
Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...
Dukunganmu sangat berarti .
😍😍😍😍
🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺
Acara From Night dengan tema Prince and Princess membuat Ica bergidik geli, bagaimana bisa keluarganya menentukan tema yang alay seperti itu, kenapa bukan kayak tahun lalu tema Jepang kek, Korea kek atau Inggris gitu, kan baju kita jadi keren ala-ala cosplayer gitu.
Ini Prince an Princess iyuuu(cucu laknat).
Acara From Night akan dilaksanakan pada pukul 18.00 hingga pukul 24.00.
“Ica segera turun untuk sarapan” Ujar Mama Ica dari luar kamar anak gadisnya itu.
“Iya Ma” Jawab Ica sambil menyisir rambutnya dan memasang jepit hitam polos.
Dimeja makan sudah ada Dev yang sedang membaca majalah.
“Vibes Dev sudah seperti kepala rumah tangga dengan enam belas anak” Ujar Ica dan membuat Dev terkejut.
“Mending kamu bilang lima kek gitu, ini sampai enam belas”
“Aku ini orangnya nggak bisa bohong looh Dev “
“Ica biasakan panggil Kakak pada Dev, atur sedikit dirimu kamu sudah mau dewasa”ujar Oliv pada Ica.
“Baik Ma”
“Jangan hanya baik-baik tapi tak kamu laksanakan “
“Akan aku laksanakan Mamanda”
“Ehemmmm... “ujar Emma Montana pada semuanya dan keluarga itu mulai sarapan dengan tenang.
ART keluarga Ica yang ada disana ingin tertawa namun ditahan, nanti didapur dia akan melepas kotak tertawanya.
Setelah selesai sarapan Ica membantu ART nya beberes .Hal ini adalah kebiasaan rutin yang sudah ditanam semenjak Ica dan Dev masih anak-anak .
Hal ini membuat ART Ica merasa terbantu dan awalnya juga ia heran, kenapa anak BOS mau beberes piring dan gelas, yang merupakan kerjaan ART namun lama kelamaan ia menjadi paham setelah lama bekerja di rumah keluarga Montana kalau keluarga Montana adalah keluarga yang menanamkan jiwa disiplin dan tanggung jawab sejak dini.
Sementara Ica sibuk beberes didapur,Dev bersiap untuk ke Kantor begitu juga Mamanya namun Dev dan Mamanya tidak satu mobil.
Mereka menggunakan mobil terpisah seperti iklan accessories dan yang lainnya dijual terpisah.
Jika dulu Dev belum punya mobil maka Dev akan berangkat diantar Pak Rahmat setelah mengantar Ica kesekolah.
Dev diberikan mobil saat cukup umur, begitu juga dengan handphone, ia dibelikan saat ia sudah siap untuk memakainya.
Jadi meskipun berkecukupan keluarga Montana sangat kerasa tentang mendidik anak-anaknya.
Sikap ini sudah sangat jarang terjadi di tahun 2023 ini.
Malah kita melihat jika ada anak-anak yang menangis pasti orang tuanya akan memberikan hape agara anaknya diam.
Sebenarnya ini pemandangan yang sangat miris dan menyedihkan.
Tetapi mau bagaimana lagi perkembangan teknologi saat ini sudah sangat pesat.
Kemajuan zaman tidak mungkin tak kita ikuti.
Setelah semua pekerjaan didapur selesai Ica menuju belakang rumah untuk bersantai sambil mendesain di tabnya.
Ica memang suka menggambar tapi ia tak terlalu mendalaminya hanya sekedar hobby saja.
Baru saja beberapa menit Ica duduk sambil menikmati teh camomile dia dipanggil oleh ART nya.
“Mba Ica ada tamu”
“Siapa ? “
“Katanya namanya Gilang teman Mba Ica”
“Apa ! “
Ica terkejut karna Gilang ke rumahnya.
“Duhhh buat apa dia kesini “
Ica merasa bingung karna ia masih bare face kyaaa 😫.
Ica lari kekamar mandi untuk mencuci muka dan memakai sedikit krim hingga Gilang lumayan lama menunggu diluar.
“Ca “ucap Gilang saat Ica keluar dari rumahnya.
__ADS_1
“Ayo didalam aja “tawar Ica pada Gilang.
“Baik Ca”
Gilang sedikit deg degan karna ia takut dengan Dev.
“Ada apa Gilang ? “tanya Ica.
“Kamu nggak balas chat aku, aku jadi khawatir dan nggak enak sama kamu”
“Oh itu maaf ya aku ketiduran and lupa jadinya maaf ya”
“Oh gitu, aku pikir kamu marah sama aku soalnya pas ketemu di toko baju, kamu diam saja”
“Aku hanya nggak mau ganggu kamu sama Kak Audi, aku takut dia marah sama kamu”
“Oh gitu ya, aku malah berprasangka buruk sama kamu Ca ? “
“ Nggak apa kok Gilang maaf ya buat kamu kepikiran? “
“Seharusnya aku yang minta maaf sama kamu Ca “
“Sudah jangan dibahas lagi ya”
“Iya Ca makasih”
“Eh ngomong doang dari tadi ayo makan dulu cemilannya”
“Bolu gulung “
“Yup Nenek aku beli di Steve Cookies”
“Toko kue itu terkenal lezat”ucap Gilang sambil menyuap Bolu itu.
“Iya kemarin ini lagi promo bolu ini baru launching “
“Enak banget Ca”
“Kamu mau, aku bungkusin nanti”
“Ehh jangan “
“Nggak apa kok, Nenek aku beli lima”
“Sudah aku bilang lagi promo “
“Tapi kalau lima kebanyakan nggak sih ? “
“Enggak lah, Dev itu kuat nyemil”
“Oh gitu”
“Iya”
Setelah berbincang cukup lama dan meluruskan masalah, Gilang izin pulang dan ia berharap jika besok ada lantai dansa ia ingin bersama dengan Ica.
Ica hanya mengiyakan agar Gilang tak bicara panjang lebar lagi.
Ica kembali ke tempatnya tadi, ia melanjutkan membuat desain karna sudah lama ia tak membuat desain kebetulan juga Tante Yosiko ingin membuat logo untuk parfumnya. Jadi Ica ingin mencoba siapa tahu Tantenya tertarik menggunakan desain Ica.
“Tante Yosiko itu sukses dan aku ingin mengikuti jejaknya tapi dengan versi yang berbeda aku tak heran jika Dev nyaman dengannya”batin Ica.
“Namun aku tak membenarkan kelakuan dia dan Dev itu , syukurnya semua sudah berakhir.
Dev hari ini pulang lebih cepat karna ia akan datang di acara From night .
Ia menyiapkan setelan Jas berwarna navy dan Mama Ica juga dari tadi sudah balik kantor.
Mama Ica memakai gaun warna hitam dengan payetnya dan membuat Ica merinding.
Sedangkan gaun Nenek Ica berwarna coklat muda polos.
Ica tak berani mengeluarkan gaunnya karna ia tahu pasti Mama akan mengomel melihat bentuk dan rupanya.
“Ca”
“Iya Ma”
“Kamu sudah beli gaun”
“Sudah Ma”
“Lihat”ujar Mama Ica sambil merapikan gaunnya di manekin.
Ica mengeluarkan gaunnya dengan ragu.
__ADS_1
Baru saja Ica memberikan gaunnya pada Mamanya, Mamanya sudah mengernyitkan alisnya.
“Gaun apa ini kayak barang bekas”
“Ma ! Ini gaun snow white”
“Snow white apanya, snow white itu biru kuning setahu Mama”
“Ini versi petualangannya Ma”ujar Ica menjelaskan.
“Coba buka”ujar Mama Ica.
Ica membuka gaunnya dan Mama Ica berkomentar.
“Malah kayak baju bekas Mama lihatnya”
“Maa...... 😭😭😭😭”
“Coba kamu pakai”
Ica kemudian memakai gaunnya dan menunjukkan kepada Mamanya yang dia cap katrok itu.
“Cocok juga ya tapi temanya apa sih ini”
“Snow white movie Ma judulnya Mirror Mirror”
Ica kemudian menunjukkan foto gaun yang ia pakai.
“Ohh ini ya, ya sudah nggak apa deh kamu kreatif juga”ujar Oliv.
“Dari tadi kek ngomongnya Ma capek aku jelasinnya”
“Mama nggak tahu wajar dong nanya”
“Mama bukan nanya tapi menghina, mencela “
“Mana ada, kamu yang berlebihan menganggapinya”
“Terserah Mama aja deh”
Oliv tak peduli pada ocehan Ica karna ia sedang chating dengan Marcel.
Sebenarnya Oliv tak paham kenapa dia chating dengan Marcel, padahal jujur saja hati kecilnya masih sayang pada si brengsek Sam.
Cintanya pada Sam sangat tulus, andai saja Sam tak berkhianat padanya, mungkin keluarganya saat ini adalah yang paling harmonis diantara pengusaha lainnya karna memiliki anak cowok dan cewek.
Tapi mau bagaimana lagi takdir berkata lain dan jodoh Oliv tak sampai maut memisahkan.
Sesuatu yang sudah dihindarkan Tuhan jangan lagi dipertanyakan.
Akhir-akhir ini Sam sudah jarang mengajak Ica jalan-jalan, mungkin Ranti tak memberi izin karna Oliv sempat mendengar jika setelah Sam mengajak Ica jalan-jalan Sam dan Ranti bertengkar.
Padahal apa salahnya jika Sam mengajak Ica jalan-jalan, itu adalah haknya sebagai Papa dari Ica.
Namun kembali lagi seorang wanita tak akan ikhlas jika laki-laki yang ia cintai berbagi dengan masa lalunya.
Oliv hanya berfikir apa sebaiknya ia mencarikan Papa sambung untuk anak-anaknya karna jujur ia merasa kesepian, ia butuh teman bicara dan berbagi pendapat.
Meskipun ia punya Marcel ataupun Bara, mereka tidak akan mengerti masalah bisnis dan hal itu juga sangat berbahaya jika membicarakan tentang bisnis pada orang asing.
“Liv mending kamu siapan “ujar Emma pada Oliv yang terlihat melamun.
“Iya Ma”
“Kamu nggak ajak Marcel ? “tanya Emma padanya.
“Nggak deh Ma”
“Kenapa ? “
“Kalau dia bisa “
“Coba tanya saja Liv”
Emma berusaha menyenangkan hati Oliv agar ia bersemangat tetapi nampaknya Olih memang kehilangan rasa kepercayaan pada laki-laki.
Bagaimana tidak Sam adalah pacar pertama Oliv, cinta pertama Oliv , Oliv sama sekali tak pernah pacaran saat duduk di bangku sekolah.
Saat ia bertemu dengan Sam ia yakin dan akhirnya berakhir dipelaminan.
Memiliki anak yang tampan dan cantik serta pekerjaan yang bagus dan memiliki perusahaan.
Semua keluarga bahkan tak pernah berfikir jika Oliv dan Sam akan bercerai secepat itu.
__ADS_1