
Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...
Dukunganmu sangat berarti .
đđđđ
đșđșđșHappy Readingđșđșđș
Perpustakaan Daerah
âYang nulis kamu aja Ca tulisan kamu bagusâujar Dio
âMerintah terus â
âAisshh kan aku kasih saran yang bagus Caâ
âIya deh kali ini aku nurut aja soalnya tadi kamu dah bantuin akuâIca tersenyum pada Dio.
Ica dengan telaten menulis semua yang telah disurvei tadi, tak lupa Ica juga menghiasnya dengan gaya letteringnya yang belum tentu semua orang bisa melakukannya.
Dio terpukau dengan keahlian lettering dari Ica, ia sempat melamun hingga tanpa Dio sadari Ica memperhatikannya.
âEhemmmmâ Ujar Ica pada Dio yang mematung menatapnya.
âEmm ehhh aku ngeliat tulisan kamu, bagus bangetâ
âMakasihâujar Ica tapi ia tetap fokus pada tugasnya.
Dio berfikir jika saja disekolah Ica bisa sebaik ini padanya tentunya ia akan lebih nyaman berangkat sekolah.
Ica mengganti posisi duduknya dan tanpa Ica ketahui ada beberapa siswa-siswa yang memperhatikan Ica karna Ica memakai rok pendek.
Dio menyadari hal itu dan memberikan jaketnya untuk menutupi kaki Ica.
Ica yang tanpa dikomando langsung terkejut saat Dio menutupi kakinya , tapi kemudian Dio berbisik pada Ica âCowok-cowok itu lihatin kamu Ca soalnya kamu pakai rok pendek.
Ica akhirnya menyadari apa yang dikatakan Dio dan memang posisi Ica dan Dio sedang duduk lesehan di pojok karna memang khusus untuk tempat diskusi jika ada kegiatan belajar kelompok.
Tempatnya memang tertutup tapi kadang ada beberapa orang yang juga lewat sana karna tempat itu menuju jalan utama di perpus itu.
âMakasih âucap Ica
Disini entah kenapa Ica mulai merasakan sebuah kesadaran jika Dio itu sangat baik dan peduli.
Seharusnya atas perlakuan Ica padanya selama ini ,Dio pasti tak peduli pada Ica, tapi Dio tidak begitu ia tetap peduli dan memberikan perlindungan pada Ica.
Sepertinya Ica mulai menyesal dengan perbuatan dia pada Dio selama ini.
âApa aku berhenti aja mengganggu dia ya âbatin Ica.
Sejujurnya Ica merasa malu karna sikap Dio yang masih baik kepadanya.
âCaâ
âEmmâ
âAyo dilanjutkan supaya kita cepat pulang âujar Dio karna Ica tak melanjutkan tulisannya.
âEhhhh iyaâ
Setelah semua selesai akhirnya Ica dan Dio pulang.
Hari yang lumayan berkesan karna sempat dikejar-kejar oleh Preman pasar .
âAku akan berhenti gangguin Dio, Dio sudah banyak bantuin akuâujar Ica mantap.
Dikamar Ica sedang baring-baring dan Nenek Ica datang.
âCa... Jangan bilang kalau kamu lupaâ
âApaan Nek ? âIca memang tak ingat apapun.
âMalam ini undangan itu looâ
âLohh bukannya tgl 15 ? âIca melihat undangannya kembali.
â Emangnya ini tanggal berapa ? âtanya Nenek IcaIca dengan nada kesal.
âAstaga !!! âIca terlonjak dari kasurnya dan seger mandi.
Ica sat set sat set untung saja masih ada waktu sekitar lima menit sebelum acara dimulai.
Tentu saja jika terlambat bukan Ica yang malu tapi Keluarga Montana.
Setelah tanda tangan undangan , Ica menuju kursi yang kosong saat acara dimulai, seperti biasa Ica taj fokus, jika ada yang tertawa dia ikut tertawa dan jika afa yang tepuk tangan, ia akan ikut tepuk tangan.
Sungguh kelakuan Ica Montana yang membuat orang lain geleng-geleng kepala.
âKalau nggak paham mending pulang dehâujar seseorang yang tak asing ditelinga Ica.
Ica tak percaya dengan suara itu tapi ia tetap menoleh.
âKak Damar ? â
âEmang yang kamu lihat siapa ? Pangeran Keraton âujar Kak Damar.
Kak Damar berdiri diantara dua orang tua yang Ics yakini adalah orang tua Kak Damar.
Ica tersenyum dan membungkuk.
âIni Mama dan Papa aku Caâujar Kak Damar memperkenalkan orang tuanya.
âLoohh Nona muda Montana âujar Mama Kak Damar.
âIya Tante panggil aja aku Icaâ
âMana enak semua orang yang tahu kamu kan manggilnya kayak gitu sama dengan Tuan Muda Davidâ(Kakak Ica).
âIya tapi aku lebih suka dipanggil Ica ajaâ
âOhh gitu jadi ini yang namanya Ica Montana ya, Tante tumben lihat secara langsung biasanya Tante lihat di sosmed aja, aslinya lebih cantik ya Paâ
âIya Ma, hallo Ica âsapa Papa Kak Damar.
âHallo Omâ
__ADS_1
âNah mumpung kamu ketemu sama Ica jadi kamu sama Ica aja yaâujar Mama Kak Damar.
âOke MaâDamar langsung semangat.
âIca Tante sama Om tinggal dulu yaâ
âIya Tante â
Damar merasa bahagia karna ia bisa bertemu dengan Ica daritadi ia merasa bosan dan malas.
Sedangkan Ica kebalikannya ia sangat kesal kenapa harus bertemu dengan orang yang ia kenal diacara seperti ini.
âGaun kamu cantikâ
âAhh basi â
âDipuji salah apalagi nggak dipujiâujar Kak Damar.
âMimpi apa ikut acara kayak giniâ
âYah suka-suka aku dongâ
âPasti cari cewek kanâ
âEhhh nyari cewek kok di tempat kayak gini, ini mah tempat orang-orang yang dewasaâujar Kak Damar.
âSiapa tahu seleranya Tante-Tanteâ
âIya Tante Ica âmentoel pipi Ica.
âMulai deh genitnya mulaiâ
âNggak ada yang kenal kita disiniâ
âBiarpun gitu aku takutnya ada paparazi â
âBiarin aja kan kamu dah biasa digosipin âujar Kak Damar dengan enteng.
âIya aku dah biasa tapi Kakakâ
âEnggak apa deh sesekali boleh buat naikin ratingâ
âDihhh ada kek orang yang seneng digosipin ! Dasar aneh !!! âIca menyenggol Kak Damar.
âJangan senggol aku kayak gitu ntar ada yang tegak tapi bukan keadilan â
âIsshhh 18 keatas ya pembicaraannya, aku pergi aja dehâ
âJangan Ca aku hanya bercanda â Kak Damar menarik tangan Ica dan tanpa mereka sadari ortu Kak Damar memperhatikan dari kejauhan sambil tertawa.
âAnak-anak emang lucu ya coba aja mereka jodohâujar Mama Kak Damar.
âIya âjawab Papa Kak Damar.
âCa disini ada ruang makan yang bagus di bawah tanahâujar Kak Damar.
âHahhh dibawah tanah pasti bagus yaâ
âIya dongâ
âAyo kita kesana âajak Ica penasaran.
âTapi apa aman ? âIca ragu karna ia ingat siapa dirinya.
âCa ini undangan privat nggak ada yang akan foto -foto kamuâ
âOke aku hanya nggak mau jika afa sesuatu yang membuat nama keluarga aku tercoreng â
âMakanya kamu lihat nanti â
Ica dan Kak Damar menuju ruang makan yang dimaksud tetapi sepertinya sudah ramai dan bisa terlihat dari orang yang berlalu lalang.
Entah mengapa mata Ica menangkap pasangan yang sedang berciuman.
Ica memalingkan wajahnya karna malu.
âKenapa Ca ? âtanya Kak Damar.
Ica tak menyahut dan Kak Damar terus mencari tempat untuk makan.
âAku tanya sama pegawainya dulu ya Caâujar Kak Damar.
Ica hanya mengangguk dan tetap diam di posisinya.
Setelah cukup lama Ica menunggu akhirnya Kak Damar datang. â Ca ada tempat tapi didalam kamu mau nggak ? â
Ica ragu karna ia takut nanti terjadi sesuatu yang tak diinginkan.
âAku takut Kakâ
âAku nggak akan apa-apain kamu kok Ca, aku janjiâujar Kak Damar.
âJanji yaâ
âIya aku janjiâ
Ruangan makan yang dimaksud oleh Kak Damar adalah ruangan privat, itu sebabnya Ica ragu ia takut jika ia dan Kak Damar kelolosan, maklum mereka berdua posisi perasaannya lagi membara-membaranya.
âBagus nggak Ca ? â
âIya âIca masih ragu dan celingak celinguk.
Setelah makanan disajikan Ica dan Kak Damar langsung makan bersama.
âTempat ini bagus Kak â
âIya ini temanku yang cerita disini kita bisa puas berceritaâ
âIya benar aku suka â
âKalau kamu suka besok kita kesini lagiâ
âIya âIca meneguk minumannya dan Kak Damar menatap Ica sambil menahan salivanya.
âKau tahu Ca semenjak kamu nerima perasaan aku, aku merasa hidup aku lebih berarti âujar Kak Damar.
__ADS_1
âIya Kak âIca menunduk dan pipinya agak memerah.
âCa wajahmu memerah âKak Damar khawatir âApa kamu alergi sesuatu yang ada di makanan ini ?.
âMasak sih Kak ? âIca mengambil cermin dan melihat wajahnya yang memerah.
âEhh iya ya kok giniâIca mulai merasakan panas di sekujur tubuhnya.
Tanpa mereka berdua sadari ada yang sengaja menjebak Kak Damar dan Ica.
Sepertinya ini minuman Ica diberikan sesuatu sejenis obat perangsang.
Kak Damar tak terima dan sangat marah, wajahnya memerah dan ia ingin protes namun dicegah oleh Ica.
âAku bisa atasi ini kok Kakâ
âMaksudnya ? â
âAku selalu bawa iniâ
Ica mengeluarkan sebuah obat yang ada didalam tasnya dan meminumnya.
âItu obat apa Ca ? â
âIni sering terjadi , Dev pernah sampe mau setubuhi aku pas itu untung saja Mama ngasi obat ini, ini lumrah terjadi di undangan seperti ini, makanya jika aku undangan sendiri pasti selalu bawa obat penetralisir âujar Ica.
âSeperti ini dunia bisnis Ca ? â
âIya welcome ya Kak Damarâucap Ica lalu meletakkan kepalanya dimeja untuk tiduran.
Kak Damar merasa mentalnya jatuh di hari pertama ia ikut undangan dengan ortunya.
Ica telah mempersiapkan semuanya dengan baik sedangkan dia hanya datang tanpa tahu apa-apa.
Kak Damar memperhatikan Ica yang sepertinya menahan reaksi dari obat itu, ia terlihat tersiksa.
Kak Damar menghampiri IcaâAyo aku antar kamu pulang Ca âajak Kak Damar sambil memegang tangan Ica.
âTumben aku bodoh âucap Ica dengan kepala yang sangat sakit.
âBiasanya aku cium dulu aroma minumnanya tapi kenapa kali ini aku malah langsung minumâujar Ica lagi.
âSudah kan ada aku disini ayo aku antar pulangâtawar Kak Damar.
Ica berusaha bangkit dan ia malah mendorong Kak Damar hingga duduk kembali di sofa .
âKak aku nggak bisaâ
âAyo kita pulang sa.... â
Ica mengecup bibir Kak Damar dan Kak Damar sangat terkejut.
Ica duduk dipangkuan Kak Damar tanpa beban tapi Kak Damar yang merasa takut.
âCa ayolah aku takutâ
Ica tak peduli apa yang dikatakan Kak Damar, ia hanya memeluk Kak Damar.
âNggak mungkin aku antar kamu pulang seperti ini Caâ
âTunggu lagi sejam efeknya hilang kok Kakâ
âKamu mau tiduran disini âujar Kak Damar.
Ica tak menyahut dan Kak Damar memberikan Ica sofa itu.
Saat akan tiduran Ica menarik tangan Kak Damar dan Kak Damar menindih tubuh Ica.
âKak â
Kak Damar tak sanggup menahan lagi.
Ia mengikuti alur Ica dia mulai mencium bibir Ica.
âCa cukup ya aku takut nanti kelolosanâ
Ica yang sudah terpengaruh obat itu tak mendengar apapun dan tetap memegang leher Kak Damar dengan kedua tangannya.
Bagaimanapun Kak Damar berusaha untuk tidak terhanyut,tetap saja ia adalah seorang laki-laki yang memiliki gairah didalam tubuhnya.
Kak Damar mulai menjelajahi tubuh Ica yang ramping tapi ia menahan agar Ica tak menanggalkan pakaiannya.
Ia berusaha keras tetap waras agar tak dikatakan mengambil kesempatan.
Kak Damar terus menikmati bibir Ica dan Ica terus berusaha membuka baju Kak Damar .
âJangan Ica sayang belum waktunya âujar Kak Damar yang mati-matian menahan dirinya, tidak ada yang sanggup diposisi Kak Damar saat ini disatu sisi ia sangat menginginkan Ica tapi Ica saat ini tak sadar dengan apa ia yang ia lakukan.
Rasanya akan aneh jika dia berbuat sesuatu tanpa rasa kesadaran dari Ica.
Setelah efek obat itu hilang Ica mulai bangun, ia melihat Kak Damar yang sedang bermain ponsel.
âKamu sudah bangun ? â
âIni jam berapa Kak ? â
âJam sepuluh Caâ
âAku mau pulang Kakâucap Ica sambil memegang kepalanya yang pusing.
âAyo deh â
Kak Damar merasakan mendengar kata yang paling indah yaitu pulang karna ia cukup lama menunggu Ica untuk sadar setelah kejadian unboxing sedikit itu.
Daritadi Kak Damar merasa cemas karna Ica belum bangun.
âIni baru pertama kali kamu alami Ca ? âtanya Kak Damar pada Ica.
âIya tapi aku bersyukur bersama orang yang tepatâujar Ica sambil memegang kepalanya.
Kak Damar tersipu malu karna sebenarnya ia tak sebaik yang Ica katakan.
âAku minta maaf ya Caâ
âEnggak apa-apa kok Kak kau tetap bisa menjaga akuâujar Ica.
__ADS_1
Kak Damar tersenyum kecut ia tak takut hal itu terjadi lagi tapi ia takut jika Ica mengalami sendiri dan Kak Dev atau dia tak ada disamping Ica ,sebegini kerasnyakah dunia bisnis ?.