BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Enam Puluh Tiga


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍😍


🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


Hari ini Ica tak pulang seperti jam biasa karna ia sibuk dengan urusan sekolah, dari bazar kelas hingga promosi ekskul.


Ica berjalan dengan cepat menuju ruang ekskul, debu beterbangan hingga menyatu dengan kulit kaki Ica yang berwarna random itu karna efek sinar matahari.


Ica menyisir ruang ekskul mencari Kak Damar untuk memberikan selebaran itu.


“Mana sih orangnya ? “ Ucap Ica, karna malas menunggu Ica langsung keruang ganti karna biasanya Kak Damar ada disana.


Benar dugaan Ica, Kak Damar ada disana ia baru saja keluar dari kamar ganti.


“Ca ? “


“Iya Kak, aku nyariin dari tadi”


“Oh”ucapnya datar kemudian melihat sekeliling.


Sepi


Kak Damar mengambil selebaran dari Ica demgan jarak yang sangat dekat.


Membuat nafas dia dan Kak Damar bisa terdengar.


“Aku balik ke kelas dulu ya Kak, mau siapin buat bazar”


“Buru-buru amat sih “ujar Kak Damar sambil terus mendekat.


“Iya Kak, aku duluan ya”ujar Ica dengan setengah berlari.


Ica merasa gugup dengan tingkah laku Kak Damar yang semakin liar padanya.


Ica jadi ingat saat pertama ikut ekskul pencak silat dan ia ingat Kak Damarlah yang paling dingin padanya, ia selalu galak saat Ica salah meski ia tahu bahwa Ica adalah anak dari pemilik sekolah, Kak Damar adalah tipe orang yang tidak pandang bulu, mau berbulu atau tidak berbulu dimatanya semua sama.


Tapi kali ini saat ia dan Ica semakin lama bersama, sikap Kak Damar semakin diluar dugaan dan body language yang membuat Ica takut pada Kak Damar.


Makanya saat Nesa suka pada Kak Damar, Ica ingin menghentikan karna ia tahu sifat asli Kak Damar tapi Nesa kan memang type yang tidak pantang mundur dan selalu penasaran.


Ica bersyukur Nesa tak pacaran dengan Kak Damar dan memilih Kak Alvian.


“Kamu kok ngos-ngosan Ca”tanya Nesa yang masih merapikan meja-meja yang akan dibawa keluar untuk bazar.


“Iya nih aku lagi pengen Olga aja”ucap Ica bohong.


“Olga disiang bolong gini, kamu emang agak lain ya otakmu miring”ujar Nesa lagi.


“Biarin aja”ucap Ica.


“Ca sudah baca grup ? “tanya Alex.


“Belum emang ada apa ? “


“Coba deh kamu lihat “ujar Alex lagi.


Ica membuka grup kelas dan matanya membulat.


SUSUNAN ACARA


ULTAH SEKOLAH🍁🍁🍁


1.BAZAR


2.PERFORMA EKSKUL


3.FROM NIGHT (tema prince dan princess, gaun bebas)


“APA !!! “


“Banyak yang protes karna nggak mau pakai baju seperti itu”ujar Alex lagi.


“Apa harus sih”


“Aku pikir kamu tahu Ca, kan kamu yang punya sekolah “


“Yang punya sekolah itu Nenek aku ya”


“Tetap saja Ca”


“Ya ampun, aku pengen protes sama Nenek aku, kenapa dia bikin acara kayak gini sih”ujar Ica lemas.


“Aku selalu menutupi penampilan aku yang pakai gaun, ini malah akan dipakai didepan orang ramai”batin Ica dengan pasrah. “Tega sekali Nenek”


Pukul 16.00


“Besok jangan lupa datang pagi ya”ujar KETUA KELAS 11IPS.


“Iya”ujar semua anak-anak antusias.


“Tega “tutuk Ica lagi.


Saat Ica menunggu jemputan ditempat biasa Kak Damar baru saja keluar dari toko es krim diikuti oleh Naomi.


“Aku suka yang ini Kak”


Terlihat Kak Damar yang risih dan Ica merasa kasihan pada Kak Damar.


“Ca”panggilanya saat melihat Ica yang duduk dengan kaki yang tidak rapi.


Kak Damar melihat Ica dengan tatapan tajam.


“Tutup please Ca”


“Hehe maaf Kak”


“Kamu mau es krim, aku traktir “


“Enggak usah deh Kak”ujar Ica pura-pura.


Ide gila tiba-tiba terbersit dalam pikiran Ica.


Ica tersenyum.


“Serius kamu nggak mau ? “tanya Kak Damar lagi, padahal ia tahu jika Ica sering mampir kesana.

__ADS_1


“Kalau Kakak nggak keberatan aku minta sedikit punya Kakak deh”Ica tersenyum jahat.


Naomi tampak terkejut dengan ucapan Ica.


“Eh apaan sih kamu”ujar Naomi tak Terima.


“Eh nggak apa-apa kok aku sama Ica biasa berbagi”ujar Kak Damar dengan nada yang enteng.


“Kalau kamu mau ambil saja punyaku “ujar Naomi tak rela jika Kak Damar berbagi dengan Ica.


“Maaf tapi aku alergi dengan kacang”ucap Ica bohong.


“Ini Ca, kamu boleh cicip kok”Kak Damar menyodorkan es conenya.


“Makasih”(dalam hati ya ampun apa yang aku lakukan bisa-bisanya demi membuat Naomi kesal aku harus sampai kayak gini).


Kak Damar berbagi es cone nya dengan Ica dan itu sukses membuat Naomi sangat kesal.


Ica dengan tingkah yang dibuat-buat dan mulut yang dibuat semanis tebu langsung melahap es krim milik Kak Damar tanpa rasa canggung.


“Udah Kak”ucap Ica masih manja.


“Oke dah cukup “tanya Kak Damar lagi.


Ica mengangguk dan pamit pada Kak Damar saat melihat mobil jemputannya datang.


Tanpa rasa ragu Kak Damar langsung memakan es krim bekas Ica.


“Aku duluan ya selir “ujar Ica saat melewati Naomi .


Naomi semakin kesal dengan Ica berkali-kali lipat, ingin rasanya ia mencakar tubuh Ica tapi ia sadar saat ini dia bersama dengan Kak Damar.



Di mobil Ica menghela nafas yang panjang.


“Apa yang aku lakukan”Ica menutup wajahnya.


“Ada apa Mba Ica”tanya Pak Rahmat.


“Ya aku lagi bikin kesal seseorang Pak”ujar Ica.


“Bikin kesal tapi kok malah kayak nyesel sih ? “


“Bukan nyesel Pak hanya malu aja”


“Mba Ica ada aja deh oiya bagaimana persiapan ULTAH sekolahnya ? “


“Sudah selesai Pak tinggal besok mau bazarnya”


“Oh gitu semoga acaranya sukses ya Mba”


“Iya Pak Makasih”


Ica adalah anak yang susah ditebak, disekolah ia bisa jadi sangat penganggu dan mengesalkan tapi pada Pak Rahmat ia baik dan sopan.


Apakah Ica tak bisa hanya menjadi baik dan sopan tanpa harus membuat masalah disekolah bahkan dicap sebagai pembully.


Ayolah Ica beri kepastian sifat aslimu.


Sesampainya dirumah Ica melihat sebuah pesan.


Alex 💬


Ica 📩


*Kenapa harus aku


Nesa bagaimana ? *


Alex 💬


*Nggak mungkinlah


Bisa ngamuk Alvian*


Ica 📩


*Lupa


Terus kapan mau perginya ? *


Alex 💬


*Hari ini jam tujuh*


Ica 📩


*Oke


Aku izin dulu ya*


Alex 💬


*Oke makasih


Aku jemput ya*


Ica 📩


*Oke aku tunggu*


🐱🐱🐱🐱🐱🐱🐱🐱🐱🐱🐱


“Suruh Alex ngomong sama aku jangan mimpi-mimpi mau ngajak kamu kencan”ujar Dev saat Ica minta izin pada Dev.


“Kak Mama sama Nenek sudah kasi izin loh lagipula aku mau antar dia beli kado”


“Itukan Mama sama Nenek, aku mau tunggu dia izin sama aku”


“Nanti dia izin juga kok sama kamu “.


“Iya aku tunggu”ujar Dev sambil melangkah keluar teras.


“Dasar ! “


Ica bergegas mandi karna waktu sudah mepet tadi dia asyik scroll sosmed hingga lupa waktu.


Jadilah ia mandi ala kadarnya saja dengan paket hemat dan kilat.

__ADS_1


Ica menyisir rambutnya dengan perlahan dan melihat pantulan wajahnya dicermin.


Ia tak perlu memakai riasan untuk keluar karna tanpa riasan pun wajahnya Ica terlihat cantik dan manis.


Tapi ini bukan alami ya ada bantuan sesuatu yang bernama skincare untuk menunjang kulit sehat Ica.


Skincare Ica berderet rapi dan semua harganya diluar jangkauan kaum menengah kebawah seperti author.


Setiap Dev pulang dari kantor ada saja investor yang menitipkan buah tangan padanya, entah itu kue, parfum hingga skincare jadi bisa dikatakan sebagian yang ada di kamar Ica adalah hasil dari usaha Dev.


Seperti hari ini ada perusahaan kue yang ingin memasukkan produknya ke perusahaan Dev dan ia menghadiahi Dev dengan kue yang enak dan mahal, Dev yang tak terlalu suka makanan manis hanya membawanya pulang dan itu biasanya akan menumpuk dan ujung-ujungnya dibagikan pada ART serta para supir.


Alex


Makhluk yang ditunggu oleh Dev akhirnya menampakkan dirinya keatas bumi milik Dev,dengan wajah yang gugup.


Dev setia duduk di teras meski cuaca hari ini bisa terbilang cukup dingin.


Dev meminum teh camomilenya dengan tenang dan melihat Alex yang terbungkuk-bungkuk menuju kearah dia .


“Kamu kira aku Pangeran sampai kamu bungkuk 360 derajat”ujar Dev dengan sinis.


“Maaf Kak, aku mau nyari Ica”


“Ya aku tahu makanya aku duduk disini”


“Jadi Ica mana Kak ? “tanya Alex karna tadi saat dichat Ica bilang dia sudah siap.


“Duduk dulu nanti juga dia keluar “


Dengan perlahan dan super hati-hati Alex duduk di samping Dev.


“Kamu mau minum apa ? “tanya Dev.


“Nggak usah Kak”


“Lex apa kamu tahu, kamu lebih dulu berakal daripada Gilang “


“Maksud Kakak apa ? “


“Ya Gilang saja belum pernah ajak Ica kencan”


“Ini bukan kencan Kak, aku hanya mau ajak Ica beli kado “


“Lex, kamu pikir aku ini anak kemarin sore ? “


“Tapi serius Kak”


“Ya aku harap emang begitu Lex karna terlalu cepat seribu tahun buat kamu deketin Ica dia itu masih sekolah “


“Iya Kak”


Alex berharap Ica cepat keluar agar ia bisa lekas pergi dari sana.


Si Princes karet akhirnya keluar.


Ica hari ini bersikap sopan pada Dev agar ia tidak dikira kencan dengan Alex.


“langsung otw yuk Lex”ujar Ica.


“Emm oke kalau gitu”


“Kak aku pamit ya”ujar Ica.


“Kak aku juga “ujar Alex dengan bibir yang bergetar.


“Baiklah hanya sampai jam sepuluh ya “ujar Dev mengingatkan.


“Oke Kak”


Dev melihat Ica dan Alex hingga hilang dari pandangannya.


“Awas aja”ujar Dev lagi.


Di motor Alex merasa tubuhnya masih merinding dengan sikap Dev yang menakutkan itu, apa nantinya akan ada cowok yang sanggup melawan Dev, pikiran itu terlintas begitu saja dalam benak Alex karna Alex tak tahu jika Ica pertama kali keluar malam dengan cowok, ia pikir Ica pernah keluar dengan teman high class nya itu tapi nyatanya tidak.


“Jangan pikirin omongannya Dev tadi”


“Emang kamu tahu Dev ngomong apa aja ? “selidik Alex.


“Iya aku kan dari tadi dibelakang pintu ruang tamu”


“Kamu sengaja Ca ? “ujar Alex tak percaya karna Ica mendengar semuanya.


“Iya”


“Ya ampun dan kenapa kamu nggak bilang kalau belum pernah keluar sama cowok ke aku ? “


“Emang harus ya hidup aku, aku umumkan dikamu bahkan aku PMS pun harus selfie dan kirim kamu ? “


“Nggak PMS juga Ca maksud aku, kamu belum pernah keluar sama Gilang gitu ? “


“Buat apa aku harus pergi dengan Gilang ? “


“Aku pikir”


“Kamu terlalu banyak mikir”ujar Ica kemudian memasukkan tangannya kedalam hoodienya.


“Bukan banyak mikir Ca tapi aku nggak percaya aku cowok pertama yang ajak kamu keluar malam”


“Hehe”


“Btw kita beli kado dimana ? “


“Di Pink aja disana banyak pilihan”


“Aku mau beliin kamu sesuatu tapi kamu sudah punya semuanya”ujar Alex


“Kalau kamu beliin aku Terima kok”


“Serius “


“Iya kan beda vibesnya kalau dibeliin”ujar Ica.


“Okey kalau gitu “


Alex merasa bahagia karna Ica berbicara seperti itu, meskipun tadi ia gugup di hadapan Dev, semuanya gugur saat Ica memberikan peluang untuknya.


__ADS_1


__ADS_2