “


Nenek Ica dan Dev juga ikut menoleh karna Ica tidak ada disana.


“Tadi kan dibelakang kita”


Ica yang dicari sudah berkumpul dengan gengnya didepan halaman sekolah.


Acara from night memang diadakan di gedung pertemuan dan juga diluar halaman sekolah agar lebih luas .


Tapi bukan berarti Ica harus mengobrol dulu bersama teman-temannya.


Oliv menyuruh Dev untuk mencari Ica.


“Dev cepat cari si kelinci parkour itu”ujar Mamanya.


“Iya Ma”


Dev tertawa karna Mamanya ingat olokan Ica dari Dev.


Dev keluar dari gedung pertemuan untuk mencari Ica.


Banyak siswi-siswi yang tergoda oleh penampilan tampan dari Dev.


Sudah kaya, tampan kurang apa lagi si Dev.


Hanum be like : gini amat sih punya tunangan tampan.


Dev agak risih diperhatikan namun mau gimana lagi, wajar jika banyak yang memperhatikan karna ia adalah cucu dari pemilik sekolah.


Dev merasa ruang geraknya tidak bebas apakah hal ini yang dirasakan Ica saat ini.


Saat disekolah Dev selalu menerima tudingan jika karna ia cucu dari pemilik sekolah ia selalu mendapat nilai bagus dan mendapatkan perlakuan khusus.


Padahal nyatanya tidak ia memang rajin dan pintar.


Dev juga sering diejek dan dikatakan anak yang manja dan selalu mengandalkan orang tua.


Masa SMA Dev agak berbeda dengan Ica, Ica mendapatkan banyak teman sedangkan Dev tidak.


Ia dikucilkan hingga Dev malas untuk datang kesekolah karna ia akan melihat pemandangan yang sama.


Meskipun Dev cukup populer dikalangan siswi-siswi tapi Dev juga butuh setidaknya satu teman saja.


Dev mendapatkan teman saat ia naik kekelas sebelas.


Anak itu rela tidak punya teman lain selain Dev karna ia bilang jika dari awal emang ingin berteman dengan Dev, entah apa yang dipikirkan teman-temannya yang lain ucapnya.


Hingga Kelulusan Dev dan satu temannya itu akrab dan teman Dev itu sudah menjadi asisten pribadi Dev di kantornya.


Dev menyapu pandangan keseluruh halaman sekolah hingga akhirnya ia menemukan si kelinci parkour.


“Ca “

__ADS_1


Yang memiliki nama langsung berbalik.


“Mainnya nanti dulu kita mau pembukaan”


“Oh iya aku lupa Dev, maksudku Kakak Dev”


“Ayo jangan buang waktu lagi nanti guru-guru yang lain protes acaranya lama mulai”ujar Dev .


“Iya iya aku tahu kok, dunia ini emang penuh dengan protes dan protes eh Nes and geng aku duluan ya”


“Iya Ca”


Nesa memakai gaun warna pink muda, sedangkan Gilang memakai baju stelan ala pangeran Inggris lengkap dengan baretnya.


Fabian memakai baju ala Raja Arab dan Alex memakai baju dari pangeran Charles.


Memang tema ini unik juga dan lain daripada yang kebanyakan.


Jam menunjukkan pukul tujuh malam dan Emma Montana diberikan waktu untuk berbicara didepan dan membuka acara From Night SMA SEMESTA.


Emma Montana


“Pertama-tama saja ucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karna saya bisa hadir hari ini untuk membuka acara From Night untuk menyambut Ulang Tahun SMA SEMESTA .


Saya juga berterimakasih pada Dewan guru dan semua staf yang mendukung adanya acara ini.


Terimakasih juga para siswa-siswi yang juga sudah berjuang dari awal acara yaitu acara bazar, perform ekskul dan sekarang puncak acara adalah From Night.


Sekian dari saya pasti semua sudah tidak sabar untuk berpesta.


Silahkan nikmati semua hidangan yang ada.


Mari berpesta 🎊🎊🎊”


“Prok... Prok... Prokkk”


Tepuk tangan meriah diberikan kepada Emma Montana oleh seluruh Dewan guru , staf dan semua siswa-siswi yang hadir pada malam ini.



“Akhirnya selesai juga Nenek bekacang komak”ujar Ica sambil meregangkan tubuhnya.


Oliv dan Dev juga bangun dari sana untuk mencari circlenya masing-masing.


Oliv dengan Dewan guru dan Dev dengan para kepala sekolah yang diundang oleh Neneknya.


Ica melesat cepat untuk mencari dimana lokasi Nesa dan gengnya, namun belum lama mencari ia sudah dikode oleh Nesa yang melambaikan syalnya.


“Sini Ca “ujar Nesa


Banyak diantara cowok-cowok yang kecewa dengan baju Ica karna mereka berfikir Ica akan menggunakan dress seperti cewek-cewek lainnya.


“Ca dari tadi aku mau tanya tema baju kamu apa ? “ujar Nesa sambil menyuap kue.


“Ini kostum dari film Snow White Mirror Mirror”ujar Ica dan mengambil segelas jus.


“Oh aku tahu tuh, aku pernah nonton di tivi”ujar Alex.


Ica tersenyum karna Alex sudah supel seperti biasa, bukan cuek dan pendiam yang bukan karakternya.


“Tuhkan Alex aja pernah nonton”ujar Ica.


“Cari tempat duduk yuk Ca”ajak Nesa.


“Ayo deh”


Ica dan gengnya akhirnya mencari tempat duduk yang disediakan.


“Eh Ca, kamu ambil jus dimana ? “tanya Gilang.


“Oh itu di meja yang coklat itu”


“Aku mau ambil juga nih “ucap Gilang.


“Iya ambil aja”jawab Ica dan fokus dengan hapenya.


Gilang kemudian pergi dan saat akan kembali ia bertemu dengan Kak Audi yang memakai dress ungu muda.


“Eh Gilang “


“Kak Audi”


“Syukur deh ketemu kamu disini”


“Emang ada apa Kak ? “


“ Lantai dansa jam dua belas mau sama aku nggak ? “


Gilang terdiam, apa yang harus ia katakan.


Ia ingin bersama dengan Ica, tapi Kak Audi juga penting.


“Baik Kak “ujar Gilang dengan perasaan yang sedih.


“Oke kalau gitu, aku tunggu ya”


“Iya Kak”


Sementara itu ditempat lain Kak Damar mulai sibuk mencari Ica dan parahnya dari tadi Naomi sudah bersama dia.


“Aku risih sekali”batin Kak Damar.


“Nom, aku mau ke toilet dulu ya”ujar Kak Damar berbohong.


“Iya Kak”jawab Naomi dengan senyuman yang membuat Kak Damar tambah takut.


Saat mulai jauh dari pandangan Naomi, ia merasa lega dan dia benar ke toilet tapi bukan untuk buang air kecil, ia hanya merapikan rambutnya.


“Sialan si Naomi itu, ada nyeselnya juga aku sapa dia dan ngomong sama dia pas ada event itu”batin Kak Damar menyesali tindakan bodohnya.


Saat akan keluar dari toilet Kak Damar bertemu dengan Ica yang akan ke toilet juga.


Kak Damar seakan melihat Jack pot dalam hidupnya.


“Kak”ujar Ica yang melihat Kak Damar ada didepan toilet campur yang memang ada dihalaman belakang sekolah.


“Eh Ica “


“Aku mau kedalam dulu ya, tungguin aku”


“Iya Ca”ucap Kak Damar dengan semangat.


Tak lama kemudian Ica selesai dan Kak Damar masih didepan toilet.


“Kakak sendiri aja ? “


“Iya Ca”


“Btw kostum kamu temanya apa kok bukan dress ? “tanya Kak Damar pada Ica.

__ADS_1


“Oh ini kostum snow white Kak “


“Perasaan Snow White nggak kayak gini deh modelnya ? “ujar Kak Damar bingung.


“Ini film Snow White yang judulnya Mirror Mirror Kak, coba searching di google”


“Ada adegan ciumannya juga ? “tanya Kak Damar keceplosan.


Mata Ica membulat mendengar ucapan Kak Damar.


“Ehh sorry Ca , maksudnya ada adegan berkelahinya gitu ? “


“Ada pokoknya filmnya bagus deh”


“Kalau gitu kamu mau nonton sama aku, kan aku belum pernah nonton”ujar Kak Damar spontan dan tanpa ditimbang.


“Emm gimana ya ? “


“Ayo nanti aku yang bilang sama Dev “


“Nanti aku pikirin deh ya Kak”


“Okey”


“Kak Damar mau kemana sekarang ? “


“Nggak ada , boleh aku gabung sama kamu ? “


“Boleh, ayo deh”


“Beneran nggak apa Ca ?, aku nggak ganggu ? “


“Iya selow aja”ujar Ica sambil melihat tempatnya tadi .


Alex dan Fabian menyapa Kak Damar sedangkan Gilang sudah pergi bersama Kak Audi entah kemana.


“Nesa sama Gilang kemana Lex ? “tanya Ica saat melihat Alex dan Fabian yang tersisa disana.


“Nesa dijemput Pangeran Kodok kalau Gilang aku nggak tahu dari pas mau ambil minum dia belum balik”


“Mungkin kedalam gedung”ujar Fabian.


“Biasanya yang hilang itu Fabian “ujar Ica.


“Fabian sudah putus makanya dia betah disini”


“Dih lagu lama dalam waktu tiga bulan dah ganti pacar dia kali”ujar Ica.


“Ya aku kan petualangan cinta”ujar Fabian.


“Petualang cinta lebih tepatnya fuckboy”ujar Alex.


“Mana ada aku kayak gitu”


“Ada kok”


Kak Damar tersenyum mendengar ucapan Alex.


“Ayo deh kita lanjut makan aja daripada mikirin Gilang sama Nesa “


“Iya Iya makan “ujar Ica dan duduk didekat Alex.


Kak Audi mengajak Gilang untuk mengambil beberapa alat musik untuk jaga-jaga jika alat yang dipakai band tamu rusak.


Namun saat di gudang musik Kak Audi ingin mencium Gilang dan Gilang berhasil menghindar.


“Kenapa Gilang ? “


“Maaf Kak aku nggk cinta sama Kakak, kita ini hanyalah partner “ujar Gilang dengan tegas.


“Nggak apa kita partner tapi kamu harus mau ya, buat aku senang “ujar Kak Audi sambil meraba dada Gilang .


Gilang mengalihkan pandangannya agar tak melihat Kak Audi yang terus mendesaknya.


“Aku ikhlas kok Gilang”


“Tapi aku nggak mau Kak, aku minta maaf”


“Kamu serius aku cantik loo dan kariermu lagi bagus”


“Maaf Kak aku nggak bisa”ujar Gilang dan keluar dari gudang musik karna ia tahu jika Kak Audi tak akan mengambil apapun disana.


Kak Audi bukan tipe wanita yang pantang menyerah.


Jika ia suka makan ia harus mendapatkan apa yang ia mau.


Sainganku adalah si Montana itu, masak iya aku akan kalah.


Gilang baru saja keluar dari gudang musik dan ia melihat Ica yang membawa lap pel dari gudang kebersihan kebetulan jaraknya hanya beberapa pintu dari gudang musik.


“Ca kamu ngapain ? “tanya Gilang.


“Oh ini tadi Dev numpahin es di lantai dan aku mau bantu bersihin”ujar Ica saat bertemu Ica di lorong gudang.


Saat itu juga Kak Audi keluar dari gudang musik dan membuat Ica sadar apa yang dilakukan Gilang dan Kak Audi disana.


“Aku sudah paham “batin Ica.


Kak Audi memang dari tadu melihat Ica dan Gilang berbicara jadi ia sengaja keluar disaat yang tepat dan akan membuat keributan diantara Gilang dan Ica.


“Makasih ya Gilang “ujarnya sambil mengelap bibirnya dan membelai rambut Gilang.


Gilang panik, tapi apa Ica akan percaya padanya.


Gilang tak bisa berbicara apapun , seakan mulutnya terkunci.


Ica menahan perasaannya agar tidak memalukan dirinya.


“Aku bawain Dev lap pel dulu ya “ujar Ica dengan bibir yang bergetar.


Rasanya sakit namun ia sadar jika dia bukanlah siapa-siapa Gilang dan ia sedang menekan perasaannya pada Gilang.


Gilang tak menahan kepergian Ica karna ia tak sanggup melihat wajah Ica lagi.


Kak Audi yang merasa menang kembali menghampiri Gilang yang sedang menyendiri karna ia tak kembali pada gengnya.


“Sudahlah Gilang , Montana itu nggak akan suka sama kamu, apa kamu nggak tahu jika dia sama Damar itu sangat dekat hingga membuat Damar dan Jessi putus”


“Jessi dan Kak Damar putus bukan gara-gara Ica tapi Kak Damar nggak kuat sama Jessi yang banyak teman cowoknya “ujar Gilang.


“Iya sama aja”


“Nggak sama dan Kak Audi jangan ganggu aku tolong profesional dalam bekerjasama “Gilang akhirnya berbicara dengan agak keras.


“Eh Gilang sadar diri dong band kamu itu bukan apa-apa tanpa aku”


Gilang hanya diam karna apa yang dikatakan oleh Kak Audi adalah benar.


Terpaksa hari ini dia menuruti Kak Audi lagi meskipun ia marah dan kesal.

__ADS_1



__ADS_2