BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Dua puluh sembilan


__ADS_3

🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


“Nih baginda Raja, Raja Fir’aun dan jongosnya” Ujar Ica sambil melirik Aris.


“Taruh aja Ca” Ujar Dev masih fokus sama hapenya.


“Ogehhhh”


Ica menguping dari kamarnya dan tak lama terdengar teriakan dari kamar Dev.


Ica puas dan tertawa terpingkal-pingkal.


Dev sepertinya tak berani berteriak keras dan melabrak Ica,karna Mama dan Nenek sudah tidur.


“Awas kamu Ica” Batin Dev.


Hari-hari Dev kini lebih berwarna karna ia sering chating dengan Hanum.


Bagaimana dengan Sonya ?


Dev dari awal emang tak ada perasaan dengannya, Dev berusaha menerima Sonya tapi nampaknya ia belum sayang ataupun Cinta pada Sonya.


“Dev”


“Sonya ! “


“Kenapa kamu terkejut begitu ? “


“Aku nggak terkejut hanya saja, kau tiba-tiba disini “


“Kamu nggak suka ? “


“Emmm.... Suka kok ada apa ? “


“Kamu agak jarang chat aku akhir-akhir ini , ada apa ? “


“Aku sibuk “


“ ohhh gitu, Dev nanti malam jalan yuk”


“Iya”ucap Dev agar Sonya segera pergi.


“Oke, kalau gitu aku pulang ya”


“Iya”


“Selamat kerja Dev”


Dev mengangguk dan melanjutkan SMS, an dengan Hanum yang bercerita jika ia sudah mendapat kerja di toko baju.


“Aris aja santai padahal dia satu angkatan dengan Hanum”


Batin Dev


Seakan ia tak tahu bahwa Aris adalah pewaris sedangkan Hanum adalah perintis.


Setiap hari Dev punya aktivitas baru yaitu sms Hanum dan menanyakan kabarnya kadang dia menelepon hingga petang.


Suatu hari Dev mengajak Hanum pergi dan ia juga izin pada kedua orang tua Hanum.


“Dev... Kamu kerja apa ? “


“Aku kerja diperusahaan Montana, kamu tahu kan”


“Tahu kok, banyak orang yang ingin kerja disana”ujar Hanum polos.


Baju yang dipakai Hanum sangat biasa, jauh dari kata trendy.


“Hanum, aku bawa kamu beli beberapa baju ya”


“Jangan deh Dev, aku nggak enak lagipula kita belum ada ikatan”


“Gapapa kok, anggap aja ini untuk memperkuat tali pertemanan kita ya”


“Baiklah Dev”


Hanum banyak bercerita selama diperjalanan, Hanum begitu ceria dan pandai menarik hati pendengar ceritanya.


Dev membawa Hanum kesebuah Mall yang ada di kota.


Hanum mulai melihat-lihat, namun setelah lima belas menit memilih ia tak kunjung membeli.


“Dev... Kita beli dipasar aja ya, ini semua diatas seratus ribu”ujar Hanum.


“Kamu pilih aja yang kamu suka Num, nanti aku bayarin”


“Ini terlalu mahal Dev, aku nggak bisa “


“Gini aja deh, kamu coba aja yang kamu suka, kalau nggak cocok jangan beli “


“Okey”


Hanum mencoba beberapa baju dibantu pegawai toko tersebut.


Semua baju yang dicoba Hanum sangat cocok dengannya yang mempunyai tubuh kecil, ya sangat mirip dengan Ica, bedanya Hanum ini lemah lembut dan Ica barbar.


“Dev ini dibawah seratus, aku mau yang ini boleh ? “


“Iya... Kamu yakin hanya ini saja ? “


“Iya”

__ADS_1


“Baiklah... Kita bayar yuk”


“yuk”


“Hanum kamu duluan tunggu aku ya, mesinnya masih error ”ujar Dev


“Aku tunggu dimana ? “


“Di tempat es krim itu deh”


“Okey”


Hanum berdiri di depan gerai es krim, dia jarang kesini kalaupun diundang temannya, tabungannya sebulan pasti habis dipakai untuk ke Mall ini.


“Ini”ucap Dev memberikan satu kantong besar baju.


“Lohh... Ini semua kan yang aku coba Dev”


“Iya... Buat kamu”


“Aku nggak mau Dev “


“Jangan begitu, kalau kamu nggak mau, aku nggak akan mau ketemu kamu lagi”


“Ya ampun Dev, nanti jika aku gajian gantian ya aku yang beliin kamu”


Ucapan Hanum membuat Dev tertegun, ia belum pernah mendengar kata ini dari setiap perempuan yang pernah pacaran sama dia, kecuali Tante Yosiko.


“Iya Num”ujar Dev agak lama.


“Kamu mau beli es krim ? “


“Iya Dev”


Sekolah Ica....


“Ca... Ada Dio”


“Aku mau dorong dia”ujar Ica


“Ayo Ca”


Ica dengan sengaja menyenggol Dio dan es yang dibawa Dio tumpah.


“Jalan pakai mata”ujar Ica


Dio tak membalas ucapan Ica, ia hanya membersihkan bajunya yang terkena cipratan es.


Dio heran kenapa Ica sering sekali mencari masalah dengannya, padahal ia yakin dia tak pernah menyinggung Ica.


Ujian semester dua untuk kebaikan diadakan seminggu lagi dan Ica sangat greget dengan Dio yang selalu punya nilai sama dengannya.


“Ini nggak bisa dibiarin”


“Ca.... “


“Ica “


“Apa !!! “


“Minggu besok jadwal kita buat kasih makan hewan”


“Iya aku tahu kok”


“Jangan terlambat ya”


“Kan masih lama Dio, lagi dua hari”


“Aku hanya ingetin kamu aja Ca”


“Aku nggak butuh”


🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬


Dio menghela nafas panjang.


“Apa sih salahku hingga dia begitu jutek padaku “


“Ca... Aku dengar Bela gosipin kamu”


“Gosip apa ? “


“Benar ya kamu dilabrak sama istri Papa kamu”


“Dia cerita begitu ? “


“Iya, semua orang juga tahu Ca”


“Keterlaluan sekali dia”


“Aku akan cari dia”


“Ca.... Apaan Nes ? “


“Aku tadi lihat Bela masuk Toilet “


“Pas banget ayo kita kesana”


Ica menyiapkan air diember dan bersiap disamping toilet yang dipakai oleh Bela.


Saat Bela akan keluar, ia menyiram lewat atas.

__ADS_1


Bela berteriak dan Ica segera kabur.


“Teruslah bergosip hingga mulutmu berbusa”ucap Ica kesal.


“Kayaknya dia benci banget deh sama kamu Ca”


“Iya... Aku belum tahu apa motifnya, aku juga sering bully anak lain dan jika sudah berhenti, mereka juga tak akan bahas lagi tapi Bela ini, dia seakan punya dendam padaku”


“Iya Ca... Kita harus lawan dia, jangan mau kalah”


Ketika Ica akan pulang sekolah ia mendengar ribut-ribut di gudang belakang.


“Kamu tunggu disini Nes, kayaknya ada yang terjadi”


“Oke Ca”


Disana terlihat ada seorang siswi yang akan dilecehkan oleh beberapa siswa, Ica mengintip dari balik pohon dan dengan segera menjatuhkannya.


“Aku tak butuh bantuanmu”


Ujar siswi itu dengan tegas.


“Kau kan mau dilecehkan “


“Jangan ganggu aku”


“Ada apa ini ? “


“Ica mukul anak-anak ini Pak”


Ujar Siswi itu


“Benar itu Ica ? “


“Aku mau nolong dia Pak, tadi dia teriak minta tolong”


“Kita lagi main kok, kamu aja yang salah paham”


“Ica... Kamu ikut keruangan BK sekarang “


“Nesa ? “


“Aku nggak tahu Ca, siapa yang beritahu guru itu “ucap Nesa.


Tak disangka semua siswa dan siswi itu memberikan keterangan palsu dan kali ini Mama Ica kembali di panggil.


Ica sangat kesal dan menyesal membantu siswi itu, jika tahu ini jebakan ia tak akan kesana.


Ica tidak diskor tetapi diberi poin sanksi dan jika bulan ini ia melakukan bullying lagi ia akan dibatalkan mendapat beasiswa ke Jepang.


“Sakit sekali rasanya Nes” ucap Ica


“Aku turut prihatin Ca”ucap Alex.


“Niatku baik,malah mereka memang sengaja”


“Sekalinya kamu bantu malah kayak gini Ca”ujar Fabian.


“Entahlah”


“Mama kamu marah Ca”


“Iya pastilah dia marah, ini dia belum bicara sama aku karna dia ada undangan hari Raya, jika dia dirumah pasti aku akan dapat siraman rohani”


“Besok aku akan balas mereka, bantu aku guys”


“Oke Ca”


Dirumah Ica memutar makanannya karna tidak nafsu makan.


Dev juga menceramahinya siang dan malam seperti minum obat TBC yang tidak boleh putus.


“Arrgghhh sekalinya aku bantu orang, kok jadi ribet ya”


“Ca... “


Ica menoleh melihat Mamanya.


“Mama dan Nenek akan pergi ke Jakarta “


“Ikut Ma”


“Tante kamu lahiran, masak kamu mau ikut, kan kamu sekolah”


“Iya deh Ma, tapi aku boleh ajak Nesa kesini ? “


“Tumben kamu mau ajak temanmu ke rumah “


“Iya Ma hanya Nesa, kayaknya nggak apa deh”


“Oke... Tapi jangan membuat onar”


“Iya”


“Mama berapa hari dijakarta ? “


“Seminggu “


“Lama sekali “


“Mama mau jalan-jalan juga dong, sumpek kerja terus”

__ADS_1


__ADS_2