
Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...
Dukunganmu sangat berarti .
😍😍😍😍
🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺
Pagi ini Ica belum bangun dari tidurnya, ia masih malas-malasan karna kelelahan semalam bahkan Ica belum mengganti gaunnya.
Ica mencoba mengumpulkan kepingan cerita tentang hal yang ia lakukan dengan Kak Damar.
“Sial !!! Aku tak ingat apapun “ Ujar Ica sambil terus melirik jam dinding dikamarnya.
“Aku harus cari tahu siapa yang ingin merusak nama baik aku” Ujar Ica lagi dan beranjak dari kasurnya.
Sementara itu Kak Damar masih mengingat lagi moment dengan Ica semalam, ia sangat menginginkan hal itu terjadi kembali tapi ia ingin Ica dalam keadaan sadar, bukan terpengaruh oleh obat seperti malam itu.
SMA SEMESTA KELAS 11IPS
“Keren banget sih tugas Wirausaha kamu Ca”ujar Nesa sambil berdecak kagum pada tugas Ica.
“Iya dong aku itu harus totalitas ngerjain yang kayak gini”
“Coba aku belajar dari kamu “
“Dih ngajarin kamu Ness, mending aku ngajarin ikan terbang daripada ngajarin kamu, aku yakin jika aku yang ajarin tuh ikan pasti dia bisa”
“Tega kamu bandingin aku dengan ikan terbang kan itu mustahil “ujar Nesa sambil berteriak.
“Nah itu kamu sudah paham”
“Eh Ca kan Dio belum datang tuh kita isi sampah yuk kolong mejanya”bisik Nesa.
“Aku lagi nggak mood Nes”
Ness bingung dengan ucapan Ica, ini sangat tak biasa.
“Kamu nggak kesambet kan ? “ujar Nesa sambil memegang dahu Ica.
“Enggaklah”
“Kok tumben ? “Tanya Nesa masih penasaran.
“Iya lagi nggak mood aja”
“Oiya kemarin sama Dio gimana survei pasarnya ? Ngebosenin nggak ? “tanya Nesa penasaran.
“Kamu mau jawaban jujur apa jawaban bohong ? “ujar Ica sambil malu-malu.
“Jawaban jujur dong”ujar Nesa sambil memperhatikan gelagat Ica.
“Aku dikejar preman pasar “ujar Ica sambil menahan tawa.
“Kok bisa ? “
“Kayaknya dia emang nungguin aku pas itu karna ia tahu siapa aku “ujar Ica sambil memainkan ujung bolpoinnya.
“Ya ampun aku pikir kamu yang ganggu premannya “
“Emangnya aku kurang kerjaan ? “
“Biasanya kan kamu emang gitu, anjing diam kamu lempar “
“Iya tapi aku nggak serabut itu gangguin preman, aku emang iseng di sekolah tapi nggak segitunya juga sih ! “Ica malah kesal pada Nesa.
“Terus gimana ? “
“Aku sempat tertawa pas dikejar tapi akhirnya aku berhasil sembunyi “
“Emang kamu nggak takut Ca ? “
“Takut sih pasti ada niatnya aku mau pakai jurus pencak silat aku tapi dicegah oleh Dio”
“Kenapa dicegah Ca ? Kan kamu emang bisa berkelahi “tanya Nesa dengan bingung.
“Dio takut jika para Preman itu membawa senjata tajam dan melukai aku”tutur Ica.
“Iya yang dikatakan Dio itu emang benar sih “
“Nah itu makanya aku nggak melawan mereka Nes”
“Tapi syukur dah kamu nggak kenapa-kenapa Ca”ujar Nesa khawatir.
“Iya Nes”
Tak lama setelah mereka berbincang Dio pun datang.
Dio tak menyapa karna takut tidak ditanggapi tapi Dio tetap saja tak bisa melupakan kejadian kemarin, entah mengapa sejak kejadian itu Dio mulai memiliki rasa pada Ica.
Namun Dio ingin membuang rasa itu pada Ica karna ia tahu Ica tak mungkin mau dengannya yang cupu ini.
“Ca”ujar Nesa saat melihat Dio seakan memberi kode untuk menjahilinya.
__ADS_1
Ica menggeleng “Aku lagi nggak mood Nes”ujar Ica.
“Tumben ? “
“Iya lagi nggak mood aja deh”Ica menutup bukunya dan kembali ke bangkunya.
Ruang ekskul Silat
“Siapa sih ini “Ica menoleh karna ada seseorang yang memeluknya dari belakang.
“Kak !!! “
“Aku kangen sama kamu”
“Kemarin kan sudah ketemu “
“Iya tapi masih kangen “
“Nanti ada yang lihat looh”
“Pintunya aku sudah kunci lagipula ini jam pulang “
“Tapi Kak “Ica berusaha melepaskan pelukan Kak Damar.
“Ini disekolah Kak lepasin aku ! “Nada Ica mulai tinggi.
“Iya deh aku lepasin”
“Kak ini disekolah tempat untuk menuntut ilmu tolong hargai”
“Iya maaf soalnya kalau lihat kamu bawaannya mau peluk aja “
“Tahanlah Kak”
“Iya aku tahan deh, kerumah aku yuk Mama dan Papa lagi keluar “
“Dihhh mimpi aja dulu sampai ke Mars”
“Panas dong “
“Nggak sih yang panas itu Merkurius “
Saat sedang asyik berbincang tiba-tiba pintu ruang ganti diketuk.
“Tok... Tokkk.... Tokkk.... “
Ica dan Kak Damar panik karna ada orang yang akan masuk.
“Aduh aku kemana nih “Ica mulai panik.
Ica berlari menuju wc dan Kak Damar membuka pintu sambil menenangkan wajahnya.
“Ehh Alvian “
“Tumben dikunci ? “tanya Alvian curiga.
“Aku lagi cobain kunci ini karna lama nggak dipakai takutnya kuncinya rusak”
“Ohh gitu ya, kamu belum mau pulang “
“Ini aku sudah mau pulang”
“Nggak barengan ? “tanya Alvian.
“Kamu duluan aja aku masih ada yang harus dikerjakan “
“Oke”ujar Alvian kemudian mengambil tasnya.
Ternyata tas Alvian masih disni dan Damar lupa jika tadi Alvian masih pergi membeli air minum.
“Hampir saja “Kak Damar merasa lemas karna hampir ketahuan berduaan dengan Ica.
“Tuhkan apa aku bilang ! “ujar Ica dengan kesal saat keluar dari wc.
“Untung aja dia nggak ke wc”Ica manyun.
“Maaf ya sayangku “
“Iya kita balik dulu yuk Kak”
“Iya”
Sesampainya dirumah Ica melihat mobil Papanya terparkir disana.
“Papa datang “Ica sangat senang saat melihat mobil Papanya datang.
Ica kemudian berhamburan keruang tamu.
Namun wajah Ica berubah saat melihat Ranti disana.
“Ica”
“Iya Pa”ucap Ica lalu duduk disamping Mamanya.
__ADS_1
“Ada apa Pa ? “tanya Ica
“Gini Ca maksud Papa kesini karna mau jenguk kamu “
“Ohh gitu”
“Kenapa Papa harus datang bersama nenek sihir ini, apa Papa nggak bisa mikirin perasaan Mama”batin Ica.
“Ca kamu ngobrol aja ya sama Papa dan Tante Ranti, Mama kebelakang dulu “ujar Mama dengan raut wajah yang berbeda.
Walaupun tidak mengerti tentang dunia orang dewasa Ica yakin Mamanya pasti sangat sakit hati.
“Ca maaf ya Papa kepingin ketemu sama kamu “
“iya Pa nggak apa-apa “
Raut wajah Ranti memang tak ada ramah-ramahnya kepada Ica.
Ingin rasanya Ica mensleding kepalanya itu, jika memang tak suka kenapa harus tunjukkan dengan terang-terangan, apa tidak bisa ia sembunyikan dulu di kantongnya lalu nanti diambil lagi pas pulang.
“Masih lamakah Sam aku mau pulang “ujar Ranti dengan nada menyebalkan.
“Tunggu dulu ya Ranti kan Ica baru saja datang”
“Iya tapi kan sudah ketemu terus apa lagi “
“Emangnya semua hal harus nurut sama kamu ya PELAKOR !!! “ucap Dev yang sudah ada diambang pintu lengkap seperti scene drama Korea plus lagunya.
“Kak Dev !!! “Ica terkejut dengan kata-kata dari Dev.
“Lahh iya karna kalian itu bukan siapa-siapanya Sam lagi ! “ujar Ranti.
“Sam tetap Papa aku dan Ica kau, kau yang merampas itu semua !!! “
“Merampas ? Aku merampas ? Seharusnya kamu bisa tanya kek Papa kamu yang tercinta ini tentang apa yang terjadi ! “ujar Ranti tak mau kalah.
“Ranti diamlah aku hanya ingin bertemu dengan anak-anakku”ujar Sam dengan pelan agar tak menimbulkan keributan
“ANGKAT KAKI !!!! “teriak Dev hingga ketiga satpam dirumah Ica datang dan saling bertabrakan.
“Ada apa Tuan Muda Dev ? “tanya mereka.
“Seret mereka ! “
“Kak Dev itu Papa”Ica mulai terisak.
“Papa tak membelamu Ica biarkan dia pergi jika datangnya kesini hanya membuat kita terluka “
Mama Ica yang tadinya ingin istirahat mendengar keributan, sehingga ia kembali lagi keruang tamu.
“Ada apa ini Dev ? “
“Pelacur ! “ucap Ranti pada Mama Ica.
“SERET !!! “
Dev tak mampu lagi menahan emosinya yang kini telah mendidih diubun-ubunnya.
“Dooorrrr !!! “ suara tembakan menggema diruang tamu.
“KAKKKK devvvvv !!! “
Ica berteriak saat melihat Dev tumbang .
Darah mengucur dari tubuh Dev, Ranti tertawa puas dan ternyata saat semua sibuk dan panik ada orang yang disuruh Ranti untuk menembak Dev.
Ranti menyusun semuanya dengan baik.
Sam yang tadinya diseret satpam berhasil melepaskan diri dari mereka.
“Dev “ucapnya sambil memeluk tubuh Dev yang bersimpah darah.
“Teganya kau Ranti melakukan ini padaku “
Sam terus terisak dan Oliv terduduk lemas karna tak sanggup melihat Dev.
Semua seperti mimpi ia harap ia akan terbangun dari mimpi buruk ini.
“Kalian tahu rasanya sakit kan ? Aku tak pernah mendapatkan cinta yang utuh dari Sam, aku sudah muak ! “
Satpam Ica langsung meringkus Ranti dan orang yang disuruh oleh Ranti untuk menembak Dev,Ranti tak melawan ia puas melihat keluarga Ica menderita.
Ranti tak sedih jika ia harus dipenjara karna ia lebih sedih jika bersama Sam tapi Sam tak mencintainya.
"Sam rasakanlah semua ini aku puas saat melihat kau tersiksa seperti ini"batin Ranti.
Nenek Ica yang sedang diluar hampir pingsan saat dikabari hal ini.
Ia segera kembali dari arisan kolektor dan menyusul Dev kerumah sakit.
“Apa salah Dev ? Kenapa harus Dev.
Sampai dirumah sakit Dev langsung di tangani dan melakukan operasi saat itu juga agar peluru yang bersarang bisa diangkat.
__ADS_1
Di ruang tunggu Ica dan Mamanya tak henti-hentinya berdoa agar operasi Dev berjalan dengan lancar.