BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Tujuh Puluh Sembilan


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍😍


🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


“Kamu pacaran Ca sama Kak Damar” Ica sangat terkejut dan menoleh ke kiri dan kanan hingga akhirnya mendapatkan sumber suara itu.


“Ngomongnya jangan keras nanti aku digosipin lagi Nay”


Ternyata yang berbicara adalah Nala saat ini sedang waktu istirahat dan Ica lagi bersantai di ruang ganti.


“Wajar kalau kamu digosipin Ca secara kamu itu cantik, punya sekolah pula “


“Iya kalau yang diomongin bagus kalau nggak ? “


“Jadi kamu emang pacaran ? “


“Enggak “


“Pedekate” (Pendekatan)


“Terus kok bisa bareng”


“Aku aja nggak tahu Kak Damar kerumah, posisiku lagu tidur terus Dev bangunin aku dan bilang Kak Damar ada diluar.


Awalnya aku malas bangun tapi saat mendengar nama Kak Damar nyawaku langsung terkumpul. Bahkan apa kau tahu Nay, bajuku ini terbalik saking buru-burunya. “


“Astaga terus muka kamu dah kamu ambil ? “


“Behhh aku awalnya mau ganti muka aku sama Nagita Slavina tapi terlalu jauh”


“Pasti deh kamu malu banget”


“banget dan banget tapi aku berusaha stay cool padahal aslinya aku pengen menghilang “


“Menurut kamu apa Kak Damar suka sama kamu Ca”


“Aku ? Kak Damar suka ama aku . Aku yang urakan dan suka gangguin orang lain disukain sama Kak Damar yang notabenenya siswa populer, teladan dan sering ikut Olimpiade itu ?.


Pasti jalan ini lagi sebentar akan bergetar. “


“Lahh mana tahu Ca”


“Kita kan dah kenal sama Kak Damar dia mantannya itu anggun dan sopan bukan kasar kayak aku”


“Silat kan nggak kasar Ca”ucap Nala.


“Tetap saja itu tak mungkin Nay.”(Nay adalah panggilan akrab Nala)


“Kalau ada cowok tiba-tiba jemput pasti dia sudah ada rasa Ca”


“Tapi dia kan baru putus dari Jessi Nay”


“Kalau sama Jessi itu pasti dia nggak serius aku yakin kok, Jessi cabe kayu itu mana ada harganya palingan jadi cabe bubuk buat makanan murah yang bikin batuk itu”ujar Nala kesal saat Ica menyebut Jessi.


“Kok kamu kesel sekali pas aku sebut Jessi “


“Aku nggak suka pas dia pacaran sama Jessi, Jessi itu pacaran sama Kak Damar tapi dia tebar pesona sama atlet yang lain. “


“Aku pikir cuma aku yang nyadar “


“Semua nyadar kok Ca tapi lebih milih diem”


“Oh gitu”


Saat sedang mengobrol Kak Damar datang dari arah pintu masuk ruang ganti.


“Kalian lagi apa, waktu istirahat sudah lewat “


“Oh aku kira masih Kak “jawab Ica.


“Menjawab lagi ya ! jangan kira aku sering ngobrol sama kamu jadi kamu bisa seenaknya jawab aku Ca”


“Lahhh masalahnya apa sih Kak ? “ Ica bingung dengan Kak Damar yang mood swing.


“Sudah diam saja dan kembali ke lapangan !!! jawab Damar dengan tegas dan setengah membentak.


Ica diam dan kembali ke lapangan bersama dengan Nala yang masih terkejut dengan bentakan Kak Damar.


Nala dan Ica tak berani lagi bicara saat latihan hingga menjelang pulang,mereka berdua seperti patung hidup.



“Ca aku duluan ya”ujar Nala pada Ica.


“Iya “Ica mencuci mukanya dan melap dengan handuk.


“Ca ayo pulang”ujar Kak Damar mengejutkan Ica dia agak terlonjak.

__ADS_1


“Aku pikir nggak mau ajak aku pulang”ujar Ica ketus.


“Hahaha ngambek ya “Kak Damar mendekati Ica hingga Ica harus mundur beberapa langkah.


“Aku sengaja kayak gitu biar Nala nggk curiga “


“Dia mau curiga apa, kan kita nggak pacaran lagi pula sok tegas didepan aku”


“Emang mau pacaran ? “


“Aku nggak akan kepancing dua kali”ujar Ica mencibir.


“Dihhh sok imut “sambil mencubit pipi Ica yang lembut.


“Ayo deh keburu malam nanti Dev bisa bunuh aku”


“Ayo “ujar Ica kemudian mengikuti Dev ke parkiran.


“Kita beli cemilan sebelum pulang”ajak Kak Damar.


“Boleh deh , aku baru mau ajak Kakak”


“Berarti kita sehati dong “


“Nggaklah emang lagi samaan lapar kan habis latihan”


“Iya juga sih”


Kak Damar memacu motornya dengan kencang agar segera sampai ke street food yang tak jauh dari sekolahnya.


“Mau beli takoyaki nggak ? “


“Boleh deh Kak”


Ica dan Kak Damar berhenti distand takoyaki.


“Kamu mau yang isian apa ? “


“Sosis aja Kak”


“hemmm” Kak Damar menahan tawanya.


Ica memicingkan matanya dan tahu apa isi otak Kak Damar , ia ingin mentoyor kepala Kak Damar didepan dagang takoyaki yang bingung.


“Aku yang isi bakso aja bang “ujar Kak Damar lalu membayar takoyakinya.


“Minumannya apa ? “


“Boleh aku beli dulu ya, kamu tunggu disini”ujar Kak Damar dan berjalan menuju dagang es jeruk peras yang berada dia lokal dari dagang takoyaki.


“Oke besti”


“Besti pas ada maunya”


“Iya dong “jawab Ica dengan jujur kacang ijo.


Setelah selesai dengan urusan perut.


Ica dan Kak Damar segera pulang agar tidak dimarahin Dev dan si Dev malah lupa Ica pergi dengan Kak Damar, ia asyik menonton dikamarnya dan membuat kamarnya ala-ala bioskop.


“Kayaknya aku lupa sesuatu deh “batin Kak Damar “tapi apa ya ? “.


“Makasih buat hari ini Kak”ujar Ica pada Kak Damar.


“Iya sama-sama Ca, kamu mau nggak setiap latihan aku jemputin ? “tanya Kak Damar dengan hati-hati.


“Emm jangan deh Kak, aku nggak enak nanti kita digosipin lagi. “


“ Iya juga sih kasihan di kamunya “ujar Kak Damar iba.


“Kalau aku sih biasa digosipin yang kasihan itu Kakak, karna disekolah Kakak itu nggak punya cela dan bisa dikatakan sempurna. Aku nggak mau Kakak kena gosip gara-gara aku. “


“Ca kita nggk bisa stop orang lain ngomong apapun tentang kita , hal itu emang biasa “


“Iya tapi aku tetap jaga image Kakak “


“Sudahlah Ca jangan terlalu dibawa beban, pokoknya kalau ada waktu pasti aku jemput kamu ya. Lagipula Dev sudah izinin aku buat ajak kamu pergi. “


“Nah itu yang ingin aku tanya Kak, kok bisa Kakak ambil hatinya Dev “


“Mungkin dia percaya aja Ca, oiya aku balik dulu ya sudah mau magrib”


“Oh iya Kak hati-hati ya”


Kak Damar mengangguk dan menstater motornya kemudian melaju, membelah jalan yang sudah mulai merangkak gelap.


Ica mencari Dev di setiap sudut ruangan tetapi orangnya tidak terlihat dari radar.


Ica membuka kamar dan terkejut saat melihat suasana kamar Dev yang gelap dan suara tivi yang besar.


“Nggak tulikah ? “ujar Ica pada Dev yang sedang duduk bersandar.

__ADS_1


“Kamu nggak ada permisi masuk kamar cowok”ujar Dev.


“Ahhh kayak orang lain aja”


“Walaupun “


“Iya iya si paling ketok pintu kamar aku”ujar Ica lalu ikut duduk disamping Dev , lebih tepatnya rebahan.


“Kamu pulang sama siapa ? “


“Kak Damar kan, apa Kakak lupa ? “Ica melirik Kak Damar yang masih fokus dengan film actionnya.


“Oh iya aku lupa sekarang dimana dia ? “


“Sudah balik dia “


“Ohh gitu “


Dev dan Ica sekarang malah asyik colab nonton film action.


“Yang ceweknya malah maco ya Kak”


“Iya cewek maco itu jarang jadi pemeran utama”


“Bener Kak”


Ica mengambil cemilan didekat Dev dan meneguk minumannya.


“Emmmm habis semuanya habis ! “ujar Dev pada Ica.


“Sedikit aja stokmu masih banyak tuh”


“Iya tapi kamu malas ngambilnya”


“Iya nanti aku ambil deh”


Ica berguling-guling di karpet bulu milik Dev.


“Dih sudah kayak trenggiling kamu Ca”


“Trenggiling mana ada cantik kayak aku ? “


“cantik ? Cantik darimana “


“Dasar bisanya mencela aja ! “


“Aku ngomong fakta hanya karena kamu anak pengusaha bukan berarti kamu cantik “ujar Dev dengan kasar dan menyebalkan.


“Awas bagus ya kau Dev”ujar Ica lalu mendorong Dev dan menggelitiki Dev.


“Eh Ica ini nggak lucu ! Icaaaaa........” Teriak Dev dengan kencang tetapi tetap saja kalah dengan suara tivi yang volumenya sudah mirip acara hajatan. “


Ica tak peduli dengan rengekan Dev, dia terus menggelitiki hingga wajah Dev memerah.


“Ampun Ca ampun Ica ! “


“Iya aku lepasin nih awas ya kalau ngatain aku”Ica kembali ke posisi awalnya dan duduk dengan tenang.


Dev yang sekarang melirik Ica dan mendorongnya dengan keras.


Dev menahan Ica agar tidak bisa bangun.


“Dev katanya udahan “


“Nggak adil dong “


“Looh kok gitu”


“Bersiaplah “ujar Dev dengan wajah jahatnya.


“Dev Ica makan malam”


“yess”ucap Ica.


Ica berusaha kabur tapi Dev tak memberi ruang.


“Pokoknya aku belum puas kalau nggak dapat gangguin kamu”


“Dev sudah di panggil loh kita “


“ Biarin aja”


Dev mendekat kearah Ica dan mengecup dahi Ica.


“Bangun deh “ujar Dev pada Ica.


Ica terdiam karna heran dengan sikap Dev.


“Jaga dirimu baik-baik ya Ca, aku sayang kamu tapi tak selamanya aku bisa terus sama kamu”


“Iya Kak”ucap Ica salting dengan sikap Dev, Ica yakin jika Dev dengan cover ini ketampanannya menambah lagi lima mili.

__ADS_1



__ADS_2