BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Enam Puluh Dua


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍😍


đŸŒșđŸŒșđŸŒșHappy ReadingđŸŒșđŸŒșđŸŒș


SMA SEMESTA semakin hari penuh dengan kesibukan.. Balon dan hiasan untuk ultah sudah dipasang dengan meriah dan tema warna biru langit.


Antusias siswa setiap tahun adalah kebahagiaan tersendiri bagi Nyonya Emma Montana, dia selalu hadir disana setiap hari untuk melihat sejauh mana persiapan sekolahnya.


Stand kelas yang ingin jualan sudah berjejer rapi dan lumayan banyak artinya peserta bazar semakin meningkat.


Ica yang baru masuk memperhatikan dari kejauhan hingga tanpa ia sadari, tangan menggamit bahunya.


“Baru kelihatan, sudah mendingan ? “


Ica menoleh dan kikuk serta melepas tangan itu.


“Iya nih Kak, aku sakit sudah tiga hari”


“Owhh gitu ya sebenarnya aku sudah tau btw kok grogi sih apa aku terlalu tampan ? “


“Entahlah apa definisi tampan sebenarnya jika dimulai dari kakak”


Ica berjalan menuju kelasnya diikuti oleh Kak Damar.


“Kak jangan ikutin aku dong”pinta Ica.


“Emang kenapa ? “


“Janganlah nanti ada gosip”


“Biarin aja kan aku kakel kamu silat”


“Biarpun begitu, aku nggak nyaman aja diomongin “


“Baiklah aku pergi dulu ya, oiya kan ultahnya lusa kamu sudah bisa tampil nggak ? “


“Bisa dong , kan aku SENI ya”


“Yoi kalau untuk tanding kan kamu belum ada lawan lagi “


“Iya juga sih peminat silat emang nggak ada tahun kemarin untuk kategori putri”


“Kamu sih yang nggak mikir beberapa gadis ada yang spesial kayak kamu tapi anak gadis lain memilih untuk menjaga kulit mereka dirumah daripada ikut ekskul yang buat kulit mereka kering”


“Iya juga ya”


Saat asyik bicara malah Kak Damar ikut hingga didepan kelas Ica.


Ica melihat Kak Damar yang berusaha kabur.


“Ada-ada aja kelakuan ketua Silat itu”batin Ica.


“Ica”sambut Nesa.


“Lampir”ucap Jessi saat melihat Ica.


Ica menoleh pada Jessi dengan tatapan membunuh.


“Aku kira kamu bakal mati”ucap Jessi dengan terang-terangan.


“Sayangnya aku mungkin immortal ya Jessi”ucap Ica tak mau kalah.


“Beberapa hari ini kamu boleh menang tapi sekarang aku sudah masuk taraaaaa ! “ucap Ica agar Jessi lebih kesal.


“Ca”ucap Nesa agar Ica tidak ribut.


“Biarin aja Nes, dia pikir aku takut karna kemarin aku diskorsing”


“Heh...ngeladenin kamu itu bikin aku muak tau, lihat wajah kamu aja aku muak”


“Lahhh kimak ! Yang duluan ngomong itu kan kamu, aku ada ngomong apa ? Kalah , kalah aja say jangan malah keras tanpa alasan “


“Kalah ? Sorry banget ya aku itu tetap yang terbaik”


“Hahahaha terbaik ? “ucap Ica sembari mencibir.


Ica berhenti saat melihat anak baru yang duduk tak jauh dari kursinya.


“Sejak kapan Nes ? “tanya Ica.


“Kemarin Ca”


Ica tak percaya dengan apa yang ia lihat.


Anak baru itu adalah cewek yang menjadi ketua silat Perguruan lain yang pernah berbicara dengan Kak Damar.


“Ada apaa Ca , kamu lihatnya sampai kayak gitu apa kamu kenal ? “

__ADS_1


“Nggak kok”ucap Ica cepat agar Nesa tak terus bertanya.


“Apa yang ia lakukan disini masak iya pindah sekolah, emang aslinya dia sekolah dimana ? “batin Ica.


Meskipun hanya bertemu sekali tapi Ica masih hafal dengan wajah cewek itu.


“Ca kamu sudah sehat ? “


Ica mengabaikan Gilang yang duduk disamping Ica.


“Riska Montana ! “


“Ehhh iya apa ? “ucap Ica berantakan dan mengundang gelak tawa dari Nesa.


“Kamu henk ya karna baru sembuh”tanya Gilang.


“Enggak , aku lagi mikir”


“Dih sok mikir, mikirin aku kan”


“Pede anjay”


“Yah gpp aku pede”sambil mentoel pipi Ica.


“Dasar tukang toel “


“Biarin”


“Kamu kepo dengan anak itu Ca ? “tanya Nesa


“Nggak”


“Namanya Naomi “ujar Nesa.


“Aku nggak tanya”


“Aku kayak pernah lihat dia sih tapi aku lupa dimana “


“Peduli amat sih Nes, sudahlah”ujar Ica.


Ica melirik Dio yang baru datang dan ingin mengganggunya.


“Permisi Gilang aku mau duduk”ujar Dio dengan suara yang pelan.


“Aaaaa... Apa ? “


“Aku mau duduk”


Saat Dio akan duduk Ica dengan kuat menendang kursi Dio kesamping dan membuat Naomi terkejut.


Ya hanya Naomi karna ia belum tahu siapa Ica.


Sementara yang lain hanya tutup mata.


Naomi kemudian bangun dan menghampiri Ica.


“Belagu banget sih jadi cewek “


“Emmm”Ica menoleh pada Naomi yang disulut amarah.


“Apa !”tanya Ica.


“Kamu belagu banget”


“Bukan urusan kamu”


“Dasar pembully “ucap Naomi.


Ica tak menanggapi Naomi namun Naomi malah menarik rambut Ica dengan kasar, helo rambut ini baru keluar dari salon dengan harga 200k.


“Hehh kamu apaan sih , ini urusan aku sama Dio”


“Aku nggak tahan ya lihat kamu yang sok berkuasa disini, padahal pasti otakmu kosong”


“Siapa yang otaknya kosong kamu bilang”ujar Nesa dengan mata yang melotot.


“Ehh Sayomi maksudnya Naomi, kamu itu anak baru jangan ikut campur urusan kita “


“Kalian juga hanya tutup mata ngeliat pembully didepan mata”


“Aku itu cuma main aja sama Dio, yakan Dio”ucap Ica dan Dio hanya mengangguk.


“Apa ? “ucap Naomi tak percaya.


“Urus aja urusanmu sendiri “ujar Ica kemudian mengambil HP dan chat Neneknya bertanya tentang Naomi.


💬


Naomi pindah kesini karna orang tuanya pindah rumah.


Tapi katanya sih usahanya bangkrut dan berhutang banyak di rentenir.

__ADS_1


Agar tidak terlihat miskin ortu Naomi rela sekolahin Naomi kesekolah kita agar tetap dipandang.


Ica kemudian nyeletuk pada Naomi.


“Hai anak baru, sebaiknya kamu bisa bertahan disini karna SPP disini lumayan mahal”


Naomi yang bisa menangkap ucapan Ica sangat emosi namun tak berani melawannya.


“Sialan”ucapnya dalam hati.


Naomi benar-benar sakit hati dengan ucapan Ica.


Ica langsung mencari tahu tentang siapa dia dan terang-terangan tentang statusnya saat ini.


“Aku harus membuat teman-temanku terpukau padaku”ujar Naomi.


Saat situasi sedang panas Kak Damar datang ke kelas Ica sambil membawa selebaran untuk difotokopi oleh Ica.


“Ca ini tolong kamu fotocopy ya”


“Iya Kak”


“Lohh Kak Damar”


Kak Damar menoleh saat namanya disebut.


“Naomi ? “


“Iya “Memasang wajah manja.


“Kamu kapan pindah kesini ? “Tanya Kak Damar.


“Kemarin Kak”


“Jauh juga sih kamu kesini, emang kenapa pindah ? “


“Bisnis keluarga bangkrut, sekolah disini biar dikira tetap mapan”ujar Ica dengan mantap.


“Wah aku turut prihatin ya Naomi”ujar Kak Damar.


Wajah Naomi memerah karna marah dan malu, ia sudah menyembunyikan identitasnya dengan rapat tapi Ica dengan gampang memperoleh informasi tentang dia.


Semua teman sekelas Ica membicarakan Naomi.


Naomi langsung salah tingkah dengan ucapan Ica.


“Jangan nyari masalah sama aku”ujar Ica dalam hati.


“Nggak apa kok Naomi, nggak masalah hidup emang kayak gitu “ujar Ica entah memberi semangat atau menjatuhkan.


“Kamu terlalu banyak membuat drama “ujar Naomi yang masih belum paham kekuatan dari Ica.


“Aku lagi malas memperpanjang ini tapi kamu tunggu aja nanti”


“Sudah Ca, Naomi jangan bertengkar nggak baik”ujar Kak Damar karna ia merasa diposisi yang tidak bagus.


“Dia itu suka bully orang Kak”


“Maaf Naomi aku sudah lebih lama berteman degan Ica daripada kamu”ujar Kak Damar membuat Naomi terpojok.


“Aku pamit dulu ya Ca, aku tunggu nanti sore ditempat latihan”ujar Kak Damar dan berlalu dengan perasaan yang tidak enak.


Ica kini merasa kerjaannya bertambah sejak kedatangan Naomi.


Dari sekian populasi yang ada di daratan yang ditebas oleh pulau mengapa harus Naomi dan satu kelas dengan Ica.


“Ca ini rencana yang aku buat untuk acara ultah sekolah “ujar Ketua Kelas di kelas Ica.


“Iya kamu atur aja aku ngikut deh”


“Oke tapi ini sudah fiks”


“Oke aku percaya kok sama kamu”


“Makasi Ca”


“Aku sama Gilang yang akan pinjam alat untuk smotienya ya”


“Oh kamu yang mau pinjam jadi kita nggak perlu nyumbang ? “


“Nggak usah “


“Makasi Ca”


“Sama-sama dan jangan ganggu aku “


“Iya Ca”


Dibalik kelakuan Ica yang suka membully orang lain, jiwa sosialitas Ica sangat tinggi, Ica membully lebih kearah iseng atau karna ia tahu orang tua anak itu bermasalah, Ica pilih-pilih untuk orang yang akan ia bully.


Contohnya Dio karna dia culun dan sok tahu kalau Bela karna ia yang mulai duluan sekarang bertambah Naomi .

__ADS_1


Sepertinya dunia ini akan semakin menarik hingga satu tahun kedepan.


__ADS_2