
Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...
Dukunganmu sangat berarti .
😍😍😍😍
🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺
Damar membaca artikel sekolah, jika kelas jika teater akan dilakukan oleh kelas Ica pada bulan depan, tepat dengan semesteran.
Damar membaca dengan seksama dan ia kaget saat Ica menjadi peran utama yaitu Putri Salju dan Dio menjadi Pangerannya .
Bagaimana bisa Ica dan Dio mendapatkan peran itu, meskipun Damar tak terlalu paham cerita Putri Salju tapi ia tahu jika ada adegan ciuman yang akak dilakukan pada cerita itu.
“Kenapa Ica tak pernah bercerita padaku” Batin Damar.
Latihan teater dilakukan setiap sepulang sekolah karna waktu mereka tidak banyak.
Setiap Ica dan Dio latihan pada adegan terakhir, Dio seperti sengaja berlama-lama didepan wajah Ica.
Hingga tanpa terduga saat latihan hari kelima,Alex yang tak tahan langsung mendorong Dio hingga Dio terjungkal dari atas panggung.
“Ehhhh Dio kamu apa-apaan sih !!! Kamu sengaja ya !!! “ujar Alex sambil memegang kerah baju Dio.
Semua siswa-siswi kelas 11ips panik saat melihat Alex yang marah, beberapa siswa ingin melerai tapi takut.
Akhirnya Gilang maju meski dadanya berdebar kencang karna wajah Alex sangat membara.
“Kamu apaan sih Lex “ujar Gilang menengahi Alex yang emosi.
“Kan di skrip dia nggak perlu lama-lama gitu, dia ngapain mau lama-lama, dasar mesum !!! “ujar Alex.
“Lahhh aku mesum atau tidak kenapa kamu yang repot dan jika ini tidak ditonton semua siswa nggak akan adegan itu disensor !!! Terus kamu mau apa Lex , gantiin aku ? ayo silahkan “ujar Dio dengan santai seakan mengolok-olok Alex yang memang memiliki rasa pada Ica.
“Aku akan awasi kamu Dio dan jika kamu begitu tiap hari aku akan lapor ke guru BK”ujar Alex dengan api amarah yang menyulut, Alex langsung pergi keluar, dia menyambar tasnya.
Alex membuka fakta tentang dirinya yang suka pada Ica dengan terang-terangan.
Alex tak malu lagi dan ia tak peduli tentang apa yang dikatakan oleh teman-temannya.
Ica dan beberapa siswi-siswi masih takut dan kaget terutama Ica yang tadinya sedang melakukan adegan dengan Dio.
Dio terlihat membersihkan bajunya yang kotor dan ia meringis kesakitan, Ica tak berani mendekati Dio dan hanya ada beberapa siswi-siswi yang membantunya.
Ica tak tahu harus bagaimana, ia ingin sekali menolong Dio tapi sejak Dio glow up,tak ada waktu untuk menyapanya lagi bahkan celahpun kini sudah tak ada.
🍹🍹🍹🍹🍹🍹🍹🍹🍹🍹
Keesokan harinya Alex langsung menemui Ketua Kelas dan mengungkapkan pengunduran dirinya.
Alex mengirimi Ketua Kelas pesan agar mereka bertemu saat jam istirahat di belakang sekolah.
“Lohh kamu apaan sih Lex ? “ujar Ketua Kelas saat membaca surat dari Alex.
“Aku nggak mau lanjutin drama ini lagi”ujar Alex dengan ekspresi dingin.
“Kamu suka Ica ? “tanya Ketua Kelas Ica.
Alex diam dan tak menjawab pertanyaan dari Ketua Kelasnya.
“Sekali lagi aku tanya,kamu suka Ica ?”
Alex akhirnya mengangguk dengan ragu dan wajahnya malu-malu.
“Aku sebenarnya nggak ingin ada yang tahu dan aku awalnya ikhlas akan lupain perasaan aku ke Ica, tapi pada kenyataannya aku belum bisa”
“Lex mana bisa perasaan secepat itu bisa berubah tapi Lex kita sekarang profesional aja ya dan kamu juga jangan terpancing emosi, wajar yang suka Ica itu banyak apalagi Dio kan dia juga cowok meskipun agak cupu “
“Cupu apanya sekarang dia dah ganti skin”ujar Alex.
“Iya maksudku mana ada yang bisa menolak pesona Ica Montana “
“Aku hanya tak tahan dan terbakar cemburu, dia itu kayak sengaja manas-manasin aku “ujar Alex.
__ADS_1
“Pokoknya nanti aku deh yang ngomong ke Dio ya”
“Okee janji ya”
“Iya”
Saat Ketua Kelas akan pergi Alex berkata lagi.
“Apa aku terlihat bodoh ? “
“Tidak ada yang bodoh tentang Cinta Lex”ucap Ketua Kelas sambil melambaikan tangannya.
Alex sadar akan ucapan Ketua Kelas yang terakhir, ingin merelakan Ica tapi ia malah semakin posesif.
Alex tak bisa mengatakan apapun lagi selain melanjutkan drama itu.
“Ca katanya Alex berkelahi dengan Dio ya ? “tanya Nesa saat sedang dikantin.
“Iya Alex dorong Dio karna ia kesal, Dio itu kayak sengaja lama didepan wajah aku gitu “
“ Masak sih gara-gara itu doang ? “
“Iya aku tahu sih kenapa Alex gitu, tapi tentang Alex dan Gilang yang suka sama aku itu kan hanya kita aja yang tahu, sekarang satu kelas tahu dehhh”ujar Ica.
“Iya mau bagaimana lagi Ca Alex mungkin lagi emosi banget pas itu,jadi dia nggak bisa nahan ”ujar Ica enteng.
“Entahlah apa yang dipikirkan oleh Alex Ca”
“Aku tak ingin semuanya jadi asing hanya gara-gara hal asmara Nes”ujar Ica dengan wajah yang agak sedih dan hampir meneteskan air mata.
“Sama sih Ca tapi bagaimana lagi perasaan itu nggak bisa dibohongi Ca”
Saat sedang asyik berbincang dengan Nesa ada ribut-ribut yang datang dari arah belakang sekolah.
“Ehhh ada apa Ca ayo kita lihat”ujar Nesa dan saat ia menoleh ke tempat duduk Ica tadi, Ica sudah hilang.
Ica yang suka dengan keributan sudah duluan kesana.
Nesa sampai ketempat keributan dan ia melihat Dio dan Alex sedang saling pukul.
Disini malah terlihat Dio yang mendominasi pertarungan itu.
Ica tahu apa yang terjadi pasti masalah kemarin itu belum selesai.
Nesa tahu apa yang akan dilakukan oleh Ica, ia ingin mencari Ica tapi Ica sudah didekat Dio dan Alex.
Ica memisahkan Dio dan Alex dengan satu kali tarikan dari Ica.
Bukannya mau berpisah Dio dan Alex semakin saling mencari dan panas api perkelahian semakin membara.
Jam 11
Ruang BK
“Riska Montana belagu ya karna ini sekolah milik keluarga kamu”
“Maaf kurang tepat Bu, yang tepat itu punya Nenek saya sendiri “
“Iya bukan berarti kamu bisa seenaknya disini, kamu juga harus mengikuti peraturan “ujar guru BK pada Ica, guru BK ini memang dari dulu tak suka pada Ica.
“Aku hanya melerai”ujar Ica
“Kamu tetap terlibat Ica “ujarnya tak mau kalah dan ingin Ica mendapat poin.
“Baiklah agar anda puas Bu, silahkan atur aja apa yang anda mau, itu kan keinginan anda”ujar Ica
“Jangan belagu ya”ujar Guru BK dengan nada yang tinggi.
“Siapa yang kau katakan belagu”ujar Nenek Ica yang baru saja tiba.
Guru BK yang tadinya lancar berbicara saat mendengar suara dari Nenek Ica langsung diam seribu bahasa.
“Apakah itu tata krama berbicara dengan murid ? “ucap Emma Montana yang langsung menatap tajam kearah guru itu.
__ADS_1
Bisa-bisanya ia mengatakan Ica belagu, tidak adalah bahasa yang lebih sopan lagi ? Untuk berbicara kepada anak-anak.
“Ica sudah mengatakan jika ia ingin melerai kenapa tidak mau dengar”tanya Emma Montana pada guru itu yang wajahnya semakin menunduk.
“Videonya jelas sudah ada dan tersebar, kenapa anda kesampingkan fakta ini ? “
“Saya hanya menegakkan keadilan Ny. Montana “ujarnya dengan nada yang perlahan.
“Apa ?!!! Lebih kencang berbicara “ujar Emma.
“Jangan karna Ica sering berbuat onar disekolah ini, jadi kamu bisa seenaknya membuat keputusan”
Emma mengingat dengan jelas bagaimana ia meminta pekerjaan sebagai guru disekolah ini.
Saat itu cuaca sedang hujan deras dan ia datang hujan-hujanan sambil menangis karna belum punya pekerjaan, Emma bahkan memberikan sejumlah uang untuk makan selama beberapa hari.
Sekarang ia malah mengintimidasi Ica, siapa yang tidak kesal melihatnya.
Jika Ica salah seperti sebelumnya, Emma membiarkan Ica dihukum bahkan diskorsing, tapi jika Ica benar tak mungkin Ica akan diberikan hukuman.
“Jika kau sudah berfikir maka berikan hukuman yang tepat pada Dio, Alex dan Ica”ujar Emma pada guru BK itu.
Emma Montana menunggu diluar ruang BK dan Kak Damar sedang celingak celinguk di depan ruang BK.
Damar bahkan terkejut saat beradu pandang dengan Emma Montana dan Damar segera pergi.
Melihat Damar yang kembali Alvianr bertanya “Kenapa cepat sekali ? “
“Apaan aku belum sempat lihat Ica tapi disana malaha ada Bu Emma”
“Emma Montana ? “
“Iya yang mantan lagi emangnya “ujar Damar sambil melihat terus kearah ruang BK.
“Kasihan si Ica ikut terlibat “
“Iya aku juga kasihan sama dia “ujar Damar sambil menunggu.
Keputusan dari Bu Guru BK, Ica tetap mendapat poin karna ikut terlibat meski hanya melerai dan masalah sebenarnya adalah faktor kekesalan dari Alex yang cemburu pada Dio karna dekat dengan Ica, saat mendengar alasan perkelahian itu Emma Montana malah tertawa kecil.
“Ya saya hargai keputusan yang Ibu buat, tapi jangan sesekali mengata-ngatai Ica ya karna itu tidak mencerminkan sikap seorang guru, permisi “ujar Emma Montana.
“Baik”
Nesa yang gelisah diruang kelas menunggu Ica, mulai sumringah saat melihat wajah Ica dari jendela kelas diikuti dengan Alex dan Dio.
Ica tidak duduk di bangkunya tapi ia memilih duduk di bangku Nesa.
Nesa segera mendekati Ica an Ica akan disiapkan oleh beribu pertanyaan dari Nesa.
“Bagaimana Ca ? Apa kamu dapat poin ? “
“Bodoh.... Iyalah pasti aku dapat meskipun aku hanya melerai”
“Kok gitu sih Ca ? “Nesa merasa tak adil dengan apa yang didapat oleh Ica.
“Mana aku tahu udah deh Nes aku mau istirahat bentar, mana aku belum makan apapun”ujar Ica sambil memegangi perutnya yang mengempis “
“Cup cup cup Ica sayang ini aku ada roti, kamu makan deh kebetulan sekarang lagi jam kosong ahe ahe”ujar Nesa.
“Syukur deh “Ica bisa bernafas lega.
Dio kembali ketempat duduknya dan ia kembali dikerubungi oleh ciwi-ciwi yang ada dikelasnya.
Ica yang ada di bangku Nesa merasa muak melihat itu semuanya, ingin rasanya ia melempar kecoak mati ketempat duduk Dio, tapi yang jadi masalahnya adalah ia juga takut kecoak.
Ica membuka bungkus roti dan makan dengan perlahan, cacing diperutnya sudah berdemo dari tadi meminta hak dan kewajiban dari si pemilik perut.
“Ica Montana !!!“ujar Kak Damar yang sudah ada diambang pintu bersama dengan Kak Alvian.
Nesa merasa salting saat melihat Kak Alvian, ia melupakan Kak Damar yang seharusnya menjadi pemeran utama hari ini.
Bukannya senang Ica malah terkejut dengan ekspresi yang was-was, karna pasti seisi kelas akan melihat padanya.
__ADS_1