BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Tiga Puluh Enam


__ADS_3

🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


Ica mengikuti Dev menuju ruang music, sudah lama Ica tidak kesana semenjak Papanya bercerai.


Begitu banyak kenangan disini, biasanya saat waktu senggang Papa Ica akan memainkan piano dan Mama Ica duduk di kursi sambil minum teh.


Ica memegang pianonya yang berdebu, tangannya menelusuri setiap inci piano tersebut.


Dev menyalakan lampunya...


“Nihhh gitar”


“Oke”


“Ca... Ayo kita coba collab”


“Baik Kak”


Ica menarik nafas panjang


Miki Matsubara


Watashi wa watashi anata wa anata to


Yuube iwareta sonna ki mo suru wa


Grey no jacket ni


Mioboe ga aru ko-hi- no shimi


Ai kawarazu nanone


Show window ni futari utsureba


Stay with me...


Mayonaka no door wo tataki


Kaeranaide to naita ano kisetsu ga ima me no mae


Stay with me...


Kuchiguse wo ii nagara


Futari no toki wo daite mada wasurezu


Daiji ni shiteita


[Verse 2]


Koi to ai to wa chigau mono da yo to


Yuube iwareta sonna ki mo suru wa


Nidome no fuyu ga kite


Hanarete itta anata no kokoro


Furi kaereba itsumo


Soko ni anata wo kanjiteita no


[Chorus]


Stay with me...


Mayonaka no door wo tataki


Kokoro ni ana ga aita ano kisetsu ga ima me no mae


Stay with me..


Sabishisa magirawashite


Oita record no hari


Onaji melody kurikaeshiteita..


“Prokkk prokkk prokkk “


“Wah keren sekali ya, bisa nih bikin grup band “ujar Dev


“Niat banget “jawab Ica


“Ca... Aku mau pulang dulu ya sudah malam”


“Oke”


“Terima kasih untuk malam ini ya Ca”


“Iya sama-sama”


“Kapan-kapan aku boleh main kesini lagi ? “


“Iya”


“Bye Ica”


“Bye”


Ica melihat suasana rumah yang lengang.


“Kamu nggak pacaran sama Dev ? “


“Nggak kok”


“Yakin ? “


“Yakinlah”


“Oiya Kak, aku ada rencana nih baru ingat mau cerita”


“Apa ? “


“Aku mau bikin tempat latihan silat”


“Yang itu nenek sudah cerita kok”


“Oo aku kira dia nggak cerita sama kamu Kak”


“Cerita “


“Kak menurut Kakak gimana ? “


“Kakak akan bantu tapi bagaimana dengan perusahaan, apa kamu nggak mau bantu Kakak disana ? “


“Aku pasti bantu kok Kak, tapi aku ingin punya tempat latihan khusus”


“Ya Kakak dukung tapi selesaikan dulu sekolahmu ya”


“Makasih Kak”

__ADS_1


“Sama-sama”



Fabian


💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮


“Liv.... “


“Iya Ma”


“Ada undangan bakti sosial, kamu mau ikut ? “


“Mau Ma”


“Ini acara pelelangan perhiasan juga, kamu beliin Mama yang ini ya”


“Ohh iya Ma”


“Kamu mau beli apa disana ? “


“Belum tahu sih Ma, tapi kok tumben Mama mau gelang ini “


“Sebenarnya ini karya teman lama Mama, Mama lihat waktu dikasih undangan ini”


“Ohhh gitu ya”


“Teman Mama ini sudah lama meninggal dan perhiasan ini sudah banyak pemiliknya”


“Mama tahu dari mana dia yang punya “


“Dulu dia pernah punya mimpi untuk jadi designer perhiasan dan ia juga bersekolah di luar negri untuk mewujudkan mimpinya”


“Terus Ma”


“Saat sudah sukses ia sering mengundang Mama untuk datang ke tokonya dan ia ingat design pertamanya kemudian membuatnya tapi sayang saat itu jadi Mama juga belajar ke luar negri, pada saat Mama kembali ia sudah tidak ada, semua perhiasannya dilelang karna ia tidak punya anak ataupun istri, Mama berusaha mencari design itu tapi belum dapat dan saat undangan ini Mama melihatnya lagi, seperti jodoh"


“Berati aku harus cepat dong Ma”


“Iya Oliv”


“Baiklah Ma, aku akan berjuang untuk Mama”


“Makasih Oliv”


“Sama-sama Ma”


Acara bakti sosial pun tiba Oliv bersiap untuk mendapatkan gelang itu.


Gelang milik toko Whita dimulai dari harga.


“10jt”


“12jt”ujar peserta lain


“15jt”


“Saya”


“16jt”ujar Oliv


“20jt”


“25jt” sahut Oliv lagi


“Tidak ada lagi ? “


Oliv menimang gelang itu dan fokus pada pahatan didalam gelang yang bertulis Emma Montana, berarti gelang ini memang khusus buat Mamanya, pantas saja Mama begitu antusias untuk mendapatkannya.


Ternyata gelang itu banyak peminatnya dan Oliv berhasil menawar dengan harga tertinggi.


Selesai acara Oliv bertemu dengan Marcel yang juga ada di hotel itu namun acaranya berbeda.


Oliv segera melengos agar tidak dilihat Marcel tapi terlambat, mata Elang Marcel begitu cepat melihat Oliv.


“Oliv, kamu ikut acara itu ? “


“Acara apa ? “


“Apa ya tadi aku dengar emmm bansos”


“Bansos”ujar Marcel


“Baksos”


“Iya sama aja”


“Ngopi dulu yuk”


“boleh “


“Habis itu karaoke “


“Aku tahu kearah mana pembicaraan kamu ini, aku nggak mau”


“Yadeh nggak karaoke “


“Jangan macam-macam ya Marcel”


“Aku hanya satu macam kok Oliv”


“Jangan goda aku, kau pikir aku tertarik”


“Iya nggak kok selow aja”


Nyatanya.....


Jam 24.00


“hooammmm... Kamu habis sebotol cemen banget sih !!! “


“Biarin “


“Minum lagi Liv”


“Emmm..... “


Marcel yang pintar sengaja membiarkan Oliv minum begitu banyak agar ia mendapatkan kesempatan untuk memiliki Oliv malam itu namun Oliv sangat cerdas.


Ia segera menelpon supirnya dan Oliv memang sengaja tidak bawa mobil hari itu, untuk mengantisipasi hal-hal seperti ini.


“Bantu aku Pak”


“Iya Bu Oliv”


“Hahhhhhhh.... Selamat Malam Marcel”


Sopir yang masih seumur jagung itu membuat Marcel iri, apalagi sopir itu dengan sengaja membuat Marcel cemburu, ia memapah pinggang Oliv dengan memperlihatkan pada Marcel.


“Sialll !!!”umpat Marcel sambil menahan panas didalam tubuhnya.

__ADS_1


Dirumah


“Emma menarik nafas panjang”


“Istirahatlah Liv”


“Iya Ma dan ini gelangnya”


Oliv berusaha berbicara normal padahal kepalanya sangat pusing.


“Lain kali sedikitan minum Liv”


“Iya Ma, aku nggak kuasa nolak ajakan dari orang-orang itu”


“Iya... Mama tahu, Mama hanya khawatir aja”


“Iya Ma”


Oliv merebahkan badannya dan segera tidur.


Sementara Ica begadang nonton anime kesukaannya yang baru update.


“Hoaammmmm.......... “


“Kamu cewek Ca, ngga ada sedikitpun manisnya “


“Biarin”


“mungkin Gilang buta naksir sama kamu”


“Sekali lagi bicara, aku pukul kau ya”


“Upppss takut banget deh”


“Dasar”


“Ica cepetan sarapannya”


“Iya Ma”


“Bagaimana bazar kamu kemarin ? “


“Lancar Ma dan tema yang aku pilih itu menarik minat murid-murid kelas lain” sambil menunjukkan foto cowok-cowok yang jadi pelayan di stand kelas Ica “


“Bagus.... “


“Gitu doang ? “


“Maumu”


Ica melirik hapenya dan mengecek kalender.


đź“…


“Whatss... Ultah Gilang “


Sesampainya disekolah Ica segera membuka stand dibantu oleh Ningsih dan Gilang.


“Ehh.... Jessi kamu kok nggak bantu kita sih !!! “


“Apa yang harus aku bantu, kan sudah selesai “


“Dari kemarin aku lihat kamu santai terus sedangkan yang lain sibuk, bantu rapiin meja kek”ujar Ningsih.


“Isshhh cerewet amat sih” lawan Jessi tak mau kalah.


“Sudah Ningsih, biarin aja ntar di dengar kelas lain “ucap Ica menahan emosinya.


“Hai Ica”


“Mama”


“Mama mau lihat kerjaan kamu”


“Ini dah yang aku buat bareng teman-teman aku “


“Keren “


“Mama mau cobain ? “


“Emmm boleh deh Ca,Mama duduk disana ya”


Penampilan mencolok Mama Ica seketika mengundang perhatian guru-guru yang ada di sekitar sana dan mulai cari muka dengan Mama Ica, pemandangan yang biasa dilihat oleh Ica.


Sejauh semester ini Ica berhasil tidak buat masalah dan itu cukup bagus bagi Mama Ica.


Setelah stand tutup Ica bersama yang lain memasukkan meja dan kursi yang sudah dipakai.


Sekolah mulai lengang dan saat keluar dari kelas, Gilang masih menunggu dilorong kelas.


“Ehhh... Aku kaget looh”


“Aku nunggu kamu, hari ini pulang bareng aku yukkk, kamu nggak belanja lagi ? “


“Belanja sih, kan besok terakhir “


“Itu makanya aku mau ajak kamu, mau nggak ? “


“Boleh deh, aku bilang sama supir dulu ya”


“Oke”


Selesai belanja Ica diajak membeli minuman oleh Gilang dan mereka pergi ke taman yang tak jauh dari stand minuman itu.


Ica nampak bahagia dan Gilang senang melihatnya.


...💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮...


“Eh... Kalian lagi apa ? “


Ica dan Gilang terkejut


“Emm kau sendiri lagi ngapain ? “


“Aku mau COD baju “


“Kita baru habis belanja buat besok”


“Ohh gitu, aku ganggu nggak ?


“nggak kok”


Gilang agak gregetan dengan Fabian karna ia datang diwaktu yang tidak tepat.


“Makasi ya sudah antar aku”


“Iya sama-sama”


“Akhir-akhir ini Gilang kenapa ya”batin Ica.


__ADS_1


SMA SEMESTA


__ADS_2