
Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...
Dukunganmu sangat berarti .
đđđđ
đșđșđșHappy Readingđșđșđș
Hari guru dilaksanakan dengan upacara bendera terlebih dahulu dan kemudian makan-makan.
Ica yang kakinya sudah baikan juga ikut merayakan bersama dengan seluruh teman 11IPS.
Ica menghampiri Dio yang sedang sendirian sambil bermain ponsel dengan mengendap-endap.
Saat itu suasana sedang sepi karna sebagian siswa-siswi pergi keluar untuk menikmati pesta.
Ica mendekati Dio dengan hati-hati dan ia berulang kali merangkai kata pada Dio agar tidak judes padanya.
âDio âpanggil Ica
âEh iya Ca ada apa ya ? âtanya Dio yanh kemudian meletakkan ponselnya.
âMaaf aku lupa kemarin administrasi aku kamu ya yang bayarin ? â Tanya Ica .
âIya Ca kalau kamu nggak ada nanti aja kapan adanyaâ Ujar Dio padahal ia sendiri tak punya uang sepeserpun dan ia seakan lupa jika sekolah yang ia pijaki adalah milik Keluarga Ica.
âAku ada kok Dio berapa totalnya kemarin ? âIca merogoh dompetnya yang sudah ia siapkan dari tadi.
âLima ratus lima puluh ribu Caâujar Dio memberikan kwitansi klinik pada Ica.
âOke ini enam ratus ya karna kamu sudah anterin aku â
âJangan Ca aku ikhlas kok Ca âtolak Dio dengan halus.
âSudah Terima aja DioâIca memasukkan uang di kantong baju Dio dan pergi dari sana.
Ica bergerak dengan cepat agar tidak terlihat oleh gengnya sedang mengobrol dengan Dio.
Dirumah Montana
âPelan-pelan Devâujar Mama pada Dev sambil memapah Dev.
âAku sudah baikan kok Maâujar Dev tak mau terlihat lemah.
âIya Mama tahu kok Dev kuat , Hanum kamu mau makan ? â
âAku sudah makan pas mau ke RS Maâujar Hanum sambil duduk di tepi ranjang Dev.
âKamar Dev besar sekaliâbatin Hanum .
đČ
âApa tidak bisa besok saja â
âAisshhhhhhâ
Oliv merasa kesal saat mengangkat telepon.
âAda apa Ma ? âtanya Dev saat melihat ekspresi Mamanya yang kecut.
âAda klien mau ketemu sama Mama tapi maunya hari iniâ
âKesana aja Maâ
âTapi Dev kamu kan baru saja pulangâ
âAda Hanum kan Maâ
âKamu nggak kemana-mana kan Num âtanya Mama Dev tak enak pada Hanum yang selalu ada disana.
âIya Ma aku nggak ada kemana-mana kok aku memang kesini untuk bertemu dengan Dev dan merawat Devâujar Hanum dengan lembut.
âKalau begitu kamu tunggu Dev ya Mama akan cepat kokâ
âIya Maâ
âMaafkan Mama ya Devâ
âIya Maâ
âMaafkan Mama Devâ adalah kata yang paling sering Dev dengar saat ia masih kecil.
Mama Dev dari dulu memang selalu sibuk hanya Papa yang sering memiliki waktu luang karna ia memiliki sanggar sendiri.
Tapi Dev tak pernah marah ataupun kesal pada Mamanya karna ia tahu semua ini demi dirinya.
âNum â
âIya Devâ
âMaaf aku mau pipis bisa bantu aku ke toiletâujar Dev malu-malu .
âIya Dev âwajah Hanum bersemu merah karna malu.
Hanum memapah Dev ke toilet tak lupa ia mengunci pintu kamar Dev agar tak ada yang masuk.
Hanum dengan malu menemani Dev ke toilet saat di toilet ia menatap kearah lain agar tak melihat aset Dev.
âAku sudah selesai Numâujar Dev sambil berpegangan ditembok toilet.
âIya âHanum menunduk karna masih malu.
Hanum kembali memapah Dev dan membantunya untuk tiduran.
__ADS_1
Dev melihat ketulusan Hanum semakin yakin untuk menikahi Hanum.
Selama Hanum disini ia dengan ikhlas membantu Dev dari mengelap, mengganti baju dan menyiapkan makanan setiap hari.
Dev sadar jika ia dipertemukan oleh seorang gadis yang tak memandang harta.
Ia bersumpah tak akan mengecewakan Hanum.
âNum coba deh lihatin kok punggung aku gatalâujar Dev.
âMana â
Dengan cepat Dev mengecup bibir Hanum saat Hanum ingin melihat punggung Dev.
âDevvv !!! â
âAku kangen cium kamu padahal kamu disini tapi aku nggak bisa bebas jamah kamuâ
âJamah...enak aja kamu ngomong nanti aku teken ya bekas jahitan kamuâujar Hanum pura-pura kesal padahal ia juga rindu berat pada Dev.
Hanum tiba-tiba mendekati Dev dengan mandiri dan mengecup lagi bibir Dev.
âLagi sayangâDev malah ketagihan dengan bibir lembut dan ranum milik Hanum.
âCukup Dev âujar Hanum yang benar-benar lupa jika ia sedang berada dirumah Dev.
âDev besok aku sudah harus kembali ke Korea yaâ
âIya Numâ
âPokoknya sekarang kamu harus lebih hati-hati yaâ
âIya Numâ
Depan sekolah SMA SEMESTA.
âCa â
âEh Kak Damarâ
âSyukur aku ketemu kamu disiniâ(Seolah-olah Kak Damar hidup di zaman purba yang tidak ada teknologi sama sekali)
âMemangnya ada apa Kak ? âtanya Ica.
âNanti sore aku ada kunjungan, kamu ikut yaâ
âKemana ? â
âSMA Andromeda â
âItukan saingan sekolah kita Kak, ada apa sih mau kesana ? â Ica memasang wajah yang kurang senang karna ia tahu jika SMA ANDROMEDA milik Adrian bersaudara adalah saingan ketat SMA SEMESTA.
âAku diundang oleh Perguruan disanaâujar Kak Damar.
âKenapa harus ngajak aku kan bisa sama Alvianâ
âNih dah yang bikin aku kesel ! âIca membuang mukanya dari Kak Damar.
âKan masih calon â
âTapi aku nggak suka Kakâ
âNggak apa-apa belajarâ
âAku nggak mau ikut pokoknyaâ
âJangan gitu dong Ica sayangâDamar terus merayu Ica agar ia ikut dengannya, salahnya juga tidak konfirmasi dari awal.
âKakak nggak konfirmasi ke aku, bikin aku kesal ajaâ
âMaaf ya Ca, tapi kalau aku bilang sama kamu takutnya kamu nggak mau , nih lihat nama kamu ada di list, aku sudah tanda tangan, mau ya Ca pleaseee... âmengeluarkan jurus puppy eyes.
âOke tapi sekali ini aja yaâ
âIyaâ
Kak Damar merasa lega karna jika Ica nggak datang, ia tak punya waktu untuk berduaan dengan Ica, itulah tujuan utamanya.
Kak Damar meminta saran dari Alvian dan Alvianlah biang kerok sebenarnya tapi terbungkus oleh Kak Damar.
Sore Hari di SMA ANDROMEDA
âWih aku nggak pede nihâucap Kak Damar saat sampai disana.
âNggak pede kenapa ? â
âSemuanya keren-keren Caâ
âMakanya benar kan aku ajak naik mobilâ
âIya kamu benar Ca, mana lebih banyak yang bawa mobil â
âMemang sekolah ini kayak gituâ
âKamu serba tahu Caâujar Kak Damar kagum.
âBukan serba tahu Kak tapi sebelum kesini aku pasti survei duluâ
âKamu memang pas kalau jadi ketua silatâ
âSudah aku bilang seribu kali, aku nggak mau jadi ketua atau sejenisnya â
Ica dan Kak Damar masuk menuju ruangan undangan yang telah ditentukan.
__ADS_1
SMA ANDROMEDA memang memiliki murid yang stylish semuanya, tak ada satupun yang menggunakan baju tidak bermerek.
SMA ANDROMEDA adalah SMA yang bergabung dengan TK, SD, SMP sudah jelas ya jika sekolah ini pastinya sekolah mahal dan berkelas.
âCa aku merasa nggak pede dengan penampilan akuâ
âDuduk dan diam saja Kak kalem aja kayak orang kelas atasâ
Kak Damar mengikuti saran dari Ica.
Sejak Ica masuk dari tadi semua siswa-siswi Andromeda membicarakan dia, entah apa yang mereka bicarakan.
âEhhh Hallo Damar akhirnya kamu datang juga âujar salah seorang siswa yang sepertinya mengundang Kak Damar.
âIya pasti dong aku datangâ
âIni Riska Montanaâujar Kak Damar memperkenalkan Ica pada siswa itu.
âOhh Ica kan ya ? â
Ica terdiam sejenak, ia tahu nama panggilannya.
âIya benar sekali aku adalah Ica â
âBenar memang kamu Ica dari tadi kita membicarakan kamu, karna kita tak yakin jika itu kamu, aku Keano salam kenal yaâ
âIya âucap Ica sambil menjabat tangan Keano.
âYuk deh kita langsung aja masuk sambil nungguin yang lain datangâajak Keano pada Kak Damar dan Ica.
âCa dia tahu kamuâujar Kak Damar.
Ica hanya mengangguk tapi pikirannya di Korea.
Ica memang yakin tak ada satupun orang kelas atas yang tidak tahu tentang dia berarti si Keano itu adalah orang kelas atas.
Ica sebenarnya tak ingin ada yang tahu tentang dirinya tapi ya karna sudah ada yang tahu, sebaiknya kita berlagak sedikit.
Keano menunggu Ica agar ia berjalan sejajar dengan Ica.
Ica paham jika Keano sengaja mendekati dirinya karna ia tahu jika ia adalah Putri dari Perusahaan Montana.
Tapi nggak apa-apa kita harus sombong sedikit agar tidak direndahkan oleh siswa-siswi ANDROMEDA.
âBuaya âgumam Ica.
âTadi kesini naik apa Ca ? â
Tepat seperti yang dipikirkan Ica pasti ia akan membuka pembicaraan tentang ini.
âNaik mobil â
âOhh diantar supir ? â
âIya âucap Ica malas menanggapi Keano.
Ica dan Kak Damar memilih duduk dipaling belakang agar tidak terlalu jadi sorotan.
âSok akrab banget sih si Keano itu ke kamu Caâujar Kak Damar kesal pada Keano.
âYa itu akan sering terjadi padaku Kak, akan banyak orang yang pura-pura baik ke aku karna tahu siapa akuâ
âIhhhhh aku cemburu buta lihatnya, pengen aku remas mulutnyaâKak Damar terus mengoceh.
âSudahlah Kak Damar harus terbiasa dengan hal ini nantiâ
âAhhh aku tak sanggup rasanya Caâ
Setelah menunggu cukup lama acarapun dimulai jadi rencana dari SMA ANDROMEDA adalah sekolahnya akan mengadakan pertandingan persahabatan dan ia mengundang seluruh sekolah yang memiliki ekskul silat untuk datang meramaikan.
Dari 100 persen acara yang Ica ikuti mungkin yang ia dengar hanya 12 Persen saja, sisanya seperti tadi pikirannya masih di Korea, memang benar ini bukan khayalan Ica.
Kebetulan Ica mendapatkan kenalan dari Kak Hanum bernama JungMin dan Ica sedang chating bersama dia.
Ica tersenyum sendiri saat membaca chat dari JungMin yang kebetulan bisa bahasa Inggris dan Ica terus melahap kue yang disediakan oleh Team Ekskul Silat Andromeda.
Sedangkan Kak Damar fokus dengan acara dari awal hingga akhir.
Saat akan pulang Ica dipanggil oleh Keano dan hal itu membuat Kak Damar menjadi sedikit kesal karna dari tadi yang diajak bicara adalah Ica, hello yang Ketua itu siapa sih ?.
âBoleh aku minta nomor whatsappmu âtanya Keano pada Ica.
âMaaf tapi aku nggak pakai whatsapp âujar Ica bohong.
âKalau gitu id line ? â
âSama aku juga nggak pakai, kalau mau ada aku di ig aja yaâujar Ica malas.
âOh iya apa namanya ? âtanya Keano dengan sabar karna ekspresi Ica dari tadi sungguh tak enak.
Setelah memberi tahu nama Ignya Ica mengajak Kak Damar untuk pulang.
âMakasih ya Ica âujar Keano dengan lembut dan sopan.
âCihhhhâucap Ica sambil melihat hpnya.
Ica melihat notif di ignya yang tak lain adalah Keano dan dia tak memfollow Keano.
âCie laris manisâujar Kak Damar sambil menahan rasa cemburunya pada Ica.
âCemburu tanda cintaâIca tak mau kalah dari Kak Damar.
âEmang aku Cinta sama kamu Caâ
__ADS_1
Kak Damar merangkul Ica dan Ica menyiku perut Kak Damar.