
🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺
“Akhirnya aku bisa kabur juga “
Ica berjalan mengitari pantai dan melepaskan lelah di bawah pohon.
“Aduh pas banget deh posisi aku saat ini”
Ica kemudian memejamkan matanya.
“Ca.... “
“Ica”
“Itu kamu ? “
“Iya”
Ica membuka matanya dan melihat Gilang didepannya .
Ica kembali merasakan jantungnya berdegup kencang.
Karna Gilang hanya memakai celana pendek.
“Aku pikir itu bukan kamu”
“Matamu jeli juga ya “
“Jeli dong kalau lihat cewek cantik”
“Emang udah dapet ceweknya ? “
“Belum nih tapi aku sudah dapat bidadarinya”
“Gombal... Aku digombalin pengen aku sumpahin kamu !!! “
“Sumpahin aja, aku nggak takut kalau kamu yang nyumpahin aku”
“Dasar”
Gilang kemudian duduk disamping Ica yang hanya mengenakan tangtop dan jaket tipis serta hot pants.
“Nggak takut item kamu ? “
“ Nggak... Kulitku ini bagus tau”
“iya... Apalagi kalau aku yang dapetin”
“Dari tadi gombalin aku terus, sudah aku bilang aku tidak tertarik “
“nggak apa, aku nggak akan nyerah”
“Nyerah buat apa ? “
“Buat dapetin kamulah”
“Makin aneh aja omongan kamu “
“Biarin”
“Kamu sendiri aja ? “tanya Ica
“Iya, kalau kamu ? “
“Aku sama Dev dan Hanum”
“Siapa Hanum ? “
“Pacarnya, masak pacar aku “
“Oh gitu, wah enak dong kamu tinggal mereka berdua “
“Bodo amat, mereka sudah pada dewasa, aku ya aku”
“Bagus “
“Iya dong “
“Ca... Kita sudah hampir tiga tahun temenan ya”
“Iya”
“Aku nggak nyangka sudah selama ini kita sama-sama”
“Melakukan kenakalan, jalan bareng dan makan bareng bahkan tiap seminggu sekali kita beli teh susu bareng”
“Ganggu satpam, malak “
“Berkelahi sama kakak kelas “
“Mukul Jessi”ucap Gilang
“Sialan kau”
“Hehehe “
“Pokoknya banyak hal yang sudah kita lewati bersama”
“Tapi Ca dari sekian hal yang kita lalui bersama , yang paling berkesan adalah aku antar kamu belanja “
“Cuma antar belanja aja kok berkesan”
“Iya... Ini pertama kali aku bonceng kamu”
“Emmm.... Bonceng doang senengnya kayak apa “
“Iyalah.... Beda kalau lagi bareng-bareng, kan ini aku doang yang dapat”
“Terserah kamu aja deh Gilang “
“Ca... Aku tunjukin tempat nginep aku yuk, siapa tahu nanti kamu mau mampir sama Dev”
“Boleh deh, kamu nggak mau nginep di vila aku ? “
“Nggak usah deh ini juga masih punya Tante aku”
“oh gitu ? “
Ica mengikuti Gilang yang menunjukkan Vila tempatnya menginap.
“Lumayan juga ya”ujar Ica
“Iya”
Setelah dirasa cukup melihat-lihat Ica mengajak Gilang untuk kembali”
“Balik yuk nanti Dev nyariin aku”
“Ayuk, aku ikut ya main ke Vila kamu “ujar Gilang.
“Oh oke”
“Aku ambil baju dulu ya”
“Iya”
Ica menunggu Gilang di luar hingga sepuluh menit.
Hingga terdengar Gilang berteriak.
__ADS_1
“Ca... Bawain aku kunci lemari yang ada dimeja itu, aku lupa”
“Oke”
“Nih Gilang “
“Thank you”
“Yaa”
“Sandalmu lepas Ca soalnya lantainya licin, baru dipel “
“Aku hati-hati kok”
“Terserah yang penting aku sudah bilang “
Belum saja lima menit Gilang berbicara Ica terpeleset hingga nyaris terpelanting.
“Ica aaa !!! “
Dev memegang tangan Ica erat hingga Ica jatuh dalam pelukan Gilang dengan posisi Ica diatas Gilang.
“Kan aku sudah bilang”
“Maaf”
“Nggak apa,tapi kamu bangun dulu”
“Oke”
Saat akan bangun tangan Ica licin dan tak mampu dihindari lagi.
Bibir Ica menyentuh bibir Gilang.
Karna posisi Gilang tak bisa bangun karna tertindih membuat kecupan itu menjadi lama.
Namun Ica tak segera melepasnya karna masih terkejut.
Nafas Ica memburu demikian juga dengan Gilang.
“Kamu sengaja ya Gilang “
“Mana ada aku sengaja, kan kamu yang pura-pura jatuh”
“Aku jatuh beneran”
Gilang menggeser tubuh Ica agar ia tak nafsu karna kejadian barusan.
Ica membenarkan bajunya dan Gilang membenarkan sesuatu yang mulai sesak dibawah.
“Ca... Jadi pacarku ya”
“Jangan bercanda Gilang “
“Aku nggak bercanda”
Ica bangun dan duduk disamping Gilang.
“Aku sangat terkejut Ca”
“Itu kecelakaan Gilang”ucap Ica dengan wajah yang memerah.
Ica merasa bingung harus bilang apa.
“Aku nyaman seperti ini Ca”
“Maksud kamu”
“Bicara berdua sama kamu tanpa ada orang lain lagi”
“Emm.... Kita kan sering ngobrol bareng “
“Sekarang kan udah berdua”
Gilang tak mampu menahan salivanya saat melihat Ica lagi.
“Yuk deh kita ke Villa kamu Ca”
“Oke”
🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡
Saat kembali ke Villa Ica melihat Dev dan Hanum sedang masak.
“Kembali juga kamu”
“Dev jangan bicara seperti itu” ujar Hanum.
“Cantik banget pacar Kak Dev”batin Gilang.
“Lahh kok ada Gilang ? “
“Aku ketemu sama dia dipantai tadi Kak”
“Kamu sampai pantai ? “
“Iya”
“Sanggup kamu jalan ? “
“Iya dong”
Ica mencomot sosis yang ada dimeja makan.
“Habisin terus “
“Dikit doang dasar pelit “
“Gilang duduk disini”
“Iya Kak”
“Kamu naksir Ica ? “
“Emm.... Enggak kok Kak, kita ketemu aja tadi”
“Aku tanya sekali lagi sebelum aku kasih Ica ke yang lain”
“Kakak berhenti omong kosong , jangan dengerin si gila ini “
“Kamu yang gila , ngerjain orang sampai nggak tanggung-tanggung”
“Biarin, otak mesum kayak kamu emang pantas dikerjain !!! Wekkkk”
“Awas kamu, lagipula siapa yang mesum”
“Kamulah, dia ini orang yang gampang terpikat”
“Sembarangan !!! Aku itu hanya terpikat dengan Hanum aja”
“Ehhh.... Terserah ! “
“Kakak emang suka ribut gini ya”tanya Gilang
“Ica doang yang mulai duluan”
“Mana ada dia tuh yang nggak mau ngalah”
“emmmm”
__ADS_1
“Sudah jangan bertengkar lagi, ayo makan”
“Oke”
“Ayo Gilang makan dulu “
“Oke kak”
“Minum nggak ? “
“Nggak kak”
“Jangan ngeracunin orang dong”
“Mana ada, aku cuma tanya aja”
Ica duduk disamping Gilang dan mereka berdua menjadi canggung, karna mengingat kejadian tadi.
“Kak Hanum goreng apa aja ? “
“Kamu kan sudah lihat ada nugget, sosis sama ayam goreng “ujar Dev sambil terus menyuap.
“Hey Kak Dev, aku nanyak sama Kak Hanum, bukan sama kamu ya, dasar kadal !!! “
“Berarti kamu adik kadal dong “
“nggak lah, aku kan bukan saudara kamu !!! “
“Aku juga nggak sudi punya adik kayak kamu”
“Sudah ayo makan, jangan bertengkar lagi”ucap Hanum lembut.
“Ini ni si kadal ini”
“Kadal nongak”
Selesai makan Gilang kembali ke Villanya dan besok mereka janjian akan jalan lagi di pantai.
“Ca... “
“Aku balik dulu ya”
“Iya”
“Sering-sering deh jatuh kayak kemarin”
Ica memicingkan matanya”Enak dikamu dong, nggak mau ahhh, ntar aku dianggap murahan lagi”
“Jangan kayak gitu Ca, mana mungkin aku anggap kamu murahan, sumpah aku nyaman sekali “
“Eehhh buaya, emang nyaman lah siapapun juga akan nyaman”
“Cupp”
Gilang mengecup pipi Ica dan kabur .
“Setannn !!! Awas kau ya”
“Dadah ...... “
Diruang tivi terlihat Hanum dan Dev sedang menonton.
“Sudah pulang si Gila itu”
“Siapa yang gila ? “
“Pacarmu yang berkedok pacar itu”
“Dia temanku Kak”
“Bohong”
“Buat apa aku bohong “
“Buktinya dia kesini “
“Aku ketemu sama dia dipantai, sumpah ! “
“Sumpah-sumpah !!! “
“Terserah “
Ica ikut duduk menonton Tivi.
“Kita Cuma tiga hari disini, sisanya liburmu terserah kamu mau kemana ke monas kek, ke Inggris atau Italia juga bisa “
“Aku sih mending latihan silat aja daripada keliling”
“Bagus deh”
“Dev aku duluan tidur ya”ucap Hanum
“Iya”
“Kak Hanum jangan lupa ya kunci kamarmu, nanti si kadal ini masuk “
“Siap Ca, aku pukul dia kalau berani masuk”
“Nahhh.... Pas itu, aku suka gayamu Kak”
Hanum meng-ok kan tangannya kemudian masuk kamar.
Dev menghela nafasnya”Ca... Aku juga mau tidur”
“Iya”
Ica yang belum ngantuk melanjutkan untuk menonton tivi hingga ia tertidur di ruang tivi.
“Ehh... Ica.... Ca”
“Emm... Apaaa”
“Kamu ngapain tidur disini, ayo bangun “ujar Dev sambil menendang kaki Ica.
“Kasar !!! kampret !!! “
“Nanti kamu masuk angin sayang”
“Sayangmu palsu”
“Anj !!! “
Dev akhirnya mengangkat Ica dan meletakkan ia ke kamarnya.
“Jangan nodai aku Dev”
“Dikasih gratis pun aku nggak mau !!! “
“Emm.... Gilang”
“Lahhh ngigau dari tadi”
Dev meninggalkan Ica yang kemudian mengintip.
“Aku kerjain kamu hehehe”
__ADS_1