
Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...
Dukunganmu sangat berarti .
😍😍😍😍
🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺
19.00
“Ahhh nikmatnya bisa tidur tanpa gangguan dari siapapun” Ucap Ica sambil menggeliat.
Hari ini jadwal Ica masih kosong karna hari ini adalah seleksi Atlet yang berusia Pra Dini jadi Ica masih ada waktu untuk bermain dulu.
Ica menscrol hotel yang ia pakai saat ini dan ia menemukan jika hotel ini punya kolam privat yang tidak terlalu besar.
Ica ingin kesana karna tadi ia tak puas renang namun sepertinya ia harus membayar untuk ini.
“Aku coba aja deh biar nggak penasaran “ujar Ica dan kali ini ia memakai baju renang yang lebih terbuka karna Ica yakin disana pasti lebih sepi.
“Kalau bayar pasti tak banyak yang kesana dan aku yakin Kak Damar nggak akan kesana”batin Ica sambil tersenyum.
Ica menuju kolam yang ia lihat di google tadi dan benar saja tempatnya memang sepi dan pastinya lebih nyaman.
Saat masuk Ica melihat hanya beberapa orang yang ada disana dan tak ada satupun yang ia kenal.
Ica membuka bajunya dan segera berenang sambil bernyanyi kecil.
“Ini baru pas “ujar Ica
“Ca ! “
“Aku kayak dengar suara Kak Damar tapi nggak mungkin ah kan dia nggak punya uang”
“Siapa yang kamu bilang nggak punya uang hahhhh ! Buka matamu !!!“
Ica terkejut saat Kak Damar sudah ada tepat didepan wajahnya.
“Issshhhhh ! “Ica memundurkan wajahnya beberapa centi dari Kak Damar “Aku nggak lagi mimpi kan ? “tanya Ica lagi.
“Nggaklah “
“Kakak ngapain kesini ? “tanya Ica.
“Aku lagi pengen renanglah “
“Bohong....pasti Kakak ikutin aku kan dasar stalker “
“Dihhh buat apa aku ikutin kamu, emangnya aku kurang kerjaan, maaf ya jika aku tak punya uang”ujarnya lalu nyebur dan sudah ada disamping Ica sambil merangkulnya.
“Tega sekali kamu omongin aku seperti itu Ca”
“Ya maaf Kak”
“Ayo deh kita renang dulu “
“Iya”
“Btw kalau di kolam ini kamu pakai apapun aku nggak akan komen karna pengunjungnya sedikit”ujar Kak Damar sambil memandangi Ica.
“Otakmu itu sebenarnya mesum tapi ketutup sama embel-embel murid teladan”Ucap Ica kesal.
“Nahh bagus dong kalau aku mesum kan cuma kamu yang tahu”
“Yailayalah aku yang tahu karna Kakak mesumnya cuma ke aku”
“Dihhh mesum ke kamu, emangnya aku nggk bisa bedain cewek sesungguhnya sama imitasi kayak kamu”
“Imitasi imitasi ! “
Ica berenang menjauh dari Kak Damar.
Semakin Ica kesal pada dia maka Kak Damar merasa senang dan puas.
Setelah 15 menit berendam Kak Damar memutuskan untuk naik dan bersantai dipinggi kolam.
Matanya hanya tertuju pada satu cewek yaitu Riska Montana alias Ica.
“Coba aja kamu pacar aku, pasti kamu nggk akan selamat hari ini Ca”ucap Kak Damar saat Ica keluar dari kolam renang.
“Apa ! “hardik Ica saat mata Kak Damar terus melihatnya.
Ica menyambar baju handuknya.
“Mata tuh mata jaga dong, katanya aku cewek imitasi tapi bikin Kakak horny ! “
“Ehhh kamu dari tadi ngomongin horny horny mulu ! “
“Biarin biar tahu diri”
“Duduk disini”ucap Kak Damar.
Ica merasa kali ini Dewa keberuntungan tidak berpihak padanya, buktinya Kak Damar malah disini.
Ica yang merasa sial itu jadi hilang semangat dan ia berbaring di kursi dengan posisi telungkup.
“Mirip dugong”ujar Kak Damar walaupun dalam hatinya tidak seperti yang ia ucapkan.
“Emmmm Kakak mirip ikan buntal “
“Apanya yang mirip ikan buntal ? “
“Semuanya “
“Dasar ! “
Ica benar-benar tidak tahu tempat seperti biasa ia malah mengantuk.
“Hooammmm”ucapnya lalu bangun dari tempatnya tadi.
Ica melirik Kak Damar yang sedang tertidur juga, sepertinya nyenyak sekali.
Ica mendekati Kak Damar dan ingin mengerjainya, tapi ternyata Kak Damar tidak tidur, ia memegang tangan Ica.
“Ehhh” Ica terkejut karna Kak Damar tiba-tiba memegang tangannya.
“Nggak bisa ya lihat aku tenang sebentar”ucap Kak Damar lalu Ica berusaha melepaskan genggaman Kak Damar.
“Iya deh sorry”memasang wajah memelas.
“Nggak mau “
Ica dengan keras melepas tangan Kak Damar tapi bukannya lepas, dia malah menimpa tubuh Kak Damar karna posisi pinggir kolam licin dan terbuat dari kayu.
“Matilah aku Ca ! “ucap Kak Damar karna Ica sangat berat.
“Iya aku bangun nih”Ica berusaha untuk bangkit.
Bukannya kayak scene romansa tapi Kak Damar malah kayak kejatuhan barbel.
“Segitu aja nggak sanggup nahannya padahal aku ringan looh”ucap Ica sambil merapikan baju handuknya yang kemana-mana.
“Posisi aku nggak bagus dan kamu malah jatuh aku kirain kayak bakal di film-film itu tapi film itu bohong, buktinya aku malah peyot”
“Dih kebanyakan menghayal”ucap Ica mencibir.
__ADS_1
“Nah coba kamu duduk sekarang disini”ujar Kak Damar sambil menepuk kedua pahanya.
“Dih jangan mimpi dasar mesum ! “umpat Ica lalu membuka baju handuknya dan kembali nyebur.
Baju handuk Ica mengenai wajah Kak Damar.
“Ica ! “
Kak Damar akhirnya ikut nyebur juga dan menghampiri Ica yang sedang rebahan dipojok kolam renang.
“Ngapain sih ikut terus kayak bebek bingung”
“Suka-suka aku dong “
Kak Damar mendekati Ica hingga Ica terpojok.
“Kak aku “
“Kenapa ? “
Ica memang tak bisa mengendalikan dirinya jika Kak Damar sudah ada didekatnya.
Ia selalu kesal karna seperti tubuhnya dan emosinya tak bisa diajak bekerja sama.
“Ca apa kamu mau jadi pacar aku ? “
“Maaf Kak aku belum bisa untuk saat ini”ujar Ica memalingkan wajahnya”
“Apa aku terlalu cepat ? “tanya Kak Damar.
“Tidak Kak tapi saat ini kita akan berkompetisi “
“Kompetisi ya kompetisi tapi aku nggk bisa terus-terusan bohongin hati aku”
“Kamu nggak suka sama aku ? “tanya Kak Damar.
“Aku”
“Jujur aja”
“Aku ada rasa tapi aku tak tahu apa itu hanya sekedar kagum atau suka”
Kak Damar semakin mendekati wajah Ica dan Ica menelan ludahnya karna tak tahan melihat tubuh Kak Damar yang panen otot itu.
“Aku tunggu sampai kamu punya rasa suka padaku ya bukan kagum”
Ica mengangguk dengan perlahan.
“Aku cinta kamu Ca”
Kak Damar ingin mencium bibir Ica tapi Ica segera berpaling dan mendorong wajah Kak Damar.
“Nggak ada yang kenal kita Ca disini”
“Tapi aku belum siap Kak”
“Aku hanya minta sediki saja”
“Maaf Kak aku belum bisa”Ica segera naik kepermukaan dan mengambil handuknya.
Diruang ganti Ica terus memandang wajahnya yang masih memerah.
“Kak Damar beneran suka sama aku, inilah yang aku takutkan”
Lobby Hotel
“Istirahat yang cukup ya Ca”
“Iya Kak”
“Iya Kak”
“Kakak mau masuk dulu”tanya Ica saat sudah sampai didepan kamarnya.
“Nggak usah aku takut nggak bisa nahan diri”ucap Kak Damar sambil mentoel bibir Ica.
“Emmm apaan sih hanya minum teh saja”
“Nggak ah aku nggak bisa kalau dekat sama kamu Ca”
“Masak setiap hari sekali sih ! “
“Lah emang iya”ujar Kak Damar.
“Mampir ya mampir tapi jangan berpikir yang macam-macam”
“Oke deh karna Ica maksa”
“Aku nggak maksa ya”
Naomi melihat Kak Damar dan Ica masuk kedalam kamar secara bersamaan membuat Naomi panas.
Ia ingin memfoto keduanya tapi ia tak tega jika Kak Damar ikut terseret
Naomi memang cewek yang bermasalah dan ia menyukai Kak Damar dengan penuh percaya diri.
“Tega banget sih Kak Damar kayak gitu, apa ia nggak mikir main masuk ke kamar cewek sembarangan mana malam lagi”ujar Naomi kemudian berlalu .
Room Ica
“Mau minum apa ? “
“Yang ada aja”
“Teh poci”
“Iya itu dah”
Ica menyeduh teh dengan perlahan agar air panasan tak mengenai tangannya.
“Aku pikir kamu nggak bisa bikin teh”ujar Kak Damar saat Ica menyuguhkan teh padanya.
“Aku sudah belajar sedih teh bubuk dari umur tujuh tahun”
“Woow luar biasa”
“Tidak ada waktu untuk bermanja jika lahir di keluarga Montana”
“Aku pikir kamu dimanjain”
“Nggaklah”
Ica mengambil hapenya yang tadi ia letakkan diatas kasur.
“Ca”
“Iya”
“Kamu serius nggak mau pacaran sama aku ? “
“Aku kan sudah bilang jika aku belum ada niat pacaran Kak”
“Tapi kamu ada rasa nggak sama aku”
Ica mengangguk
__ADS_1
“Tuh kan aku yakin kamu ada rasa sama aku”
“Aku nggak tahu ini sekedar rasa suka apa sayang Kak”
“Enggak apa-apa Ca ini awal yang bagus kok”
“Iya juga sih Kak”
Kak Damar berpindah duduk yang tadinya di balkon sekarang kesamping Ica.
“Kak”
“Tolong jaga perasaanmu itu ya Ca, aku akan tunggu kamu sampai kamu mau sama aku”
“Iya Kak”
“Ayo minum tehnya dulu Ca”
“Oh iya Kak aku lupa”
Ica menyeruput tehnya dan lupa jika itu baru diseduh.
“Ahhhh panas Kak panas ! “teriak Ica.
“Sini aku lihat “ucap Kak Damar panik.
Sebegitunya jika seseorang salting saat didepan orang yang ia sukai, teh baru diseduh dengan air mendidihpun diminum.
08.00 a.m
“Hoooammmm”
“Kerjaanmu ngantuk melulu”
“Nguap aja salah dimatamu Kak”
“Setiap aku ketemu kamu pasti scene kamu selalu ngantuk “
“Kebetulan aja kok”
“Lidahmu sudah nggak apa-apa ? “
“Iya sudah mendingan”
Telinga Alvian tiba-tiba menjadi sensitif saat mendengar ucapan dari Damar.
Dia yang tadinya asyik bermain hape kemudian menyimak obrolan itu.
“Tapi nggak luka kan ? “tanya Damar lagi.
“Enggak Kak”
“Lain kali hati-hati ya”
“Iya mau gimana lagi aku kan lupa “
“Untung aja nggak kena kasur”ujar Damar lagi.
“Iya”
“Apa ada yang belum aku tahu ya”batin Alvian.”Apapun yang mereka bicarakan aku yakin si Kalem Damar sudah ada perubahan fight Damar “
08.25
Gelanggang Olahraga
“Aku pikir jaraknya dari Hotel jauh”
“Makanya Hotel ini yang dipilih Ca karna lokasinya dekat dari Gelanggang Olahraga “
“Iya juga sih”
Ica dan Atlet-atlet lain mulai memasuki Gelanggang untuk melihat acara yang sedang berlangsung.
“Usia Pra Dini sekarang kuat-kuat ya “ujar Ica pada Alvian.
“Iya aku juga sudah lihat dari video yang dikirim Damar”
“Oh iya Nesa nggak pernah chat kamu ? “
“Chat dong, dia chat aku itu kayak jam makan yaitu tiga kali sehari”
“Buciners tingkat Dewa si Nesa”
“Gimana dia nggak bucin pasti dia kangen sama bibir aku yang seksi ini”
“Dih jorok amat omongannya masih pagi”
“Yaahhh emang benar kok coba kamu tanya sama Nesa, Nes bagian apa sih yang buat kamu kangen sama Kak Alvian “
“ Aku masak nanya bagian apa ? Dikiranya aku orang mesum”
“Pasti nanti Nesa jawab bibir seksinya Alvian Ica, bibirnya itu menggemaskan “
Ica memicingkan matanya saat mendengar nada bicara Alvian.
Dari belakang Kak Damar memukul kepala Alvian.
“Berisik amat sih kamu ! “
“Maaf deh aku lagi ngomongin hal penting dengan Ica, iya kan Ca ? “melirik Ica memberi kode agar Ica setuju.
“Nggak ada yang penting kok Kak”ujar Ica lalu pindah ke tempat lain.
“Lagi sekali kamu omongin yang tidak-tidak dengan Ica, maka aku akan laporin kamu ke Nesa”ancam Damar.
“Iya deh nggak lagi kok”
“Aku aja belum pernah ngomong gitu ke dia, eh kamu malah duluan. “
“Iya aku minta amplop, eh maksudku minta ampun . “
“Awas pokoknya aku nggak mau dengar lagi”
Alvian , Damar dan Ica mulai fokus dengan seleksi usia Pra Dini yang akan selesai seminggu lagi.
Nanti dilanjutkan dengan usia Dini kemudian Remaja dan terakhir baru Dewasa.
Peserta kali ini cukup ramai karna banyaknya Perguruan yang ada di Indonesia ini.
Ica merasa pusing saat melihat peserta yang jumlahnya seperti Koloni semut tentara.
“Banyak ya Ca ? “
“Iya”
“Kakak nggk turun “tanya Ica pada Damar yang menonton dengan antusias.
“Aku cukup lihat anak buahku turun karna aku sudah banyak ikut Turnamen, aku mau istirahatkan badanku dulu Ca”
“Iya deh Kak”
Ica tahu Damar ingin ikut tapi memang kemarin Damar sempat cidera bahu karna kelelahan.
Maka jagoan untuk Perguruan Ica adalah Kak Alvian dan dia, tapi Ica tak tahu apakah ia cukup hebat seperti Kak Damar.
__ADS_1