BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Empat puluh tiga


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍


đŸŒșđŸŒșđŸŒșHappy ReadingđŸŒșđŸŒșđŸŒș


“ibu Kok jadi serius gitu”ujar Hanum kemudian duduk.


“Yovi itu kan sudah lama temenan sama kamu”


“Iya kalau yang itu aku sudah tahu”ujar Hanum.


“Dia mau melamar kamu” Ujar Ibu Hanum sambil menunduk warna wajahnya tak lagi seceria biasanya.


“Sejak kapan Bu, apa Ibu tak cerita sama Yovi kalau aku sudah punya pacar ? “ucap Hanum pada Ibunya dengan sorot mata yang sedih.


“Maafkan Ibu Hanum, menurut Ibu Yovi lebih cocok sama kamu, karna kalian sudah lama saling mengenal”


“Terus menurut Ibu Dev nggak baik gitu ? “ Ujar Hanum kecewa dengan Ibunya.


“Bukan begitu Hanum, Ibu hanya tak mau kamu sakit hati saja, Ibu sudah tahu siapa Dev itu dan berapa banyak perempuan yang mengincarnya” Ibu Hanum menjelaskan.


“Maaf Bu katakan saja pada Yovi jika aku menolaknya karna aku punya pacar”ujar Hanum tegas.


Saat itu pula Yovi datang kerumah Hanum.


“Hanum.... Aku datang”


Hanum melihat Yovi dengan kesal, apa ia memanfaatkan kedekatannya selama ini untuk menaruh perasaan pada Hanum.


“Duduk dulu Yovi”ujar Ibu Hanum mempersilahkan.


“Tak perlu duduk Yovi, aku menolak lamaranmu”ucap Hanum.


“Ohh Ibu sudah cerita ya sama Hanum, Num pikirkan lagi aku dan Dev itu berbeda lagi pula Dev itu banyak yang ngincar”ujar Yovi.


“Apa yang kamu ketahui tentang Dev, kamu tak tahu apapun Yovi”Hanum merasa kesal karna Yovi menjelekkan Dev hanya untuk menarik simpati Hanum.


“Baiklah....pikirkan sekali lagi Hanum, jika ia serius padamu mengapa ia tak melamar kamu ? Tidak sepertiku”.


“Melamar tak semudah yang kau katakan Yovi, pasti dia juga sudah memikirkannya aku yakin dan jangan manfaatkan kedekatan kamu dan aku agar aku merasa bahwa aku harus suka padamu”ujar Hanum dengan mimik wajah serius.


“Baiklah, aku harap kau takkan menyesal Hanum”ujar Yovi kemudian pergi dengan dada yang membara karna Hanum sama sekali tidak memiliki perasaan padanya sedikitpun.


Hatinya benci dan kecewa sikap baik Hanum hanya karna mereka akrab saat kecil, ia terlalu berharap lebih pada Hanum.


“Num”ujar Ibu Hanum.


“Maafkan Hanum Bu, Hanum sudah menetapkan hati aku pada Dev, karna aku yang akan menjalaninya”ujar Hanum dengan bibir yang bergetar.


Keesokannya Hanum jalan-jalan dengan Dev.


Namun Hanum lebih pendiam dari biasanya, emang Hanum jarang bicara tapi sikapnya kali ini agak kikuk dan sering termenung saat ditanya.


“Num... Apa yang menganggu kamu ? “tanya Dev saat duduk di taman.


“Aku mau jujur sama kamu Dev”ujar Hanum dengan rona wajah sedih.

__ADS_1


“Jujur tentang apa ? “Dev heran karna hampir dua bulan bersama baru kali ini Hanum bersikap serius.


“Kemarin Yovi datang kerumah dan sebelumnya Yovi bilang ke Ibu, jika ia ingin melamar aku”


Jantung Dev mulai berdetak kencang dan darahnya seakan berhenti mengalir.


“Terus kamu bilang apa ? “


Tanya Dev sambil menenangkan dirinya.


“Aku menolak karna aku sudsh ada kamu, meskipun dulu aku akrab dari kecil dengannya, bukan berarti aku suka padanya Dev”Hanum menunduk.


“Makasi ya Hanum sudah cinta dan percaya sama aku dan jika waktunya sudah tepat dan persiapan aku telah matang, aku pasti melamar kamu, tak mungkin aku meninggalkan kamu Num”


“Terima kasih Dev”


“Jika kau mau hari ini , aku ajak kamu ke rumahku ya, untuk makan malam”


Dev membuat Hanum menjadi ceria kembali.


“Ayo selesaikan makannya Num “ujar Dev.


“Iya Dev”


🍐🍐🍐🍐🍐🍐🍐🍐🍐


Sesuai yang dikatakan Dev dia mengajak Hanum untuk kerumahnya.


Hanum sangat deg degan karna ia tahu bahwa ia akan bertemu dengan Ibu Dev, Dev yang ia kira karyawan biasa ternyata seorang pemilik perusahaan yang bahkan dia sendiri tak lolos saat melamar disana.


Hanum melihat rumah Dev yang begitu besar, tiga kali lipat dari rumahnya.


Tiga... Tiga orang.


Hanum menelan ludahnya yang kini terasa pahit.


“Ayo Num”


“Iya Dev”


Dev membuka pintu dan langsung menuju ruang makan.


“Mahh.... “


Mamanya yang terkejut karna suara Dev yang nampak terburu, itu dengan mimik wajah yang tak kalah serius juga.


“Ada apa Dev, kamu datang pas mau makan malam, Mama pikir kamu mau makan diluar “


Ujar Mama Dev kemudian menyiapkan piring untuk Dev.


“Mah tambah piringnya lagi satu ya”pinta Dev.


“Ada yang datang ? “tanya Mama Dev sambil melihat kearah pintu ruang makan.


Terlihatlah Hanum yang sedang mematung.


“Lohhh kok kamu biarin Hanum disana ? “Mama Dev marah dan menyambut Hanum.


“Ayo Hanum duduk dan makan malam bersama” tawar Mama Dev.

__ADS_1


“Iya Tante”ujar Hanum malu-malu karna rumah Dev sangat bersih.


“Dev... Kamu nggak punya otak ya, seharusnya langsung ajak Hanum masuk”


“Hehe iya maaf Ma”ujar Dev cengengesan dan salting.


“Hanum makan dulu ya”ujar Mama Ica.


“Kamu ada alergi nggak ? Soalnya ada seafood juga”ujar Mama Ica .


“Aku nggak ada alergi Tante”ucap Hanum sambil menyendok nasi.


“Nenek mana Ma ? “tanya Dev.


“Lagi nggak enak badan tadi sudah tidur”


“Sudah ke dokter ? “tanya Dev.


“Cuma masuk angin katanya, kamu tahu kan Nenek kamu kayak gimana ? “


“Iya Ma”Dev mengambil udang bola-bola goreng.


“Hanum biasa aja disini, jangan tegang” Mama Dev mencairkan suasana.


“Iya Tante”


“Kita sama aja kok” ucap Mama Ica.


Hanum merasa bersyukur disambut baik oleh Mama Dev, dia pikir Mama Dev akan mengusirnya karna tahu dia miskin.


“Jadi kamu kapan nikahnya Dev ? “tanya Mamanya.


“Tergantung Hanum saja Ma “Dev bicara tanpa beban membuat Hanum menganga.


“Bagaimana Hanum ? “Mama Ica bertanya pada Hanum .


“Saya orang miskin Tante, apa Tante nggak tanya asal usul saya ? “ucap Hanum.


“Asal usul apa bagi Tante yang penting saling mencintai Num, jangan menganggap rendah dirimu yang Tante punya juga hanya titipan, Tante yakin dengan rasa cinta kalian akan langgeng “Mama Dev menjelaskan pada Hanum.


“Aku bersyukur Tante, Tante orang yang seperti ini, aku sangat terharu saat aku tahu Dev pemilik perusahaan Montana, aku sangat terkejut dan ingin putus darinya karna aku takut akan mempermalukan dia Tante .


“Num... Kamu datang ke keluarga yang tepat karna orang tua Tante selalu mengajarkan bahwa kita sama di hadapan Tuhan Num “


“Iya Tante saya mengucapkan terimakasih”


“Sama-sama Hanum “


“Ma btw Ica mana ? “


“Dia juga lagi nggak enak badan mending kamu sapa dia deh “ujar Mama Ica.


“Iya Ma, ayo Num”


“Oke, saya permisi dulu Tante”


“Iya Num”


“Astaga baru kali ini aku melihat gadis yang begitu tulus dengan Dev”batin Mama Ica.

__ADS_1


__ADS_2