BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Sembilan Puluh Sembilan


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍😍


🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


Pagi itu di SMA SEMESTA semua siswa-siswi nampak sedang sibuk, ada yang membawa balon, ada yang membawa kertas Krab dan pernak pernik lainnya.


Kelas 11 IPS


“Kamu naik dulu Gilang”


“Iya sabar dong, kalau kamu cerewet kamu aja yang naik Ca ! “


“Aku pakai rok dong kamu yang keenakan ! “ Ujar Ica sambil memegang kursi.


“Ya nggak apa sesekali “


“Dasar mesum ! “sambil menggoyangkan bangku.


“Ehhhh .... Ica jangan !!! “ Teriak Gilang.


“Kenapa kalian ribut terus sih ! “ Ujar Alex kesal karna daritadi hanya suara Ica dan Gilang yang terdengar.


“Ini sih Gilang nggak bisa disuruh sedikit ! “


“Sedikit ? Yang aku kerjain dari tadi itu sedikit “Gilang ngedumel diatas sambil memasang pita.


“Iya tapi dia suruh aku diatas gantiin dia Lex”ujar Ica.


“Looh bagus dong Ca “ujar Alex sambil tertawa.


“Iya bagus habis itu kalian kumpul ya dibawah aku pegangin bangku gitu ? “ujar Ica.


“Lahhh iya dong “


“Memang otak kalian isinya cuma itu aja ya ! “


“Yess akhirnya selesai juga”gumam Gilang sambil turun dari atas bangku.


“Aku mau beli minum ada yang mau ikut”tanya Ica pada gengnya.


“Nggak ah aku nitip aja”ujar Alex.


“Sama aku juga nitip”ujar Fabian.


“Ehhh Nesa kemana ? “


Ica bingung karna tak melihat ada Nesa.


“Nesa ke kelasnya Alvian tadi”ujar Fabian.


“Dasar si bucin itu bukannya disini, dia malah pergi kencan”ujar Ica.


“Kalau gitu sama aku aja Ca”ucap Gilang.


“Oke deh nggak ada pilihan lain soalnya”ujar Ica.


Setelah mencatat pesanan dihp Ica dan Gilang berjalan menuju luar sekolah karna kantin tutup .


Ica melirik jam tangannya pukul 15.00.


Gilang mengambil motornya dan Ica segera naik.


“Peluk dong sayang”ujar Gilang pada Ica.


Ica tak menanggapi tapi Gilang menarik tangan Ica ke pinggangnya.


Ica menarik kembali tangannya karna ia takut jika dilihat Kak Damar yang juga masih ada di sekolah.


“Jangan aneh-aneh Gilang nanti ada fitnah”Ucap Ica dengan dada yang berdegup kencang takut dilihat oleh Kak Damar.


Saat sampai diwarung yang berada tak jauh dari sekolah, ternyata warungnya tutup dan mereka harus pergi ke tempat yang lebih jauh lagi.


“Ke minimarket aja deh Gilang”ujar Ica pada Gilang.


“Iya deh Ca kayaknya dekat sini selain warung tadi, nggak ada jual minuman yang lengkap ”


“Iya”


Akhirnya setelah lima belas menit Ica dan Gilang sampai disebuah minimarket.


Gilang dan Ica mematung cukup lama didepan showcase sambil membaca pesanan teman-temannya.


“Kok nambah banyak sih ini Gilang “tanya Ica saat membaca pesanan.


“Iya kan anak-anak yang lain juga nitip”


“Dihhh gimana bawanya nanti”


“Kamu pegang semuanya kan kamu yang dibelakang “ucap Gilang dengan enteng.


“Seandainya saja bukan hari guru, aku izin aja “ujar Ica.


“Enak aja nggak mau ikut lelah kamu Ca”


“Biarin dong suka-suka aku, sekolah sekolah aku juga ! “


(Dasar keluarga Dinasti)


Tanpa Ica sadari saat memilih minuman Ica memperhatikan Gilang.


Tak ada seorang cewekpun yang akan berpaling pandangannya saat didekat Gilang, termasuk Ica padahal Ica itu sudah lama temenan dengan Gilang.


Ica pernah menjabarkan Gilang seperti apa, badannya bagus dan tinggi ,wajahya bulat dan bibir yang merona pink tak ada yang bisa menolak jika melihat Gilang .


Setelah selesai melakukan pembayaran Ica dan Gilang segera kembali kesekolah.


Saat akan turun dari motor Gilang memperhatikan kaki Ica yang jenjang dan ramping.


“Mata !!! “ujar Ica menyadari jika Gilang memperhatikan kakinya yang memang terlihat jelas karna rok Ica lebih pendek dari ukuran seharusnya.


Gilang tidak komen apapun dan dia hanya mengambil minuman dimotornya.


“Nih Ca kamu pegang dulu “ujar Gilang sambil menyerahkan minuman pada Ica.

__ADS_1


Jarak Gilang terlalu dekat dengan Ica hingga Ica mundur beberapa langkah.


“Salting ya lihat aku yang tampan ? “ujar Gilang dengan pede .


“Bukan nafasmu bau got “


“Nggak mungkin bau hahhhh”ucapnya pada Ica.


“Ihhhhh apaan sihhhhh ! Jorok sekali” Ica marah pada Gilang padahal wangi yang keluar dari mulut Gilang adalah wangi mint.


“Hehehe sorry ya Ca”


“Arrrggghhh terserah kamu deh”berlari menuju kelas.


Ica berhenti berlari saat hapenya bergetar.


💬Alex


* Ca kalau kamu balik dari beli minum, ambilin kita tali dong di gudang sekolah kan kamu lewat sana *


Please 😖😖😖😖*


Ica menarik nafasnya dan mengatur emosinya.


“Kenapa Ca ? “


Ica menunjukkan pesan dari Alex.


“Semakin menjadi-jadi si Alex ini”saat Gilang membaca pesan Alex.


“Aku lagi nahan emosi aku “ujar Ica sambil terus menarik nafas.


Tapi anehnya meski kesal Ica dan Gilang tetap mengambil di gudang ,yang memang posisinya dilewati saat akan ke kelas Ica.


Setelah mendapat tali Ica berniat langsung kembali tapi dicegah oleh Gilang . Gilang menarik tangan Ica dan membiarkan tangan Gilang menyentuh tembok membuat Ica tak bisa kemana-mana.


“Ca apa aku kurang ganteng menurut kamu ? “


“Iya “jawab Ica seenaknya


“Pantas saja dia nggak mau “


“Dia siapa ? “tanya Ica tak mengerti.


“Aku nembak cewek dari SMA Mawar “


“Ihhh SMA nggak populer gitu”


“Nggak apa kok yang penting aku suka sama dia”ujar Gilang.


“Terus gimana ? “


“Aku mau nembak dia lagi”


“Kok gitu”


“Makanya aku tes sama kamu ya”


“Boleh “ujar Ica dengan polosnya.


“Emm Hai aku suka sama kamu sejak lama, kamu mau nggak jadi pacar aku ?


“Apa ! “


“Kok kamu diam jawab dong “


“Lohhh harus di jawab gitu ? “Ica planga plongo.


“Iyalah bodoh ! “


“Replay deh”


“Nggak mau bikin kesel aja “


“Yeee terserah deh “ujar Ica kemudian keluar dari gudang.


“Nggak seru kamu Ca ! “


“Biarin !!! “


Ica membenarkan ekspresinya karna dari tadi semenjak membeli minuman di minimarket Ica sudah merasa salting dan ditambah tadi lagi pas Ica mengikuti drama dari Gilang, dada Ica berdegup dengan kencang untung saja tidak didengar oleh Gilang.


Bandara Internasional Lombok


“Makasih sudah antar aku”


“Iya berkunjunglah sesekali “


“Iya Liv”


Sam mengangkat kopernya dan memberi salam pada Oliv.


Sam melihat mobil Oliv berlalu dan ia merasa Oliv terlalu baik untuknya pasangannya nanti pasti beruntung memiliki Oliv yang mempunyai rasa cinta yang tulus.


Bahkan hingga sudah tak memiliki hubungan apa-apa dengannya saja, ia masih mau berbuat baik pada Sam.


“Liv aku tak menyesal telah mengenalmu, terimakasih atas kasih sayangmu padaku selama ini dan semoga saja kau mendapat pendamping yang setia dan perhatian “ucap Sam .


Sam meninggalkan tanah kelahirannya untuk kehidupan yang baru diluar Kota.


Sejujurnya Oliv tahu lokasi Sam tapi ia tak ingin mengunjunginya lagi untuk saat ini.


Meskipun rasa sakit itu masih ada dan melekat tapi Oliv sadar jika dia tak mungkin terus menyimpan dendam.


Ia berjanji akan membantu Sam jika ia dalam kesulitan, sebegitu besar dan dalam rasa cinta Oliv pada Sam, bahkan Oliv sempat berfikir apakah Sam bisa kembali lagi bersama dia dalam satu keluarga yang utuh.


Tapi semua perasaan dan khayalan Oliv hanya ia saja yang tahu, hal itu tak pernah ia ungkapkan kepada siapapun.


Dirumah Ica merebahkan badannya dan ia melirik jam tangannya.


“Aku mau istirahat dulu sebelum ke RS “gumamnya lalu ia pun tertidur dengan menggunakan baju seragamnya.


Ica merasa baru tidur sebentar dan tubuhnya sudah diguncang-guncang.


“Ca bangun “ujar suara itu lembut namun sangattt mengganggunya.


“Emmmpphhh”Ica bergumam dan berusaha tidur lagi.

__ADS_1


“Ca bangun ini Dio “


Ica langsung terbangun dan menuju pojok kasurnya, Ica mengusap matanya tak percaya dengan apa yang ia lihat .


“Kenapa ! Kenapa kamu masuk kamar aku “


“Emm anu Ca aku disuruh sama Nenek kamu”


“Nggak mungkin”ucap Ica sambil menutup tubuhnya dengan selimut seakan ia habis dinodai.


“Ca kamu ini tidurnya kayak kaki empat saja , dari tadi Nenek bangunin kamu kok kamu nggak mau bangun sihh ! “ujar Nenek Ica diambang pintu.


“Nenek ini apaan sih apa Nenek nggak takut dia apa-apain Ica dia kan cowok”


“Nggak takutlah orang Nenek ada disamping pintu kamu dari tadi, memang dasar kamu ya selalu lupa tanggung jawabmu”kali ini gantian Nenek Ica yang mengomel pada Ica.


“Apa aku lupa tanggung jawab apa ? “tanya Ica pada Dio.


“Hari ini jadwal kita bersihin Apotek hidup”


“Astagaaaa!!! “


“Tuhkan makanya jangan sok keras”ujar Nenek Ica sambil pergi dari kamar Ica.


Dio tertawa kecil saat melihat Ica yang melongo sungguh Ica dengan bareface sangat lucu dan menggemaskan.


Jika saja Ica tak ingat kejadian saat dipasar itu, Ica pasti mengomel dengan Dio dan memakinya, bisa-bisanya ia masuk dengan santai ke kamarnya bahkan sekarang ia duduk diranjang Ica.


Nenek memang sembarangan “ujar Ica dalam hatinya.


“Aku keluar dulu ya Ca”ujar Dio .


“Iya” kali ini nada Ica turun beberapa oktaf entah karna malu atau sadar diri jika salah.


Sebenarnya Ica masih mengira jika Dio adalah mimpinya, mimpi buruk tentunya ya bukan mimpi yang indah seperti di film Romance.


Disekolah


“Padahal besok adalah hari Ultah Guru tapi masih aja kita bersihin Apotek Hidup”Ica mengomel sambil mencabuti rumput liar.


Dio tak menanggapi Ica yang sedang mengomel, ia tetap fokus pada rumput liar agar bisa segera pulang.


“Dio”


“Iya Ca”


“Ayo segitu aja deh terus kita pulang”ajak Ica dengan mata yang dikedipkan ke Dio.


“Mana bisa gitu Ca”


“Iya deh si paling nggak bisa “Ica menarik sisa rumput yang ada dan nyaris terjatuh karna rumput liar yang akarnya cukup dalam.


“Aduhhh”ucap Ica dan hal itu berhasil mengundang gelak tawa Dio.


“Hehehehe lucu ya Dio lucu sekali”ujar Ica sambil membersihkan celananya yang kotor.


Dio masih tertawa tanpa menghiraukan Ica yang matanya memerah karna kesal.


“Terus deh Dio terus puas-puasin ketawa”ujar Ica lalu menggelitik Dio.


Dio yang terkejut langsung menghindar dan berusaha kabur tapi Ica yang sudah terpancing emosi terus mengejarnya hingga keliling sekolah.


“Ca ampun Ca ....!!! “pekik Dio karna ini sudah bukan candaan lagi.


“Awas ya Dio !!! “Ica tetap mengejar Dio tapi ia lupa jika ia belum diizinkan untuk melakukan aktivitas berlebihan karna ia baru saja sembuh dari keseleo.


Saat sibuk berkejaran kaki Ica kembali kram dan Ica malah terjatuh hingga berguling-guling.


Dio yang mendengar debuman Ica langsung menghampiri Ica.


“Ca ayo bangun aku bantuin”


Dio membantu Ica untuk bangun, lututnya terluka cukup besar.


“Ayo kita ke klinik”ajak Dio lagi dan lagi Dio menolongnya.


Saat Dio fokus membantu memapah Ica dan mengajak Ica ke klinik, Ica malah memperhatikan ABS Dio yang tercetak jelas di t-shirtnya yang agak tipis.


“Kamu lihat apa Ca ? “tanya Dio pura-pura karna ia tahu pasti Ica memperhatikan ABS nya.


“Ehh enggak ada kok “


Ica berusaha bangkit dengan maksimal hingga ia akhirnya dibonceng oleh Dio ke klinik terdekat.


Mau tak mau Ica memeluk Dio agar tak jatuh, sepanjang perjalanan Dio gugup dan dadanya terus berdebar dengan kencang.


Ini adalah pengalaman pertamanya berboncengan dengan seorang cewek.


Mungkin Ica bisa merasakan detak jantung Dio yang ingin melompat dari tempatnya.


Diluar Dio menunggu dengan gelisah dan tak lama Dio dipanggil untuk menyelesaikan administrasi.


“Keluarga Riska Montana “panggil seorang perawat pada Dio.


“Iya saya “Dio gopoh-gopoh menuju ruang rawat.


“Aku bantu ya Ca”ujar Dio sambil memapah Ica dengan hati-hati.


Dio kemudian mendudukkan Ica dikursi luar rumah sakit.


“Dio aku naik taksi aja nggak apa-apa kan ? “tanya Ica dengan hati-hati agar tak menyinggung perasaan Dio yang telah mengantar dia ke klinik.


“Iya Ca aku juga mau bilang begitu, emangnya sopirmu nggak bisa jemput ? “


“Tadi aku chat bannya pecah di jalan, aku pesan taksi aja tapi kamu nggak marah kan Dio ? “


(Ica Montana sedang sopan pada musuhnya)


“Iya nggak apa kok Ca “


“Oke makasih Dio “


Setelah Ica memesan taksi dan berlalu untuk kembali ke rumahnya ia baru ingat jika pembayaran tadi menggunakan seluruh uang bulannya dan sekarang Dio bingung mau belanja pakai apa.


“Aku mau nagihnya gimana ya caranya”gumam Dio di tengah gelapnya malam.


“Nanti saja aku pikirkan “batin Dio dan menstater motornya memecah kesunyian malam.

__ADS_1



__ADS_2