
🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺
“Ehh.... Dev kamu jemput aku ? “
“Iya... Maaf ya aku nggak bilang”
“Iya nggak apa-apa kok Dev”
“Kamu jemput aku pakai mobil terus, jujur aja aku malu “
“Malu kenapa ? “
“Dikira aku nanti gila mobil”
“Ohh besok aku jemput pakai motor mau ? “
“Iya”
“Hanum polos sekali “batin Dev
“Bagaimana kerjaan kamu Num”
“Bagus sejauh ini, walaupun aku sering dijutekin”
“Sabar Num, emang kayak gitu dunia kerja”
“Sonya.... Sonya”
“Apaan sih !!! “
“Itu mobil Dev kan”
“Iya”
“Aku lihat dia sama cewek tadi”
“Kamu salah lihat mungkin”
“Mana mungkin aku salah lihat “
“Kamu kan lagi dekat sama dia”
“Aissshh nanti aku telepon deh, toh juga Dev itu nomer kesekian, aku masih ada cadangan banyak”
“Aku pikir kamu serius sama dia ? “
“Buat apa aku serius”
“Sialan !!! Dia itu maunya apa sih”batin Sonya dalam hati.
“Makasih ya Dev sudah antar aku “
“Iya Num”
“Dan Hanum aku ada sesuatu buat kamu”
Mengeluarkan ponsel dari tasnya.
“Ini apa Dev ? “
“Aku kasih buat kamu supaya kita bisa video call”
“Maaf Dev aku nggak mau terima, aku nggak mau repotin kamu”
“Ini aku dapat hadiah kok, jangan dipikirin”
“Ini terlalu mahal Dev”
“Hanum terima ya”
“Aku nggak bisa Dev, kalau baju aku masih bisa tapi ini “
“Hanum aku sedih loo kalau kamu nolak”
“Tapi Dev”
“Aku ikhlas “
Hanum terdiam sejenak rasa ragu terjerembab dalam benaknya.
“Baiklah Dev”
“Nah gitu dong “
“Aku pulang dulu ya”
“Iya”
“Hanum diantar sama Dev ? “tanya Ibu Hanum
“Iya bu”
“Kalian sudah pacaran? “
“Ibu ngomong apa sih, aku nggak mau sama dia bu”
“Kenapa Num ? “
“Bukan level kita Bu”
“Kenapa kamu bilang begitu “
“Dilihat dari gayanya Bu, dia orang kaya”
__ADS_1
“Orang miskin emangnya nggak boleh jatuh cinta Num ? “
“Bukan gitu Bu, aku hanya nggak mau malu”
“Eh Bu ini hampers dari siapa ? “
“Astaga ! Ibu sampai lupa, kamu masih ingat sama teman kecilmu dulu si Yovi”
“Ingat dong Bu “
“Tadi dia datang tapi karna kamu masih lama pulang, dia balik duluan “
“Dia tinggal disini Bu ? “
“Iya “
“ Wah pasti dia kuliah ya Bu”
“Dia kan sudah selesai makanya dia kesini”
“Oh gitu , aku sampai lupa dia lebih besar tiga tahun dari aku”
“Besok mungkin dia kesini lagi Num”
“Oke Bu, Hanum mau mandi terus istirahat “
“Iya Num, habis itu kita makan ya, Ibu buat sambal hati kesukaan kamu”
“Iya Bu”
⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️
“Kak yakin kita pakai baju ini ? “
“Yakin “
“Mobilnya parkir lebih jauh ya”
“Oke Kak “
Sesuai janji Dev, ia dan Ica menuju Korea Store yang diceritakan oleh Ica.
Benar saja saat masuk Ica dan Dev terus diperhatikan.
“Apa aku bilang kan Kak”
“Iya tapi belum ada apa-apa kan”
“Iya”
Ica mulai melihat-lihat dan Dev diikuti kesana kemari dengan jarak yang lumayan dekat.
“Mba ada yang lain nggak ? “
“Satu”ujar Dev
“Mba bisa bantu saya ambil. Yang ini ? “
“Nih !!! “
“Dua”ujar Dev
“Eh mba....!!! Jangan pegang itu, itu mahal sekali emang sanggup ganti”
“Cukup !!! “
“Mba ada masalah apa ya sama saya dan adik saya “
“Aku nggak ada masalah hanya orang seperti kalian itu sudah bisa ditebak pasti ndk bakal beli !!! “
“Emang mba tahu dari mana saya nggak bakal beli ? “tanya Dev dengan nada yang masih aman.
“Lihat aja penampilan kalian, kayak pengemis”
“Ihh kelewatan “ujar Ica
“Ohh berarti kalau mau masuk kesini harus stylish gitu”
“Iya dong “
“Oke kalau begitu “
Dev mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang.
“Aku sedang disini “
Tak butuh waktu lama boss pemilik Korea Store datang.
“Pas banget Boss aku datang, boss mereka ini nyari gara-gara, sudah nggak beli tapi ngomel “
“Nggak beli apanya ? Maafkan pegawai saya Pak Dev “
“Haaaaa Pak Dev ? “
Mereka tahu nama Pak Dev sering disebut saat meeting tapi belum pernah ada yang melihat dia secara langsung.
“Aku mendengar ini dari adikku sendiri dan karna penasaran aku kesini, ternyata benar, pelayanannya buruk “
“Maafkan saya Pak Dev”
“Tolonglah jika kita terus menilai orang dari penampilannya, bagaimana kita bisa menghargai pembeli”
“Baru kali ini saya melihat toko terkenal seperti ini, beli atau tidaknya kita harus tetap melayani dengan sepenuh hati”
__ADS_1
“Jika masih seperti ini, saya akan berhenti investasi”ujar Dev meninggalkan tempat tersebut.
“hahhhhh..... Hahhhhhh.... Rasanya jantungku mau copot Ca “
“Kamu keren Kak”
“Baru kali ini aku marah”
“Ya mereka pantas mendapatkannya Kak”
“Ternyata selama ini, aku tak pernah menyadarinya, mulai besok aku akan keliling untuk tahu bagaimana pelayanan dari setiap perusahaan tempat aku investasi”
“Harus ya Kak ? “
“Iya dan kamu juga harus ikut “
“Kok aku ? “
“Biar kamu belajar “
“Isshhh mulai lagi, aku sudah cukup belajar kok Kak”
“Jangan malas”
“Kak kita beneran kayak gembel deh dengan baju ini”
“Masak sih ? “Dev berkaca
“Iya juga sih, tapi Ca bagaimanapun kita tidak boleh meremehkan pelanggan , salah jika kita menilai dari luar saja”
“Yuppp kalau itu aku setuju Kak”
“Hari ini mau aku traktir apa ? “
“Pulang aja deh, aku bosan “
“Haissshhh”
💮💮💮💮💮💮💮💮
Sesampainya dirumah Ica membaca beberapa materi yang akan keluar saat ujian hari Senin ini, dia membuat catatan kecil agar mudah dibawa dan dibaca.
“Aku nggak boleh kalah dari Dio, kalau Jessi aku yakin dia masih belum bisa nyusul aku tapi Dio ini aku harus waspada sama dia”
Panggilan video call grup
“Alex, Fabian, Gilang “
“Hai Ica “
“Iya ada apa ? Kalian nggak belajar ? “
“Kita khawatir Ca ? “
“Khawatir tentang apa ? “
“Dio “
“Emang Dio kenapa ? “
“Itu loo kita kan yang ajak dia ke club”
“Dia nggak akan lapor kok, buktinya habis dia dipanggil kalian nggak ada dipanggil “
“Huhh... Apa rencana kita dah kelewatan ya Ca”
“Dih biarin aja, besok setelah ulangan aja aku punya segudang rencana yang akan kita lakukan tapi harus hati-hati”
“Siappp”
“Jangan khawatir, lakukan saja seperti biasa”
“Oke”
“Kalian lihat tingkah lakunya selama ini, nyebelin”
“Iya.... “
“Dia itu pas sama Bela, nyebelinnya”
“Apalagi kalian lihat penampilannya hiiiii”
“Zaman old”
“Ihh... Kamu ini Ca.... Bisa aja “
“Kita harus buat dia nggak betah dikelas kita”
“okeee”
“Aku tutup dulu ya, nanti Kakak aku dengar, dia pasti mengomel nanti”
“Oke Ca”
Ternyata rasa Iba Ica tak ada sama sekali pada Dio walaupun Dio berusaha sebaik mungkin untuk berteman dengan Ica.
Ica emang membenci jika ada yang lebih pintar darinya.
Itulah yang membuatnya benci pada Dio.
Nesa
__ADS_1