BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Sembilan Puluh


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍😍


🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


Setelah seleksi Tanding untuk usia Pra Dini, Ica dan dua serigala (Damar dan Alvian), akan kembali ke Hotel lagi bersama dengan Atlet yang lain.


Waktu sudah ditentukan awalnya ada beberapa Atlet yang ingin bermain ke tempat lain, tetapi tidak bisa.


Saat akan baik Bus dengan gesit Damar mengambil posisi duduk disamping Ica, sama seperti tadi.


Ica tahu betapa posesifnya Kak Damar tapi ia diam saja, karna ia suka jika Kak Damar posesif padanya.


Si Atlet yang berlesung pipi tidak tahu namanya siapa, tersenyum pada Ica dan membuat Damar semakin posesif pada Ica.


“Dia itu selalu ingin dekat dengan kamu Ca”ujar Damar.


“Dia kan cuma senyum aja Kak”


“Aku malas lihatnya”


“Cemburu ya ? “


“Aku cemburu sama yang imitasi kayak kamu “


“Kalau nggak cemburu namanya apa ? “


“Melindungi Atlet aku agar tidak terjerumus “


“Terjerumus apa sih ? “


“Terjerumus cinta lokasi”


“Yang ada Kakak yang nyatain cinta ke aku”


Damar terdiam saat mendengar ucapan dari Ica.


Benar adanya jika memang dia yang sudah nyatakan cinta ke Ica.


“Tapi kamu tolak”


“Aku kan sudah bilang aku nggak bisa Kak”


“Makanya aku tunggu kamu sampai bisa ya”mengacak rambut Ica.


“Iya kalau mau sabar”


“Sabar dong yang penting memang saling mencintai ya kan ? “


Wajah Ica bersemu merah, ia takut jika Kak Damar melihatnya.


Ia sama sekali tak tahu mengapa wajahnya cepat sekali merasa malu jika dekat dengan Kak Damar, padahal setahun lalu ia selalu berharap jika saat latihan sekali saja Kak Damar tak marah padanya.


“Habis ini kamu mau kemana Ca ? “tanya Kak Damar.


“Tidur”


“Gitu aja ? “


“Iyalah”


“Tujuan kamu kesini untuk tidur ? “


“Yup”


Sebenarnya Ica tidur untuk mengumpulkan tenaga saat akan tanding nanti, ia tak mau terlalu banyak bermain seperti atlet-atlet lain.


“Kamu nggak ke kolam privat lagi”bisik Kak Damar.


“Kak jika kamu ingin lihat aku pakai bikini aku kasi kok”canda Ica.


“Apaan sih kamu aku tanya apa di jawab apa “


“Habisnya pertanyaan itu seakan mengarah kepada aku yang pakai baju renang terbuka saat disana”


Alvian yang duduk dibelakang kedua pasangan bucin tidak jadian itu merasa sakit kepala.


Mereka berdua tidak membahas hal yang manis-manis seperti dia dan Nesa.


Ini malah meributkan bikini yang sama sekali tidak diketahui oleh Alvian.


Sesampainya di hotel Ica terlihat memesan online food.


Damar yang heran dengan apa yang dipesan Ica di sore hari ini sama sekali tak percaya.


“Kamu pesan Singkong goreng ? “


“Iya”


“Lewat ojol ? “


“Bukan lewat UFO aku pesannya, lewat UFO tadi Alien yang anterin”


“Lagipula ini bukan Singkong goreng, ini adalah Tela-tela yang rasa balado enak tau”


“Hahahahha”


Alvian tak sanggup menahan tawanya karna melihat tingkah Ica yang jauh-jauh dari NTB ke Jakarta taunya makan Tela-tela .


“Kamu emang agak lain ya Ca”ujar Kak Damar.


“Ini enak lohh Kak, coba aja ayo Kak Alvian”


Alvian mengambil satu dan ia pun malah ketagihan.


“Aku jadi bingung yang anak kampung itu aku atau kalian”ujar Ica.


“Maksud kamu Ca ? “


“Secara makanan seenak ini kalian seakan nggak pernah cobain “


“Aku jarang jajan”ujar Damar jujur.


“Aku juga sama”


“Aku kalau keluar sama Dev pasti kesempatan buat mampir ke street food Kak ya hanya sekedar beli telur gulung dan minuman random”


“Kalau jajanan lain aku pernah sih kayak donat MCO, Hola Hola Bento sama Pizza tapi kalau Tela-tela nggak masuk list aku”ujar Damar.


“Issshhhh najis sombong amat”


“Hehehe serius “


“Makanya aku bilang singkong goreng “


Ica melirik Kak Alvian yang keasyikan menikmati tela-tela itu.


“Enak Ca”


“Besok aku buatin ya “


“Emmmph terus kamu ledakin hotel ini pas kamu masak “

__ADS_1


“Beeeiii belum tahu ya, kasih tahu dia Kak Damar”


“Ica sudah belajar nangis teh dari umur tujuh tahun”


“Terus apa hubungannya sama masak, emang dia bisa “tanya Alvian ragu.


“Jelas nggak bisa dong “


Alvian merasa kesal dengan ucapan dari Damar yang tak sesuai harapan yang ingin dia dengar.


“Aku bisa masak Kak, sudah biasa diajarin dari kecil”


“Ohh gitu, aku pikir ART yang kerjain semuanya”ujar Alvian lalu meneguk air mineral milik Ica juga.


Ica mendelik kearah Kak Alvian, bisa-bisanya dia makan semua miliknya.


“Lapar ya Kak ? “


Alvian hanya tersenyum kecil saat Ica menanyakan hal itu.


“Aku kekamar dulu ya Ca”ujar Kak Damar pada Ica.


“Iya Kak”


Ica juga kembali ke kamarnya tanpa Ica sadari ada yang mengikutinya hingga masuk ke kamarnya.


Namun ternyata hal itu dilihat oleh Kak Damar.


Kak Damar yang tadinya ingin kembali, menyuruh Alvian untuk duluan.


Ica merebahkan badannya sepertinya ia tak sadar ada yang masuk ke kamarnya karna ia sibuk dengan cemilannya.


“Teledor sekali sih “ucap Kak Damar tapi ia belum masuk, siapa tahu dia salah lihat.


Setelah selesai makan cemilannya Ica kemudian mencuci tangan dan wajahnya.


Ica juga akan berganti baju ia membuka bajunya secara perlahan dan memperhatikan sekitar.


“Keluar !!! “ucap Ica


“Kalau kau tak keluar aku yang akan menyeretmu”


Ica mulai melangkah perlahan, ternyata Ica tahu ada orang tapi ia pura-pura tak tahu.


Orang itu akhirnya keluar dan Ica menyeretnya hingga orang itu tak bisa berkutik.


Kak Damar yang mendengar keributan dari luar merasa khawatir.


Orang yang mengikuti Ica bukan Atlet silat, jika ia Atlet pasti ia bisa melawan Ica.


“Aku minta ampun Ca”


“Kamu tahu nama aku”


“Iya lepasin dulu”


Ica membuka hoodie dan masker yang menutupi wajahnya.


“Cihhhh Kak Dev”


Ica tak percaya jika Kak Dev mengikutinya.


“Apaan sih nggak lucu tahu”


“Hahaha sorry ya Ca”


Dev berbaring di kasur Ica dengan santai seolah tak terjadi apapun.


Kak Damar yang gelisah akhirnya menekan bel kamar Ica.


“Maaf Ca tadi aku salah lihat atau bagaimana, aku ngeliat ada orang masuk kekamar kamu”


“Kakak emang nggak salah lihat tuh stalkernya “tunjuk Ica pada Dev yang sedang tiduran.


“Kak Dev ? “Ujar Kak Damar tak percaya dengan apa yang ia lihat.


“Kenapa ada masalah ? “


“Enggak ada kok Kak”


“Makasih sudah khawatirin aku Kak”ucap Ica.


“Aku pikir kamu nggak tahu Ca, soalnya Kak Dev cepat banget. “


“Tahulah aku sengaja pura-pura tak tahu”


“Ohh gitu, yaudah karna aman aku kembali dulu ya”


“Sipp”


Ica tak habis pikir kenapa si Dev manusia tanah jahanam ini harus seperti maling saat ketemu dia.


Dia bisa saja langsung kesini tanpa harus membahayakan nyawanya dihadapan dia.


Jika saja aku keras mencekiknya, bisa pindah alam dia.


“Hoaammm ahhh apa ini”Dev mentoel tela-tela milik Ica yang sisa beberapa biji.


“Apaan sih ? “Merebutnya dari tangan Dev.


“Kesini cuma beli tela-tela yang pakai micin, pantas saja otakmu nggak ada isinya”ujar Dev.


“Sewot amat, kapan kau mau pulang ? “


“Baru aja datang dah mau diusir”


“Aku nggak nyaman Kakak disini”


“Dihhh sama Kakak sendiri pakai acara nggak nyaman”


Dev menendang bantal Ica hingga jatuh kebawah.


“Aku mau nonton kamu seleksi “


“Aku senang di dukung tapi jangan menginap disini ya”


“Pelit amat, masak iya aku harus cari hotel lagi “


“Aku nggak mau ya tidur satu ranjang sama kamu Dev, aku ini sudah dewasa”


“Dewasa dikit nggak ngaruh Ca “


Ica merasa sangat kesal pada Dev, malam ini ia tak bisa bebas pergi renang dan pastinya tidurnya nggak akan nyenyak.


“Aku tidur di sofa aja”


“Terserah tapi besok harus pindah kamar”


“Ca sewa hotel disini mahal looh”


“Ke Korea lebih mahal Kak, bilang aja memang mau gangguin aku kan”


“Mana ada aku kayak gitu, karna kamu dikamar sendiri jadi aku niatan numpang gitu “


“Aduhhh terserah Kakak aja deh”

__ADS_1


“Hehehe sorry ya”


Dev benar-benar keterlaluan untuk kali ini.


Padahal jika ia menyewa satu hotel ini pun dia bisa.


Tapi kenapa ia harus ikut nimbrung di kamar Ica.


“Ca aku istirahat dulu ya”ucap Dev lalu dengan enaknya rebahan di sofa.


Ica tak menyahut, ia membiarkan Dev tertidur disana.


Besok ia tak tahu drama apa yang akan terjadi, Ica juga mengantuk dan memutuskan untuk tidur sebentar.


Ica tak tahu berapa lama ia tertidur dan ia dengan mata yang cukup berat memutuskan untuk bangun karna perutnya keroncongan.


Ica membuka matanya perlahan dan ia terkejut karna Dev sudah ada tepat didepan wajahnya.


Mana tanganya melingkar di pinggangnya, Ica reflek menendang Dev dan membuat Dev terjatuh dari atas kasur.


Dev yang tadinya sedang bermimpi jadi presiden kini berubah menjadi jongos.


”Aduhhhh”


“Kan aku sudah bilang jangan bertingkah apalagi sampai satu kasur dengan aku ! “


“Aku kan hanya tiduran sebentar saja”


“Iya tapi tanganmu kemana-mana ! Aku nggak mau ya punya Kakak mesum dengan sejuta dalih menjaga adik ! “


“Aku kan hanya peluk kamu aja Ca”


“Nggak mau aku jijik ! “


“Ya ampun kamu ini “


Dev mendekati wajah Ica dan nyaris menempelkannya.


“Yang kayak gini baru namanya mesum Ca”


Lagi-lagi Ica mendorong Dev hingga jatuh.


“Aku bisa mati kalau kayak gini”Dev terkapar dibawah kasur.


“Aku lagi nggak bercanda Kak ya, Kakak pikir ini lucu ? “Ica menarik selimutnya.


“Iya sorry deh nanti malam kamu batasin ya pakai guling”


“Biar aku batasin pakai tembok, kamu pasti bisa tembus itu tembok”


“Ica ihhh”


“Aku mau mandi terus kita turun cari makan, aku lapar”


“Ikut dong mandi kayak pas masih kecil”


“Ayo kalau mau aku pukul lagi”Ica mengepalkan tinjunya.


“Emm setelah aku pikir sebaiknya nanti saja “


Belum saja setengah hari Dev disini, dia sudah membuat keributan seperti ini.


Dev memang pernah berkata jika suatu saat ia lahir kembali, ia ingin menjadi Suami Ica, tapi bukan berarti saat ini ia bebas berbuat sesuka hatinya dan melupakan batasannya sebagai saudara laki-lakinya.


Jangan mimpi !


“Haisssshhh” sambil melihat Dev menguyah.


“Dari tadi kamu bergumam terus, kamu nggak suka Kakak disini ? “


“Iya”jawab Ica dengan jujur kacang ijo.


“Tega ! “


“Kakak nyebelin ! “


“Aku kan mau lihat kamu tampil dan mastiin kamu baik-baik saja”


“Aku baik sebelum Kakak kesini “


Drrrrrtttt


Hape Dev bergetar


📩 Mama


*Dev maaf meetingnya dimajukan besok, kamu balik ya ke Mataram*


Dev menghela nafasnya dan membalas.


💬 Dev


*Baik Ma*


“Ca setelah ini Kakak mau balik”


“Kenapa Kak ? “


“Meetingnya dimajukan maaf ya nggak bisa nonton kamu”memasang wajah murung.


Ica jadi tak enak karna dari tadi membuat Dev dalam kesulitan.


“Oke Kak makasih sudah mampir”


“Okey baby jaga kesehatan kamu ya”sambil mengirim uang jajan untuk Ica.


“Makasih ya Kak”


“Okey”


Benar saja setelah selesai makan Dev berkemas dan bersiap untuk kembali ke Mataram.


“Okey baby maaf ya sekali lagi “


“No problem Kak”


Dev memeluk Ica dan mengecup dahinya, setelah itu ia ingin menyosor bibir Ica dan Ica hampir memukul wajahnya .


“Aku bercanda kali Ca”


“Padahal aku lagi menghayati perpisahan, Kakak malah bikin aku kesal”


“Kakak cuma bercanda”ucap Dev tapi ia belum melepaskan pelukannya pada Ica.


“Jika aku nggak lepasin pasti kamu akan melakukannya kan ! “


“Emm enggak kok”


“Dasar pembohong mesum ! “


Dev tertawa renyah dan ia segera berangkat menuju bandara untuk kembali ke Mataram.


Ica merasa beryukur karna Dev berhasil kembali ke Mataram lagi.


“Bebas ! “ucap Ica lalu melompat-lompat diatas kasurnya.

__ADS_1



__ADS_2