
🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺
Senin
Hari ulangan tiba
Semua siswa nampak serius belajar namun ada sebagian yang pasrah dan ada juga yang tidak terlalu peduli.
Ica termasuk agak cuek saat disekolah namun ia sudah belajar dengan giat dirumah, sesekali ia melirik Dio.
“Dasar !!! “ Umpat nya tanpa sebab.
“Baiklah waktu ulangan akan dimulai persiapkan mental kalian ya”
“Baik Bu”
Ulangan berlangsung selama 90 menit dan Ica memanfaatkan waktu dengan baik.
Alex, Gilang, Fabian dan Nesa hanya yakin dengan beberapa jawabannya saja, sisanya pasrah.
“Ehh Nes..... “
“Apa Ca ? “
“Kamu minum dua es teh ? “
“Iya... Otakku langsung kering habis mikir”
“Ya ampun santai aja kalee, kalau ada cukup yang kamu jawab, ya sudah segitu saja”
“Tapi masalahnya Ca, aku belum yakin”
“Jangan dipikirin”
“Gampang buat kamu yang pintar “
“Pintar apa, aku juga belajar kok”
“Hmmmmmmhaaaahhh....... “
“Ngapain kamu nafas begitu Lex”
“Ya... Aku mengeluarkan racun-racun ulangan tadi”
“Emang ada kayak gitu ? “
“Ada dong”
Seorang gadis melambaikan tangannya pada Fabian.
“Ehhh... Aku duluan mau bucin dulu ya”
“Oke”(menjawab kompak)
“Hhaaaa aku juga mau punya pacar yang ikut kayak Fabian”
“Cari aja gitu aja repot “
“Karna aku nggak mau repot, makanya belum mau cari kalau aku punya pacar pasti repot, dia akan merintah dan tidak boleh ini itu”
“Ca.... Nanti sore aku jadi kerumah kamu ya”
“Ahhh.... Iya, ada aja halangan kamu nggak jadi kerumah”
“Iya”
“Kita ikut dong “ujar Alex
“Nggak akan”
...💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮...
“Nes.... Ayo duduk dulu”
“Makasih Ca”
“Aku ganti baju dulu ya, kamu bawa baju ganti ? “
“ Bawa kok “
Setelah selesai ganti baju Ica langsung mengajak Nesa untuk masuk ke kamarnya.
“Tapi kamu jangan ketawa ya”
“Emang apa yang lucu”
Ica membuka kamarnya perlahan.
“Wahhh...... Luar biasa”
“Kamu ngefans sama NCT ? “
“Iya... Makanya jangan olok aku dan itu sebabnya aku nggak kasih Alex, Gilang sama Fabian buat kerumah “
“Suruh aja mereka di luar “
“Mana mungkin bisa, pasti dia bakal menelusuri kamar aku bagaimanapun caranya”
“Iya juga sih, kamar aku aja mereka acak-acak pas kerja kelompok dulu, kamu ingat nggak ? “
“Ya aku ingat dengan jelas”
“Ca... Rumahmu emang biasa sepi ya”
__ADS_1
“Kalau sehari-hari emang gini, biasa ada Nenek tapi kan lagi ke Jakarta buat nengok Tante aku lahiran, kalau Mama sama Dev kerja nanti baru datang jam delapan malam”
“Krieekkkkk........ “
“ Ehhh... Ada yang buka pintu “
“Aku lihat dulu ya”
“Iya”
“Ishhh lucu banget sih si Haechan, sejak kapan sih Ica ngumpulin ini, pantas saja waktu aku ajak dia ke Korea Store, dia sangat antusias”Nesa berbicara sendiri.
“Kakak sudah pulang tapi ini masih jam lima sore Kak”
“Mama sama Nenek kan belum pulang jadi aku usahakan cepat pulang, Aris juga sudah nggak disini”
“Ihhh Kakak diam-diam perhatian banget deh “
“Siapa yang perhatian “
“Hai Kak Dev”
Dev terkejut saat Nesa nemplok ditembok kamar Ica.
“Ehh Nesa,sudah dari tadi ya”
“Iya Kak”
“Ehemmmmm !!! “Ica melihat Nesa.
“hehe”
“Lanjut belajarnya ya”
“Iya Kak Dev “
“Jaga mata jaga hati Nes, ingat kan kamu sudah ada Alvian “
“Aku kan ngeliat dikit aja”
“Dasar !!! “
“Ca... Jam enam aku pulang ya”
“Iya”
“Oiya ini cake matcha”
“Kamu suka banget sih sama matcha “
“Matcha itu filosofinya banyak”
“Ahh jangan jelasin sama aku deh, aku pusing “
“Oke... Tapi jangan yang horror ya”
“Iya nonton komedi deh”
“Sippp”
Sebenarnya selain menunggu Ica dirumah Dev pulang cepat karna ingin menjemput Hanum, tapi disana ia melihat Hanum bersama cowok lain dan Dev juga tahu itu siapa.
“Dia kenal dengan Hanum sejak kapan ya ? “
đź’ đź’ đź’ đź’ đź’ đź’ đź’ đź’ đź’ đź’
“Aku nggak nyangka deh kamu bakal balik kesini lagi “
“Iya Num.... Aku kan kesini juga mau lanjutin perusahaan Papa aku”
“Kayak mimpi sih tepatnya “
“Num... Aku boleh tanya sesuatu nggak ? “
“Apaan Yov ? “
“Kamu sudah punya pacar ? “
“Belum Yov....”
“Ohh gitu, berarti kalau aku main kerumah, ngga ada yang marah kan ? “
“Ngga ada kok “
“Oke kalau gitu”
“Sonya,,, aku dah tau cewek yang aku lihat di mobil sama Dev waktu itu”
“Ya”
“Namanya Hanum “
“Iya... Dia anak mana ? “
“Dia tinggal di daerah Ampenan”
“Cukup dekat sih dari Perusahaan Dev, tapi kok bisa ya Dev lupa sama aku dan lebih milih Hanum”
“Mana aku tahu, sebaiknya kamu tanya sama dia ? “
“Aku gengsilah tanya sama dia”
“Jangan gitu deh, emang kamu nggak ada rasa sama dia”
__ADS_1
“Dikit sih tapi kamu tahu sendiri kan, aku itu banyak dekat sama cowok”
“Terserah kamu aja deh Sonya”
Hanum mulai jarang berkomunikasi dengan Dev semenjak kedatangan Yovi.
Tapi Hanum adalah gadis yang jujur, ia selalu bercerita kalau ia keluar dengan Yovi.
Dev masih memahaminya tapi kelamaan juga hatinya bergejolak ingin segera memiliki Hanum.
Jadi sore ini ia memutuskan untuk mengajak Hanum jalan.
“Hanum... Apa kamu suka sama Yovi ? “
“Nggak kok Dev, Yovi adalah teman masa kecil aku”
“Kalau gitu selama ini kamu ada rasa nggak sama aku ? “
Hanum menunduk
“Jujur saja Hanum”
“Iya Dev... Aku sangat tertarik padamu tapi aku takut kau tidak punya rasa yang sama”
“Jangan bilang gitu Num, aku tertarik padamu dan aku jatuh cinta padamu “
Pipi Hanum bersemu merah.
Dev mengetatkan pandangannya pada Hanum .
“Aku cinta kamu Hanum”
Sebuah pesan dari Dev begitu membuat Sonya jengkel.
Sonya aku minta maaf jika selama ini pernah salah sama kamu tapi selama aku bersama kamu, perasaanku tidak mau tumbuh meskipun aku berusaha.
Saat ini aku sudah menemukan tambatan hatiku.
Mohon pengertianmu....
“Sialan !!! “
Hilanglah ATM berjalan Sonya.
“Lihat saja Dev... Kau akan kubuat tidak tenang !!! “
♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦
Di Toko baju Hanum
“Num ada yang cari kamu “
“Oh iya Kak”
“ehmmm siapa ya ? “
“ putusin Dev sekarang “
“Apa !!! “
“Putusin Dev, kamu nggak pantas buat dia”
“Aku nggak mau ya dan aku nggak kenal sama kamu”
“Kamu pikir Dev itu siapa ? Dia itu anak cowok penerus perusahaan Montana “
“Bukannya dia hanya karyawan ya “
“Itu saja kamu tak tahu, makanya berkaca kamu itu bagaikan bumi sama langit !!!
“Aku nggak akan putus sama Dev”
“Sebaiknya kamu sadar diri sebelum kamu aku sadarin”
“ihh Hanum kenapa ya “bisik-bisik teman kerjanya.
“Kayaknya sih dilabrak”
“Iya deh, makanya jangan sok cantik”
“Iya”
“Eh... Eh dia balik tuh”
“Diam... Diam !!! “
“Aku nggak kenal cewek itu tapi kayaknya dia kenal Dev dengan baik”
Seminggu kemudian ulangan akhir semester selesai dan murid-murid SMA SEMESTA bisa bernafas dengan tenang.
Setelah selesai Ulangan akhir, biasanya murid-murid akan mengadakan bazar untuk kegiatan sekolah sambil menunggu bagi rapot.
“Jadi kita jual apa aja Ca ? “
“Boba aja, buatnya simpel dan nggak butuh banyak tempat terus buat jajanan kita jual sosis bakar, bakso bakar”
“Wah bagus tuh, nggak ribet juga ya”
“Iya”
Hanum
__ADS_1