
🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺
Memory Marcel saat masih dibangku SMA
“Ini sulit sekali sih “
“Apanya yang sulit ? “
“Ini aku belum paham “
“oh ini sini aku bantu”
“Iya”
“Jadi ngerti kan”
“Makasih, jadi lebih mudah dipahami”
“Iya”
“Oliv... Aku traktir kamu es susu, mau kan ? “
“Makasih”
“Livvv... Kamu mau jadi pacar aku nggak ? “
“Iya.... “
Setelah setahun pacaran Marcel dan Oliv berpisah karna Oliv akan kuliah di luar pulau dan disana Oliv kenal dengan Papa Ica yang mengambil jurusan Seni Rupa.
Marcel sering menghubungi Oliv namun cinta Oliv sudah pudar, hingga Oliv menikah Marcel lebih memilih untuk sendiri.
Saat mendengar kabar Oliv berpisah ia seakan ingin mencari kesempatan untuk mendekati Oliv lagi tapi Oliv sama sekali tidak berminat pada Marcel, melihat saja ia sudah malas.
“Liv ada acara ulang tahun teman Mama, kamu tolong datang ya”
“Iya Mah, kapan ? “
“Besok ini, Mama sudah bilang kamu yang akan gantikan, siapa tahu ehemmm”
“Ma... Jangan gitu ahhh”
“Nggak apa kok, wajar Liv kamu juga butuh teman cerita atau kamu mau balik sama Sam”
Oliv melengos pergi mendengar omongan Mamanya itu, bisa-bisanya ia terus menggoda dirinya.
“Aku pakai gaun apa ya ? “
“Nah gaun Navy ini pas banget, cantik “
“Aisshhhh jujur saja aku malas sekali “
“Aku nggak nyangka bakal berdiri disini juga”
“Emmm Oliv ya, cantik sekali sihhh... Ayo masuk”
“Iya”
“Happy birthday ya”
“Makasih”
Terlihat jelas semua orang yang haus akan kekuasaan ada disini, mereka memakai pakaian mahal dan perhiasan mewah , menunjukkan status sosialnya.
Disini mereka akan membicarakan betapa suksesnya mereka dan apa saja yang sudah dicapai, Oliv sudah biasa mendengarnya, entah yang dibicarakan, benar atau tidak.
Oliv mengambil anggur yang disediakan, ia memojok karna malas berbicara, karakter yang sama dengan Ica.
“Liv... “
Oliv tidak menyahut dan kembali minum.
“Jangan terlalu banyak minum”
“Aku sudah biasa kok”
“Tumben dia bicara baik padaku “batin Marcel
“Kamu sendirian ? “
Oliv mengangguk “aku boleh temenin ? “
“Iya”
“Yuk minum lagi”
“Iya”
“Bagaimana Perusahaan Montana Liv ? “
“Stabil “
“Aduh aku nggak ditanya balik sama dia, aku omongin apa lagi ya”batin Marcel.
__ADS_1
“Bagaimana kabar Dev dan Ica”
“Baik”ucap Oliv tanpa menoleh.
“Liv segitu aja minumnya “saat melihat Oliv menenggak minuman hingga lima gelas.
“Aku sudah biasa kok”
“Iya tapi mukamu merah tuh”
“Biarin”
Pesta semakin meriah dengan banyaknya acara dan acara yang disukai adalah live music.
Denting piano
Saat alunan music mulai didendangkan, Oliv mulai pusing dan dia pamit untuk pulang.
“Aku temenin ya”tawar Marcel hati-hati.
“Iya”
Rupanya Oliv tak sanggup karna ia sangat pusing.
Marcel tersenyum kecil karna ia punya maksud lain.
Marcel mendudukan Oliv di mobil milik Oliv dan memakaikan sabuk pengaman.
“Liv kamu cantik banget”ujar Marcel tak mampu menahan diri lagi, ia menyesap bibir Oliv namun nampaknya Oliv biasa saja, tidak melawan apa mungkin Oliv terlalu banyak minum.
“Ahhhhhh...... “Oliv mendesah pelan saat Marcel melepas cciumannya.
“Apa dia sadar”
“Liv..... Oliv”
“Apa Marcel ? “
“Kau sadar atau tidak ? “
“Iya”
Marcel sedikit terkejut namun badan Oliv terlanjur panas.
“Kenapa terkejut Marcel”
“Aku mau lagi boleh nggak ? “
Oliv mengangguk dan Marcel segera mencari hotel terdekat.
“Apa aku tega ya”
“Liv... “ucapnya sambil mengelus rambut wanita yang ia cintai selama bertahun-tahun itu”
“Apaan Marcel, kenapa kamu kuat sekali manggil nama aku”
Aku nggak akan pakai kesempatan ini, dia mabuk dan mungkin tak akan ingat padaku.
Marcel kemudian beranjak pergi karna ragu, tapi Oliv menahannya.
“Jika kau ingin, akan aku kabulkan hanya satu kali ini kesempatan kamu Marcel”ujar Oliv
Dada Marcel berdegup kencang karna ia belum yakin tentang apa yang akan ia lakukan.
“Liv kayaknya aku nggak bisa deh”
“Kenapa ? “
“Aku nggak tega”
“Kalau kamu nggak siap, kita cerita saja malam ini “
“Baiklah”
Marcel kembali dan duduk diatas kasur di pinggir Oliv.
Oliv bangun dari tidurnya dan mendekati Marcel.
Marcel mundur sedikit karna ia sangat takut.
“Marcel... Kenapa kau malah duduk begitu, aku pikir kau akan langsung berbuat”
“Aku hanya tidak yakin “
“Benarkah, rugi dong kamu bayar hotel”ujar Oliv.
“Nggak apa kok, bisa berdua sama kamu, aku sudah bersyukur”
Marcel bergidik ngeri saat melihat tubuh Oliv.
“Kan kau sudah pernah memegang beberapa”ujar Oliv mengambil tangan Marcel.
“Aku memang sering kesal saat melihatmu tapi aku mau kau move on dan mencari yang sepadan denganmu, bukan wanita yang sudah menjadi janda sepertiku , posisi kita sangat tidak sebanding saat ini Marcel”
__ADS_1
“Aneh dia mabuk pun masih bisa bicara dengan teratur”batin Marcel.
“Jika tidak ada yang ingin kau bicarakan lagi, aku mau tidur”
“Baik... Aku juga akan pulang”ucap Marcel.
“Tapi.... Apa Oliv akan baik-baik saja ? “
Marcel akhirnya memutuskan untuk tidur di sofa, ia bolak balik karna rasanya sungguh aneh.
Ia melihat Oliv yang leluasa tidur tanpa beban sedikitpun.
Entah berapa lama ia tertidur hingga ia mendengar gemericik air kamar mandi.
Marcel berusaha membuka matanya dan melihat jam tangannya.
“Masih pukul 05.00”
Oliv keluar dari kamar mandi dengan menggunakan baju handuk, ia agak terkejut saat melihat Marcel yang bangun.
“Apa aku ganggu kamu ? “ujar Oliv.
“Tidak, aku hanya bangun karna emang mau bangun”
“Benarkah, tadi malam aku pikir kamu sudah balik”
“Aku khawatir jadi aku memutuskan untuk tidur disini”
“Makasih”
Marcel agak terkejut karna setelah bertahun-tahun tidak bersama Oliv, ia baru mendengar ucapan itu.
“Iya”
Oliv mengambil baju baru yang dia letakkan diatas kasur, rupanya ia mengambil baju kerjanya di mobil.
“Kamu selalu sedia baju kerja di mobil”tanya Marcel
“Iya”
“Buat apa ? “
“Jika kau tahu, kau akan jijik padaku”
“Jika kau berkenan, cerita saja padaku”
“Aku bukan Oliv yang duduk di bangku SMA dulu, Marcel”
“Aku sudah berbeda, pekerjaan membuat aku berbeda”
“Semua orang berhak menentukan hidupnya sendiri Liv “
“Entah dengan Samuel ataupun Marcel, belum tentu aku tidak akan mengalami hal yang sama”batin Oliv.
“Aku mau ganti baju dulu”
“Iya”
“Jadi kau kerja disini ya”
“Iya”
“Kamu bagian apa ? “
“Hanya karyawan biasa kok “
“Karyawan biasa tapi kenapa kau datang ke pesta itu ? “
“Aku hanya menggantikan Bos aku”
“Ohh gitu “
“Terimakasih tumpangannya”
“Iya”
“Livvv.... “
“Iya”
“Minta nomor kamu “
“Baiklah”
Oliv akhirnya pergi dan bersiap menuju kantornya, ia yakin para Karyawan itu akan seenaknya tanpa Oliv.
“Selamat pagi Bu Oliv”
“Pagi” ujar Oliv rasa lelah karna pesta selamam masih membekas ditubuh wanita berumur 35 tahun itu namun ia tetap profesional dalam mengelola bisnisnya.
“Tok... Tok... Tok”
“Iya... Masuk”
__ADS_1
“Bu Oliv hari ini kita akan ke percetakan untuk membuat desain kemasan produk kita”
“Ohh iya hampir aku lupa, kita kan mau ganti kemasan”