
🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺
Sabtu
Pembagian rapot ujian semester untuk kenaikan kelas akan dibagikan.
Tak seperti biasanya Ica yang selalu slow dan tak ambil pusing, kini merasa gelisah.
Meski gengsi tapi tak bisa dipungkiri bahwa ia khawatir akan posisinya.
“Ca... Habis bagi rapot kita jalan yuk”
“Emm nanti dah omongin itu dulu Lex, moodku belum bagus”
“Kamu khawatir apa sih Ca ? “
“Yang khawatir siapa ? Aku cuma belum mood aja”
“Tapi dari warna wajahmu yang hijau toska, aku nggak yakin deh”
“Kamu pikir wajahku lampu truk barang, hijau toska” Ica tersenyum sedikit.
“Nah gitu dong, ini baru Ica Molekul”
“Jangan mainin nama keluarga aku ya !!! “
“Iya” ucap Alex takut
Dari kejauhan nampak Fabian, Nesa dan Gilang datang sambil membawa makanan.
Mereka sangat senang jika pembagian rapot karna bisa puas keliling keluar masuk tanpa harus dihadang satpam.
Bahkan mereka juga sempat mengganggu Pak Satpam yang sedang jaga.
Ritual saat selesai bagi rapot adalah healing, biasanya ke taman yang tak jauh dari sana.
“Ca... Tegang amat nih teh susu rasa Matcha “ujar Gilang
“Siapa juga yang tegang !!! “ujar Ica membuat Gilang sangat terkejut.
“Ada apa “bisik Gilang pada pada Alex.
“Nanti aku kasih tahu deh”
Ica terus bernafas terus membuat Nesa dan gengnya tak berani menyapa karna ia tahu jika Ica bernafas kencang, dia sedang sangat khawatir dan kesal.
Sekali sedotan teh susu matcha hampir habis setengahnya.
Pengumuman..... 🗣️🗣️🗣️
Semua siswa-siswi SMA SEMESTA diharapkan menuju lapangan.
Untuk mengumumkan juara umum.
Sambutan diberikan langsung oleh kepala sekolah SMA SEMESTA.
Terimakasih sudah belajar dengan giat dan selalu mengukir prestasi untuk SMA SEMESTA.
Nah tiba saatnya pengumuman juara umum dari kelas 3
Kelas 3
Juara umum 3 :Stefany kelas 12Ipa
Juara umum 2 : Lory kelas 12 IPA 2
Juara umum 1 : Mega kelas 12 IPS 1
Lanjut untuk kelas 11
Juara umum 3 : Ningsih kelas 11IPS 1
Juara umum 2 : Febrian kelas 11 IPA 1
Juara umum 1 : Riska Montana kelas 11 IPS 1
Lanjut untuk kelas 10
Juara umum 3 : Cantika kelas 10 IPS 2
Juara umum 2 : Andreas kelas 10 IPS 3
Juara umum 1 : Kelvin kelas 10 IPS 3
Sekian dan terimakasih tingkatkan terus nilai kalian dan pertahanan yang tidak dapat jangan berkecil hati, masih ada kesempatan sampai tahun depan.
SEMANGAT !!!
Semangat....
Prok.....
Prokk.....
Prokkkk........
“Tuhkan aku sudah bilang jangan khawatir Ica Molekul”
Ujar Nesa
“Sekali lagi kamu kayak gitu, aku pukul mulutmu”ujar Ica .
__ADS_1
“Maaf.... “
“Jadi healing kan”
“Jadi dong “
“Kemana ? “
“Taman Loventin yang kayak hutan itu Gilang”
“Oke”
Hari itu Gilang membawa mobil karna tahu bagi rapot.
Gilang dan gengnya bernyanyi dijalan namun tidak ugal-ugalan, bisa ngamuk Papanya jika tahu.
Akhirnya mereka sampai di Taman Loventin.
Taman itu baru dibangun beberapa bulan lalu, tamannya bagus dengan banyak bunga dan dagang yang dibuat khusus menggunakan kontainer jadi terlihat rapi.
Gilang memilih tempat lesehan dipalinh pojok agar tidak terlalu disorot.
“Kalian mau pesan apa ? “
“Sate bulayak”(kompak)
“Oke, aku pesenin ya”
“Iya “
“Ehhh... Ca itu Dio kan”
“Mana ? “
“Itu”
“Ohh iya dia tau juga nongkrong “
“Iya ya, aku mikirnya juga gitu “
“ Ganggu yuk”
“Yuk”
“Ehhh... Biarin aja dulu”ucap Ica
“Kok tumben Ca”
“Kita lagi santai dan dia juga begitu, biarkan saja untuk hari ini”
“Okey deh Ca”ucap Nesa dan Alex lemas.
Ica memfoto semua bunga yang ada disana dan Nesa sibuk selfie.
Tanpa sengaja saat berbalik Ica dan Gilang bertabrakan karna mereka sedang ambil foto disekitar sana, hingga Gilang merasakan sesuatu yang lembut menyentuh dadanya dan Entah mengapa sinyal x yang ada dibawah ikut connect.
Ica menoleh kebawah dan ia menyesal kenapa melihat kesana.
Wajah Ica memerah jantungnya berdegup kencang dan Gilang segera berlari menjauh sambil menenangkan si X.
Ica shock dan mengatur nafasnya.
“Apa yang aku lihat tadi”ujar Ica.
“Aku malu sekali “batin Gilang
Di mobil Gilang dan Ica merasa salting, biasanya merekalah yang punya banyak cerita.
Sampai dirumah Gilang masih terbayang oleh si kembar milik Ica yang menyentuh dadanya, ia menikmatinya dan memulai fantasinya sendiri.
“Emmm.... Seandainya saja aku bisa menyentuhnya langsung ahhhhh.... “Gilang mendesah.
“Aku harus mendapatkan Ica”
Beda dengan Gilang yang melanjutkan fantasi liarnya.
Ica malah sakit dan panas dingin karna melihat sesuatu yang pertama kali dalam hidupnya.
“Apa yang aku lihat Ya Tuhan dan apa itu sangat besar hingga bisa tercetak jelas“ucap Ica sambil menggigil.
Ica kemudian meminum obat panas dingin.
Libur semester ini Ica ingin liburan bersama dengan Dev tapi Dev bernegosiasi ingin mengajak Hanum.
“Dev jangan hamilin Hanum, aku mohon”
“Nggaklah Ca, aku juga punya pikiran btw kamu kenapa sampai sakit ? “
“emmm... Kayaknya aku kelelahan “
“Haaaa..... Kelelahan masak iya kamu kelelahan ? “
“Bisa aja Kak”ucap Ica dan kembali tidur.
Nggak mungkin kan dia cerita bahwa ia melihat belalai gajah ingin keluar dari kandangnya.
Bisa -bisa Dev langsung memanggil Gilang.
Dev memutuskan untuk liburan di sebuah Villa milik keluarganya didaerah senggigi.
“Kak Hanum jangan mau jika diajak aneh-aneh sama Dev ya”
__ADS_1
“He... Iya Ca kan kamar kita beda”
“Tapi si kodok ini nafsuan, aku aja sering jadi pelampiasan birahinya”
“Ehhh Ica !!! “
“Kucing dong birahi “
“Iya kucing garing birahi”
Hanum tertawa kecil.
“Manis banget sih Kak Hanum ini, sederhana dan tidak banyak bicara”ujar Ica dalam hati.
“Nanti Kak Hanum tidur sama aku”
“Lah kemarin perjanjiannya nggak gitu”
“Perjanjian apa Dev”
“Anukk emm nggak ada kok Num”
“Hahaahaha “ Ica tak mampu lagi menahan tawanya lagi.
Dev berhenti dipinggir jalan dan menepi.
“Ada apa Dev “tanya Hanum
Dev langsung menggosok wajah Ica dengan kedua tangannya.
“Ampun Kak Dev, ampun”
“Itulah akibat jika macam-macam”
“Sudah Dev”ujar Hanum mencoba melerai.
...✳️✳️✳️✳️✳️✳️✳️✳️✳️✳️...
“Nah ini dia tempatnya Num, Villa beringin”
“Kok ngga ada pohon beringinnya Dev ?”
“Itu ada “ucap Dev sambil menunjuk pohon beringin yang dibentuk bonsai.
“Ohh itu”
“Ahhhh..... Capek banget “
“Kamu tinggal duduk aja Ca, tapi ngaku capek lah, ngaku ginilah”
“Aku jadi sekamar dengan aku Ca ? “
“Aku bercanda kok, kamar disini banyak, pilih aja mau yang mana “
“Baiklah”ujar Hanum
“Istirahat aja dulu Num”
“Iya Dev”
Hanum sudah izin ke orang tuanya untuk liburan dengan keluarga Dev.
Ibu Hanum hanya berpesan jaga diri baik-baik, Ibu percaya pada Hanum dan Dev.
Saat Dev keluar untuk mengecek barang lagi, Hanum dan Ica ingin mengerjai Dev.
Ica dan Hanum bertukar kamar dan Ica menyuruh Hanum untuk chat Dev.
đź’¬*Hanum*
Dev... Aku tunggu dikamar
Dev yang merasa dapat durian runtuh mulai otw.
Dia berjalan perlahan didepan kamar Ica yang isinya Hanum itu.
“Num... Hanum... Ada apa ? “
Ica membungkus semua tubuhnya dengan selimut.
“Num ngomong dong ada apa ? “
“Aku grogi kamu panggil gini, kita kan baru sampai masak sudah langsung otw”ucap Dev malu-malu, seandainya Ica melihat ekspresinya pasti ia akan terbahak-bahak.
“Num kalau kamu nggak ngomong, aku buka ya”
Ica mengangguk perlahan.
“Taraaa.... “ucap Ica membuat Dev terbelalak.
“Kurang ajar kau ya !!! “
Dev mengejar Ica yang berlari menuju kamar Hanum untuk mendapatkan perlindungan.
“Dev udah itu aku yang punya rencana”
“Nggak mungkin kamu, pasti upil ini yang punya banyak akal, sini kamu Ca !!! “
__ADS_1