BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Dua puluh tujuh


__ADS_3

🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


“Apa yang Papa tahu tentang aku ? “ Batin Gilang.


Nostalgia masa kecil Gilang


“Gilang kalau makan jangan berantakan begitu “


“Iya Pa”


“Gilang jangan lemas begitu jalannya”


“Iya Pa”


“Ikut olahraga itu bagus Gilang”


“Tapi aku nggak terlalu suka olahraga Pa”


“Gilang jangan selalu bangun siang “


“Baik Pa”


“Apapun yang aku lakukan Papa selalu mengaturnya, seperti aku anak perempuan yang harus selalu menurut padanya”


Gilang juga ingin menjadi anak yang baik dan dibanggakan tapi saat Gilang berhasil seperti itu Papanya hanya sedikit memberi perhatian.


Gilang bukan tipe anak yang mudah sedih ataupun putus asa.


Ia menjalani hidup dengan baik dan bahagia terlebih ia juga punya teman-teman yang baik padanya.


Gilang menatap sebuah foto di hapenya dan ia tersenyum sendiri.


“Sungguh beda dari yang biasa aku lihat, aku berharap hanya aku yang bisa melihat kamu dari sisi berbeda ini, terkesan egois memang tapi inilah isi hatiku”


“Cantik”


“Selamat pagi Ciayo, makan dulu”


“Gummm gummm”


“Pintar”


“Lama-lama kamu gila Ca”


Ica melirik Aris


“Kamu sibuk nggak Ris ? “


“Nggak, emang ada apa ? “


“Bantu aku”


“Bantu apa ? “


“Ayo aja ikut”


Ica mengeluarkan sepedanya dan membawa Ciayo dengannya.


“gum gum..... “Ciayo bergoyang-goyang di sepeda Ica.


“Mau kemana sih Ca ? “


“Hosh.... Hoshhh.... Hosh...... “


Aris ngos-ngosan karna tidak biasa naik sepeda.


“Remaja rasa jompo”ujar Ica


“Diam kamu Ca”


“Huuuuuu”


“Ayo Ciayo jangan kayak dia ya”


“gum gummm” Ciayo berbunyi seakan ikut mendukung Ica.


Ica akhirnya sampai di sebuah tanah kosong yang seperti padang rumput.


Ica mulai memotong beberapa rumput.


“Kita kesini cuma nyariin kelincimu rumput ? “


“Namanya Ciayo “


“Iya siapalah itu yo ayo”


“Ciayo,,,bodoh !!! “


Aris membentangkan tubuhnya karna rasa lelah.


“Baru aja segitu, sudah capek “


“Aku baru kali ini naik sepeda, capek sekali, mau mati rasanya”


“Halahhhh.... Banyak omong “


“Kamu tahu dari mana tempat ini Ca ? “


“Setiap hari minggu pagi, aku sering jalan-jalan Ris jadinya tanpa sengaja aku ketemu tempat ini, entah siapa yang punya tapi bagus sekali”


“Iya tapi lumayan jauh loo dari rumah kamu”


“Jauh apanya kamu aja yang cepat lelah”


“Hemmmm”


Ica terus mencari rumput dan Aris malah tertidur.


Saat akan memberikan makan, Ciayo keluar dari kandang dan membuat Ica panik.


“Aris.... Aris.... Tolong “


Ica berlarian hingga topi yang ia pakai terlepas.


“Kamu kok malah buka sih”


“Ciayo keluar sendiri dia nerobos”


“Mungkin karna lihat rumput banyak, makanya dia keluar”

__ADS_1


“Aku nggak tahu, bantu aku dulu “


“Iya iya... “


Aris dan Ica berkejaran untuk menangkap Ciayo, tapi Ciayo sangat gesit.


“Tunggu Ca... Nggak bisa deh kalau kayak gini”


“Terus gimana ? “


“Pancing aja dia, pakai makanannya taruh dikandangnya”


“Oke... Kita coba Ris”


Hampir satu jam Aris dan Ica menunggu namun Ciayo juga belum mau mendekati kandang itu.


Ciayo nampak lelah namun tak mau di tangkap.


“Aduh aku pusing kalau kayak gini”ujar Ica


“Tunggu aja dia lelah Ca”


“Oke”


Waktu semakin siang dan Ica mulai lapar.


Si Ciayo enak-enak makan hingga ia tertidur.


“Ayolah Ciayo”ujar Ica


“Aku dari belakang Ca”


“Kamu dari depan “


“Wokehhh”


“Pelan-pelan Ca”


“Iyaa” sambil berbisik


“Happpp..... “


Akhirnya Ciayo bisa ditangkap juga.


“Rasanya aku mau mati”ujar Ica


“Ca... Berhenti ajak aku buat kasi makan si yoyo ini, aku nggak mau lagi Ca”


“Aku juga nggak mau ajak dia kesini lagi”


Dua minggu setelah hewan diurus bergantian di rumah.


Nanti hewan akan dibawa kesekolah untu ditaruh dibagian khusus hewan peliharaan dan nanti akan dirawat bersama disana.


Setelah masuk tempat khusus hewan peliharaan, nanti tukang kebun sekolah yang akan mengurus untuk memberi makan setiap hari dan anak-anak hanya perlu datang seminggu sekali secara bergantian untuk memberi makan.


“Ca.... Aku mau tidur habis ini”


“Sama”


Ciayo yang diributkan malah tertidur pulas dengan nyaman dan tanpa berdosa.


“Aku ngajak Ciayo cari rumput “


“Ohh gitu, kenapa nggak beli aja”


“Diam”ujar Ica


“Dia kenapa “Dev bingung dengan sikap Ica.


“Ada banyak yang ingin aku ceritakan nanti “ujar Aris.


“Ada apa sih ? “


“Ceritanya panjang kali lebar plus tinggi Dev”


“Ya ceritakan aku nanti ya”


“Sipppp”


Setelah makan siang Aris menceritakan semua kejadian hari ini.


“Hahahaha kasian sekali kamu Ca”


“Diamlah Dev”


“Ahh moal banget, kamu manggil aku Dev “


“Kamu nggak tahu sih rasanya”


“Lucu aja, kamu bisa kalah sama kelinci kayak gitu”


“Dia cepat sekali tau”


“Iya aku tahu sih”


“Sumpah ini pertama dan terakhir aku ajak dia pergi “


“Makanya jangan sok percaya diri, tapi kamu malah nggak bisa”


“Emangnya aku tahu isi hatinya Ciayo Kak “


“Ya makanya belajar bahasa hewan terutama monyet”


“Kok monyet sih !!! “


“Ya kan kamu temannya”


“Emmm ngelawak tapi nggak lucu”


Nenek dan Mama Ica ikut bergabung karna anak-anak itu terlihat asyik.


“Bahas apaan ini”


“Bahas Ica Ma”


“Kenapa dengan Ica ? “


“Ia dikerjain Ciayo ? “

__ADS_1


“Ciayo ? “


“Ciayo itu kelinci peliharaannya Ma, untuk tugas sekolah”


“Terus “


“Tadi Pagi Ica ajak Ciayo merumput karna ia pikir Ciayo itu kerbau”


“Nyatanya dia bukan kerbau dan saat Ica buka pintu kandang, dia malah keluar “


“Kocak.... Ada-ada aja sih kamu Ca”


“Capek aku Ma”


“Iya sudah , habis makan terus kamu istirahat ya”


“Iya Ma”


💬*Yosiko*


Dev


Aku ingin mengakhiri semuanya.


📩


Jangan sms


Kita bertemu saja.


💬*Yosiko


Baik Dev


🐤🐤🐤🐤🐤🐤🐤🐤🐤🐤🐤🐤🐤🐤🐤🐤


📞


“Nes.... Aku mau cerita sama kamu”


“Ada apa Ca ? “


“Kamu tahu nggak ? “


“Nggak tahu”


“Aku tadi pagi ajak Ciayo nyari rumput segar sesuai saran Dio”


“Ya terus “


“Ciayo kabur, dia nerobos kandangnya “


“Terus ketangkap ? “


“Iya... Aku nunggu hampir dua jam Nes”


“hihihi pasti wajah kamu lucu deh”


“Lucu apanya, capek yang ada”


“Lagian kamu juga gila, kasi kelinci rumput langsung ke padangnya “


“Tauk ah, aku ikut sarannnya Dio”


“Pokoknya kamu gila deh Ca, aku nggak bisa bayangin gimana rupa kamu lari-larian disana “


“Aku juga nggak sanggup lihat wajahku saat itu Nes”


“Kalau gitu aku tutup dulu ya Nes, aku ngantuk “


“Iya Ca... Bye”


“Bye”


🐦🐦🐦🐦🐦🐦🐦🐦🐦🐦🐦🐦🐦🐦🐦🐦


“Burung siapa nih !!! “


“Burung aku, mau apa ? “ujar Nesa


“Ciayo kakiku lemas Ciayo”


“Ca... Bagaimana Ciayo ? “


“Sehat tuh lihat sendiri !!! “


“Wahh... Kamu jadi nyari rumput segarnya “


“Jadi !!! Dan dia bikin masalah, aku lelah kejar dia tauk !!!!”


“Kamu ngapain kejar dia ? “


“Kamu nanyak , kamu bertanya-tanya dia kabur lah”


“Ohhh gitu, tapi untung dia selamat kan”


“Terserah kamu aja”


“Selamat pagi anak-anak , bagaimana sudah dibawa hewannya ? “


“Sudah Pak”jawab semua murid serentak.


“Wah kelinci itu sangat sehat, itu milik kamu dan Ica ? “


“Iya Pak”


“Coba jelaskan bagaimana kamu merawat dia”


“Baik Pak”


“Kelinci ini namanya Ciayo”


“Saya memberi ia makan sayuran segar dan terkadang saya dan Ica mencari rumput segar untuknya secara bergantian”


“Bagus sekali Dio dan Ica”


“Lanjut ke yang lainnya ya, coba Nesa”


“Baik Pak”

__ADS_1


Setelah semua selesai presentasi ,hewan-hewan itu dibawa ke belakang sekolah dan tiap seminggu sekali ada kelompok yang akan bergantian memberi makan.


__ADS_2