BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Lima Puluh Sembilan


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍😍


đŸŒșđŸŒșđŸŒșHappy ReadingđŸŒșđŸŒșđŸŒș


Ditengah perebutan kursi untuk duduk dekat Ica lebih panas dari perebutan kursi KETOS, tanpa disadari Gilang dan Alex bahwa Dev sudah ada disamping mereka.


“Ehemmm” Ujar Dev membuat Gilang dan Alex terkejut.


“Minggir” Ucap Dev pelan namun mampu membuat Gilang dan Alex terdiam.


Nesa yang melihat hanya tertawa.


“Heboh sekali kalian” Ujar Dev lagi.


“Mampus” Ucap Nesa berbisik pada Gilang dan Alex.


“Kamu tega sekali Nes” Ujar Alex.


“Aku juga nggak lihat Dev datang”ujar Nesa sambil cekikikan.


“Oiya Ca nanti aku boleh pulang sama Kak Alvian nggak soalnya aku mau makan dulu”


“Oke tapi kamu sudah izin sama Mama kamu kan ? “


“Sudah kok Ca”


“Oiya kalau kamu sudah izin, aku nggak mau ya jadi kambing hitam”


“Siaap Ca “


“Habis ini masih ada sekolah kita yang main nggak Ca ? “tanya Gilang.


“Kayaknya sih nggak ada “


“Terus apa yang kamu tunggu lagi mending kita pulang”ajak Gilang.


“Ya nggak bisa gitulah, kan aku sambil belajar juga “


“Ohh gitu”


“Emmmm Kak Alvian dah chat aku, aku duluan ya Ca”ujar Nesa.


“Ohh iya Nes, hati-hati ya”


“Oke Ca bye Gilang, Alex “


“Iya”ujar Gilang


“Kak Dev aku duluan ya”


“Iya Nes”


Suasana jadi canggung saat Nesa pergi karna Gilang dan Alex daritadi melepas salting dengan bicara sama Nesa, sekarang Nesa pergi dia tak tahu harus ngomong apa dengan Ica.


“Kak aku mau ke toilet dulu ya”ujar Ica pada Dev.


“Marilah kita”gumam Gilang dan Alex dalam hati.


“Oke, jangan lama ya habis ini kita balik aja dah waktunya makan malam “.


“Iya Kak”


Saat Ica pergi Dev berkata pada Gilang dan Alex.


“Naksir adik aku ? “


“Emmm “


“Jangan bilang tidak atau aku tendang kalian berdua “sambil menunjukkan foto saat Dev menang olahraga gulat.


“Iya Kak”


“Gila ya kalian itu kan temenan”


“Cinta itu buta Kak “


“Gimana cara kalian bersaing ? “


“Maaf Kak tapi kita tetap usaha”ujar Alex.


“Saingan kalian itu”ujar Dev sambil menunjuk Kak Damar yang sedang berjalan menuju podium .


“Apa iya Kak ? “


“Hal itu saja kalian tidak tahu, mau mendekati Ica”ujar Dev remeh.


“Tapi dia kan baru putus dari Jessi, masak dah mau dekat sama Ica lagi”ujar Gilang.


“Aku copy paste kata-katamu deh Gilang, cinta itu buta”


“Tapi bukan berarti bisa seenaknya kayak gitu”ujar Alex.


“Mereka sering bersama, apa yang kalian tahu”ujar Dev lagi.


“Aku akan berjuang walau berat Kak”

__ADS_1


“Bagus aku suka semangat seperti itu”Dev menghirup vapenya dan menghembuskannya.


“Ica itu adalah separuh jiwaku jadi jika sampai ia terluka, kalian akan tahu akibatnya”


Dev mengepalkan tinjunya dan berjalan menuju luar GOR.


“Jantung aku mau copot Lex”


“Sama “ Alex mleyot dikursi penonton.


“Aku baru kali ini ngobrol dengan Dev “


“Sama”ujar Gilang kemudian memainkan ponselnya.


“Dev itu orangnya jujur sekali ya Lex”


“Iya”


Ica baru saja balik dari toilet dan ia melihat Kak Damar sedang berbincang dengan ketua cewek dari perguruan lain yang ia banggakan itu.


“Gesit sekali sih cewek itu”ujar Ica.


Ica berusaha berkelit agar tidak dilihat oleh Kak Damar.


“Kenapa dia terus berbicara dengan Kak Damar”ucap Ica kesal.


Ica langsung keluar lapangan GOR saat membaca pesan dari Kakaknya yang sudah menunggu diluar GOR.


“Kamu yakin mau pulang ? “


“Iya Kak, aku agak pusing “ujar Ica bohong.


“Yuk deh”


Dev memasang sabuk pengaman di Ica dan mengecup dahi Ica.


Ica merasa bingung dengan sikap Dev.


“Kenapa Kak ? “


“Ahhh emang Kakak perhatian dikit ke kamu nggak boleh ? “


“Boleh sih Kak hanya saja aku malah ngeri”Ica mencibir.


“Aku emang terlihat cuek tapi aku sayang padamu”


“Entah apa yang dibicarakan mereka(Gilang dan Alex) saat aku tidak ada dan membuat Dev menjadi aneh begini”batin Ica.


“Yuk dehhh Kak”


Dev melakukan mobilnya dengan perlahan hingga ia merasa pusing seketika.


Dev memijit kepalanya perlahan dengan tangan kirinya.


“Kok pusing kamu tertular ya”


“Mana ada pusing menular Kak “


“Tapi ini buktinya “


“Mungkin kau hanya lelah”


Badan Dev menjadi panas ia heran padahal tadi ia baik-baik saja, ia juga tak minum apapun yang tidak cocok ia hanya ingat minum air mineral tadi.


Dev benar-benar tak habis pikir dengan apa yang terjadi pada tubuhnya.


Setelah sampai dirumah Dev segera mandi begitupun Ica.


Saat Ica sedang asyik memakai lotion Dev masuk kekamar Ica dan minta tolong untuk dikerok sebentar.


“Aku kayaknya masuk angin deh Ca”


“Mau aku kerokin gitu ? “


“Iya”


Ica melilitkan handuknya di kepalanya karna tadi ia keramas.


Ica juga masih memakai baju handuk karna belum sempat pakaian.


Ica mengambil minyak jalur dan koin.


Dev membuka bajunya dan terlihat ototnya yang mulai mengecil.


“Nggak pernah latihan ya Dev ? “


“Iya lagi males nge GYM, nggak ada Hanum rasanya hampa baget “


“Dihhh si paling couple “ucap Ica sambil menguatkan kerokan nnya.


“Auuuu.... Sakit bodoh ! “


“Biarin, katanya mau cepat sembuh”Ica semakin menjadi.


“Ica !!! “


“Lagi dikit kok Kak”


Dev dengan sabar menahan sakit yang dibuat-buat oleh Ica agar masuk anginnya segera hilang tapi si Ica benar-benar kelewatan.

__ADS_1


“Nah sudah Kak “ujar Ica dengan bangga bahkan memfoto hasil kerokannya.


Dev yang sedari tadi kesal dengan Ica langsung membalik tubuh Ica dan menindihnya dengan sengaja.


“Aku nggak takut Kak, ini trik zaman jadul”ucap Ica tak khawatir.


“Ohhh affa iyahh , aku cukup menahan diri karna kamu adikku jika kamu bukan adikku kamu akan habis”ucap Dev mengancam.


“Aku nggak takut, aku itu takut pas SMP doang, sekarang ini sudah nggak mempan” ucap Ica dengan tenang.


“Ohhh bener nih ? “


“Hahhhhh” Ica menghela nafas mengolok Dev.


Dev mencoba mencium bibir Ica namun Ica tetap tenang karna ia tahu Dev nggak akan berani menyentuhnya.


“Ahh sudahlah”ucap Dev kemudian berlalu dengan kesal.


Ica tertawa merasa menang piala Olimpiade karna ia tahu Dev hanya menggertak saja.


Dev kembali kekamar dengan wajah bete karna Ica begitu mengesalkan .


“Jika ada kesempatan awas aja kamu terus mengejekku “ujar Dev.


Dev kemudian menyelesaikan panggilan alam yang sedari tadi sesak di boxernya.


Biasa namanya juga cowok yang lagi aktif-aktifnya.


“Enak banget sihhh”ujar Dev kemudian tidur dengan nyenyak.


Paginya saat sarapan ia tak mendapati Ica dimeja makan.


“Ica mana Nek ? “tanya Dev saat melihat dimeja makan.


“Sakit dia Dev, badannya panas “


“Lahhh kok bisa Nek ? “


“Kamu nanya ? Namanya dia manusia, pasti bisa sakit Dev”


“Kasihan banget sih dia”ujar Dev.


Hari ini Mama Dev tak terlihat, itu adalah hal yang biasa karna janda anak dua itu pasti sudah sibuk dengan kerjaan perusahaan yang tak habis-habis itu. (Maaf Ma)


Sebelum berangkat kerja Dev menyempatkan diri untuk mampir kekamar Ica.


Ica tengah meringkuk ditempat tidur, nampaknya ia benar sakit, apa dia tertular ?.


Ica sedang tidur jadi Dev tak membangunkannya.


“Aku kerja dulu ya Nek”


“Iya Dev, hati-hati ya dijalan”


“Iya Nek”


Dev menaiki mobilnya dan segera cus ke Perusahaannya.


Dev berjalan dengan gagah dari parkiran menuju kantornya.


Style hari ini kemeja warna biru laut dan celana kain hitam joger dan sepatu licin ala-ala boss yang sedang tren.


Wangi parfumnyapun menyeruak disetiap jalan yang ia lewati.


Karyawan wanita yang ia lewati pasti tak bisa berpaling saat Dev berjalan, sampai mereka lupa bahwa Dev sudah memiliki Hanum, wanita yang sangat ia cintai.


“Coba saja Dev itu mau sama aku ya, kan biar kayak di drama itu “


“Tidurmu terlalu miring”ucap salah seorang karyawati yang sedang bersiap untuk menyapu pabrik.


“Nona Hanum juga orang biasa tapi dia dapat Boss”


“Terus mau apa, itu emang nasib dia yang bagus”timpal temannya.


“Iya juga sih, aku mau berharap juga percuma”


“Dari aku masuk disini Bos kita itu tidak pernah sekalipun ada desas desus dekat dengan karyawatinya, meskipun ada yang cantik ahhh dia benar-benar cool”


“Berarti dia memang menjaga wibawanya ya”


“Harus dong “


“Ehhh kerja-kerja gosip mulu masih pagi”ujar kepala lantai yang melihat karyawatinya sibuk berkumpul dan belum mulai beranjak dari ruang karyawan dan ada yang memegang sapu namun tak juga menyapu.


Semuanya kalang kabut saat ia masuk kesana.


Dev membuka ruang kantornya dan melihat layar ponselnya.


Banyak sekali jadwal hari ini dan ia belum mendapat notif dari Hanum.


Dev menghela nafasnya ia berusaha untuk tenang meskipun hatinya sedang gelisah.


“Hanum”ucapnya kemudian menekan pesan dan mengirimi Hanum.


💬


Hanum


Kamu lagi apa ?

__ADS_1


🍓🍓🍓



__ADS_2