BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Empat Puluh Sembilan


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍


đŸŒșđŸŒșđŸŒșHappy ReadingđŸŒșđŸŒșđŸŒș


Hanum dan Dev terlihat sedang ada di Mall.


“Kamu sudah selesai makannya ? “ Tanya Dev.


“Iya sudah kok”


“Maaf ya acara tunangan kita mundur”ucap Dev pada Hanum.


“Iya gpp kok, kan ada musibah”


“Syukur deh kamu pengertian banget”


“Iya Dev, tapi Dev apa tunangan kita nggak terlalu cepat ? “


Dev terdiam sejenak, ia merasa kalau Hanum ragu atas pertunangan mereka.


“Kamu ragu Num ? “


“Bukan Dev, aku takut kamu belum tahu semua tentang sifat aku , aku takut kamu menyesal”


“Num, aku mencintaimu berarti aku harus mencintai semua yang ada dalam dirimu, akan egois jika aku hanya mau sisi sempurna kamu”


“Tapi aku tetap boleh kerja kan ? “


“Tunggu dulu, kalau kamu nanya artinya kamu serius kan”


Hanum mengangguk.


“Tentu perempuan harus mandiri secara finansial Num tapi aku juga akan tetap memenuhi kebutuhan kamu, nggak ada tuntutan apa-apa dari aku kok Num”


“Aku bersyukur kamu support aku kayak gini Dev”


“Iya Num”


Dev menyembunyikan wajahnya yang bahagia karna perkataan Hanum itu.


Minggu depan ini sudah ditetapkan pertunangan Dev dan Hanum.


Malam harinya tak biasanya Dev kekamar Ica.


Keseringan Ica yang datang, tapi bukan untuk berbincang, Ica malah menganggu Dev.


“Ca, Kakak boleh masuk ? “


“Iya Kak, masuk aja”


“Ca, kakak mau ngomong sama kamu “


“Ngomong aja Kak, kayak sama siapa aja”


“Kakak tahu tentang pertandingan kamu tapi kamu nggak bisa ikut “


“Iya Kak, musibah nggak ada yang tahu Kak”


“Tapi Ca, pertunangan Kakak yang kemarin tertunda itu, Kakak mau lanjutkan Minggu depan ini”ujar Dev hati-hati.


“Iya nggak masalah Kak, aku malah merasa bersalah karna aku kecelakaan jadi semuanya tertunda”


“Ini bukan salah kamu kok Ca, kan kamu yang bilang musibah, Kakak hanya nggak enak hati aja seolah Kakak senang diatas penderitaan kamu”ujar Dev perlahan.


“Mana ada aku mikirnya gitu Kak, aku bersyukur Kakak dapat cewek kayak Hanum”


“Iya sama Ca, Hanum itu nggak seperti cewek lain yang Kakak kenal”


“Artinya dia tulus Kak, lebih cepat lebih baik Kak, nanti dislebew sama cowok lain, aku malah maunya biar cepat nikah”


“Kakak juga gitu tapi Hanum belum siap jika nikah terlalu cepat, Kakak juga harus hargai pendapat dia dan Kakak ada rencana buat mindahin Ibu Hanum agar dia bisa dekat dengan Hanum, kan kamu tahu Ibunya Hanum hanya punya Hanum”


“Iya sih Kak, aku paham kok tapi apa setuju Ibunya Kak ? “

__ADS_1


“Biar itu Hanum yang bicarakan Ca”


“Ohh gitu, oiya Kak aku mau istirahat ya, besok aku harus sekolah”


“Kok tumben cepat banget “ujar Dev sambil melirik jam.


“Aku masih sering nggak enak badan Kak, semenjak kecelakaan itu”ujar Ica berbohong.


Sebenarnya ia ingin menyudahi percakapan dengan Dev, entah kenapa ia merasa sakit hati.


Ica sadar kalau nanti kasih sayang Dev akan terbagi dan pastinya Dev nggak bisa lagi bercanda dengannya di hadapan Hanum.


“Ca”


Dev memeluk Ica dengan lembut.


Ica akhirnya menangis dipelukan Dev.


“Kamu juga akan menemukan kebahagiaan nanti Num, kakak janji nggak akan melupakan kasih sayang Kakak ke kamu”


“Aku pikir semua mudah Kak, tapi aku sadar jika nanti, Kak Hanum lah yang akan ada untuk Kakak”


“Maaf Ca tapi Kakak tetap sayang kamu kok”


Mama Ica yang ingin masuk ke kamar Ica juga akhirnya menghentikan langkahnya.


Ia tak pernah tahu Ica akan jadi serapuh dan sesensitif ini tentang pertunangan Dev.


Mama Ica berfikir Ica akan baik saja karna ia tak menunjukan ekspresi apapun tentang Dev dan Hanum diapun selalu mendukung Dev.


Namun ternyata ia salah, Ica adalah tetap seorang adik yang kasih sayang kakaknya akan terbagi dengan wanita pilihan Kakaknya itu.


“Ca kamu adalah gadis yang kuat “batin Oliv sambil pergi menahan sesak.


Mama Ica kemudian memilih untuk pergi dari sana.


Ia kembali untuk mengatur kata yang tepat untuk Ica nantinya karna tanggapan Ica berbeda dari pikiran Mamanya.


“Besok Kakak ajak kamu nginap di Villa ya, kita cerita disana kalau kamu nggak nyaman dirumah”ucap Dev.


“Serius Kak ? “


“Baiklah Kak, berapa hari ? “


“Semalam saja “


“Yah kok gitu ? “ Ica memberikan ekspresi cemberut pada Dev.


“Kamu kan harus sekolah dan cek up kapan kamu bisa silat lagi”Dev tersenyum.



Jika wanita lain yang ada dihadapan Dev pasti akan salting saat melihat senyum Dev, tapi Ica malah kesal dengan Dev.


Apa tidak bisa ya Ica sedikit terpesona dengan abangnya.


“TIDAK !!! “


Dev menetapi janjinya pada Ica dan ia mengubah semua jadwal rapat dan supplier nya agar bisa menghabiskan waktu bersama Ica.


16.00


“Villa nya jauh banget ya Dev, kok nggak yang dekat aja”


“Ini Villa harian sekaligus tempat makan jadi wajar agak jauh dan pastinya kamu nggak akan nyesel kok”


“Jangan bilang ini punya rekan bisnis kamu”Ica menyorot pada Dev.


“Iyaaa ini emang punya rekan bisnis aku Ca”


“Sudah aku dugong, and kamu buka kamar dua kan ? “


“Ngapain buka kamar dua, emangnya aku sama kamu ini siapa , kalau sama Hanum ya wajar aku bukanya dua “


“Lohhh kok gitu sih, jangan aneh-aneh ya Dev”


Ica merasa kesal dengan kelakuan Kakaknya ini.

__ADS_1


“Kita nggak nginep kok, cuma dikamar aja tapi makan gitu”


“Bilang kek dari tadi”


“Tapi kalau mau lebih juga nggak apa-apa”ujar Dev sambil tertawa nakal.


“Aku nggak sanggup punya saudara kayak kamu Dev”


“Tapi kamu suka kan ? “


“Suka apa , jijik yang ada “Ica mencibir Dev


“Sudahlah tuh tempatnya” ucap Dev sambil menunjuk Villa dengan konsep makan malam itu.


“Wahhh bagus Dev” Ica melihat dengan kagum.


“Btw kamu bisa nggak sih konsisten dasar monyet kurap, kadang kamu bilang Dev, kadang kamu bilang Kakak, aku jadi bingung “


“Alahhh yang penting kan aku tetap anggap kamu kakak aku”Ucap Ica tak peduli.


Dev dan Ica akhirnya masuk ke Villa milik rekan bisnis Dev.


Selain tempatnya bagus, Dev juga ingin membantu usaha temannya intinya Dev itu suka membantu.


“Hai Dev aku nunggu kamu looh”ucap seseorang yang sebaya dengan Dev.


“Tunggu orang ini kok nggak asing ya ? “Batin Ica.


“Ini Ica kan, pasti kamu lupa smaa aku “ucap orang ini berteka-teki.


“Siapa ya ? “tanya Ica.


“Aku Riki kakak sepupunya Gilang teman kamu”


“Ohh maaf aku lupa-lupa ingat Kak”


(Dev merasa tak Terima ia dengan lancar memanggil Kak pada temannya itu)


“Iya gpp, kita cuma beberapa kali ketemu wajar lupa, ayo masuk “ujar Riki.


“Baik”ujar Dev dan Ica bersamaan.


“Tempatnya bagus banget”batin Ica lagi.


Sejak datang disana ada tiga cewek yang menghampiri Dev.


Ica merasa kesal pada Kakaknya itu.


“Eh Kak kamu jangan terlalu ramah sama mereka, kamu kan sudah punya aku”.


“Mau gimana lagi, kita kan mirip jelas kalau kita saudara “


“Tapi aku kesal loh, aku mau ngadu sama Kak Hanum”


(Dev kembali iri karna Ica selalu memanggil Kak pada orang lain kecuali dirinya yang Kakak dia seutuhnya lahir dan batin sedarah dan setanah air).


“Haihh... Sudahlah Ca biarin aja toh Kakak kan sudah nolak, kamu baru sadar pesona Kakakmu ini, puji dong”


“Puji Tuhan”ucap Ica kemudian memakan dessertnya.


Dev tertawa kecil melihat tingkah laku Ica yang sembarangan itu.


“Dev “


Riki datang menuju tempat Dev dan Ica makan.


“Ada apa Riki ? “


“Aku mau bicara sama Ica boleh nggak ? “tanya Riki.


“Maaf Riki tapi ini adikku, aku nggak mau serahin ke kamu, belum waktunya”ujar Dev pada Riki.


“Waduh... Berat nih ! “ujar Riki.


“Iyalah sudah tugasku buat atur dia”


“Lagipula walaupun Dev ngasih izin, aku nggak tertarik sama play boy kayak kamu”batin Ica sambil melirik Riki.

__ADS_1


“Nih pasti tipe-tipe orang yang nggak bisa lihat cewek cantik sedikit”batin Ica bersambung lagi.



__ADS_2