BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Seratus


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍😍


đŸŒșđŸŒșđŸŒșHappy ReadingđŸŒșđŸŒșđŸŒș


Hari guru dilaksanakan dengan upacara bendera terlebih dahulu dan kemudian makan-makan.


Ica yang kakinya sudah baikan juga ikut merayakan bersama dengan seluruh teman 11IPS.


Ica menghampiri Dio yang sedang sendirian sambil bermain ponsel dengan mengendap-endap.


Saat itu suasana sedang sepi karna sebagian siswa-siswi pergi keluar untuk menikmati pesta.


Ica mendekati Dio dengan hati-hati dan ia berulang kali merangkai kata pada Dio agar tidak judes padanya.


“Dio “panggil Ica


“Eh iya Ca ada apa ya ? “tanya Dio yanh kemudian meletakkan ponselnya.


“Maaf aku lupa kemarin administrasi aku kamu ya yang bayarin ? “ Tanya Ica .


“Iya Ca kalau kamu nggak ada nanti aja kapan adanya” Ujar Dio padahal ia sendiri tak punya uang sepeserpun dan ia seakan lupa jika sekolah yang ia pijaki adalah milik Keluarga Ica.


“Aku ada kok Dio berapa totalnya kemarin ? “Ica merogoh dompetnya yang sudah ia siapkan dari tadi.


“Lima ratus lima puluh ribu Ca”ujar Dio memberikan kwitansi klinik pada Ica.


“Oke ini enam ratus ya karna kamu sudah anterin aku “


“Jangan Ca aku ikhlas kok Ca “tolak Dio dengan halus.


“Sudah Terima aja Dio”Ica memasukkan uang di kantong baju Dio dan pergi dari sana.


Ica bergerak dengan cepat agar tidak terlihat oleh gengnya sedang mengobrol dengan Dio.


Dirumah Montana


“Pelan-pelan Dev”ujar Mama pada Dev sambil memapah Dev.


“Aku sudah baikan kok Ma”ujar Dev tak mau terlihat lemah.


“Iya Mama tahu kok Dev kuat , Hanum kamu mau makan ? “


“Aku sudah makan pas mau ke RS Ma”ujar Hanum sambil duduk di tepi ranjang Dev.


“Kamar Dev besar sekali”batin Hanum .


đŸ“Č


“Apa tidak bisa besok saja “


“Aisshhhhhh”


Oliv merasa kesal saat mengangkat telepon.


“Ada apa Ma ? “tanya Dev saat melihat ekspresi Mamanya yang kecut.


“Ada klien mau ketemu sama Mama tapi maunya hari ini”


“Kesana aja Ma”


“Tapi Dev kamu kan baru saja pulang”


“Ada Hanum kan Ma”


“Kamu nggak kemana-mana kan Num “tanya Mama Dev tak enak pada Hanum yang selalu ada disana.


“Iya Ma aku nggak ada kemana-mana kok aku memang kesini untuk bertemu dengan Dev dan merawat Dev”ujar Hanum dengan lembut.


“Kalau begitu kamu tunggu Dev ya Mama akan cepat kok”


“Iya Ma”


“Maafkan Mama ya Dev”


“Iya Ma”


“Maafkan Mama Dev” adalah kata yang paling sering Dev dengar saat ia masih kecil.


Mama Dev dari dulu memang selalu sibuk hanya Papa yang sering memiliki waktu luang karna ia memiliki sanggar sendiri.


Tapi Dev tak pernah marah ataupun kesal pada Mamanya karna ia tahu semua ini demi dirinya.


“Num “


“Iya Dev”


“Maaf aku mau pipis bisa bantu aku ke toilet”ujar Dev malu-malu .


“Iya Dev “wajah Hanum bersemu merah karna malu.


Hanum memapah Dev ke toilet tak lupa ia mengunci pintu kamar Dev agar tak ada yang masuk.


Hanum dengan malu menemani Dev ke toilet saat di toilet ia menatap kearah lain agar tak melihat aset Dev.


“Aku sudah selesai Num”ujar Dev sambil berpegangan ditembok toilet.


“Iya “Hanum menunduk karna masih malu.


Hanum kembali memapah Dev dan membantunya untuk tiduran.

__ADS_1


Dev melihat ketulusan Hanum semakin yakin untuk menikahi Hanum.


Selama Hanum disini ia dengan ikhlas membantu Dev dari mengelap, mengganti baju dan menyiapkan makanan setiap hari.


Dev sadar jika ia dipertemukan oleh seorang gadis yang tak memandang harta.


Ia bersumpah tak akan mengecewakan Hanum.


“Num coba deh lihatin kok punggung aku gatal”ujar Dev.


“Mana “


Dengan cepat Dev mengecup bibir Hanum saat Hanum ingin melihat punggung Dev.


“Devvv !!! “


“Aku kangen cium kamu padahal kamu disini tapi aku nggak bisa bebas jamah kamu”


“Jamah...enak aja kamu ngomong nanti aku teken ya bekas jahitan kamu”ujar Hanum pura-pura kesal padahal ia juga rindu berat pada Dev.


Hanum tiba-tiba mendekati Dev dengan mandiri dan mengecup lagi bibir Dev.


“Lagi sayang”Dev malah ketagihan dengan bibir lembut dan ranum milik Hanum.


“Cukup Dev ”ujar Hanum yang benar-benar lupa jika ia sedang berada dirumah Dev.


“Dev besok aku sudah harus kembali ke Korea ya”


“Iya Num”


“Pokoknya sekarang kamu harus lebih hati-hati ya”


“Iya Num”


Depan sekolah SMA SEMESTA.


“Ca “


“Eh Kak Damar”


“Syukur aku ketemu kamu disini”(Seolah-olah Kak Damar hidup di zaman purba yang tidak ada teknologi sama sekali)


“Memangnya ada apa Kak ? “tanya Ica.


“Nanti sore aku ada kunjungan, kamu ikut ya”


“Kemana ? “


“SMA Andromeda “


“Itukan saingan sekolah kita Kak, ada apa sih mau kesana ? “ Ica memasang wajah yang kurang senang karna ia tahu jika SMA ANDROMEDA milik Adrian bersaudara adalah saingan ketat SMA SEMESTA.


“Aku diundang oleh Perguruan disana”ujar Kak Damar.


“Kenapa harus ngajak aku kan bisa sama Alvian”


“Nih dah yang bikin aku kesel ! “Ica membuang mukanya dari Kak Damar.


“Kan masih calon “


“Tapi aku nggak suka Kak”


“Nggak apa-apa belajar”


“Aku nggak mau ikut pokoknya”


“Jangan gitu dong Ica sayang”Damar terus merayu Ica agar ia ikut dengannya, salahnya juga tidak konfirmasi dari awal.


“Kakak nggak konfirmasi ke aku, bikin aku kesal aja”


“Maaf ya Ca, tapi kalau aku bilang sama kamu takutnya kamu nggak mau , nih lihat nama kamu ada di list, aku sudah tanda tangan, mau ya Ca pleaseee... “mengeluarkan jurus puppy eyes.


“Oke tapi sekali ini aja ya”


“Iya”


Kak Damar merasa lega karna jika Ica nggak datang, ia tak punya waktu untuk berduaan dengan Ica, itulah tujuan utamanya.


Kak Damar meminta saran dari Alvian dan Alvianlah biang kerok sebenarnya tapi terbungkus oleh Kak Damar.


Sore Hari di SMA ANDROMEDA


“Wih aku nggak pede nih”ucap Kak Damar saat sampai disana.


“Nggak pede kenapa ? “


“Semuanya keren-keren Ca”


“Makanya benar kan aku ajak naik mobil”


“Iya kamu benar Ca, mana lebih banyak yang bawa mobil “


“Memang sekolah ini kayak gitu”


“Kamu serba tahu Ca”ujar Kak Damar kagum.


“Bukan serba tahu Kak tapi sebelum kesini aku pasti survei dulu”


“Kamu memang pas kalau jadi ketua silat”


“Sudah aku bilang seribu kali, aku nggak mau jadi ketua atau sejenisnya “


Ica dan Kak Damar masuk menuju ruangan undangan yang telah ditentukan.

__ADS_1


SMA ANDROMEDA memang memiliki murid yang stylish semuanya, tak ada satupun yang menggunakan baju tidak bermerek.


SMA ANDROMEDA adalah SMA yang bergabung dengan TK, SD, SMP sudah jelas ya jika sekolah ini pastinya sekolah mahal dan berkelas.


“Ca aku merasa nggak pede dengan penampilan aku”


“Duduk dan diam saja Kak kalem aja kayak orang kelas atas”


Kak Damar mengikuti saran dari Ica.


Sejak Ica masuk dari tadi semua siswa-siswi Andromeda membicarakan dia, entah apa yang mereka bicarakan.


“Ehhh Hallo Damar akhirnya kamu datang juga “ujar salah seorang siswa yang sepertinya mengundang Kak Damar.


“Iya pasti dong aku datang”


“Ini Riska Montana”ujar Kak Damar memperkenalkan Ica pada siswa itu.


“Ohh Ica kan ya ? “


Ica terdiam sejenak, ia tahu nama panggilannya.


“Iya benar sekali aku adalah Ica “


“Benar memang kamu Ica dari tadi kita membicarakan kamu, karna kita tak yakin jika itu kamu, aku Keano salam kenal ya”


“Iya “ucap Ica sambil menjabat tangan Keano.


“Yuk deh kita langsung aja masuk sambil nungguin yang lain datang”ajak Keano pada Kak Damar dan Ica.


“Ca dia tahu kamu”ujar Kak Damar.


Ica hanya mengangguk tapi pikirannya di Korea.


Ica memang yakin tak ada satupun orang kelas atas yang tidak tahu tentang dia berarti si Keano itu adalah orang kelas atas.


Ica sebenarnya tak ingin ada yang tahu tentang dirinya tapi ya karna sudah ada yang tahu, sebaiknya kita berlagak sedikit.


Keano menunggu Ica agar ia berjalan sejajar dengan Ica.


Ica paham jika Keano sengaja mendekati dirinya karna ia tahu jika ia adalah Putri dari Perusahaan Montana.


Tapi nggak apa-apa kita harus sombong sedikit agar tidak direndahkan oleh siswa-siswi ANDROMEDA.


“Buaya “gumam Ica.


“Tadi kesini naik apa Ca ? “


Tepat seperti yang dipikirkan Ica pasti ia akan membuka pembicaraan tentang ini.


“Naik mobil “


“Ohh diantar supir ? “


“Iya “ucap Ica malas menanggapi Keano.


Ica dan Kak Damar memilih duduk dipaling belakang agar tidak terlalu jadi sorotan.


“Sok akrab banget sih si Keano itu ke kamu Ca”ujar Kak Damar kesal pada Keano.


“Ya itu akan sering terjadi padaku Kak, akan banyak orang yang pura-pura baik ke aku karna tahu siapa aku”


“Ihhhhh aku cemburu buta lihatnya, pengen aku remas mulutnya”Kak Damar terus mengoceh.


“Sudahlah Kak Damar harus terbiasa dengan hal ini nanti”


“Ahhh aku tak sanggup rasanya Ca”


Setelah menunggu cukup lama acarapun dimulai jadi rencana dari SMA ANDROMEDA adalah sekolahnya akan mengadakan pertandingan persahabatan dan ia mengundang seluruh sekolah yang memiliki ekskul silat untuk datang meramaikan.


Dari 100 persen acara yang Ica ikuti mungkin yang ia dengar hanya 12 Persen saja, sisanya seperti tadi pikirannya masih di Korea, memang benar ini bukan khayalan Ica.


Kebetulan Ica mendapatkan kenalan dari Kak Hanum bernama JungMin dan Ica sedang chating bersama dia.


Ica tersenyum sendiri saat membaca chat dari JungMin yang kebetulan bisa bahasa Inggris dan Ica terus melahap kue yang disediakan oleh Team Ekskul Silat Andromeda.


Sedangkan Kak Damar fokus dengan acara dari awal hingga akhir.


Saat akan pulang Ica dipanggil oleh Keano dan hal itu membuat Kak Damar menjadi sedikit kesal karna dari tadi yang diajak bicara adalah Ica, hello yang Ketua itu siapa sih ?.


“Boleh aku minta nomor whatsappmu “tanya Keano pada Ica.


“Maaf tapi aku nggak pakai whatsapp “ujar Ica bohong.


“Kalau gitu id line ? “


“Sama aku juga nggak pakai, kalau mau ada aku di ig aja ya”ujar Ica malas.


“Oh iya apa namanya ? “tanya Keano dengan sabar karna ekspresi Ica dari tadi sungguh tak enak.


Setelah memberi tahu nama Ignya Ica mengajak Kak Damar untuk pulang.


“Makasih ya Ica “ujar Keano dengan lembut dan sopan.


“Cihhhh”ucap Ica sambil melihat hpnya.


Ica melihat notif di ignya yang tak lain adalah Keano dan dia tak memfollow Keano.


“Cie laris manis”ujar Kak Damar sambil menahan rasa cemburunya pada Ica.


“Cemburu tanda cinta”Ica tak mau kalah dari Kak Damar.


“Emang aku Cinta sama kamu Ca”

__ADS_1


Kak Damar merangkul Ica dan Ica menyiku perut Kak Damar.



__ADS_2