
Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...
Dukunganmu sangat berarti .
😍😍😍😍
🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺
Rumah Ica
Mama membawa segelas teh telang dan menghampiri Dev yang sedang istirahat siang dirumah sembari main laptop.
“Dev katanya kamu larang Ica untuk keluar sama Kak Damar ya” Tanya Mama padanya.
“Iya Ma”
“Kenapa Dev ? “
“Ica lagi diikuti stalker Ma”
“Stalker ? Apa nggak bahaya itu . “
“Bahaya sih enggak Ma tapi kan stalker tetaplah stalker dan dugaanku benar Ma. “
“Tentang apa ? “
“Ica digosipin buruk tentang kedekatan dia dengan teman-temannya. Padahal sudah jelas itu palingan hanya Alex, Gilang, Fabian atau bahkan Ketua Silatnya yaitu Damar tapi bagi orang yang nggak tahu pasti Ica dikatakan play girl. “
“Wah parah juga itu anak ya, kamu tahu orangnya ? “
“Tahulah Ma tapi aku masih tunggu tanggal mainnya saja, info tentang dia itu sedikit sekali Ma karna aku juga belum tahu persis dia seperti apa. “
“Coba cari tahu sedikit Dev”
“Sudah Ma tapi jujur saja memang dia pandai menutup info pribadinya. “
“Ya sudah Mama yakin Ica bisa atasin ini “
“Sudah pasti Ma aku sih yakinnya juga begitu”ujar Dev.
Mama Ica benar-benar tak habis pikir dengan anak yang begitu benci pada Ica.
Sampai ia rela mengeluarkan waktu hanya untuk menguntit Ica.
Siang sepulang sekolah Ica sedang menuju ruang ekskul Silat untuk mengambil bajunya yang tertinggal.
Karna hari ini tidak ada jadwal latihan jadi Ica meminjam kunci pada Kak Damar.
Ica menoleh kebelakang saat ia merasa ada yang mengikutinya.
“Perasaan aku kok nggak enak ya”ujar Ica sambil menengok kebelakang.
Hari itu suasana sekolah sudah mulai lengang karna memang siswa-siswi sudah pulang.
Ica mempercepat langkahnya agar segera sampai ke ruang silat.
Ica membuka pintu dengan buru-buru dan menutup pintu ruang ekskul.
Tanpa membuang waktu Ica menuju lokernya dan mengambil baju yang ia cari.
Saat akan keluar dari sana tiba-tiba mulut Ica dibekap , Ica sempat terkejut dan berusaha melawan tapi setelah orang itu membalikan wajahnya, itu adalah Kak Damar.
“Ssstttt” dia memberi kode pada Ica agar diam.
Ica melihat ada seseorang yang juga ikut masuk ke ruang ekskul silat tapi orang itu sepertinya dari luar sekolah.
Ica dan Kak Damar masih bersembunyi karna mereka tak tahu apakah orang itu berbahaya atau tidak.
Orang itu memakai hodie dan masker untuk menutupi identitasnya.
Ia bahkan sempat lewat didepan ruang loker dan berusaha membuka pintu tetapi gagang pintu dipegang kuat oleh Kak Damar.
Dada Ica berdegup kencang selain karna waswas, ia terlalu dekat dengan Kak Damar.
Beri jarak woeee😭😭😭😭😭
__ADS_1
Orang itu cukup lama berkeliling didalam gedung sebelum akhirnya keluar.
Kak Damar ingin memastikan apakah orang itu sudah pergi atau belum, namun dicegah oleh Ica.
“Nanti dulu Kak”ujarnya sambil memegang tangan Kak Damar.
Jujur saja ini adalah posisi yang jarang dilakukan oleh Kak Damar dan Ica, berdiri dengan jarak yang cukup dekat bahkan bisa dibilang terlalu dekat.
“Kita diam dulu disini aku mau telepon Pak Rahmat “ujar Ica.
“Baiklah”
Kak Damar memperhatikan Ica yang jauh lebih pendek itu dari atas.
“Ica terlihat lucu juga dari jarak sedekat ini”batin Kak Damar.
Ica mendongak pada Kak Damar namun saat Kak Damar melihatnya ia malah berpaling.
“Kalau mau lihat, lihat aja ngapain pakai salting segala”ujar Kak Damar.
“Siapa juga yang salting”bisik Ica kesal tapi senang.
“Kalau Ica pacar aku dengan jarak sedekat ini pasti kau sudah aku cium”
“Untung bukan pacar “ucap Ica sambil tersenyum.
“Benar”
Kak Damar mendekatkan wajahnya pada Ica, ia ingin memperhatikan Ica dari jarak dekat di situasi genting seperti ini.
Ica menunduk karna tak ingin wajah saltingnya terlihat.
Perasaan Ica campur aduk ia malah tak ada keinginan untuk mendorong Kak Damar, badannya memang penghianat.
Saat Kak Damar ingin mendekati bibir Ica yang ranum dengan lipgloss yang wangi stoberi, Ica akhirnya sadar dan mendorong lembut Kak Damar.
“Sorry Ca”ucap Kak Damar.
“Terlalu dekat Kak”
“Iya tapi dah aman kan ? “tanya Ica.
“Aku cek ya “ujar Kak Damar lalu mencoba keluar.
“Hati-hati Kak”
“Iya Ca”
Kak Damar berjalan perlahan menuju luar ruang latihan silat, Ica menunggu dengan perasaan berdebar.
“Ca itu Pak Rahmat “
Ica keluar dari ruang ganti dan benar saja Pak Rahmat sudah ada didepan ruang ekskul.
“Ada ap Mba Ica tumben saya disuruh masuk “
“Ada bahaya Pak”ujar Ica dengan mimik serius.
“Bahaya apa ? “tanya Pak Rahmat.
“Nanti aku ceritakan deh sekarang kita pulang dulu, Kak Damar bawa motor ? “
“Iya Ca”
“Ayo kita antar Kak Damar ambil motor dulu Pak”ajak Ica.
“Baik Mba”
Pak Rahmat dan Ica mengantar Kak Damar untuk mengambil motornya diparkiran belakang sekolah.
Ica takut jika si stalker datang lagi dan menganggu Kak Damar.
Setelah Kak Damar jalan barulah Ica dan Pak Rahmat balik ke mobilnya.
“Emang ada apa sih Mba ? “Pak Rahmat tak sabar mendengar kejadian hari ini.
__ADS_1
“Aku tadi mau ambil baju yang aku pakai pas event kemarin Pak, di ruang silat.. Tapi ada yang ikutin aku dari belakang.
Awalnya emang hanya Kak Damar tapi bukan Kak Damar.
Aku diajak sembunyi dan diam didalam ruang ganti oleh Kak Damar karna orang itu memang mencari aku Pak”
“Jadi Damar sudah tahu Mba Ica diikuti ya ? “
“Iya Pak kita bukan takut melawan tapi khawatir dia bawa senjata tajam”
“Tapi masak orang luar bisa masuk sih Mba kan ada satpam”
“Pasti orang dalam Pak makanya dia leluasa keluar masuk dan dia sudah nunggu lama biar aku sendiri seperti tadi”
“Duh bahaya banget sih Mba Ica”
“Iya itu makanya aku juga khawatir dengan keselamatan aku Pak, entah apa yang ingin dilakukan oleh orang misterius itu”
“Lebih baik Mba waspada aja karna nggk mungkin kita masukin bodyguard kesekolah Mba”
“Iya aku tahu Pak semoga aja tidak terjadi apapun dan orang itu nggak datang lagi untuk mencari aku”
“Iya Mba Ica”
“Tapi jangan cerita ke Mama atau Dev ya Pak takutnya mereka khawatir sama aku”pinta Ica pada Pak Rahmat.
“Beres Mba Ica aku bisa dipercaya kok”
Ica berharap orang misterius itu tak lagi mengikutinya, baru kali ini selama menjadi cucu Montana ia merasa tak tenang dalam menjalani hidupnya.
Kadang Ica ingin seperti anak lain yang bebas kesana kemari dan mengikuti apa yang dia mau.
Tapi kembali lagi ia tetap bersyukur karna lahir di keluarga yang berkecukupan namun ia juga harus mengikuti aturan keluarganya.
Sesampai dirumah Ica tak langsung makan siang.
Ia masih shock dengan kejadian tadi siang di sekolah.
Badannya menjadi meriang tak karuan, bukan saja meriang karna stalker tapi meriang karna kelakuan Kak Damar tadi.
Ia dan Kak Damar begitu dekat hingga hanya nafas satu sama lain yang bisa didengar.
Ica kembali membayangkan kejadian tadi sambil tersenyum sendiri tanpa sadar Ica malah tertidur.
Disamping takut ada serunya juga sih, bisa melihat Kak Damar sedekat itu.
Entah efek begadang dua hari yang lalu apa memang dia sedang mengantuk.
“Mba Ica makan dulu”ujar ART dirumah Ica.
Tak terdengar sahutan dari kamar Ica.
ART itu langsung menuju kamar Ica dan membuka pintu kamarnya dengan hati-hati.
“Oalah malah tidur,tumben jam segini Mba Ica tidur ”ucapnya kemudian kembali ke dapur.
Dirumah Damar
“Aku khawatir dan sempat takut dengan stalker tadi, tapi seru juga bisa sedekat itu dengan Ica, sumpah dia lucu banget kayak ngegemesin gitu”ucap Damar terus tersenyum hingga nasi yang akan dia makan mengeras karna dingin dan sudah diambil sejam yang lalu.
“Damar nasimu kering tuh dari tadi ketawa sendirian “ujar Alvian yang saat itu sedang dirumah Damar karna akan kerja kelompok.
“Ah mana “
“Itu lihat “sambil menunjuk nasi yang diambil Damar.
“Hehe aku lagi keinget sesuatu aja”
“Apaan, kamu nggak mau cerita sama aku”
"Nggak... "
"Awas ya"
__ADS_1