
Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...
Dukunganmu sangat berarti .
😍😍😍😍
🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺
“Nesa... Kamu tega sekali ! “
“Habisnya kamu norak sekali mana ada orang pesta pakai baju kayak gitu, makanya aku tukar pas kamu ke toilet” Ujar Nesa menang.
“Tapi Nes ini terlalu terbuka”
“Dah jangan banyak protes, pakai saja ! Sini aku perbaiki rambut kamu” Ujar Nesa tanpa dosa.
Ica berjanji akan berangkat sama-sama ke ultah Kak Alvian dan Ica akan kerumah Nesa dulu, karna ia meninggalkan gaunnya di tas Nesa saat ia terburu-buru waktu akan kesekolah karna lupa jadwal membersihkan apotek hidup.
Ica akhirnya menurut pada Nesa karna ia tak membawa gaun pengganti, ia sering memakai dress tapi yang ini terlalu terbuka.
Ica melihat pantulannya dicermin Nesa yang segede gaban.
“Kakiku nggak bagus Nes “rengek Ica.
“Mana “ucap Nesa sambil mengoleskan lipstik di bibirnya.
Nesa merasa kesal saat melihat kaki Ica yang lebih mulus dari kakinya.
“Tai kamu Ca, aku sampai nggak percaya kamu itu atlet ! “ujar Nesa karna kaki Ica yang mungil, putih serta ramping itu.
“Aku iri”ucap Nesa lagi.
“Apa aku pede Nes, aku sih sering pakai dress tapi nggak terbuka kayak gini”ujar Ica.
“Apa kamu harus mengulang kata-katamu Ca, jujur saja aku bosan dengarnya”
“Hehehe sorry deh Nes”
Ica dan Nesa berangkat bersama disopirin oleh sopir Ica.
“Saya jemput jam berapa Mba Ica ? “
“Jam sepuluh saja Pak, jika saya belum pulang, dobrak saja pintu rumah Alvian”ujar Ica dengan mimik wajah serius.
“Ya kali kamu ini Ca”ujar Nesa tertawa kecil.
“Makasih ya Pak, sudah anterin kita”
“Sama-sama Mba Nesa , yang happy ya”
“Iya Pak see you”ucap Nesa sambil mengedipkan matanya.
Pak Rahmat hanya tersenyum melihat tingkah Nesa yang lucu itu.
Ica berjalan mengendap-endap agar tidak terlihat dan itu membuat Nesa jengkel.
“Ca ngapain sih kamu, lagipula lepas tuh jaket, anak orkay(orang kaya)tapi kelakuan kayak orang gunung.
“Iya iya”
Ica akhirnya masuk dengan biasa tapi tak melepas jaketnya.
Nesa yang masih jengkel langsung menarik jaket Ica dan memegangnya.
“Awas kamu ya Ca”
Nesa meletakkan jaket Ica di dalam loker yang memang disiapkan oleh Alvian untuk menaruh barang.
Didepan Ica dan Nesa disambut oleh ART Alvian.
Alvian sedang duduk di kursi, begitu melihat Nesa ia langsung bangun dan menyambut pacarnya itu.
“Nes,, eh barengan sama Ica ya”
“Iya dong btw happy birthday ya pumpkin “ujar Nesa lalu matanya menyorot tajam kearah Ica.
Ica keliatan kikuk dan sibuk grasak grusuk menurunkan gaunnya.
Nesa memukul tangan Ica dan menyuruhnya untuk menyerahkan kado pada Alvian.
“Ehh happy birthday ya Kak Alvian “ujar Ica.
“Makasih ya Nesa, Ca ayo nikmati pestanya aku potong kue nanti jam sembilan”ujar Alvian.
“Okey”
“Ca kamu apaan sihh, norak ! “ujar Nesa kesal.
“Sorry “
Ica sadar ia diperhatikan oleh teman-teman Alvian apalagi teman Alvian adalah teman sekolahnya dan tahu siapa Ica, pasti mereka semakin kepo dengan Ica.
“Banyak cowok disini Nes”
“Baguslah, kamu bisa cuci mata”
“Di ekskul silat juga banyak cowok Nes”
“Tapi mereka bau Ca ! “
“Ehhh, Kak Alvian juga ikut silat ya Nes dan kamu bilang anak silat bau, namanya juga olahraga “
“Terserah deh “
Nesa merasa kesal dengan Ica yang masih sibuk dengan gaunnya.
“Kamu mau duduk dimana Ca ? “
“Hah ? “Ica kaget saat Nesa bertanya dengannya.
“Hah heh hah heh.... Mau duduk dimana ? “
Nesa menyorot semua kursi yang penuh dan ada kursi yang paling depan kosong.
“Mau disitu ? “Nesa menunjuk kursi terdepan.
“Ihh depan banget Nes ! “
__ADS_1
“Terus kamu mau dimana ?, atau kamu mau duduk jongkok dengan gaunnya itu” ejek Nesa.
“Ihh enggaklah Nes”
“Ayooo”
Padahal Ica begitu pede jika ia kepesta kantor atau arisan neneknya tapi kenapa saat ada yang ia kenal, ia langsung kikuk dan merasa tak pede seperti saat ini.
Ica menyuap bolu stoberi dan kue lainnya.
Sementara Nesa sibuk dengan hapenya ia berselfie ria.
Tanpa sepengetahuan Ica, Nesa memfoto Ica dengan caption.
Look...
Namun dengan wajah yang diblur.
Tapi seharusnya itu percuma karna jelas sebagian tahu itu Ica karna undangan Alvian banyak teman sekolahnya.
💃🏻💃🏻💃🏻💃🏻💃🏻💃🏻💃🏻💃🏻💃🏻💃🏻
“Ca, itu kamu ? “
Ica mendengar suara yang tidak asing.
Ya itu adalah Kak Damar, ia berdiri didepan Ica dengan stelan maroon.
“Eh iya Kak, Kakak kapan datang ? “
“Baru aja nih, ini kosong aku duduk disini ya ? “
“Emm boleh kok Kak”ujar Ica.
Kak Damar mengambil tempat duduk disisi kiri Ica dan Nesa ada dikanan.
Acara akan dimulai dan Nesa dipanggil oleh Alvian untuk nyanyi diatas panggung.
Happy birthday to you
🎤🎼🎹🎶
Happy birthday to you
🎤🎼🎹🎶
Happy birthday to you
🎤🎼🎹🎶
Happy birthday to Alvian
🎤🎼🎹🎶
Happy birthday to you
🎤🎼🎹🎶
Alvian meniup lilin dan memotong kue.
Ica melihat wajah bahagia Nesa, ia bersyukur karna Nesa cocok dengan Alvian.
Sementara Ica fokus pada Nesa, kak Damar malah fokus dengan Ica.
Ia melihat Ica dari atas hingga bawah.
“Ica lebih cantik dari biasanya “gumamnya dalam hati”.Tunggu kenapa aku jadi merhatiin Ica sih “batin Kak Damar.
Setelah selesai Alvian meminta lagu dansa untuk distell.
Terlihat banyak pasangan yang berdansa bersama.
Kak Alvian dan Nesa terlihat pro mirip jebolan kelas dansa papan atas.
“Ca kamu bisa dansa ? “
“Nggak bisa Kak”
“Masak sih, aku mau cari pasangan tapi nggak ada yang aku kenal “
“Sayangnya aku nggak bisa Kak”ujar Ica berbohong padahal ia ikut kelas dansa untuk acara-acara perusahaannya.
“Belajar yuk sama aku kalau kamu nggak keberatan”tawar Kak Damar.
“Aku malu Kak “
“Ngapain malu, kan lagi pesta “
“Nge jokes ya dah basi itu Kak ! “ujar Ica yang paham kearah mana Jokes dari Kak Damar.
“Eh... Kamu tahu ya Ca soal jokes itu”
“Tau dong “
Lagu dansa semakin membahana dipesta Kak Alvian dan banyak yang mulai terhanyut didalamnya.
Hanya Ica dan beberapa orang yang sibuk dengan makanannya dan ada juga yang menonton dansa itu.
Ternyata banyak orang hebat ditempat Kak Alvian.
“Ayo Ca” tawar Kak Damar lagi”
“Nggak deh Kak”
“Ca ayo dansa kamu kan pro ! “teriak si mulut ember Nesa.
“Benar yang dikatakan Nesa itu Ca “Kak Damar menunggu jawaban dari Ica.
“Bohong dia Kak”
Ica masih saja berkilah, tapi si Nesa memang manusia yang tidak bisa dikendalikan.
Ia menggamit tangan Ica dan mereka berdansa berdua.
Entah mengapa Ica terhanyut dengan melodi yang dilantunkan dan ia menikmatinya.
__ADS_1
Saat sedang syahdu, tanpa diketahui Ica Kak Alvian juga menggamit tangan Kak Damar.
Ica sangat terkejut apalagi sebuah ponsel mengabadikan moment Ica dan Kak Damar.
“Besok pasti hot”ujar anak itu.
Ica akhirnya menurut pada Kak Alvian dan Nesa, ia malu untuk menolak Kak Alvian tapi ia sangat murka dengan Nesa, yang Nesa lakukan adalah modus belaka.
Semua orang akhirnya asyik dengan dansa itu dan Kak Damar masih kaku dengan tarikan Alvian yang tiba-tiba itu.
Ica melirik Nesa karna takut jika Nesa marah padanya.
Namun si Nesa sudah tidak nampak batang hidungnya.
“Awas kau Nesa”batin Ica
Nesa yang dicari sedang sibuk berduaan dikamar Kak Alvian.
“Baby aku adalah milikmu malam ini”ujar Kak Alvian.
Nesa sibuk menjelajah tubuh Kak Alvian yang bidang itu.
“Aku takut Kak”ujar Nesa
“Jangan takut aku nggak akan berbuat lebih kok, aku tahu batasan”ucapnya sambil mengelus rambut Nesa.
Pukul sebelas lebih dan Nesa belum mengangkat telepon dari Ica.
“Isshhh Nesa ini kemana sih”ujar Ica kesal.
“Nes... Nes hapemu bunyi “ujar Kak Alvian.
“Emmm ini Ica Kak”ujar Nesa
“Kalau gitu angkat dong “Kak Alvian masih menciumi paha Nesa.
“Iya Kak, jangan gitu dong Kak geli”Nesa mendorong Kak Alvian .
“Habisnya kamu cantik sekali Nes”
📲
“NES !!! kamu lagi dimana, dah hampir jam sebelas lohh ini, kita kan janjian pulang jam sepuluh”
“Maaf Ca, aku nggak lihat jam, aku lagi di balkon sama Kak Alvian “ujar Nesa berbohong sembari memunguti gaunnya yang tercecer dikamar Kak Alvian.
“Cepat deh Nes, aku nggak enak sama ortu kamu”
“Iya Ca maaf ya”
Selesai pamit pada Kak Alvian Nesa sempat mencium Kak Alvian lagi.
Nesa Nesa
(Disini author benar-benar heran pada Nesa)
Ica menunggu dengan kesal tapi rasa kesalnya berubah saat melihat Nesa yang tersenyum.
“Abis berbuat kotor ya kamu Nes ? “Selidik Ica.
“Ihh apaan sih kamu Ca, nggak ada kok”Nesa berkilah padahal tadi dia dan Kak Alvian sedang melakukan.
“Ayo deh Nes pasti Papa Mama kamu khawatir “Ica membuka pintu mobilnya.
“Iya Ca”
Ica mengantarkan Nesa hingga depan rumah dan disambut oleh Papa Mamanya.
“Apa ortu Nesa nggak marah ya, tapi aku yakin dia percaya sama Nesa”. Ica masih khawatir dengan Nesa.
Ica merebahkan tubuhnya dikamar sementara ia berusaha mengingat kebersamaan dia dan Kak Damar dipesta Kak Alvian.
Ica merasa tersipu dengan Kak Damar, selama ini Ica sangat dekat dengan Kak Damar tapi tadi rasanya sungguh berbeda, tapi satu hal yang membuat Ica mengurungkan niat untuk dekat dengan Kak Damar, ia sudah berjanji tak akan pacaran. Kemudian itu berhasil ia lakukan hingga kelas 11 SMA, ia tak mau pokoknya.
“Aku harus kuat ,jangan sampai aku tergoda Kak Damar yang banyak mantannya itu”batin Ica.
Disekolah
Kelas 11 IPS
“Ca, kamu ada rencana nggak ? “
“Rencana apa Nes ? “
“Gangguin Dio”
“Ada sih tapi belum tahu mau bikin apa ? “
“Emmm, apa ya bagaimana kalau “
Nesa berbisik pada Ica sambil tertawa cekikikan.
“Tapi dia jarang ke toilet”
“Pas oolahraga, suruh Gilang sama Fabian”
“Fabian sibuk bucin”ujar Ica
“Kalau jam pelajaran, mana ada dia bucin”ujar Nesa.
“Bisa juga sih, nanti aku yang ngomong lewat chat ya”
“Sipp, eh Dio datang “
Ica dan Nesa terdiam lalu membicarakan hal lain.
“Nes kemarin ortumu marah nggak “
“Nggak sih Ca, kan aku pulang sama kamu, aku bilang mobil kamu habis bensin “
“Heh ! Ica yang tadinya ingin basa basi malah menganga karna ia dijadikan kambing hitam, sementara ia enak-enakan bareng Kak Alvian dan bahkan ia jadi pengalihan isu antara Kak Alvian dan Nesa.
“Maaf ya besti”
“Iya deh gpp tapi lain kali jangan kayak gitu ya”
“Iya iya maaf ya”
__ADS_1
“Dasar ! “