BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Tujuh Puluh Lima


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍😍


🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


Ica kembali ke kamarnya karna kesal dengan si Tua Dev itu.


“Si sialan itu benar-benar menjengkelkan” Ujar Ica lalu melihat tas tangan diatas meja.


“Kan aku sudah bilang aku tak mau tas tangan ini btw apa sih isinya kok aku kepo. “


Ica membuka tas tangan itu dengan hati-hati.


“Kyaaa mini album NCT yang terbaru ? “kok bisa sih Pamannya Gilang tahu aku suka ini.


Aku benar-benar curiga pada penghuni rumah ini, pasti saat aku sekolah mereka eksplor isi kamar aku, tapi nggak apa-apa deh soalnya harga ini lumayan mahal untung aja aku belum beli di online shop”ucap Ica sambil menimang mini albumnya.


“Untung aja Mama nggak ambil ini nyesel juga aku nolak kemarin hehehe. “


Ica melihat ponselnya dan ada sebuah notifikasi SMS.


📩 Kak Damar Ketua Silat


*Ca lagi apa ? *


“Dia chat kemarin dan aku baru buka sekarang”ujar Ica dan membalas pesan Kak Damar.


Ica 💬


*maaf Kak


Aku baru saja buka hape


Hehehe, aku baru bangun Kak 😙*


📩 Kak Damar Ketua Silat


*oh gitu, pasti kamu capek banget ya aku nggak ganggu kan ? *


💬 Ica


*Nggak kak, kan ini aku sudah bangun*


📞


“Hai Ca aku ganggu nggak ? “


“Enggak Kak”


“Kamu lagi ngapain ? “


“Aku baru bangun terus makan Kak”


“Oh gitu ya, sebenarnya aku ada tiket film yang kamu bilang itu, tapi “


“Tapi apa Kak ? “tanya Ica.


“Tapi apa Dev izinin kamu buat pergi ? “tanya Kak Damar.


“Aku coba izin sama Dev dulu ya Kak, tiketnya jam berapa ? “


“Tiketnya jam empat sore Ca”


“Oh iya Kak aku izin dulu sama Kak Dev ya. “


“Iya Ca aku tutup dulu ya teleponnya”


“Baiklah Kak”


Ica tersenyum saat menerima tawaran dari Kak Damar tapi yang jadi masalah saat ini adalah si Dev.


Kalau Mama pasti selalu kasih izin tapi Dev, dia pasti akan mempersulit Ica.


Rumah Gilang


“Gilang kamu tahu nggak aku pernah lihat Ica “


“Terus “


“Dia masuk ke toko accessories “


“Terus apa hubungannya ya wajar sih kalau dia ke toko accessories “


“Tapi dia bareng sama Alex”


Gilang menghentikan permainan PS nya.


“Serius kamu Yan”


“Iya nggak mungkin aku salah lihat “ujar Fabian.


“Oh gitu ? “


“Emang Alex nggak ada cerita sama kamu ? “tanya Fabian.


“Nggak ada sih lagipula masak semua hal harus ia ceritakan pada kita”


“Ya emang bener tapi aku kira dia ada cerita, atau mungkin Ica yang cerita kan “


“Nggak ada “ucap Gilang hingga ia tak sadar bahwa ia kalah bermain gitar hero.


“Eh lewat banyak tuhhh “ujar Fabian.

__ADS_1


“Ehhhh”Gilang kemudian berusaha melanjutkan tapi gagal.


“Ya ampunnnn !!! “Teriak Gilang dengan kecewa.


“Giliran aku sekarang “ujar Fabian.


“Iya main deh aku mau lihat hape dulu”ujar Gilang kemudian naik ke tempat tidur.


Alex dan Ica pernah keluar bareng tapi tanpa cerita sama Nesa ataupun ke yang lainnya.


Alex mendahului aku padahal aku kira dia tidak akan bertindak sampai sejauh itu.


Alex memiliki keberanian yang lebih daripada aku”batin Gilang sambil tersenyum kecut.


Tapi aku harus tetap berfikir positif dan aku harus berjuang hingga Ica menerima aku nantinya , untuk saat ini tidak apa-apa aku dan Ica tetap berteman.


“Melamun “tanya Fabian saat melihat Gilang yang diam membisu.


“Nggak aku lagi mikir “ujar Gilang.


“Tumben kamu mikir”


“Emangnya aku nggak pernah mikir “


Fabian tersenyum sambil memperhatikan Gilang ia tahu jika saat ini Gilang ingin sendiri.


“Gilang Mama aku chat, aku disuruh beli telur buat makan malam “ujar Fabian pada Gilang, ia sengaja berbohong agar Gilang punya waktu untuk sendiri.


Dia juga sadar ceritanya tadi membuat air wajah Gilang berubah.


“Oke hati-hati ya besok kamu sekolah kan”


“Iya dong “


Ica mengendap-endap menuju kamar Dev yang kebetulan pulang istirahat.


“Kak Dev”


“Apa”ucap Dev yang tahu jika Ica ada maunya.


“Aku mau keluar nonton bareng Kak Damar boleh”


“Nggak ! “


“Kenapa Kak”ucap Ica dengan kecewa.


“Aku bilang enggak ya enggak !!! “Dev mempertegas suaranya.


“Apaan sih Dev, kemarin aku pergi sama Alex boleh”


“Ca, kemarin saat sama Alex itu, aku akuin itu salah karna aku tak berfikir dengan baik”ujar Dev .


“Tapi Kak Damar sudah beli tiketnya”


“Seharusnya dia tanya dulu sebelum mau beli, nanti akan aku ganti uangnya . “


Dev tidak peduli ia sadar kesalahannya kemarin dengan membiarkan Ica dan Alex keluar untuk membeli kado.


Kali ini maaf dulu Dev belum bisa mengizinkan Ica keluar lagi.


📱


“Hallo Ca, apa yang dikatakan Kak Dev ? “tanya Kak Damar


“Aku nggak diizinin Kak, maaf ya”


“Apa nggak bisa aku kesana buat minta izin sama kakakmu”


“Nggak usah Kak , nanti aku ganti ya uang tiketnya “


“Kalau nggak diizinin nggak apa Ca, mungkin dia takut kamu kenapa-napa”


“Iya Kak tapi aku kepengen nonton sama Kakak”


“Lain kali aja kalau gitu, mungkin aku belum beruntung”ujar Kak Damar.


“Maaf ya Kak”


“Ya sudah kalau gitu aku tutup ya teleponnya “


“Iya Kak”


“Bye Ica”


“Bye”


Kak Damar menarik nafas setelah bicara dengan Ica.


Dia mengumpulkan keberanian yang banyak agar bisa bicara dengan Ica.


Bicara didepan orang banyak sangat mudah, tetapi mengapa bicara dengan Ica yang hanya ditelepon dia begitu berdebar.


Jika mengingat saat Ica baru bergabung di ekskul silat, dia sangat keras dan tegas pada Ica.


Kak Damar tahu jika Ica pernah aktif ikut silat saat SMP karna ia telah membaca profil Ica yang ia kumpulkan dari sekolah lamanya.


Maka ia sengaja melatih Ica dengan keras.


Ia tahu jika Ica sangat kesal padanya karna ia terlalu sering marah pada Ica.


Tetapi itulah yang membentuk Ica menjadi pesilat wanita yang paling kuat diantara temannya yang lain.


Kak Damar juga heran pada perasaannya yang datang tiba-tiba pada Ica.


Padahal ia dan Ica sudah latihan bersama selama hampir dua tahun lamanya.

__ADS_1


Apakah ini yang dinamakan cinta tumbuh karna terbiasa, bukan pada pandangan pertama.


Ciyeee...


Keesokan harinya disekolah Ica dan gengnya sudah menunggu di lorong sekolah untuk meminta jatah preman mereka.


“Ca itu tuu yang Papanya mukulin pemulung yang dikira maling , gara-gara anaknya sendiri yang lupa taruh hape dikamar mandi“ujar Nesa pada Ica.


“Ohh itu anaknya”Ica tersenyum saat melihatnya.


Saat anak itu akan lewat Ica merentangkan kedua tangannya di depannya.


“Jatah”


“Nggak ada “ujarnya tegas.


“Cepet !atau”ucap Ica sambil mengepalkan tinjunya.


“Iya iya”ujar anak itu takut


“Lain kali jangan menuduh tanpa bukti ya, dasar tukang fitnah”ujar Ica.


“Huhhh, cukup dulu deh untuk hari ini aku lelah banget”ucap Ica pada gengnya.


“Yuuk deh kita balik”


“yoi”


“Ehh itu Dio Ca”ujar Fabian saat melihat Dio yang berjalan kearah mereka.


“Dio ! “


Dio sangat terkejut mendengar namanya disebut.


“Dio traktir kita dong”ujar Alex.


“Maaf aku lagi nggak ada uang saku lebih “ujar Dio.


“Kenapa harus nunggu lebih jika uang sakumu ada”


“Terus aku makan apa dan hari ini aku dan Ica akan ke kebun bunga untuk bersih-bersih”


“Itu kan urusan kamu Dio bukan urusan aku”ujar Gilang.


“Tolong hari ini aja jangan ya”pinta Dio pada Gilang.


“Duhh gimana ya”


“Aku kasih sebagian aja deh”ujar Dio lagi.


“Emm karna kamu lagi bernasib bagus maka aku lolosin deh ya”


“Oke makasih ya”ujar Dio pada geng Ica.


Nesa yang dari tadi fokus dengan hapenya kini mulutnya menganga mirip ikan mujair.


“Ca”


“Apaan sih ? “tanya Ica.


“Kamu digosipin “


“Sama siapa ? “


“Bela”


“Hahhh dia lagi ? “


“Ini siluet kamu kan”tanya Nesa saat melihat Ica namun berbentuk siluet tapi tasnya tidak disensor dan hanya Ica yang memiliki tas bermerk itu.


“Iya ya ampun “


“Ini ada lagi kamu sama Kak Damar pas lagi di ruang silat “ujar Nesa .


“Ini kamu dan Alex ? “


Alex terkejut saat namanya disebut.


“Kok bisa Nes ? “


“Dia memang bentuk siluet tapi untuk barang yang dipakai dia sengaja nggak sensor jadi emang jelas itu siapa , Ca kamu pernah keluar sama Alex kok kita nggak tahu ? . “


“Iya aku”


“Biar aku aja yang jelasin Ca”ujar Alex.


“Aku minta tolong antar beliin kado cewek untuk temannya Kakakku , nggak mungkin kan aku ajak kamu Nes”


“Ohh gitu tapi kok kalian nggak cerita “


“Lupa “ujar Alex dengan polos dan Nesa melihat kearah Gilang.


“Sudahlah Nes, intinya sekarang ayo kita labrak si Bela”ujar Fabian.


“Pulang sekolah aja, sekarang dah mau jam masuk”ujar Ica.


Nesa dan gengnya terdiam, ia tahu Ica pasti kepikiran dengan hal yang dikatakan oleh Nesa.


Bagaimana tidak si Bela makin terang-terangan membuat unggahan tentang Ica dan bahkan menjadi seorang penguntit.


Ica merasa hidupnya sudah tak nyaman dan tidak ada privasi untuknya lagi.


Berita itu begitu cepat tersebar hingga ke Kakak kelas, banyak yang membully Ica dalam postingan itu, yang mengatakan Ica adalah cewek nggak benar dan selalu sibuk dari satu laki-laki ke laki-laki lain.


Hanya sehari

__ADS_1


Ya hanya sehari berita itu menjadi top trending di SMA SEMESTA.



__ADS_2