BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Tiga Belas


__ADS_3

🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


“Hangat banget ya beritanya kayak oven”


“Iya... Aku nggak nyangka loo dia kayak gitu, bisa-bisanya jadi pelakor padahal kan cantik”


Nesa berhenti sejenak kemudian berjalan lagi.


Telinganya memang memakai headphone tapi ia mendengar dengan jelas, pembicaraan tersebut.


“Pasti gara-gara Kak Damar kemarin”batin Nesa.


“Kenapa sih orang-orang sangat suka membicarakan Ica, apalagi tentang keburukan dia”


Nesa melihat Ica sudah ada dikelas, tak biasanya.


Ica tampak menyedot susu kotak.


“Ca... Tumben kamu sudah datang”


“Iya... Lagi pengen aja”


“Aku sih malu ya katanya punya sekolah terus nyari cowok aja harus berebut sama aku iyuuuu”


“Ca... Sabar”


Ica menarik nafas panjang dan fokus pada hapenya.


“Ehhh.... Jess.... Coba deh kalau kamu nggak datang pasti dia sudah iiiii.... Aku nggak bisa bayangin deh”


“Iya duh aku harus jaga Kak Damar dehhh”


“Benar dia kan cowokmu sekarang “


“Kok bisa sih Ca, apa gara-gara aku kamu diginiin ama mereka, beritanya viral banget looh di sosmed Ca ? “


“Dia salah paham, kan aku biasa ngomong sama Kak Damar secara dia senior aku”


“Isshhh kok dia kayak gitu”


“Biasa dia akan nyari sekecil apapun kesalahan aku Nes”


“Kok gitu sihh !!! “


“Percuma orang iri hati ya gitu”


“Aku jadi nggak enak sama kamu Ca”


“Kok kamu yang nggak enak sihh , dah jangan pikirin”


“Iya deh btw, aku belum jadi PR IPA nya”


“Salin aja, kalau ada yang mau tanya, tanya aja deh”


“Tengkyuu”


Hingga bel berbunyi Gilang belum juga datang, Ica dan Nesa celingak celinguk.


“Gilang ngga masuk Ca”


“Iya”


“Dia ada chat kamu nggak ? “


“Nggak ada “ Ica melirik layar hapenya.


“Tumben banget ya”


“Iya”


“Ehhh Alex Fabian, Gilang telat atau gimana ? “


“Nggak tahu tuh Ca, tapi kalau telat nggak mungkin deh kan dia selalu ontime alias pas banget datangnya.


“Tunggu berita dari Bu Guru aja Ca”sahut Fabian


“Iya”


☀☀☀☀☀☀☀☀☀☀☀☀☀☀☀☀


Guru IPA pun masuk , Ica Dan Nesa menyimak.


“Hari ini Gilang tidak masuk, Papanya menelepon katanya Gilang kecelakaan “


“Apaaaa !!! “


Seisi kelas sangat terkejut dengan pernyataan dari Bu guru.


“Kita do’akan Gilang lekas sembuh dan bergabung kembali dengan kita ya”


“Iya Bu”


“Ibu ada kasih PR kan, tolong Ica dikumpulkan “


“Baik Bu”

__ADS_1


Ica mengambil semua buku milik temannya dan mengumpulkan untuk diperiksa.


Untuk pelajaran selanjutnya Ibu ingin kalian mengurus hewan peliharaan, untuk nilai kenaikan.


“Baik Bu”


Saat istirahat Ica dan gengnya berkumpul di kantin.


Satu meja yang bisa menampung sepuluh orang itu hanya di tempati oleh mereka berempat saja.


“Kasian ya Gilang, nanti kita jenguk ya”


“Iya”


“Kamu mau bawain apa Ca ? “


“Kita beli buah aja kayak di tivi_tivi itu, biasanya kalau orang sakit dibawain buah yang besar itu” serobot Fabian


“Itu namanya parcel buah”


“Yaaa aku juga mau bilang gitu tadi”ujar Fabian.


“Bilang aja kamu nggak tahu”


“Aku tahu kok”


“Sudah nyerobot jawaban terus salah lagi, kalau aku sih mending buang diri ke Mars, tinggal sama Alien”


“Nesa.... Nesa salah sedikit kayak aku sudah melakukan sesuatu yang harus dituntut dimeja hijau gitu”


“Emang aku ngomong gitu kan wajar-wajar aja masih standar lah”


“Dihhh ribut terus kalian, mau aku kasih makan biawak itu” ujar Ica melihat biawak yang kebetulan lewat layaknya model catwalk.


“hiiiiiiii.... “menjerit juga kau Fabian sama Alex, nggak cocok sekali kalian jerit-jerit.


“Kita kaget looh Ca, apalagi itu biawak beneran”


“Banyak omong”


Ica, Nesa, Alex dan Fabian memutuskan untuk naik mobil Ica kerumah Gilang .


“Ingat sampai rumah Gilamg jangan ribut” ujar Ica pada Fabian dan Alex.


“Kok ngasi taunya ke kita aja, Nesa juga dong”


“Nesa nggak mungkin ribut, ya kan Nes ... Nesa”


Nesa nampak terkejut dengan omongan Ica, nampaknya Nesa sedang melamun.


“Iya Ca” balas Ica


“Iya”


“Kamu bawa buahnya Lex”


“Iya Ca”


“Pak... Nanti aku telepon ya kalau aku sudah pulang, aku juga sudah izin sama Mama”


“Baik Mba Ica”


Ica mengetuk pintu rumah Gilang dan yang keluar adalah ART Gilang.


“Siapa ya ? “


“Kita temannya Gilang Mba,mau jenguk Gilang,Gilangnya ada ? “


“Ada... Lagi dikamar mari saya antar”


“Ayo... “


Ica melihat Gilang yang sedang rebahan sambil nonton tivi.


“Ehhh... Kalian datang”


“Iya nih kita khawatir sama kamu”ucap Nesa.


“Ica kamu nggak khawatir sama aku ? “tanya Gilang.


“Nggak... Biasa aja, aku tahu kamu kuat kok”ujar Ica berbohong.


Bagaimanapun ia juga khawatir namun tidak ingin menunjukkannya pada Gilang maupun temanya yang lain.


“Kamu sudah makan ? “


“Sudah kok”


“Gimana kronologinya ? “


“Ohh... Aku Cuma hindarin kucing lewat kok”


“Beneran, kucing apa kucing yang ini sambil nunjukkin foto cosplay kucing pada Gilang.


“Kucing beneran, terus aku jatuh kayak gini”

__ADS_1


“Emangnya kamu kemana sih Gilang, kok bisa jatuh kayak gitu ? “


“Aku keluar mau beli jajanan, biasa pakai cemilan kalau lagi nonton”


“Ohh gitu, Mama Papa kamu kemana ? “


“Kerja “ujar Gilang menunduk


“Ohhh gitu”


Suasana menjadi agak dingin setelah membahas orang tua.


Semua nampak diam karna sadar mereka juga punya orang tua yang tak jauh beda dengan Gilang yaitu semuanya punya pekerjaan masing-masing dan jarang dirumah.


“Ehhh Lex... Jauhin kaki aku dong, aku takut kamu sentuh soalnya masih sakit” ujar Gilang untuk mencairkan suasana.


“Mana ada aku terlalu dekat, aku pegang beneran ntar ya”


“Jangan dong !!! “pekik Gilang


“Oh iya Gilang, mau apel aku kupasin “ujar Nesa.


“Boleh duuhhh baik banget”


“Sesekali .... Ca bantu aku dong “


“Bantu apa ? “


“Bantu makan ! ! ! “


“Iya... Aku bantuin deh tapi aku nggak yakin sama skill aku deh”


“Potong buah aja kamu nggak bisa ? “


“Bisa kok”


“Kalau ada pelajaran masak, aku nggak mau sama kamu Ca”


“Dihhh jangan aja ntar tinggal pesen online aja”


“Mana bisa kayak gitu, curang dong “


“Biarin”


“Wooooo”


“Mau dibantu apa nggak ? “


“Mau dong”


Nesa tampak telaten mengupas apel dan buah lain yang dibawa sedangkan Ica hanya melihat dan satupun belum kelar.


“Ca.... Bantu aku dong”


“Ini... Aku bantu kan”


“Apaan sih, dari tadi satu aja belum kelar”ujar Nesa kesal.


“Hehehehhe”


🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉


“Kita pamit dulu ya Gilang “


“Iya makasi ya sudah datang”


“Iya... Kita kan besti”


“Oiya Gilang hampir lupa, kita besok sudah pindah posisi duduk”


“Hahh... Aku pikir nggak jadi”


“Jadi”


“Hanya Ica yang bahagia “ujar Alex


“Kenapa ? “


“Karna jumlah ceweknya ganjil, ia duduk sendirian”


“hahaiii”ucap Ica meras menang”


“Enak dong “


“Iyalah”


“Apa duduknya akan tetap kayak gitu ? “


“Paling sampai kenaikan aja, aku nggak tahu kenapa Bu wali kelas kayak gitu”


“Yahh... Biasa cari kesenangan dia supaya kita nggak ngobrol pas pelajaran dia”


“Ada-ada saja deh”


“Ca... Pak supir kamu sudah datang tuh “

__ADS_1


“iya... Ayo aku antar kalian semua “


“Makasih Ica”


__ADS_2