
Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...
Dukunganmu sangat berarti .
đđđ
đșđșđșHappy Readingđșđșđș
âibu Kok jadi serius gituâujar Hanum kemudian duduk.
âYovi itu kan sudah lama temenan sama kamuâ
âIya kalau yang itu aku sudah tahuâujar Hanum.
âDia mau melamar kamuâ Ujar Ibu Hanum sambil menunduk warna wajahnya tak lagi seceria biasanya.
âSejak kapan Bu, apa Ibu tak cerita sama Yovi kalau aku sudah punya pacar ? âucap Hanum pada Ibunya dengan sorot mata yang sedih.
âMaafkan Ibu Hanum, menurut Ibu Yovi lebih cocok sama kamu, karna kalian sudah lama saling mengenalâ
âTerus menurut Ibu Dev nggak baik gitu ? â Ujar Hanum kecewa dengan Ibunya.
âBukan begitu Hanum, Ibu hanya tak mau kamu sakit hati saja, Ibu sudah tahu siapa Dev itu dan berapa banyak perempuan yang mengincarnyaâ Ibu Hanum menjelaskan.
âMaaf Bu katakan saja pada Yovi jika aku menolaknya karna aku punya pacarâujar Hanum tegas.
Saat itu pula Yovi datang kerumah Hanum.
âHanum.... Aku datangâ
Hanum melihat Yovi dengan kesal, apa ia memanfaatkan kedekatannya selama ini untuk menaruh perasaan pada Hanum.
âDuduk dulu Yoviâujar Ibu Hanum mempersilahkan.
âTak perlu duduk Yovi, aku menolak lamaranmuâucap Hanum.
âOhh Ibu sudah cerita ya sama Hanum, Num pikirkan lagi aku dan Dev itu berbeda lagi pula Dev itu banyak yang ngincarâujar Yovi.
âApa yang kamu ketahui tentang Dev, kamu tak tahu apapun YoviâHanum merasa kesal karna Yovi menjelekkan Dev hanya untuk menarik simpati Hanum.
âBaiklah....pikirkan sekali lagi Hanum, jika ia serius padamu mengapa ia tak melamar kamu ? Tidak sepertikuâ.
âMelamar tak semudah yang kau katakan Yovi, pasti dia juga sudah memikirkannya aku yakin dan jangan manfaatkan kedekatan kamu dan aku agar aku merasa bahwa aku harus suka padamuâujar Hanum dengan mimik wajah serius.
âBaiklah, aku harap kau takkan menyesal Hanumâujar Yovi kemudian pergi dengan dada yang membara karna Hanum sama sekali tidak memiliki perasaan padanya sedikitpun.
Hatinya benci dan kecewa sikap baik Hanum hanya karna mereka akrab saat kecil, ia terlalu berharap lebih pada Hanum.
âNumâujar Ibu Hanum.
âMaafkan Hanum Bu, Hanum sudah menetapkan hati aku pada Dev, karna aku yang akan menjalaninyaâujar Hanum dengan bibir yang bergetar.
Keesokannya Hanum jalan-jalan dengan Dev.
Namun Hanum lebih pendiam dari biasanya, emang Hanum jarang bicara tapi sikapnya kali ini agak kikuk dan sering termenung saat ditanya.
âNum... Apa yang menganggu kamu ? âtanya Dev saat duduk di taman.
âAku mau jujur sama kamu Devâujar Hanum dengan rona wajah sedih.
__ADS_1
âJujur tentang apa ? âDev heran karna hampir dua bulan bersama baru kali ini Hanum bersikap serius.
âKemarin Yovi datang kerumah dan sebelumnya Yovi bilang ke Ibu, jika ia ingin melamar akuâ
Jantung Dev mulai berdetak kencang dan darahnya seakan berhenti mengalir.
âTerus kamu bilang apa ? â
Tanya Dev sambil menenangkan dirinya.
âAku menolak karna aku sudsh ada kamu, meskipun dulu aku akrab dari kecil dengannya, bukan berarti aku suka padanya DevâHanum menunduk.
âMakasi ya Hanum sudah cinta dan percaya sama aku dan jika waktunya sudah tepat dan persiapan aku telah matang, aku pasti melamar kamu, tak mungkin aku meninggalkan kamu Numâ
âTerima kasih Devâ
âJika kau mau hari ini , aku ajak kamu ke rumahku ya, untuk makan malamâ
Dev membuat Hanum menjadi ceria kembali.
âAyo selesaikan makannya Num âujar Dev.
âIya Devâ
đđđđđđđđđ
Sesuai yang dikatakan Dev dia mengajak Hanum untuk kerumahnya.
Hanum sangat deg degan karna ia tahu bahwa ia akan bertemu dengan Ibu Dev, Dev yang ia kira karyawan biasa ternyata seorang pemilik perusahaan yang bahkan dia sendiri tak lolos saat melamar disana.
Hanum melihat rumah Dev yang begitu besar, tiga kali lipat dari rumahnya.
Tiga... Tiga orang.
Hanum menelan ludahnya yang kini terasa pahit.
âAyo Numâ
âIya Devâ
Dev membuka pintu dan langsung menuju ruang makan.
âMahh.... â
Mamanya yang terkejut karna suara Dev yang nampak terburu, itu dengan mimik wajah yang tak kalah serius juga.
âAda apa Dev, kamu datang pas mau makan malam, Mama pikir kamu mau makan diluar â
Ujar Mama Dev kemudian menyiapkan piring untuk Dev.
âMah tambah piringnya lagi satu yaâpinta Dev.
âAda yang datang ? âtanya Mama Dev sambil melihat kearah pintu ruang makan.
Terlihatlah Hanum yang sedang mematung.
âLohhh kok kamu biarin Hanum disana ? âMama Dev marah dan menyambut Hanum.
âAyo Hanum duduk dan makan malam bersamaâ tawar Mama Dev.
__ADS_1
âIya Tanteâujar Hanum malu-malu karna rumah Dev sangat bersih.
âDev... Kamu nggak punya otak ya, seharusnya langsung ajak Hanum masukâ
âHehe iya maaf Maâujar Dev cengengesan dan salting.
âHanum makan dulu yaâujar Mama Ica.
âKamu ada alergi nggak ? Soalnya ada seafood jugaâujar Mama Ica .
âAku nggak ada alergi Tanteâucap Hanum sambil menyendok nasi.
âNenek mana Ma ? âtanya Dev.
âLagi nggak enak badan tadi sudah tidurâ
âSudah ke dokter ? âtanya Dev.
âCuma masuk angin katanya, kamu tahu kan Nenek kamu kayak gimana ? â
âIya MaâDev mengambil udang bola-bola goreng.
âHanum biasa aja disini, jangan tegangâ Mama Dev mencairkan suasana.
âIya Tanteâ
âKita sama aja kokâ ucap Mama Ica.
Hanum merasa bersyukur disambut baik oleh Mama Dev, dia pikir Mama Dev akan mengusirnya karna tahu dia miskin.
âJadi kamu kapan nikahnya Dev ? âtanya Mamanya.
âTergantung Hanum saja Ma âDev bicara tanpa beban membuat Hanum menganga.
âBagaimana Hanum ? âMama Ica bertanya pada Hanum .
âSaya orang miskin Tante, apa Tante nggak tanya asal usul saya ? âucap Hanum.
âAsal usul apa bagi Tante yang penting saling mencintai Num, jangan menganggap rendah dirimu yang Tante punya juga hanya titipan, Tante yakin dengan rasa cinta kalian akan langgeng âMama Dev menjelaskan pada Hanum.
âAku bersyukur Tante, Tante orang yang seperti ini, aku sangat terharu saat aku tahu Dev pemilik perusahaan Montana, aku sangat terkejut dan ingin putus darinya karna aku takut akan mempermalukan dia Tante .
âNum... Kamu datang ke keluarga yang tepat karna orang tua Tante selalu mengajarkan bahwa kita sama di hadapan Tuhan Num â
âIya Tante saya mengucapkan terimakasihâ
âSama-sama Hanum â
âMa btw Ica mana ? â
âDia juga lagi nggak enak badan mending kamu sapa dia deh âujar Mama Ica.
âIya Ma, ayo Numâ
âOke, saya permisi dulu Tanteâ
âIya Numâ
âAstaga baru kali ini aku melihat gadis yang begitu tulus dengan Devâbatin Mama Ica.
__ADS_1