BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Tujuh Puluh Empat


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍😍


🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


Gilang merasa dirinya benar-benar hina.


Bagaimana bisa ia membuat gadis yang ia sukai merasa tak nyaman didekatnya, tapi sungguh ia sangat bernafsu saat berdua dengan Ica.


“Maafkan aku Ca tapi jika begini terus aku yang bisa gila “ Ucap Gilang sambil melihat pantulan wajahnya dicermin.


“Aku sangat mencintaimu Riska Montana, maafkan aku yang merusak persahabatan kita. “


Ica juga merenung dikamarnya sambil menunggu Mamanya yang masih berperang dengan perasaannya.


“Aku belum bisa menerima Gilang karna aku belum mau pacaran dan saat ini jika ingin jujur, aku ada rasa suka pada seseorang namun aku tak yakin bisa menggapai dia karna ia berada ditembok yang begitu tinggi”batin Ica.


“Hemm apa aku coba aja ungkapin perasaan aku aja tapi tanpa pacaran, tapi apa bisa kayak gitu ya ? “Ica merasa bingung dengan hatinya yang tidak tentu itu.


Sementara itu Mama Ica dan Paman Gilang sudah deal dan akan melakukan kerja sama.


“Terimakasih atas kepercayaan anda dengan perusahaan Montana Pak”ujar Mama Ica sambil berjabat tangan.


“Iya sama-sama Nyonya Montana”ujar Paman Gilang dengan perasaan yang bahagia, bagaimana tidak perusahaan Montana adalah perusahaan yang sangat besar dan terkenal. Banyak investor yang ingin menanam modal disana tapi Perusahaan Montana sangat teliti jika ingin bekerjasama dengan investor.


Mama Ica akhirnya kembali kekamar hotel dan mengajak Ica untuk pulang.


“Ca ayo Mama sudah selesai “ujarnya sambil membawa sebuah tas tangan.


“Apa itu Ma ? “tanya Ica sambil melirik tas tangan yang dibawa Mamanya.


“Ohh ini hehehe, ini hadiah dari Paman Gilang “ucap Mama Ica tanpa ragu.


“Mama masih aja suka ambil barang dari orang lain, dasar tak tahu malu padahal barang Mama kan banyak. “


“Mama hanya menghargai aja Ca”


“Bukan menghargai tapi Mama memang tamak”


“Husssh kamu ngomong terus, ini ada juga buat kamu “ujar Mama Ica.


“Buat Mama aja aku nggak tertarik”jawab Ica sambil membereskan barang yang ia bawa.


“Kamu yakin ? “


“Iya Ma”


“Ini kayak sejenis album gitu ya”ujar Mama Ica sambil menoleh pada Ica.


“Ada cowok-cowok gantengnya Ca. “


“Biarin aja Ma, ayo deh kita balik. “


“Iya iya “Mama Ica akhirnya menyerah dan ia menelpon Pak Rahmat supir Ica.


Ica yang merasa sangat lelah akhirnya tertidur di mobil.


Oliv memandang wajah Ica dengan penuh perhatian dan kasih sayang.


“Ica kamu harus jadi cewek yang kuat, jangan manja karna manja nggak bisa kasih kamu makan.


Mama bersyukur sejauh ini tidak bergantung pada laki-laki hingga pada saat Mama berpisah, Mama masih bisa hidup dengan baik dan jikalau Mama tak punya perusahaan pasti Mama akan tetap mencarikan kamu uang untuk sekolah. “


Di Lampu merah, ada beberapa anak yang sedang menjual tisu.


Oliv memperhatikan anak-anak itu dengan seksama.


Karna lampu baru saja merah jadi waktu yang Oliv miliki cukup lama, Oliv memanggil anak-anak yang berjualan tisu tersebut dan membeli masing-masing satu dari anak-anak itu.


Pak Rahmat tersenyum melihat sikap dermawan dari Bu Oliv.


Ia sudah lama ikut dengan Bu Oliv dan ia sangat paham dengan karakter Bu Oliv.


Tak heran jika rezeki ia terus mengalir ia sering berkunjung ke panti asuhan untuk donasi setiap enam bulan sekali.


Tak semua orang yang berkecukupan seperti itu.


“Bagaimana hari ini Bu Oliv, apakah lancar ? “tanya Pak Rahmat padanya.


“Iya lancar kok Pak, bahkan dia mau kerja sama dalam waktu yang cukup lama. “


“Bagus deh Bu Oliv saya ikut senang mendengarnya”ujar Pak Rahmat.


“Iya makasih ya Pak”


“Iya Bu Oliv “


📩 Marcel

__ADS_1


*Sudah selesai ketemu klien Liv*


💬 Oliv


*Iya


Ini aku lagi di mobil


Mau perjalanan pulang *


📩 Marcel


*Hati-hati dijalan ya Liv*


💬 Oliv


*Iya *


Rumah Samuel


“Aku sudah siapkan makan siang Sam tapi kenapa kamu nggak makan ? “


“Aku masih belum selera makan Ranti dan kenapa kau begitu cerewet apa uang belanja yang aku kasih masih kurang ? “


“Emm enggak kok Sam aku hanya takut kamu sakit”


“Tolong jangan terlalu banyak bicara, kepala aku sakit sekali mendengar omonganmu itu. “


“Maafkan aku Sam”


“Aku akan ke galeri dan jangan ganggu aku”


“Kamu pulang jam berapa ? “


“Aku nggak tahu, mungkin malam. “


“Baiklah Sam”ujar Ranti masih lembut.


Ranti tak habis pikir apa yang membuat suaminya itu marah-marah.


Apa seperti ini rasanya merebut suami orang yang cintanya hanya seujung jari.


Sakit sekali


Ranti merasa dirinya tak berguna, ia bahkan lupa kapan terakhir kali Sam menyentuhnya.


Kadang ia berfikir kenapa ia harus jatuh cinta pada Sam, seharusnya ia tak perlu membuat dirinya hamil bersama mantan pacarnya dan mengatakan itu adalah anak Sam.


Sedangkan mantan pacar Ranti kabur entah kemana setelah mengetahui Ranti hamil.


Namun yang sangat menyesakkan adalah Ranti memiliki dua pacar, Ranti tak tega memberikan tanggung jawab pada pacarnya yang satuan karna pemuda itu sama sekali belum pernah meniduri dia.


Ranti mendengar kabar jika pemuda itu stress dan masuk RSJ hingga sekarang Ranti tak tahu kabarnya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


“Ca... Bangun Ca “ujar Mama Ica saat sudah sampai dirumah.


“Emmm iya Ma”


“Kamu lanjut tidur di kamar aja ya. “


“Iya”


Ica sudah tak mampu menawar lagi rasa kantuknya hingga ia tertidur dengan sepatu high heels yang masih menempel.


Oliv juga demikian sampai dirumah ,ia juga langsung tertidur dan Nenek Ica hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Mama dan Anak itu.


“Bu hari ini kita mau masak apa ? “tanya ART pada Nenek Ica.


“Aku ingin membuat sup daging sapi dan juga perkedel jagung, hari ini kamu kepasar beli bahannya ya”


“Iya Bu, bisa tolong beritahu saya apa saja yang akan saya beli”


Daftar belanjaan


~Kol


~Wortel


~Buncis


~kentang


~tomat


~daging sapi bagian Iga 1kg


~kaldu jamur


~bawang putih

__ADS_1


~merica


~Jagung


~Tepung bakwan


“Ini sudah semua ya Bik”


“Iya Bu saya permisi dulu ya”


“Iya, hari ini Pak Rahmat ada di rumah minta antar dia saja “


“Baik Bu”


ART Nenek Ica akhirnya pergi ke pasar tradisional diantar oleh Pak Rahmat menggunakan sepeda motor milik keluarga Montana.


Tujuan awal pembelian sepeda motor ini adalah dulunya untuk Ica, tetapi atas pertimbangan yang cukup ketat akhirnya Dev memutuskan jika Ica akan diberikan motor pada saat kelas 12.


Jadi agar tidak rusak karna tidak digunakan Nenek Ica berinisiatif untuk menyuruh Pak Rahmat menggunakannya untuk mengantar ART kepasar dan jika tidak ada Pak Rahmat maka ART Ica akan pergi sendiri.


Hal ini karna Nenek Ica sudah percaya pada ART nya .


Ica merasakan kepalanya agak berat karna kurang tidur.


Ica melirik jam dikamarnya, pukul dua siang, pantas saja ia merasa lapar, ia melihat sepatu hight heels yang masih menempel manja di kakinya.


Ica keluar untuk mencari makanan didapur ia membuka panci dan melihat sup iga sapi.


“Enak nih kayaknya”ujar Ica sambil mengambil piring dan menghangatkan supnya.


Setelah selesai makan Ica mencari Neneknya dikamar.


Nenek Ica sedang merajut sebuah syal dan membuat tas tangan.


“Nek “panggilnya dengan suara yang lembut.


“Iya Ca, kamu sudah bangun. “


“Hehe iya Nek aku ngantuk sekali. “


“Siapa yang tidak mengantuk dengan jam tidur yang seperti itu, maafkan Mamamu ya Ca. “


“Aku nggak apa-apa kok Nek. “


“Besok Nenek ajak kamu liburan pas semesteran tanggal berapa ya ? “


“Tanggal 14 Desember Nek itu sudah mulai libur. “


“Kamu mau liburan kemana ? “Tanya Nenek Ica.


“Kita ke Villa aja Nek. “


“Villa terus nggak ada rekomendasi yang lain. “


“Aku suka pemandangannya Nek”ujar Ica sambil mencomot beberapa cemilan diatas meja rajut Neneknya.


“Oke deh tapi Nenek mau me time juga kamu jangan ganggu ya. “


“Dihhh sok sok an me time . “


“Biarin ... Ica ! “ujar Nenek Ica karna ia menghabiskan cemilan yang ada dimeja kemudian ia berlari sambil tertawa.


Ica melihat sebuah buket yang ada diatas meja ruang keluarga.


“Aku belum lihat buket ini, apa ini baru ya dan siapa yang ngirim”batin Ica.


Ica melihat pengirimannya di kartu ucapan.


PT. You An Florist 💐💐💐


“Emm pasti ini Om Marcel tapi apa tepat ya aku panggil Om Marcel kan dia belum nikah, tapi kapan dia bawa kesini ? “


Ica melihat sekali lagi kearah buket itu.


“Ultah Mama kan masih lama, terus ini buat apa sih ? “Ica kemudian berkhayal tentang argumen yang ia ciptakan sendiri.


“Kamu ngapain pegang buket aku ? “ujar Dev yang baru keluar dari kamarnya.


“Kamu yang punya buket ini ? “


“Iyalah “


“Kok kamu bisa dapat buket ? “


“Bisa aja sok nanyak kayak paham aja. “


“Dih dasar sialan nyesel aku tanya”ujar Ica dengan jengkel.


Dev tertawa melihat Ica kesal, jika Ica kesal makan bertambahlah kesenangan Dev.


__ADS_1


__ADS_2