BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Enam Puluh Empat


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍😍


đŸŒșđŸŒșđŸŒșHappy ReadingđŸŒșđŸŒșđŸŒș


Di toko pernak pernik Ica langsung jelalatan melihat accessories yang cantik dan manis sampai ia lupa tujuannya kesini.


“Kira-kira kita beli apa Ca ? “ Tanya Alex yang melihat Ica memperhatikan accessories.


“Kalau menurut aku kotak musik ini”


“Cewek suka”


“Iya”


“Oke aku langsung bungkus ya, kamu tunggu disini” Ujar Alex.


“Baiklah”


Ica berkeliling melihat dari meja satu ke meja yang lainnya.


Ia mencoba bando, topi dan beberapa pita rambut saat sedang asyik mencoba mata Ica tertumbuk pada sebuah gelang yang unik.


Gelang itu polos dan memiliki bentuk tanduk rusa didepannya.


“Cantik sekali “ujar Ica


“Kamu suka ? “tanya Alex yang sudah ada disamping Ica.


“Suka sih aku mau beli”ujar Ica.


“Aku beliin kalau kamu suka”


“Aku ada uang kok Lex”


“Hari ini aku yang traktir”ujar Alex dan melihat gelang itu.


“Gelangnya modelnya nempel kayak gini ya”


“Bisa dibuka deh Lex”


“Ohh memang gini kayaknya modelnya Ca”


“Jadi kita pakai dia gitu”


“Mungkin”


“Ayo kita bayar”ajak Alex saat Ica sudah mengambil gelang itu.


Saat dikasir Ica bertanya tentang model gelang itu pada kasir.


“Mba ini emang dapatnya dua pasang atau bagaimana cara pakainya ? “


“Ini gelang couple Mba”ujar pramuniaga accessories.


“Oh couple ya ”ujar Ica sambil menimang gelang itu.


“Bagaimana Mba jadi ? “tanyanya lagi.


“Iya jadi”ujar Ica mantap dan mengisi pertanyaan dalam benak Alex, siapa yang akan diberikan oleh Ica.


“Yang lagi satu buat siapa Ca ? “


Tanya Alex saat sudah selesai melakukan pembayaran .


“Emm kamu mau ? “tanya Ica pada Alex.


“Emang boleh ? “

__ADS_1


“No problem kita kan bestod”


“Ya ampun bestod”ujar Alex namun senang karna menerima barang dari Ica padahal kan dia yang bayarin.


“Kamu yang warna hitam ya”ujar Ica”


“Oke”jawab Alex dengan bahagia.


Perasaan Alex saat ini tak bisa dilukiskan karna sedang bahagia, ia menjadi berarti meskipun Ica berkata bestod padanya.


(Bestod\=besti tapi diplesetin jadi bestod biar lucu).



Sepanjang perjalanan mencari tempat untuk beli makan Alex terus memandang gelang itu dan Ica memperhatikan Alex sambil tersenyum.


“Dasar “ucap Ica.


“Jadi mau beli apa Ca ? “


“Beli crepes aja sama boba”


“Oke “


Ica dan Alex berjalan menuju street food yang tak jauh dari tempat berbelanja tadi.


“Ini punyamu Ca”ujar Alex dan duduk didekat Ica.


“Aku baru tahu daerah sini malamnya sangat ramai”ujar Ica sambil melahap crepes.


“Memang ramai biasanya disini”


“Enak kamu Lex”ujar Ica.


“Enaknya dimana Ca, kamu pikir aja kamu punya segalanya”


“Punya segalanya tapi hidup kita diatur 24 jam”


“Tapi terkadang aku nggak suka Lex, bebas itu lebih baik”


“Ca terkadang apa yang kita lihat diluar, nggak seperti yang ada di dalam mungkin saja kita melihat hidup orang lain enak tapi nyatanya hanya dialah yang tahu dan bisa merasakan “


“Ya kamu memang benar Lex jika aku terlahir kembali aku ingin jadi orang biasa saja, minimal ortuku awetlah sampai maut memisahkan “


“Ca orang tuamu berpisah itu adalah pilihan mereka dan kamu nggak bisa untuk melawan itu semua “


“Ya soal itu aku paham Lex tapi kau tahu kan siapa yang jadi korban jika orang tua berpisah pasti anak-anak aku dan Dev”


“Intinya Ca kamu harus kuat dan tabah belum tentu ada yang bisa diposisi kamu sekarang ini jadi jalani dengan hati yang ikhlas “


“Iya akan aku coba Lex”


“Nah gitu dong harus semangat “


Ica bersandar dibahu Alex dan Alex mengelus kepala Ica dengan lembut.


Alex sadar sejauh ini lebih baik ia dan Ica terus seperti ini karna jika ia jujur tentang isi hatinya pasti hari ini dan situasi saat ini tak akan pernah terjadi.


“Kamu belum mau pulang sudah jam sembilan “tanya Alex pada Ica.


“Oke deh aku malas nanti Dev nelponin”Ica beranjak dari bahu Alex.


Alex menaiki motornya dan Ica pun demikian.


“Lex lain kali jangan beli motor yang ribet kayak gini, mau naik aja aku kayak gorila”ujar Ica.


“Hahaha kamu ada-ada aja sih Ca, kayk gorila segala macam “


“Serius kalau naik ini sampai Lombok Timur kayaknya aku nggak sanggup deh”


“Hehehe”

__ADS_1


Ica menggenggam jaket Alex agar bisa naik memang motor yang membuat kesal.


Diperjalanan Ica melihat gelangnya yang manis itu.


Sungguh gelang yang cantik dan unik, saat sedang asyik memperhatikan gelang helm Ica terbentur dengan helm Alex.


“Sorry Ca ada kucing lari tadi”


“Iya lanjut aja Lex”ujar Ica masih terkejut.


“Maaf ya sekali lagi Ca”


“Iya aku juga salah tadi, bukannya pegangan malah lihat gelang”


“Oke kita lanjut ya sudah dekat “ujar Alex.


“Iya”


Ica memegang ujung jaket Alex agar tidak terbentur mendadak seperti tadi.


Hal ini Ica lakukan hingga gang rumah saja saat dekat rumah ia melepasnya agar tidak menimbulkan gunjingan tetangga.


“Sudah sampai ya Ca makasih karna sudah mau antar aku”


“Iya Lex sama-sama dan makasih gelangnya “ucap Ica sambil menggoyangkan tangannya didepan Alex.


“Oke kalau gitu aku pamit pulang ya salam sama Kak Dev”


“Iya”


Saat Ica akan masuk ke rumah tamu Dev sudah menunggu disana dengan gaya klasiknya.


“Kok pulangnya cepat Ca ? “


“Seharusnya aku tidak pulang “ujar Ica ingin balik keluar.


“Coba keluar satu langkah aja aku sleding kepalamu”


“Iya aku balik “ujar Ica dengan manyun.


“Seru kencannya ? “


“Bodok”ujar Ica dengan enteng lalu masuk kamar.


Dev hanya menyeringai dan mengikuti Ica dari belakang dan Dev tak menyadari ava baru yang ada di tangan kanan Ica.


“Ca langsung tidur ya”


“Iya dasar kuat bicara”teriak Ica dari dalam kamarnya.


Dev menggeleng perlahan mendengar ucapan Ica yang begitu ramah di telinganya.


Untung aja kamu adik aku coba kalau bukan.


“Cantik sekkai gelang ini”ujar Ica.


Tanpa Ica sadari jika nantinya gelang itu akan menimbulkan pertanyaan dari Nesa dan Gilang serta Fabian nantinya karna ini adalah gelang couple.


Ica tak memikirkan itu sampai kesana yang ia tahu hanyalah gelang itu cantik itu saja.


Alex yang bahagia karna bisa keluar dengan Ica hari ini berdendang dijalan sambil terus tersenyum.


“Lex kamu benar-benar keren tapi kado ini untuk siapa ya karna aku emang tujuannya buat jalan sama Ica bukan buat beli kado, sudahlah aku simpan saja buat siapa aja yang undang aku ultah”


Alex menarik gas motornya dan melesat membelah gelapnya malam.


Sementara Ica lupa kalau ia ingin bertanya kenapa susunan acara puncak malah pakai baju ala princes pada Neneknya,ia malah asyik bucin dengan gelang itu dan satu hal lagi yang ia lupakan kejadian tadi sore saat pulang sekolah ada seseorang yang melihat ia berbagi es krim dengan Kak Damar dan itu membuat berita hangat antara grup kakel dan grup khusus gosip sekolah mendapatkan bahan yang panas namun akan ditunggu terbit hingga selesai acara sekolah.


Pastinya kita tahu siapa yang akan membuat berita ini untuk. pertama kalinya.


__ADS_1


__ADS_2