
Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...
Dukunganmu sangat berarti .
😍😍😍
🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺
“Akhirnya sampai juga ya” Ucap Dev saat ada didepan rumah Hanum.
“Makasih ya Dev atas semuanya tadi” Hanum mau melangkah pergi.
“Kissnya mana ? “ Dev memberikan pipinya pada Hanum.
Hanum mengecup pipi Dev yang putih itu.
“Lembut banget sih” Batin Hanum.
“Pasti kamu iri kan sama pipiku yang lembut, makanya kamu pakai skincare “ Ujar Dev sombong.
“Iya nanti aku beli kalau sudah gajian”Hanum memandang Dev kesal, melihat wajah ngambek Hanum, Dev menarik tangan Hanum.
“Stop ihhh Dev”Hanum membelalak.
“Iya... Iya, salam buat Ibu ya”
Ujar Dev.
“Oke hati-hati dijalan ya Dev”
“Iya Num”
Dev benar-benar mabuk kepayang dengan Hanum, ia telah lupa akan hal lain selain Hanum, Hanum dan Hanum.
Dirumah tak biasanya Mama menunggu Dev pulang.
Mama Dev duduk di teras depan sambil membaca majalah fashion.
“Tumben Mama masih diluar ? “tanya Dev sembari membuka sepatu.
“Iya ada yang Mama ingin bicarakan denganmu, duduklah “
“Iya... Ma”
Dev ikut duduk di samping Mamanya.
“Jika kau serius dengan Hanum, jangan buang waktu lagi”
“Aku serius Ma, tapi kan semuanya nggak seinstan itu Ma”
“Dev... Mama sudah bisa melihat Hanum, dia gadis yang tulus, sulit menemukan gadis yang seperti Hanum”
“Iya Ma, aku tahu”
“Mama mau secepatnya kau dengan Hanum tapi ada satu hal yang Mama bingungkan “
“Apa itu Ma ? “
“Ica...Apa dia suka dengan Hanum ? “
“Ica suka kok sama Hanum Ma”
“Baiklah Mama harap, minggu depan ini bisa melamar Hanum”
“Hahhh.... Minggu depan ? “
“Iya... “
“Tapi Ma apa aku nggak terlalu muda buat menikah ? “
“Apa Mama harus tunggu kamu keriput baru menikah ? “
Mama Dev berlalu dan kembali kedalam rumah.
Baginya pilihan itu sudah tepat karna ia juga sudah berunding dengan saudara-saudaranya.
Lebih cepat lebih baik.
💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮
__ADS_1
Di sekolah...
“Kamu suka bunga ini ? “tanya Nesa pada Ica.
“Iya... Sangat cantik tapi tidak pantas untukku”ucap Ica
“Kenapa Ca ? “
“Iya bunga ini bertolak belakang dengan sifatku”
“Kok bisa Ca ? “
“Bunga Lily melambangkan kelembutan Nes dan itu tidak ada dalam diriku “
“Siapa bilang, kamu lembut kok sama kita, tapi kamunya aja yang nggak sadar “ucap Nesa.
“Makasi Nes”ucap Ica dan merapikan pot pot bunga yang ada didepan kelasnya.
Hari ini adalah hari bimbingan kelas dan anak-anak kelas 11ips disuruh untuk membersihkan taman yang ada didepan kelasnya.
Seperti halnya murid pada umumnya saat ada kegiatan seperti ini, ada murid yang hanya ngobrol, bercanda dengan temannya, keliling ke kelas lain dan saling menganggu serta masih banyak kegiatan random lainnya yang dilakukan oleh mereka.
“Ca... Kamu sudah selesai rapiin potnya tanya Gilang yang badannya agak berkeringat tipis-tipis”
“Iya... Udah kok”
“Tadi aku dengar loo akan ada kerja kelompok lagi, dihhh pas gini aja selalu ada kerja kelompok, kenapa pas ulangan ngga ada kerja kelompok “ujar Alex.
“Lahhh.... Bagus itu omongan kamu Lex nanti aku saranin deh sama Wali kelas kita “ucap Fabian.
“Tuhkan apa yang aku katakan selalu brilian”ucap Alex bangga.
“Ngga ada benarnya ucapan kamu Lex”ucap Ica sambil merapikan sekop dan sisa-sisa polibek.
“Aku bantu ya Ca”tawar Gilang.
“Oke”
“Ca kita tunggu dikantin ya, kamu jangan lama”ucap Nesa.
“Iya... Iya”
“Nah... Semua udah rapi, Gilang kamu sudah apa belum ?
Gilang ?
Gilang ?
Gilang, kamu balik duluan ?
Gilang dah menyahut dan membuat Ica khawatir.
Gudang sekolah ini memiliki rak-rak yang tinggi sehingga tak bisa melihat satu sama lain dan Gilang pasti sengaja mau nakutin Ica.
Ica berjalan perlahan dengan arah yang berlawanan sehingga ia bisa melihat Gilang yang sedang sembunyi .
“Pasti dia mau ngagetin aku”batin Ica.
Ica mengendap-endap dan Gilang masih menghadap depan.
“Dorrrr......... “
“Ahhhhh........ “Gilang berteriak dan membuat Ica tertawa terbahak-bahak.
“Terlalu cepat seribu tahun kamu mau kerjain aku “Ica terkekeh.
“Hahhahahhhaaa”
“Ca..... “Gilang mendekati Ica dan mendorongnya ke tembok.
Ica kaget dengan gerakan Gilang yang tiba-tiba itu.
“Apa ? “
“Aku belum berhasil gangguin kamu”ucapnya kemudian pergi.
“Ayo Ca”ajak Gilang.
Ica yang masih terpaku akhirnya mengikuti Gilang.
__ADS_1
Di kantin sudah terlihat Nesa, Fabian dan Alex sedang makan.
“Widihhh... So sweet”ucap Nesa.
“So sweet apaan ? “
“Aku lagi lihat scene drama Korea “ujar Nesa.
“Ada aja sih yang kamu bilang Nes”Ica ikut duduk.
“Pesstttt.... Sssttttt” Nesa menunjuk Dio dengan kepalanya agar Ica melihatnya.
“Tunggu”ucap Ica memberi kode pada teman-temannya.
Ica dengan sengaja mendorong Dio hingga es campur yang ia bawa tumpah.
Kali ini nampaknya Dio merasa kesal.
Ia menatap Ica dengan tajam.
“Minta maaf... “ucapnya.
“Apa ? “Ica pura-pura tak dengar.
“Minta maaf !!! “ucap Dio lagi.
“Aku minta maaf sama kamu ? “
Ica segera pergi sambil tertawa.
Dio merasa kesal dengan sikap Ica yang semakin menjadi dengannya padahal ia yakin Ica akan berubah, tapi nyatanya ia semakin menjadi.
“Aku merasa puasss banget deh Nes, kamu liat kan ekspresinya “
“Dia kesal sekali “ucap Nesa .
“Habisan mana mungkin dia nggak bisa kesal, apalagi kita terus ganggu dia”ucap Fabian.
“Iya... Siapin aja kejutan-kejutan lainnnya “
“Selamat siang anak-anak “
“Selamat siang Pak”
“besok pas jam olahraga diganti dengan kegiatan renang ya tapi sore hari”
“Baik Pak”ujar anak-anak dikelas 11 ips.
“Yesss renang” satu kelas heboh karna isi otaknya macam-macam.
“Ca... Pakai baju renang yang seksi ya”ujar Fabian
“Najis....!!! Aku akan pakai kaos aja”
“Yahhh.... Mana ada orang renang pakai baju kaos”timpal Alex.
“Kita semua pakai baju kaos pastinya dasar otak mesum”ucap Nesa sambil menunjuk Fabian dan Alex.
“Mana ada kita mesum, ini omongan wajar kok buat anak SMA kayak kita, ya kan Fabian”ucap Alex mencari suara.
Fabian hanya mengernyitkan alisnya.
Semua anak-anak di kelas jadi ribut membicarakan tentang kegiatan renang tersebut, mereka tidak fokus dengan pelajaran hari ini, sambil berbisik tentang ini itu dan apa saja yang akan mereka bawa nantinya.
“Ehhh... Ca dengar-dengar kita renangnya sama kakel looh”ucap Nesa.
“Terus kenapa ? “
“Aku mau lihat ada berapa roti sobek “
“Ngarep apa sih kamu, mana ada yang kayak gitu disini, kita ini cuma anak SMA”ujar Ica sambil men scrol hpnya.
“Siapa tahu aja, dukung dong aku Ca”
“Kita ini didunia nyata Nes, bukan dunia fiksi”
“Ya udah, awas ya kalau ada “
“Terserah kamu aja deh Nes”
__ADS_1