
Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...
Dukunganmu sangat berarti .
😍😍😍😍
🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺
Jakarta
Jum’at 29 September 2023
Ica merasa cukup pulas ditengah perjalanan tetapi ia masih saja menguap.
Dia bahkan heran pada dirinya ini, apakah ia keturunan dari Putri tidur hingga ia sering mengantuk atau lebih ke sejenis hewan kaki empat.
Ica mengangkat kopernya dan bersiap untuk menunggu Bis lagi yang akan mengangkut mereka menuju hotel.
Hotel T
“Akhirnya “ Ucap Ica saat melihat kasur .
“Terimakasih ya buat orang yang ciptain kasur dan Terimakasih buat Dev karna request kamar khusus aku sendiri” Ujar Ica karna Dev membayar lebih untuk kamar Ica agar ia memiliki kamar sendiri.
Ica baru saja ingin rebahan dan bel kamar malah berbunyi.
“Aisssshhhhh !!! “ Ica mengacak kasar rambutnya.
Ica membuka pintu dan melihat Kak Damar yang sudah ada didepan pintu.
“Aku mau tidur” Ucap Ica tanpa babibu.
“Tidur aja deh kalau gitu dan kalau kamu nggak mau, aku akan bawa tas tangan ini” Ujar Kak Damar berpura-pura pergi.
“Eh tas tangan”
Ica sadar jika tas tangannya sudah tidak ada.
“Itu punyaku Kakkkkk !!! “ Ica mengejar Kak Damar hingga tak sadar ia pun masuk kekamar Kak Damar.
Disana Kak Alvian sedang ganti baju dan ia terkejut saat melihat Damar dan Ica masuk seakan ingin berdemo.
Ica melongo sesaat dan Kak Damar menutup mata Ica hingga menyeret Ica untuk keluar.
“Pemandangan bagus itu Kak” Ujar Ica.
“Memang dasar maniak otot” Ujar Kak Damar pada Ica, mereka kemudian duduk di loby hotel.
“Nih tas kamu, aku capek banget” Ujar Kak Damar.
“Yang suruh lari siapa ? “
“Reflek aja Ca , aku balik ke kamar dulu ya” Ujar Kak Damar pada Ica.
“Oke Kak”
Ica juga kembali kekamar karna matanya memang mengantuk.
Ica tertidur hingga Sore hari dan ia lagi-lagi terbangun oleh ketukan pintu dari Kak Damar.
Ica mengusap matanya dan melihat Kak Damar yang sudah rapi.
“Aku sudah telponan kamu 2000 x tapi kamu nggak ada respon, tidur sudah kayak orang mati”Kak Damar merasa kesal pada Ica yang sangat sulit dibangunkan.
“Aku ngantuk banget Kak”ujar Ica.
“Kamu nggak baca jadwal ? “
“Belum sih”ujar Ica karna barang yang ia bawa masih ada disofa “
“Jam delapan kita ada pertemuan dulu, cepat mandi aku tungguin nanti kamu tidur lagi”ujar Kak Damar dengan wajah yang ditekuk.
“Kakak keluar aja nanti aku pasti mandi”
“Nggak ada nggak ada ! Pasti kamu mau tidur aku yakin, aku nunggu disini “
“Tapi Kak aku Kak cewek”
“Kamu bisa pakai baju kamu didalam kamar mandi, cepatlah ini sudah setengah delapan “Kak Damar benar-benar heran pada Ica.
Ica merasa malas dengan hal ini “ Apa mereka tak bisa membiarkan aku untuk tidur sebentar lagi”
Ica menuju kamar mandi dan ia melihat Kak Damar yang memainkan hapenya sambil menyalakan televisi.
“Dihhh dasar cerewet”
Guyuran air dari shower memanjakan tubuh Ica, memang segar dan mampu mengusir rasa kantuk Ica.
Setelah selesai Ica meraba gantungan baju dan matanya melotot.
Ica memastikan lagi dengan meraba gantungan baju dan ia sadar jika tidak membawa handuk.
“Matilah aku “Ica benar-benar bingung karna tak mungkin ia menggunakan bajunya sebagai handuk karna bahannya tidak menyerap air.
Ica akhirnya pasrah dan dia memanggil Kak Damar.
“Kak Damar “panggil Ica dengan hati-hati.
__ADS_1
“Iya “sahut Kak Damar namun tidak menoleh.
“Maaf Kak aku lupa bawa handuk “
“Iya aku ambilin”ujar Kak Damar dengan perasaan tak enak.
Kak Damar memberikan sambil berbalik arah agar tak melihat apa yang tidak seharusnya ia lihat.
“Makasih”Ica merasa inilah part termalu dalam hidupnya.
Setelah selesai lagi-lagi Ica lupa membawa celana panjangnya ia membuka baju yang akan ia pakai dan benar tak ada celana panjangnya.
Ica ingin mengutuk dirinya sendiri.
“Kak”
“Apa lagi ? “
“Bisa balik badan nggak, aku lupa bawa celana “
“Kamu kan pakai kimono handuk, apa yang perlu aku lihat ? “ujar Kak Damar.
“Tetap saja kau bukan suamiku”ujar Ica kesal.
“Iya iya makanya sebelum mandi siapin semuanya”
“Ini nggak akan terjadi jika Kakak diluar “
“Terus biarin kamu tidur lagi ? “
“Hehe “
Kak Damar akhirnya membalikkan badannya dan menunggu Ica menyelesaikan semua masalahnya.
“Hooaaammm”ucap Ica saat akan keluar dari kamarnya.
Alvian kebetulan keluar dari kamarnya yang berada diseberang kamar Ica.
Alvian kaget saat melihat Ica dan Damar bersamaan keluar dari kamar Ica.
Ica dan Kak Alvian saling beradu pandang tak tahu ingin bicara apa.
“Apa yang kau perhatikan “tanya Damar pada Alvian.
“Nggak ada kok”Meskipun dalam hati ia merasa jika sahabatnya itu sudah ada kemajuan.
“Kita pertemuan dimana ? “tanya Ica pada Kak Alvian.
“Di ruang meeting 2”ujar Alvian pada Ica.
“Aku yakin kamu bisa “ujar Alvian dengan tatapan penuh misteri.
“Otakmu memang otak oli bekas, perlu diganti”ujar Damar pada Alvian.
“Paan sih”Alvian menyenggol bahu Damar
“Ica masih ikut Seni ? “tanya Alvian.
“Aku ikut tarung Kak”
Damar melihat kearah Ica “Kamu yakin kakimu baik-baik saja ? “
“Iya aku yakin kok”
“Okelah aku dukung aja”ujar Alvian dan masuk bersama keruang pertemuan.
Disana semua atlet berkumpul dari 35 Provinsi dan membahas tentang peraturan serta perkenalan para Juri serta Panitia, yang akan mensukseskan Turnamen Pencak Silat ini.
Ica mulai malas saat membahas peraturan dan segala ***** bengeknya.
Yang ada dalam pikirannya hari ini adalah tidur yang nyenyak.
“Aku baru mau bilang untung Naomi nggak ikut tapi aku lupa jika dia dari Perguruan lain”ucap Ica sambil melirik Naomi yang sedang carper.
“Dari sekian ribu cowok pesilat kenapa harus Damar”gumam Ica lagi.
Benar saja setelah acara selesai Naomi langsung mendatangi Kak Damar.
“Ada apa Nom ? “tanya Kak Damar datar.
“Aku mau tanya-tanya seputar peraturan kan kita sesama Ketua”
“Kamu tanya aja sama Panitia, aku mau istirahat Nom”
“Oh gitu maaf ya kalau ganggu”
“Iya “
Damar menyusul Ica dan Alvian yang masih menunggunya di lobi.
“Dia mau apa ? “tanya Alvian.
“Basa basi doang “
“Nggak apa kali diladenin Kak, kan aku juga sudah lupain masalah itu”
“Kamu yang lupain tapi aku masih inget”
__ADS_1
Ica diam dan tak lagi banyak bicara, ia takut jika Kak Damar malah marah dengan dia.
Ica berjalan menuju kamarnya dan sebelum masuk kamar, Kak Damar memanggilnya.
Alvian yang mengerti membiarkan Damar berdua dengan Ica.
“Aku boleh ucapin selamat tidur nggak ? “
“ Boleh dong Kak”ujar Ica senang.
“Ya aku hanya takut jika ada yang marah”
“Nggak ada yang marah kok Kak, tenang aja semuanya aman terkendali “
“Oke selamat malam dan mimpi indah ya”
“Iya Kak, Kakak juga ya”
Damar kembali kekamarnya dengan perasaan senang, ia melihat Alvian yang masih sibuk VCan dengan Nesa.
Drrrttttt
💬
Kak Dev
*Jagain Ica awas kamu ya
Jika kamu macam-macam *
📩 Damar
*Oke Kak tenang aja *
“Belum aja apa-apa si Dev sudah mengirimkan wasiat padaku”batin Damar.
💬Dev
*Jaga makanan dan jangan terlalu dekat dengan Damar*
Ica kesal dengan pesan yang dikirim oleh Dev.
“Seenaknya saja ia bicara,mau ngatur aku dia pikir dia itu Presiden ”ucap Ica lalu segera tidur.
(Presiden tidak segabut itu ngurusin hidup kamu Ca 😅)
08.00 A. M
“Ica... Ica”
Ica membuka matanya dengan susah payah saat mendengar namanya dipanggil.
“Iya iya”
Ica membuka pintu dan melihat Kak Damar yang sudah ada didepan pintu kamar, sudah bisa dipastikan ia sedang kesal.
“Hari ini kita mau renang jangan bilang kamu lupa ! “
“Aku inget kok ini aku sudah bangun “
“Bohong sekali kalau aku nggak kesini pasti kamu masih ngorok”
“Hehe “
“Kamu nggak jauh beda sama hewan kaki empat yang karakternya mirip sama tidur kamu”
“Dihhh sampai segitunya”(membayangkan Babi)
Ica lalu bergegas cuci muka karna ia akan renang.
“Pakai bikini kamu Ca ? “tanya Kak Alvian.
“Enak di kalian dong “
“Ya nggak apa-apa sesekali cuci mata”
“Yang mau lihat Ica pakai bikini itu hanya orang gabut, lekuk tubuh aja otot semua”ujar Kak Damar
“Ehhh tubuhku ini bagus looh”Ica tak Terima diremehkan oleh Kak Damar.
“Emmm mana ada ,tubuh Ica itu otot semua bukannya terpesona malah takut yang lihatin kamu”
“Dihh terserah deh bilang aja Kak Damar takut tubuhku dilihat sama orang lain kyukyu cukurukuk”
“Enak aja buat apa ? Emangnya aku siapanya kamu “
Ica tak menyahut lagi karna terpukau dengan kolam renang yang mewah itu.
“Gawah banget sih “ujar Kak Damar lalu membuka kaosnya.
“Dari matamu matamu ku jatuh cinta”(nyanyi sedikit).
“Jaga mata jaga hati Ca”ujar Kak Alvian tapi matanya menyapu pada atlet cewek yang glowing.
“Nggak ada hati yang harus aku jaga Kak” Ica menyapu pandangannya untuk melihat otot-otot.
Saat melihat Ica yang telah berubah menjadi tukang survei otot, Kak Damar ingin sekali mendorong Ica hingga ke dasar kolam.
__ADS_1