BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Enam Puluh Tujuh


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍😍


🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


Hari kedua Ultah sekolah acaranya yaitu perform ekskul yang ada di SMA SEMESTA dan semua ekskul wajib tampil tanpa terkecuali termasuk team atlet pencak silat yang diketuai oleh Kak Damar.


Ica sudah datang dari pagi dan sedang ada diruang ganti.


Ica menghadap belakang agar tidak terlihat oleh Kak Damar dan Kak Alvian.


Berulang kali Ica memperhatikan make up nya yang dirasa terlalu tebal.


“Aku bukan pertama kali perform tapi kenapa rasanya selalu dag dig dug”batin Ica.


“Ca kamu sudah siap “ Tanya seorang atlet wanita yang kebetulan seangkatan dengan Ica bernama Nala.


“Sudah Nay tapi kok aku tetap gugup ya ? “


“Biasa itu Ca aku juga kayak gitu btw Ca kenapa kamu ngomongnya belakangin aku, kan aku sudah sering lihat kamu pakai make up ? “tanya Nala.


“Nanti aja deh kamu lihat aku Nay”


“Ya ampun Ca “ucap Nala membenarkan make upnya.


“Aku keluar dulu ya Ca mau beli minum”


“Iya Nay”


“Kamu mau nitip nggak ? “


“Enggak usah Nay”


Ica melirik kiri kanan agar tak terlihat oleh temannya lebih tepatnya Kak Damar.


“Aku sudah bilang sama tukang makeupnya agara jangan diganti modelnya tapi tetap saja diganti aku mau hapus waktunya sudah mepet”batin Ica.


Kak Damar 💬


*Kamu lagi dimana


Kita sudah dilapangan*


Ica tak membalas pesan dari Kak Damar dan dia duduk didalam ruang ganti dengan bimbang.


Sementara itu dilapangan setengah jam lagi pencak silat akan tampil selesai tari tradisional.


“Ica sudah datang apa belum ? “tanya Alvian pada Damar.


“Aku sudah chat tapi belum dibalas”


“Tadi kamu sudah ke ruang silat ? “


“Belum dari tadi aku disini”


“Kamu cari coba diruang ganti , mungkin dia lagi siapan disana “


“Iya aku kesana ya”


Damar merasa khawatir dengan Ica tak biasanya dia seperti ini.


Kebetulan saat akan kesana ia bersliweran dengan Nala.


“Nay kamu ada lihat Ica nggak ? “


“Ada dia lagi diruang ganti “


“Kok kamu nggak ajak dia kesini”


“Aku pikir dia sudah disini soalnya aku tinggal beli minum”ucap Nala.


“Aku cari dia dulu, aku chat nggak dibalas”ucap Kak Damar khawatir.


Kak Damar memperlebar langkahnya karna jarak antara lapangan dan ruang silat lumayan jauh.


Begitu sampai Kak Damar langsung masuk keruang ganti dan melihat Ica masih menghadap belakang.


“Ca “


Ica tak segera menoleh karna tahu siapa yang datang.


Karna tak sabar Kak Damar langsung membalikkan tubuh Ica dan Ica menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


“Kamu apaan sih ? “tanya Kak Damar bingung dengan Ica.


“Aku nggak pede Kak”


“Nggak pede ? Mau tampil lagi bentar looh”ucap Kak Damar.


“Iya mau gimana lagi make up aku beda Kak”


“Aduh nggak apa-apa Ca terus kamu mau nggak tampil gitu ? “


Ica mengangguk dengan ragu sambil mengintip ekspresi Kak Damar.


“Ca please deh masak iya kamu kayak anak kecil ? “


“Mau gimana lagi ? Aku lagi nggak pede”ucap Ica dengan pengkung.


Kak Damar menarik nafas dan duduk disamping Ica.


“Ca kamu harus pede demi ekskul kita demi Perguruan kita Ca”


“Tapi Kak”

__ADS_1


“Emang ada sesuatu yang buat kamu nggak nyaman ? “


“Make up aku”


“Boleh aku lihat ? “


Ica masih menutup wajahnya dan Kak Damar berusaha membuka kedua tangan Ica dengan perlahan.


“Aku minta maaf permisi ya Ca”ujar Kak Damar.


Kak Damar tidak menyadari jika jarak antara dia dan Ica begitu dekat jadi saat kedua tangan Ica disingkirkan, wajah Ica sangat minimalis.


Kak Damar sangat terkejut ia tak mampu berkata-kata.


“Ini terlalu sempurna”ucap Kak Damar dengan mata yang lebar.


“Ini yang kamu bilang bikin nggak pede Ca ? “ucap Kak Damar.


“Iya”


“Ini bagus kok , ayo jangan banyak aalasan Kak Damar mengambil tangan Ica.


“Aku bisa jalan sendiri Kak”


“Enggak nanti kamu kabur”


“Mana ada aku kabur !”ucap Ica dengan agak kesal.


😒😒😒😒😒😒😒😒😒😒


Saat akan keluar dari ruang ganti kaki Damar menginjak sepatu atlet yang diletakkan sembarangan hingga nyaris terjatuh dan itu menyeret Ica juga.


Keduanya tertawa karna melihat betapa bodohnya wajah mereka saat hampir jatuh.


“Terlalu membara kau Kak”ujar Ica.


“Yang salah sepatunya”


“Dih kamu yang nggak lihat jalan”ujar Ica membela sepatu.


“Masih aja ngomong gitu”jawab Kak Damar.


Sambil berjalan Ica melepas tangan Kak Damar tapi kembali lagi momen itu telah dijepret oleh seseorang yang ingin membuat berita di jendela gosip SMA SEMESTA, nampaknya ia ingin menguliti keseharian Ica.


Sementara itu dilapangan Alvian dan atlet lainnya sudah merasa gelisah karna si Ketua dan Ica juga belum datang.


Alvian bolak balik sambil melihat jam karna ekskul tari tradisional sudah selesai.


Kak Damar dan Ica setengah berlari dari arah utara lapangan.


Wajah Alvian yang tadinya pucat kini terlihat sumringah seakan melihat Dewa dan Dewi Yunani.


(Sambil melambaikan tangan karna terkesima)


“Untung saja “batin Alvian.


“Nih Tuan putri keraton “


“Ada apa Ca”ucap Kak Alvian bingung saat melihat Ica yang menutup wajahnya.


Kak Damar bingung dengan ucapan Alvian dan melihat Ica yang sudah menutup wajahnya dan membelakangi atlet lainnya.


“Ica ! “


Teriak Kak Damar. “Iya iya “


Ica membuka wajahnya dan semua atlet terpukau dengan make up Ica.


“Keren sekali Ca”ucap teman-teman Ica.


“Serius ? “tanya Ica.


“Iya kenapa kamu tutupin sih”


“Aku kira aneh makanya aku malu”


“Yaelah”ujar teman-teman Ica yang lain.


MC membacakan acara kedua perfom ekskul yaitu atraksi Seni Pencak Silat dan Sparing.


Ica dan Nala serta teman yang lain mulai tampil unjuk kebolehan dan kemahiran mereka dalam atraksi Seni Pencak Silat.


*Seni Pencak Silat biasanya dilakukan oleh satu orang atlet atau lebih , tujuannya adalah menampilkan jurus pencak silat dari jurus 1 hingga jurus 14 dan para atlet Seni ini menggunakan baju sembong serta make up yang mencolok agar terlihat garang*


*Sparing dilakukan oleh dua orang atlet yang saling berkelahi untuk mendapatkan nilai tetapi dengan aturan*


Cowok-cowok sangat antusias saat melihat atraksi Seni karna sebagian besar dilakukan oleh para Srinkandi yang cantik-cantik apalagi Ica, dialah center of interest hari itu.


Setelah selesai Atraksi Seni dilanjutkan oleh Atraksi sparing dilakukan oleh Kak Damar dan Kak Alvian.


Terlihat ciwi-ciwi alay mulai berkumpul untuk merekam Nakula dan Sahadewa itu.


Ica segera istirahat dibelakang panggung dan Gilang datang kesana membawa air minum untuk Ica.


“Ca kamu kemana aja dari tadi ? “


“Aku dari pagi diruang pencak silat “


“Pantas saja kamu nggak kelihatan”ujar Gilang lalu duduk disamping Ica.


“Iya, kapan band kamu tampil ? “


“Band aku nanti sore jadi penutup “


“Oh gitu”


Digeng Ica hanya Ica dan Gilang yang aktif dalam ekskul sedangkan Fabian, Alex dan Nesa hanya mengikuti sekolah seperti jarum jam saja.

__ADS_1


Saat sedang asyik berbincang Kak Damar datang menghampiri Ica dan Gilang.


“Lohh kok kamu disini nanti dimarah guru”ucap Kak Damar pada Gilang dengan raut wajah yang menunjukkan ia tak senang dengan kehadiran Gilang.


“Aku cuma bawain Ica air kok”


“Iya aku tahu tapi nanti guru pasti kesini lagi”


“Em iya Kak, Ca aku balik dulu ya”


“Oke Gilang”


“Kayaknya dia suka ya sama kamu”ujar Kak Damar .


“Apaan sih Kak, aku sama dia itu satu geng”


“Sok amat bergeng”


“Daripada Kakak sama Kak Alvian kemana-mana berdua dah kek suami istri”


“Enak aja aku ini cowok baik-baik tau good boy “


“Emm aku percaya deh good boy yang benar itu play boy “


“Kapan aku play boy kamu kali yang play girl”


“Pacar aja aku nggak ada Kak”


“Tuh gelang kamu”ujar Kak Damar sambil menunjuk gelang Ica.


“Gelang apaan ? “Ica lupa jika dia memakai gelang.


“Oh ini”


Ica tersenyum dan tak melanjutkan bicara.


“Tuhkan nggak mau ngaku”


Ujar Kak Damar sambil mentoel pipi Ica.


“Jangan pegang pipi Kak nanti aku nggak mau makan”


“Iya bayi besar cup cup cup”


“Kak Damar “panggil Naomi yang sudah ada dibelakang Ica dan Kak Damar.


“Eh Naomi ada apa ? “


“Aku beliin lemon tea”ujar Naomi dengan nada yang dibuat-buat. (😒)


“Buat aku ? “tanya Kak Damar.


“Iya “


“Emm makasih ya”ujar Kak Damar.


“Buat aku mana”ujar atlet cowok yang lain membuat Naomi tambah besar kepala.


“Beli sendiri dong ini aku beliin buat Kak Damar”ucap Naomi membuat Ica semakin muak.


“Huuuuuu”


Semakin mereka bersorak Naomi semakin salting dan mirip orang yang lagi kremian(cacingan) .


Kak Damar ikut tertawa dan tanpa sadar ia merangkul Ica didepan teman-temannya.


“Kak ! “ucap Ica dengan terkejut dan hal itu membuat semua yang melihat langsung bersorak.


“Seru nih kayaknya”teriak mereka dan membuat penonton malah fokus dengan keributan dibelakang panggung bukan fokus dengan acara PMR yang ada didepan panggung.


Naomi merasa sangat cemburu dengan Ica tetapi dia menyembunyikannya.


“Kak Naomi pamit dulu ya mau nonton lagi”


“Oh iya Nom”


“Nom”tanya Ica.


“Iya itu panggilan akrabnya Nom Nom”


“Ooh gitu cie yang paling akrab “ujar Ica.


“Dia bilang gitu ke aku”


“Aowkowkwk”ujar Ica tambah meledek Kak Damar.


“Terus aja ngolok-olok “


“Kapan aku ngolok coba “


“Dahlah aku mau ganti baju dulu capek lihat orang bucin “ujar Nala.


“Bener Nay aku juga ikut”ujar Ica.


“Eh tadi kamu juga bucin sama Gilang “ujar Nala lagi.


“Siapa sih yang bucin aku Cuma ngomong aja makanya cari pacar”ucap Ica.


“Dihh emangnya kamu punya ? “


“Enggak “


“Ya udah kita senasib”


“Nanti kita cari yang sixpack “ujar Ica berbisik


“Benar “Nala ikutan berbisik.

__ADS_1



__ADS_2