
Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...
Dukunganmu sangat berarti .
😍😍😍😍
🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺
Sesuai janji Damar ia mengajak Ica untuk makan es krim di tempat biasa yaitu didekat sekolah.
“Akhirnya selesai juga”ucap Ica sambil menyibak debu-debu yang menempel di celana jeansnya.
“Kamu sih pakai dihukum segala”
“Aku lupa Kak, biasa Dio yang ingetin aku, tapi setiap dia ingetin aku Dio sering aku bentak “
“Gimana nggak kabur jika orang yang ingetin kamu malah dibentak btw Dio itu anak baru yang pakai kacamata ya”
“Iya”
“Pasti kamu sering ganggu dia ya”
“Kok tempe ? “
“Tanpa diberi tahu aku yakin kamu bakal isengin anak kayak dia, aku tahu karakter kamu. “
“Sudah jangan muji aku Kak”
“Aku nggak muji kamu tapi Ca maaf ya ,apa bisa aku kasih kamu saran”
“Iya “
“Berhenti bully siswa-siswi lain”
Ica berhenti tersenyum wajahnya mulai berubah. Ica menarik nafas dan mengumpulkan kata-kata.
“Kakak boleh komentar yang lain tapi jika tentang hal itu Kakak belum paham “
“Maaf Ca jika kamu tersinggung “ Damar merasa dia terlalu cepat mengatakan itu pada Ica.
“Aku Terima saran Kakak tapi suatu saat Kakak akan paham”
“Iya Ca maaf ya”
“Oke dahlah jangan temaram gitu ayo kita pesan saja dulu , kan kita mau makan es krim”
“Iya”ujar Kak Damar sambil melihat menu.
Ica merasa sesak saat mendengar Kak Damar berbicara seperti itu.
Tapi ia berusaha santai dan tanpa sadar Ica menitikkan air mata. “Isss ini air mata keluar kok nggak tahu tempat ya”batin Ica sambil terus menyeka air matanya.
Damar yang melihat itu terkejut karna ia tak pernah melihat Ica menangis apalagi didepannya.
“Ca maaf ya “Kak Damar sangat khawatir dan menyesal atas perkataannya yang tadi itu.
Dia pikir Ica tak akan sesedih itu.
“Iya aku nggak apa-apa Kak”Ica menyedot hidungnya.
Kak Damar memberikan sapu tangannya untuk Ica.
“Aku tiba-tiba sedih aja Kak nggak tahu kenapa, apalagi aku mikir jika Kakak dekat dengan aku, aku bukan cewek yang baik Kak”
“Ca jika aku memang tak suka padamu dari dulu aku nggak akan mau berbicara padamu, aku bukan seperti yang lain hanya melihat kamu dari apa yang kamu punya.
Aku tulus berteman dengan kamu, kamu adalah gadis yang ceria dan membuat moodku jadi bagus setiap melihat kamu . “
Ica senang mendengar perkataan Kak Damar yang bisa membalikan perasaannya lagi tapi tetap saja ia terluka dengan ucapan Kak Damar tadi.
“Jangan sedih lagi ya Ca, aku nggak mau melihat kamu nangis, nggak boleh pokoknya”
“Iya Kak”
“Ini pesanannya mba Ica eh tumben sama cowok ,cowoknya darimana ?”ucap pegawai cowok yang membuat Ica kaget dan berhenti menangis.
“Ehhh buta ya ini aku Damar, masak lupa sama langganan “ucap Damar pada pegawai cowok itu.
“Ehh ini si Damar aku pangling lohh karna nggak pakai seragam sekolah” dia terus memandangi Damar.
“Iya aku ganteng kan ? “canda Damar.
“Dihh masak aku yang muji kamu bilang ganteng,biarin Mba Ica aja yang muji “ujar si pegawai pada Damar.
Ica salting karna digoda seperti itu.
Hadeh tadi nangis sekarang salting, Ica jadi kesal pada moodnya sendiri.
Damar dan Ica akhirnya menikmati es krim disiang hari yang panas itu.
Ica terus menyuap es krim didepan Kak Damar tanpa rasa malu, karakter Ica yang blak-blakan ini membuat Damar semakin suka padanya.
“Ca itu kan Gilang ya ? “tunjuk Kak Damar ke tempat memesan es krim didepan.
“Mana ? “tanya Ica penasaran dan ikut menoleh.
__ADS_1
Gilang tidak sendiri, ia bersama dengan Kak Audi.
“Mereka pacaran Ca ? “
“Nggak tahu Kak”
“Kamu kan satu geng”
“Dia nggak pernah cerita sama aku Kak”
“Mungkin masih pedekate Ca “
“Bukan urusanku Kak”
Kak Damar merasa menang karna kini Gilang sudah bersama Audi, meskipun Kak Damar tak update tentang seputar gosip sekolah.
Tapi dia update tentang lawannya untuk mendapatkan hati Ica.
Alex sudah menyerah tapi Kak Damar pernah melihat foto Ica dan Alex sedang berduaan.
Kini ia melihat Gilang yang bersama Kak Audi hingga Kak Damar merasa jika saingannya kini mulai rontok
Cowok disekolah SMA SEMESTA yang suka dengan Ica sudah jelas sangat banyak tetapi yang terang-terangan adalah hanya Alex dan Gilang.
“Tapi Ca dari sekian banyak kakel, kenapa harus Audi sih”
“Nggak tahu jangan bahas dia,bisa nggak sih !“jawab Ica ketus.
“Iya deh” Damar takut dengan suara Ica yang meninggi.
Saat akan melihat tempat duduk,Gilang melihat Ica bersama Kak Damar dan ia merasakan api cemburu didadanya, sejak kapan Kak Damar mulai mengajak Ica keluar untuk jalan-jalan.
“Gilang mau duduk dimana ? “tanya Kak Audi dengan suaranya yang cempreng itu.
“Cari toko es krim lain aja “ujar Gilang.
“Lohhh kok cari tempat lain”Audi memasang puppy eyes yang tidak berguna sama sekali bagi Gilang.
“Aku ada tempat yang lebih bagus kok Kak Audi “ucap Gilang dengan keras agar terdengar oleh Ica.
“Disini aja deh aku lagi pengen banget makan es krim disini”ujarnya sambil bergelayut manja pada Gilang yang risih.
Gilang akhirnya menurut karna ia tak mau lama-lama bersama Kak Audi.
Audi emang sengaja bertingkah karna ia melihat Ica dan Damar.
Setelah memesan Audi menghampiri Damar dan Ica.
“Hai Damar “ucapnya menyapa Damar dengan centilnya.
“Eh Audi lagi ngedate ya sama Gilang ? “Kak Damar basa basi.
“Seperti yang kamu lihat “ucapnya sambil melihat ekspresi Ica .
“Yahh kurasa itu pernyataan kan “
“Maksudnya ? “tanya Audi bingung.
(Lemot otaknya)
“Yah pokoknya iya gitu”Damar berlogika dengan orang yang salah. L
“Iya, aku emang lagi ngedate sama Gilang “ujar Audi seperti bangga gitu.
“Berarti sama anak 11 IPA itu dah berhenti ya”
“Yang mantan sih aku kan dekatnya sama Gilang aja”ujar Audi gelagapan.
“Oh aku kira kamu juga lagi dekat sama yang itu “
“Enggak aku balik dulu ya, kasihan nanti Gilang nunggu”
“Oke”
“Emang Kak Audi itu banyak yang dekatin ya”
“Mendekati ya garis bawahi, mendekati “ujar Kak Damar pada Ica .
“Aku kurang update sih tentang dia”
“Gimana kamu mau update kerjaan kamu itu hanya dihukum”
“Cihhh baru sekali juga”
“Tetap saja namanya dihukum “
“ Biarin “
Damar dan Ica tertawa hingga membuat Gilang semakin panas.
“Gilang kamu lihat Ica terus sih”
“Enggak kok aku lagi lihat lain”
“Jangan lihat Ica aku cemburu loohhh “
__ADS_1
“Iya aku nggak akan lihat Ica “ucap Gilang sambil menyuap es krim.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Gilang benar-benar menyesal telah memilih tempat ini.
Ia tak sanggup melihat Ica yang bersama dengan Kak Damar, ternyata rumor itu benar, jika Kak Damar memang suka pada Ica.
Kak Damar adalah laki-laki yang penuh dengan kejutan.
Padahal dulu mantannya selalu anak yang manis dan lembut tapi sekarang yang ia sukai adalah Ica yang barbar.
Apa Kak Damar sama dengan dia yang merasa nyaman karna sering bersama .
Tapi dari sekian banyak cewek kenapa harus Ica jika Kak Damar yang menyukai Ica, ia jadi tak punya pilihan selain ingin menyerah saja.
“Sssttt Ca” Kak Damar berbisik pada Ica.
“Apaan Kak”
Ica melihat Audi yang terus manja pada Gilang .
Ica terus menyumpah didalam hati, “ia pikir aku akan marah gitu saat melihat bekantan betina seperti Audi itu”
“Balik yuk “ ajak Kak Damar pada Ica yang dari tadi menunduk dan menoleh pada Gilang.
“Eh iya aku sampai lupa kalau hari ini Dev mau pulang “Ica melihat chat dari Dev.
“Dari Korea ? “
“Iya”
“Dev itu emang effort ya jadi cowok”
“Jelas sih Kan itu tunangan dia “
“Ya tetap saja dia memang serius dan sayang sama tunangannya”
“Dev sudah banyak berubah Kak”
“Berubah kayak gimana ? “
“Lebih sayang sama keluarga “
“Bagus dong Ca”
“Iya”
Ica dan Damar meninggalkan toko es krim dan Damar juga mengantar Ica pulang.
Gilang hanya manyun dan rasa kesal berkumpul didalam dadanya, rasanya panas dan sesak.
Ia tak peduli pada ocehan Kak Audi, matanya menyorot tajam pada Ica dan Kak Damar.
Ingin sekali ia menonjok wajah Kak Damar karna ia kalah lagi beberapa langkah dan menggunakan Audi sebagai umpan agar Ica cemburu.
Saat dibonceng Ica langsung memeluk Kak Damar, karna ia tahu Gilang melihatnya dengan tatapan mematikan, sekalian aja Ica membuat Gilang kesal.
Kak Damar memainkan jari-jemari Ica dan membiarkan ia hanyut dalam kehangatan Kak Damar .
“Aku mau tiap hari kayak gini Ca”
“Emm....”ucap Ica ia tak tahu harus menanggapi apa lagi .
“Enak dikakak dong”
“Kamu juga suka kan ? “
“Enggak aku hanya pastiin kakak punya berapa pack roti sobek”ucap Ica seperti maniak otot.
Gengsi Ica emang tinggi, ada saja yang ia katakan agar tidak terlihat seperti butuh.
“Kalau gitu ayo kita ke rumah aku”
“Ehhhh buat apa”
“Aku kasih kamu puas-puaa lihat roti aku”
“Aisshhh dasar Ketua mesum”
“Dihhh tadi kamu yang penasaran, sekarang kamu seenaknya vonis aku mesum”
“Kalau nggak mesum terus apa , horny ? “
Mendengar kata itu si adek yang tadinya nyaman kini sesak dibalik celana jeans Damar karna kata-kata Ica.
“Aishhh” Kak Damar menarik nafas panjang agar si adek tenang dan bahagia.
“Ca si adek jadi nggak tenang karna Ucapmu”batin Damar.
“Makasih sudah anterin aku ya Kak”ucap Ica.
“Iya sama-sama “ucap Kak Damar buru-buru pulang karna si adek yang tadi bersembunyi ingin segera keluar kandang untuk melepaskan yang terpendam dari tadi.
__ADS_1