BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Duapuluh


__ADS_3

...🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺...


“Kenapa dia harus disini sih, aku jijik sama dia”


“Aku juga si paling sempurna itu ada disini”


“Ihhhhh... Aku kesal melihatnya”


“Kadang ya aku mikir, kenapa bukan hanya kita cucu dari keluarga Montana ini”


“Sama”


“Dev... Bagaimana hubunganmu dengan Sonya”


“Baik... Tapi aku belum jadian”


“Kok gitu ? “


“Emang harus ya aku jadian sama dia ? “


“Aku pikir sudah sih karna dia manja banget sama kamu, aku lebih lihat Sonya itu kayak anak kamu”


“Iya... Aku juga heran dia begitu manja padaku”


“Coba jadian saja Dev, siapa tahu kamu cocok sama dia”


“Emang kamu setuju ? “


“Setuju nggak setuju, selama dia baik sama kamu, aku pasti dukung”


“Iya... Nanti aku pikirkan”


“Perasaanku masih bercabang Ca, andai aku bisa katakan tapi aku belum punya keberanian “


“Sampai kapan kamu di skor”


“Hari Rabu “


“Makanya jangan berulah “


“Biarin”


“Kamu sibuk chating sama siapa ? “Merebut hape Dev


“Jessi ? “


“Kau chating dengan Jessi ? “


“Lahh iya emangnya kamu kenal ? “


“Ini kan yang bilang aku nggak punya Papa dan anak haram”


“Jessi yang ini, aku pikir Jessi yang lain”


“Kak... Kamu nyiksa aku ya”


“Aku nggak tahu Ca”


“Tapi... Hmmmm apa sebaiknya diamkan saja ya Kak”


“Emang dia tahu Kakak”


“Tahu kok”


“Dia kan sudah punya pacar Kak”


“Katanya belum”


“Ihhh... Pacarnya anak pencak silat, senior aku”


“Ooh gitu, kan cuma pacar”


“Kakak kenal dimana ? “


“Dia yang chat Kakak duluan, kau tahu kan Kakak populer”


“Uekekkkk... Uekkk kuadrat “


“Aku mau main aja sama dia... Lumayan”


“Kak... Kasih tahu aku perkembangannya”


“Ya... Bagus juga aku bisa dapat dia, apa dia nggak takut ya”


“Takut apa ? “


“Dia kan sudah nyakitin kamu, kok dia berani chating aku ? “


“Mana aku tahu”


“Ok.. Lah... Anak ingusan aku datang”


Keesokan Paginya....


“Bangun oee.... Bangun .... “


“Arghhhhhhh.... Siapa..... Siapa ! ! ! Yang izinin kamu masukk ? “


“Semuanya ... Karna ini sudah jam sembilan pagi “


“Jam sembilan ? “


“Iya.... “


“Dihhh keluar sana Ris” mengusir Aris.


“Iya... Untuk apa juga aku ada disini”


“Awas kau ya !!! “


Ica membasuh mukanya dan tidak minat untuk mandi, ini adalah hari terakhir dia di skor karna berkelahi dengan Jessi.


Ica duduk di balkon sambil meniup-niup poni rambutnya.


“Bosan”


“Nonton yukk”


“Hiii iiii...... “


“Eh tolol... Bisa nggak kamu kasi suara langkah kakimu itu, aku kaget sampai dia kali hari ini”ucap Ica sambil mengusap dadanya.


“Dirumah sendiripun masih kaget”


“Biarin ganggu orang menghayal aja”


“Hahahha”

__ADS_1


“Nonton yuk Ca... Aku bosan juga nih”


“Ehhh... Bosan itu dirumah sendiri , bukan dirumah orang”


“Ayo makanya kita nonton “


“Baiklah”


Tapi kenapa aku harus nurut pada tempeyon ini.


(Tempeyon adalah hewan laut mirip kepiting tapi berukuran kecil dan sangat enak jika digoreng kering)


“Nonton apaan kita nih”


“Terserah kamu aja deh”


“Baiklah”


Dirumah Ica ada sebuah ruangan khusus untuk menonton film, mirip bioskop kecil gitu.


“Ini film hantu ya”


“Kamu kan nggak buta huruf, bacalah !!! “


“Okey.... Aku nyalain ya, kamu jangan kaget”


“Buat apa aku kaget”batin Ica


Aris menonton dengan serius karna ia belum pernah nonton, begitupun Ica, ia yang awalnya tidak tertarik akhirnya ikut menonton.


Saat adegan hantunya keluar Aris kaget dan teriak namun berbeda dengan Ica, ia nampak biasa saja.


“Apanya yang seram sih “


Aris bersembunyi dibalik punggung Ica.


“Ehhh... Kutu, kamu ngapain ? “


“Serem Ca tapi penasaran “


“Matiin aja kalau kayak gitu”


“Jangan Ca.... “


“Ya ampun.... Mirip bocah SD”


Ica beranjak dari kursinya untuk mengambil minuman.


“Ca... Mau kemana ? Ikut” rengek Aris.


“Tingkah lakumu ingin membuat aku membunuhmu”ucap Ica lalu menepis tangan Aris.


“Laki-laki macam apa sih kamu ? “


“Laki-laki tampan “ujarnya dengan enteng.


Benar saja Aris mengikuti Ica kedapur.


“Aku malu jadi keluarga kamu Ris”batin Ica.


“Yuk lanjut nontonnya , sudah kepalang tanggung “


“Iya “ucap Aris sambil terus menutup matanya.


“Nihh.... Nihh.... Nonton “ucap Ica mendorong kepala Aris ke layar lebar tersebut karna kesal.


“Ca... Jangan Ca.... “


“Yaa ya aku nonton kok”


“Nonton sama Ica kayak bertaruh hidup dan mati”


Akhirnya mereka berdua lanjut nonton dan sampailah dipertengahan film.


Ica dan Aris tercengang saat ada adegan dewasa.


Ica memegangi bantal dan meremasnya dengan sekuat tenaga sedangkan Aris memperhatikan dengan serius.


Tanpa disadari Ica Aris sudah semakin dekat dengannya dan hampir saja Ica terbentur dengannya .


“Woeee kutu.... Kamu deket banget sama aku, aku tahu kau takut tapi nggk segininya juga”


“Sorry ujar Aris kemudian menjauh”


“Lohh kok segini aja ceritanya ? “


“Ini season duanya” Ujar Ica sambil menyalakan VCD kedua.


“Ohh... Masih ada ya”


“Ada empat season sih”


“Hahhh.... Empat ? “


“Iya”


Ica kembali serius menonton dan Aris tetap saja takut, saat serius menonton hape Ica berdering dah Aris reflek memeluk Ica.


“Anjay...... ***!!! Ica berteriak sambil mendorong Aris.


“Gila kamu ya !!! “bentak Ica


“Sorry Ca... Aku kaget sekali”


“Kaget apa kesempatan kamu Ris, sumpah aku benar-benar nggak paham”


Ica kemudian mengangkat telepon tersebut.


“Iya Nek”


“Kamu sudah bangun Ca”


“Iya Nek”


“Kamu lagi ngapain ? “


“Nonton bareng Aris”


“Ohh gitu, Nenek lagi kerumah teman makanya nggak sempat bilang sama kamu”


“Iya nggak apa Nek, aku sudah baca kok whatsapp Nenek”


“Iya kalau gitu, untuk makan siang kamu mau pesan juga boleh Ca”


“Iya Nek”


“Oke”

__ADS_1


“Tumben sekali Ica mau akrab sama Aris”batin Nenek Ica.


“Ris... Kalau mau mati bilang aja ya”


“Ca... Aku nggak sengaja sumpah “


“Awas kamu ya”


Ica mulai bosan dengan film itu sementara Aris masih antusias.


Tanka disadari akhirnya Ica tertidur.


“Ca... Kamu mau pesan makanan apa ntar aku yang bayarin “


“Ca... Aku lagi ngomong sama kamu”


“Woeee cewek setengah kekar”


Aris menoleh dan melihat Ica yang sedang tertidur dibelakangnya.


“Enak amat dia tidur, padahal masih jam sebelas, terus aku mau nonton sendiri gitu, hhiiii aku ganti aja film roman”ujar Aris.


Film roman malah membuat Aris terkantuk-kantuk namun ia menahannya dan hanya tiduran saja.


Ica yang sudah puas menyelam ke alam mimpi, kini terbangun dan hampir menginjak Aris yang ada di bawahnya.


Posisi Ica memang tidur diatas sofa dan Aris ada dibawahnya.


“Woeee Ca... Kamu mau bunuh aku beneran ya ? “


“Aku mana lihat kamu dibawah sana”ucap Ica dengan mata yang masih mengantuk.


Ica mengerutkan kening melihat film yang distel oleh Aris.


“Film horornya sudah selesai ? “


“Ya”ucap Aris berbohong.


“Aku mau pesan makan dulu”


“Aku aja yang pesanin, kamu mau apa ? “


“Bebek goreng sama teh susu matcha”


“Oke”


Ica ikut menyimak film yang distel Aris.


“Cengeng banget filmnya”ujar Ica.


“Ya nggak apa, aku tertarik sama sampulnya”


“Bilang aja kamu tertarik sama adegan dewasanya “


“Mana ada, kamu nuduh aku”


“Kalau iya bilang aja iya, sama aku takut banget sih”


“Apaan sihhh nggak jelas”


“Aku goda ah”ujar Ica.


Saat Aris serius menonton, Ica mengelus punggung Aris.


“Waaaaaaa...........”Aris menjerit dengan luar biasa.


“Hahahahahahahaha ini kan bukan Film horor Aris”ujar Ica sambil memegangi perutnya.


Aris kemudian menarik tangan Ica hingga wajah mereka hampir bersentuhan.


Ica terkejut dan berusaha melepasnya.


“Aris... Lepasin aku.... Aris ..... “


“Aku nggak mau”


“Aris”


“Siapa suruh berulah “


“Untung aja kamu bukan pacar aku”


“Aris please”


“Nggak ! ! ! Aku kesel”


Terjadilah fenomena saling tarik menarik.


“Lepasin Aris tanganku sakit”


“Ca... Kamu tahu kan aku juga cowok”


“Iya... Iya”


Melihat wajah takut Ica, Aris sangat puas.


Ternyata ia takut juga digertak.


Aris tersenyum puas.


Sore harinya Ica menyiram tanaman dan membuat gambar baju kegiatan ini sangat membantu mengusir rasa lelahnya.


“Ca... Kamu bikin apa ? “


“Gambar baju “


“Ohh... Bagus banget minta dong”


“Dev saja beli, kamu mau minta aja”


“Emang berapaan ? “


“50k “


“Oke dah nih aku transfer tapi ya”


“Boleh”


“Rutinitasmu gini aja tiap hari”


“Iya”


“Kamu nggak pernah main ke perusahaan ? “


“Main sih kadang-kadang tapi aku belum minat”


“Kau kapan minggat dari rumah aku ? “

__ADS_1


“Kasar banget !!! “


“Biarin”


__ADS_2