
Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...
Dukunganmu sangat berarti .
😍😍😍😍
🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺
Di kantin geng Ica tak lagi utuh berkumpul.
Kantin jadi memiliki ruang yang lebih banyak karna mereka tak ada.
Tetapi Ibu-Ibu kantin akan gelisah jika geng Ica tak datang karna hanya geng Ica yang berbelanja hingga ratusan ribu jika sudah duduk disana.
Gilang , Alex dan Fabian ada dibelakang sekolah sedangkan Nesa dan Ica berada di halaman sekolah.
Ica asyik menikmati sandonya, sedangkan Nesa mengenyangkan dirinya dengan chatnya.
“Nggak beli makan Nes ? “
“Tunggu aku masih chating sama Kak Alvian “
“Tumben betah”
“Dia tampan “
“Yang duluan juga banyak yang ganteng”
“Dia strong Ca”
Ica bergidik saat mendengar itu, ini strong apaan yang dimaksud oleh Nesa.
“Oiya Ca kamu keluar ya sama Kak Damar, aku sampai lupa mau tanya”
“Enggak , aku hanya kebetulan ketemu”
“Oh gitu tapi grup gosip heboh lohhh”
“Kalau itu aku sudah tahu”
“Kamu nggak marah ? “
“Biarin aja”
“Mereka kayak nggak tahu privasi orang lain ya “
“Nanti aku berantas kalau sudah melewati batas”
“Itu sebabnya Naomi ngamuk sama kamu”
“Iya dia kan suka sama Kak Damar “
“Pantas saja dia ngamuk”
“Oh iya kamu tahu nggak pas dia jambak aku itu”
“Iya aku dengar cerita dari yang lain , masak sih dia sampai segitunya ?. Kok dia kayak obsesi gitu sama Kak Damar “
“Aku juga kaget sekali pasa itu Nes”
“Terus apa respon Kak Damar ? “
“Dia marah sih dan bilang dia nggak suka orang seperti Naomi”
“Mampus deh dia , apa dia nggak bisa mengontrol dirinya”
“Mana aku tahu Nes dia kayaknya emang dari awal benci sama aku deh”
“Dasar cewek gila”ujar Nesa tanpa sadar ia juga setengah gila tapi dalam hal lelaki ia tak mau jika harus berebut.
“Eh Nes apa ortumu nggak marah jika Kak Alvian sering kerumah ? “tanya Ica.
“Enggak kok mereka sudah setuju”
“Oh pantes aja kamu aman “
“Emang aku sekarang ini sudah tobat Ca”
“Tobat ? “
“Iya, Kak Alvian itu setengah dewa”
“Dihhhh”
“Dia banyak ngajarin aku hal yang belum pernah aku dapatkan sebelumnya”
“Syukur deh kalau kamu cukup sama dia aja”
“Iya aku nggak pernah senyaman ini sama cowok “
“Berarti kamu harus menyudahi petualangan buaya betina kamu Nes “
“Iya sepertinya aku harus pensiun Ca dan kamu tetap melanjutkannya”ucap Nesa dengan bangga.
“Aku bukan buaya betina ya, pacar aja aku nggak ada”
“Sekarang dulu gimana pas SMP”
“Yang SMP diungkit-ungkit lagi”
“Oh ya Ca gimana dua hari yang lalu ? Tanamannya bagus nggak “
“Tanaman apa ? “
“Loh bukannya kamu ngerawat apotek hidup kan jadwalmu “
“Astaga aku lupa “memegang wajahnya.
“Beee siap-siap deh kamu dihukum”ujar Nesa.
__ADS_1
“Aduhh gimana dong ini aku pakai alasan apa Nes ? “
“Mana ada alasan kalau nggk izin duluan “
“Terus apa hukumannya”
“Biasanya bersihin wc”
“Aku nggak mau Nes”
“Aku nggak bisa bantu kalau soal ini Ca karna hukumannya sama rata, nggak peduli jika kamu adalah Riska Montana cucu dari Emma Montana pemilik gedung ini”ujar Nesa dengan nada yang dibuat-buat.
“Cihhh tidak setia kawan”
“Maaf Ca aku tidak bisa bantu kamu soal ini dan aku sekedar mengingatkan bahwa ini adalah minggu terakhir dan Pak guru akan mengecek siapa saja yang tidak datang saat merawat tanaman “
“Kamu nggak perlu ingetin aku Nesa, aku jadi malah tambah kesal”
“Dih kamu yang salah kok”
“Iya aku tahu”
Sepulang sekolah Ica berkumpul dengan beberapa siswa yang tak hadir saat giliran membersihkan apotek hidup.
Mereka dihukum akan membersihkan Apotek pada akhir pekan.
Semua siswa mendengus kesal tapi itulah konsekuensinya.
Ica sadar bahwa biasanya Diolah yang memberikan dia pesan agar pergi saat jadwal bersih-bersih.
“Haisssh aku malah kehilangan dia, aku juga yang sering marah kalau dia ingetin aku “ujar Ica merasa membutuhkan Dio.
Beberapa Kakak kelas lewat dan menggoda siswa-siswi yang akan menghabiskan akhir pekan disekolah serta mendapat pengurangan bintang.
Ica pura-pura tak peduli tapi saat menoleh ada Kak Damar yang menggeleng sambil tertawa.
Ica ingin ia dibawa saja oleh Raja Atlas ke Atlantis, tinggal pun ia mau disana asalkan jangan ada Kak Damar dulu.
Tawa Kak Damar memang khas dan membuat Ica gugup.
“Ada masalah apa Ica ? “tanya Pak Guru padanya.
“Enggak ada kok Pak “
“Kamu kenapa lihat rombongan kelasnya Damar, ada cowokmu disana ? “goda Pak Guru.
Semua siswa-siswi yang ada disana riuh dan heboh, semuanya ikut menggoda Ica.
Damar dah cowoknya Pak teriak salah seorang temanya.
“Oh Damar “panggil Pak Guru.
Wajah Ica langsung berubah merah padam karna Pak Guru benar memanggil Damar.
“Ada apa Pak “tanya Damar menghampiri Pak guru.
Seketika dada Ica bermain drum band.
“Emm pacar belum ada tapi calonnya sudah ada “ujar Kak Damar.
“Wahhhh yang mana nih ? “
“ Saya sudah ada pacar Pak, mungkin Ica “ujar seorang siswi dari kelas lain.
“Benar itu Damar ? “
“Emm tanya sama Ica aja Pak “ujar Kak Damar tanpa malu-malu.
“Ca ? “
“Belum kok eh anu “Ica tak bisa mengeluarkan kata-kata lagi, ia takut jika salah bercakap.
“Cieee “ucap semua siswa-siswi yang seharusnya sedih karna dihukum, malah bahagia sebab menganggu Ica.
“Saya permisi dulu ya Pak”
“Oh Icanya nggak ditunggu “tambah Pak Guru lagi.
“Enggak Pak”
“Waaaaaa”siswa-siswi itu malah semakin menjadi-jadi.
Ica ingin menghilang dengan jurus Jini oh Jini, kenapa juga si Damar harus lewat disaat ia dihukum seperti ini.
Ia yakin jika Dev pulang pasti ia akan cepu.
Kantor Oliv
“Ada apa Bara ? “
“Nyonya lagi apa ? “
“Seperti biasa sibuk”
Bara mendekati Oliv dengan jarak yang hanya nafas saja.
“Lagi dikantor Bara”
“Nyonya nggak kangen atau aku kalah sama Marcel itu ya”
“Marcel hanya teman masa SMA”ujar Oliv kemudian menuangkan segelas anggur.
“Aku kunci pintunya ya Nyonya “
“Isshhh kamu ini, apa nggak bisa nunggu nanti “
“Aku lagi pengen sama Nyonya aja “
“Iya tapi tunggu jam kantor selesai ya”
__ADS_1
“Iya Nyonya “
“Apa nggak ada yang lihat kamu masuk ruangan aku ? “
“Nggak ada Nyonya”
“Kalau gitu ayo kita ke hotel aja”ajak Oliv yang memang sudah lama tidak berhubungan badan dengan Bara.
“Oke Nyonya hotel yang biasa kan ? “
“Iya sudah kamu keluar sana sebelum ada yang curiga “
“Aku kan asisten Nyonya , mana mungkin ada yang curiga”
“Tetap saja, ayo cepat keluar “
“Oke Nyonya Oliv”
Bara tersenyum puas saat melihat Oliv gelisah , itu membuatnya semakin terlihat seksi.
Bara sendiri bingung kenapa Tuan Samuel meninggalkan Nyonya Oliv yang sangat cantik dan menggairahkan ini.
Bara benci saat Oliv dekat lagi dengan Marcel, karna ia tak bisa memiliki Oliv dengan seutuhnya .
💬Aris Keponakan
*Tante
Kapan kita ketemuan lagi
Aris kangen...
😍😍😍*
📩 Oliv
*Sabar ya Ris
Nanti semua orang curiga
Kalau kamu sering kerumah
Kamu mau beli apa Ris ? *
💬Aris keponakan
*Lagi mau nambah modal aja sih*
📩 Oliv
*Oke nanti Tante lihat proposal kamu ya*
💬Aris keponakan
*Oke Tante*
Oliv segera menghapus semua pesan dari Aris, ia takut jika Dev melihat isi chatnya.
Karna ia tahu Dev sering membuka hape Oliv saat Oliv melupakan hapenya dikantor.
Iya
Akhir-akhir ini Oliv sangat dekat dengan Aris.
Aris memang pandai membuat wanita kesepian seperti Oliv merasa nyaman.
Aris adalah orang yang pandai melihat peluang, namun bagi Oliv, ia hanya akan membantu Aris saja tidak lebih dari itu.
Aris masih terlalu muda untuk dia dan Oliv juga tak mau merusak masa depan Aris.
Hotel B
Room 055
“Lama banget sih Nyonya ku ini”ujar Bara yang hanya memakai handuk kimono.
“Iya tadi aku mandi dulu”ujar Oliv mengelus dada Bara, ia sudah tak sabar.
“Duh Nyonya ku sudah nggak sabar ya”
“Iya dong hanya kamu yang ada dipikiran aku”
“Bisakah jangan ada Marcel atau Sam”tanya Bara yang memeluk pinggang Oliv.
“Hari ini kan hanya ada kamu dan aku Bar”
“Anggurnya dulu”ucap Bara.
“Makasih, jangan hamburin uang Ris”
“Iya hari ini kasih aku traktir Nyonya ya”membelai rambut Oliv.
Oliv tak tahu sampai kapan ia harus berbuat seperti ini dengan Bara.
Dulu tak ada niatan untuk dekat seperti ini dengan Bara, tapi semuanya berjalan dengan terlarang.
Bara bahkan bisa membuat Oliv selalu nyaman dan dinomorsatukan.
Meskipun dia tahu suatu saat nanti Bara pasti akan memilih wanita baik-baik untuk dirinya.
Oliv meminum segelas anggur dan duduk dipangkuan Bara.
“Sudah rindu ? “
Oliv tersenyum, bagaimana bisa wanita berumur ini begitu menggoda.
Bahkan Bara yang masih muda bisa terpikat oleh sentuhan Oliv.
Oliv melupakan segalanya pada malam itu ia ingin hanya ada Bara didalam ingatannya.
__ADS_1