BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Sembilan Puluh Enam


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍😍


đŸŒșđŸŒșđŸŒșHappy ReadingđŸŒșđŸŒșđŸŒș


Perpustakaan Daerah


“Yang nulis kamu aja Ca tulisan kamu bagus”ujar Dio


“Merintah terus “


“Aisshh kan aku kasih saran yang bagus Ca”


“Iya deh kali ini aku nurut aja soalnya tadi kamu dah bantuin aku”Ica tersenyum pada Dio.


Ica dengan telaten menulis semua yang telah disurvei tadi, tak lupa Ica juga menghiasnya dengan gaya letteringnya yang belum tentu semua orang bisa melakukannya.


Dio terpukau dengan keahlian lettering dari Ica, ia sempat melamun hingga tanpa Dio sadari Ica memperhatikannya.


“Ehemmmm” Ujar Ica pada Dio yang mematung menatapnya.


“Emm ehhh aku ngeliat tulisan kamu, bagus banget”


“Makasih”ujar Ica tapi ia tetap fokus pada tugasnya.


Dio berfikir jika saja disekolah Ica bisa sebaik ini padanya tentunya ia akan lebih nyaman berangkat sekolah.


Ica mengganti posisi duduknya dan tanpa Ica ketahui ada beberapa siswa-siswa yang memperhatikan Ica karna Ica memakai rok pendek.


Dio menyadari hal itu dan memberikan jaketnya untuk menutupi kaki Ica.


Ica yang tanpa dikomando langsung terkejut saat Dio menutupi kakinya , tapi kemudian Dio berbisik pada Ica “Cowok-cowok itu lihatin kamu Ca soalnya kamu pakai rok pendek.


Ica akhirnya menyadari apa yang dikatakan Dio dan memang posisi Ica dan Dio sedang duduk lesehan di pojok karna memang khusus untuk tempat diskusi jika ada kegiatan belajar kelompok.


Tempatnya memang tertutup tapi kadang ada beberapa orang yang juga lewat sana karna tempat itu menuju jalan utama di perpus itu.


“Makasih “ucap Ica


Disini entah kenapa Ica mulai merasakan sebuah kesadaran jika Dio itu sangat baik dan peduli.


Seharusnya atas perlakuan Ica padanya selama ini ,Dio pasti tak peduli pada Ica, tapi Dio tidak begitu ia tetap peduli dan memberikan perlindungan pada Ica.


Sepertinya Ica mulai menyesal dengan perbuatan dia pada Dio selama ini.


“Apa aku berhenti aja mengganggu dia ya “batin Ica.


Sejujurnya Ica merasa malu karna sikap Dio yang masih baik kepadanya.


“Ca”


“Emm”


“Ayo dilanjutkan supaya kita cepat pulang “ujar Dio karna Ica tak melanjutkan tulisannya.


“Ehhhh iya”


Setelah semua selesai akhirnya Ica dan Dio pulang.


Hari yang lumayan berkesan karna sempat dikejar-kejar oleh Preman pasar .


“Aku akan berhenti gangguin Dio, Dio sudah banyak bantuin aku”ujar Ica mantap.


Dikamar Ica sedang baring-baring dan Nenek Ica datang.


“Ca... Jangan bilang kalau kamu lupa”


“Apaan Nek ? “Ica memang tak ingat apapun.


“Malam ini undangan itu loo”


“Lohh bukannya tgl 15 ? “Ica melihat undangannya kembali.


“ Emangnya ini tanggal berapa ? “tanya Nenek IcaIca dengan nada kesal.


“Astaga !!! “Ica terlonjak dari kasurnya dan seger mandi.


Ica sat set sat set untung saja masih ada waktu sekitar lima menit sebelum acara dimulai.


Tentu saja jika terlambat bukan Ica yang malu tapi Keluarga Montana.


Setelah tanda tangan undangan , Ica menuju kursi yang kosong saat acara dimulai, seperti biasa Ica taj fokus, jika ada yang tertawa dia ikut tertawa dan jika afa yang tepuk tangan, ia akan ikut tepuk tangan.


Sungguh kelakuan Ica Montana yang membuat orang lain geleng-geleng kepala.


“Kalau nggak paham mending pulang deh”ujar seseorang yang tak asing ditelinga Ica.


Ica tak percaya dengan suara itu tapi ia tetap menoleh.


“Kak Damar ? “


“Emang yang kamu lihat siapa ? Pangeran Keraton “ujar Kak Damar.


Kak Damar berdiri diantara dua orang tua yang Ics yakini adalah orang tua Kak Damar.


Ica tersenyum dan membungkuk.


“Ini Mama dan Papa aku Ca”ujar Kak Damar memperkenalkan orang tuanya.


“Loohh Nona muda Montana “ujar Mama Kak Damar.


“Iya Tante panggil aja aku Ica”


“Mana enak semua orang yang tahu kamu kan manggilnya kayak gitu sama dengan Tuan Muda David”(Kakak Ica).


“Iya tapi aku lebih suka dipanggil Ica aja”


“Ohh gitu jadi ini yang namanya Ica Montana ya, Tante tumben lihat secara langsung biasanya Tante lihat di sosmed aja, aslinya lebih cantik ya Pa”


“Iya Ma, hallo Ica “sapa Papa Kak Damar.


“Hallo Om”

__ADS_1


“Nah mumpung kamu ketemu sama Ica jadi kamu sama Ica aja ya”ujar Mama Kak Damar.


“Oke Ma”Damar langsung semangat.


“Ica Tante sama Om tinggal dulu ya”


“Iya Tante “


Damar merasa bahagia karna ia bisa bertemu dengan Ica daritadi ia merasa bosan dan malas.


Sedangkan Ica kebalikannya ia sangat kesal kenapa harus bertemu dengan orang yang ia kenal diacara seperti ini.


“Gaun kamu cantik”


“Ahh basi “


“Dipuji salah apalagi nggak dipuji”ujar Kak Damar.


“Mimpi apa ikut acara kayak gini”


“Yah suka-suka aku dong”


“Pasti cari cewek kan”


“Ehhh nyari cewek kok di tempat kayak gini, ini mah tempat orang-orang yang dewasa”ujar Kak Damar.


“Siapa tahu seleranya Tante-Tante”


“Iya Tante Ica “mentoel pipi Ica.


“Mulai deh genitnya mulai”


“Nggak ada yang kenal kita disini”


“Biarpun gitu aku takutnya ada paparazi “


“Biarin aja kan kamu dah biasa digosipin “ujar Kak Damar dengan enteng.


“Iya aku dah biasa tapi Kakak”


“Enggak apa deh sesekali boleh buat naikin rating”


“Dihhh ada kek orang yang seneng digosipin ! Dasar aneh !!! “Ica menyenggol Kak Damar.


“Jangan senggol aku kayak gitu ntar ada yang tegak tapi bukan keadilan “


“Isshhh 18 keatas ya pembicaraannya, aku pergi aja deh”


“Jangan Ca aku hanya bercanda “ Kak Damar menarik tangan Ica dan tanpa mereka sadari ortu Kak Damar memperhatikan dari kejauhan sambil tertawa.


“Anak-anak emang lucu ya coba aja mereka jodoh”ujar Mama Kak Damar.


“Iya “jawab Papa Kak Damar.


“Ca disini ada ruang makan yang bagus di bawah tanah”ujar Kak Damar.


“Hahhh dibawah tanah pasti bagus ya”


“Iya dong”


“Ayo kita kesana “ajak Ica penasaran.


“Tapi apa aman ? “Ica ragu karna ia ingat siapa dirinya.


“Ca ini undangan privat nggak ada yang akan foto -foto kamu”


“Oke aku hanya nggak mau jika afa sesuatu yang membuat nama keluarga aku tercoreng “


“Makanya kamu lihat nanti “


Ica dan Kak Damar menuju ruang makan yang dimaksud tetapi sepertinya sudah ramai dan bisa terlihat dari orang yang berlalu lalang.


Entah mengapa mata Ica menangkap pasangan yang sedang berciuman.


Ica memalingkan wajahnya karna malu.


“Kenapa Ca ? “tanya Kak Damar.


Ica tak menyahut dan Kak Damar terus mencari tempat untuk makan.


“Aku tanya sama pegawainya dulu ya Ca”ujar Kak Damar.


Ica hanya mengangguk dan tetap diam di posisinya.


Setelah cukup lama Ica menunggu akhirnya Kak Damar datang. “ Ca ada tempat tapi didalam kamu mau nggak ? “


Ica ragu karna ia takut nanti terjadi sesuatu yang tak diinginkan.


“Aku takut Kak”


“Aku nggak akan apa-apain kamu kok Ca, aku janji”ujar Kak Damar.


“Janji ya”


“Iya aku janji”


Ruangan makan yang dimaksud oleh Kak Damar adalah ruangan privat, itu sebabnya Ica ragu ia takut jika ia dan Kak Damar kelolosan, maklum mereka berdua posisi perasaannya lagi membara-membaranya.


“Bagus nggak Ca ? “


“Iya “Ica masih ragu dan celingak celinguk.


Setelah makanan disajikan Ica dan Kak Damar langsung makan bersama.


“Tempat ini bagus Kak “


“Iya ini temanku yang cerita disini kita bisa puas bercerita”


“Iya benar aku suka “


“Kalau kamu suka besok kita kesini lagi”


“Iya “Ica meneguk minumannya dan Kak Damar menatap Ica sambil menahan salivanya.


“Kau tahu Ca semenjak kamu nerima perasaan aku, aku merasa hidup aku lebih berarti “ujar Kak Damar.

__ADS_1


“Iya Kak “Ica menunduk dan pipinya agak memerah.


“Ca wajahmu memerah “Kak Damar khawatir “Apa kamu alergi sesuatu yang ada di makanan ini ?.


“Masak sih Kak ? “Ica mengambil cermin dan melihat wajahnya yang memerah.


“Ehh iya ya kok gini”Ica mulai merasakan panas di sekujur tubuhnya.


Tanpa mereka berdua sadari ada yang sengaja menjebak Kak Damar dan Ica.


Sepertinya ini minuman Ica diberikan sesuatu sejenis obat perangsang.


Kak Damar tak terima dan sangat marah, wajahnya memerah dan ia ingin protes namun dicegah oleh Ica.


“Aku bisa atasi ini kok Kak”


“Maksudnya ? “


“Aku selalu bawa ini”


Ica mengeluarkan sebuah obat yang ada didalam tasnya dan meminumnya.


“Itu obat apa Ca ? “


“Ini sering terjadi , Dev pernah sampe mau setubuhi aku pas itu untung saja Mama ngasi obat ini, ini lumrah terjadi di undangan seperti ini, makanya jika aku undangan sendiri pasti selalu bawa obat penetralisir “ujar Ica.


“Seperti ini dunia bisnis Ca ? “


“Iya welcome ya Kak Damar”ucap Ica lalu meletakkan kepalanya dimeja untuk tiduran.


Kak Damar merasa mentalnya jatuh di hari pertama ia ikut undangan dengan ortunya.


Ica telah mempersiapkan semuanya dengan baik sedangkan dia hanya datang tanpa tahu apa-apa.


Kak Damar memperhatikan Ica yang sepertinya menahan reaksi dari obat itu, ia terlihat tersiksa.


Kak Damar menghampiri Ica”Ayo aku antar kamu pulang Ca “ajak Kak Damar sambil memegang tangan Ica.


“Tumben aku bodoh “ucap Ica dengan kepala yang sangat sakit.


“Biasanya aku cium dulu aroma minumnanya tapi kenapa kali ini aku malah langsung minum”ujar Ica lagi.


“Sudah kan ada aku disini ayo aku antar pulang”tawar Kak Damar.


Ica berusaha bangkit dan ia malah mendorong Kak Damar hingga duduk kembali di sofa .


“Kak aku nggak bisa”


“Ayo kita pulang sa.... “


Ica mengecup bibir Kak Damar dan Kak Damar sangat terkejut.


Ica duduk dipangkuan Kak Damar tanpa beban tapi Kak Damar yang merasa takut.


“Ca ayolah aku takut”


Ica tak peduli apa yang dikatakan Kak Damar, ia hanya memeluk Kak Damar.


“Nggak mungkin aku antar kamu pulang seperti ini Ca”


“Tunggu lagi sejam efeknya hilang kok Kak”


“Kamu mau tiduran disini “ujar Kak Damar.


Ica tak menyahut dan Kak Damar memberikan Ica sofa itu.


Saat akan tiduran Ica menarik tangan Kak Damar dan Kak Damar menindih tubuh Ica.


“Kak “


Kak Damar tak sanggup menahan lagi.


Ia mengikuti alur Ica dia mulai mencium bibir Ica.


“Ca cukup ya aku takut nanti kelolosan”


Ica yang sudah terpengaruh obat itu tak mendengar apapun dan tetap memegang leher Kak Damar dengan kedua tangannya.


Bagaimanapun Kak Damar berusaha untuk tidak terhanyut,tetap saja ia adalah seorang laki-laki yang memiliki gairah didalam tubuhnya.


Kak Damar mulai menjelajahi tubuh Ica yang ramping tapi ia menahan agar Ica tak menanggalkan pakaiannya.


Ia berusaha keras tetap waras agar tak dikatakan mengambil kesempatan.


Kak Damar terus menikmati bibir Ica dan Ica terus berusaha membuka baju Kak Damar .


“Jangan Ica sayang belum waktunya “ujar Kak Damar yang mati-matian menahan dirinya, tidak ada yang sanggup diposisi Kak Damar saat ini disatu sisi ia sangat menginginkan Ica tapi Ica saat ini tak sadar dengan apa ia yang ia lakukan.


Rasanya akan aneh jika dia berbuat sesuatu tanpa rasa kesadaran dari Ica.


Setelah efek obat itu hilang Ica mulai bangun, ia melihat Kak Damar yang sedang bermain ponsel.


“Kamu sudah bangun ? “


“Ini jam berapa Kak ? “


“Jam sepuluh Ca”


“Aku mau pulang Kak”ucap Ica sambil memegang kepalanya yang pusing.


“Ayo deh “


Kak Damar merasakan mendengar kata yang paling indah yaitu pulang karna ia cukup lama menunggu Ica untuk sadar setelah kejadian unboxing sedikit itu.


Daritadi Kak Damar merasa cemas karna Ica belum bangun.


“Ini baru pertama kali kamu alami Ca ? “tanya Kak Damar pada Ica.


“Iya tapi aku bersyukur bersama orang yang tepat”ujar Ica sambil memegang kepalanya.


Kak Damar tersipu malu karna sebenarnya ia tak sebaik yang Ica katakan.


“Aku minta maaf ya Ca”


“Enggak apa-apa kok Kak kau tetap bisa menjaga aku”ujar Ica.

__ADS_1


Kak Damar tersenyum kecut ia tak takut hal itu terjadi lagi tapi ia takut jika Ica mengalami sendiri dan Kak Dev atau dia tak ada disamping Ica ,sebegini kerasnyakah dunia bisnis ?.



__ADS_2