BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Dua puluh satu


__ADS_3

🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


“Ica... Nenek pulang”


“Iya Nek... Lama banget sih”


“Kan kamu tahu Nenek sibuk akhir-akhir ini, kalian sudah makan ? “


“Sudah Nek, tadi Aris yang pesen”


“Ohhh... Makasih ya Aris”


“Sama-sama Nek”


“Aris kamu sudah selesai ujiannya ? “


“Sudah Nek tinggal nunggu pengumuman aja”


“Bagus... Semoga kamu lulus ya”


“Ca... Nenek mau istirahat dulu karna jam delapan nanti Nenek mau pergi lagi”


“Baiklah Nek”


“Selamat istirahat Nek”


Nenek sibuk sekali hari ini.


Tak berselang lama Dev juga datang karna memang sudah jam pulang namun Mama mereka belum terlihat.


“Mama mana Kak ? “tanya Ica.


“Mama masih ada urusan kemungkinan malam baru pulang “


“Ohhh gitu”


“Kakak beliin kalian cake”


“Makasih Kak”


“Aris ayo makan “


“Oke Kak”


“Aris Ica nggak jailin kamu kan ? “tanya Dev sambil menyuap cake rasa coklat itu.


“Nggak Kak.. . Kita tadi nonton aja”


“Nonton apa hayoo “? Gurau Dev.


“Film horor Kak tapi Aris penakut banget “


“Hahahaha kamu pikir semua orang kayak kamu Ca, nggak punya rasa takut”


“Ya tapi dia berlebihan Kak”


“Sudahlah ayo makan lagi”


“Oke “


“Ris habis ini kita main PS ya”


“Oke asyik kalau Dev sudah datang “


“Ica kan juga bisa main PS kenapa kamu nggak ajak dia”


Ica menyeringai menyeramkan.


“Aku sama Kak Dev aja deh”


“Oiya sampai kapan Paman dan Bibi diluar Kota ? “


“Lumayan lama Kak, aku sih maunya dirumah aja tapi Mama nggak percaya “


“Wajar sih dia kan nggak mau kamu aneh-aneh”


“Apa yang aneh-aneh”


“Yuk deh kita main PS”


“Oke “


“Ca... Aku ada pesen minuman nanti kamu ambil ya”


“Sudah dibayar ? “


“Sudah “


“Asyik banget dia cumi itu”ujar Ica.


Ica kemudian VC Nesa.


“Ada apa Ca ? “


“Ada keseruan apa hari ini ? “


“Nggak ada Ca tanpa kamu jadi kurang”


“Ahhh kau bisa aja”


“Ca... Fabian lagi pedekate “


“Sama siapa ? “


“Anak dari SMA JAYA”


“Ohhh gitu, kamu tahu orangnya ? “


“Belum sih tapi dia sudah nunjukkin fotonya”


“Pantas saja dia agak murung akhir-akhir ni”


“Iya kayak kucing aku kalau mau kawin, dia murung”ujar Nesa.


“Kenapa kamu samain kucing sama Fabian”


“Aku nggak tahu letak perbedaan dia sama kucing dimana “


“hahahaha kamu bisa aja Nes”

__ADS_1


“Kalian nggak ngerjain si murid old itu ? “


“Nggak Ca... Ngga ada kamu jadi males deh”


“Ohhh gitu”


“Aku tutup dulu ya, kayaknya pesanan Dev datang”


“Oke Ca”


🥤🥤🥤🥤🥤🥤🥤🥤🥤🥤🥤🥤🥤🥤🥤🥤


“Atas nama David Mark NCT ya”


“Ehh.... Iya Pak”


“Ini ya minumannya boba tiga rasa, coklat, matcha sama rasa kopi”


“Oke Pak... Makasih”


“Dihhh... Ngimpi sekali ya dia”


“Kak ini minuman kamu”


Dev sontak mematikan TV dengan panik“kamu kok nggak ketok pintu sih”


“Buat apa aku ketok pintu, emangnya kakak DPR, nih”


“Lagian nonton apa sih”ucap Ica dengan nada kesal.


“Huhh hampir saja”


“Kamu sih !!! “


“Nyalain lagi”


“Oke”ujar Aris


“Kak..... “


“APAAAA !!! “Aris dan Dev terkejut luar biasa.


“Mau tambah cake nggak tadi masih ada tiga potong, biar semangat nontonnya”


“Nggak usah dah dah keluar sana !!! “


“Baiklah”


Sejak kapan mereka jadi akrab, aku merasa curiga.


Ica kembali ingin membuka pintu namun kali ini pintunya benar dikunci.


“Sialan !!! “umpat Ica lalu kembali ke kamarnya.


Paginya


“Aku antar nggak ? “


“Jangan ! ! ! “


“Aku gabut kalau nggak ada kamu”


“Sekali saja Ca”


“Aku bilang jangan ya jangan”


“Ma.... Aris nyebelin sekali”


“Nggak apa Aris kan mau anter kamu, apa kamu takut pacar kamu marah “ Mama malah menggodanya.


“Aku mana ada pacar Ma”


“Kalau gitu biarkan Aris antar kamu”


“Oke... “


“Hehe”


“Awas ya kamu Aris”


“Kau ini diantar cogan kayak aku nggak mau “ujar Aris sambil menyetir mobil.


“Aku nggak peduli, bagiku kamu mirip sama burung onta”


“Heng... Ngga ada mirip-miripnya”


“Dah sampe nih... Kamu nggak mau turun ? “


“Aku turunlah !!! “


“Hehhh.... Jangan ikut turun”bentak Ica.


Namun setelah Ica keluar dari mobil, Aris ikut turun.


“Bye bye sayang”


“Apaaaa aaa..... aaaaaa”


Lutut Ica melemas, apalagi semua mata tertuju padanya.


“Wahh.... Pacarnya ganteng banget”


Ica tidak balik karna ia merasa sangat malu.


“Mobilnya juga bagus ya”bisik-bisik siswa siswi yang berseliweran dengan Ica.


“Mati kau Aris Montana”


Ica berjalan menunduk hingga tanpa sengaja ia menabrak Dio.


Dio dan Ica sama-sama terpental dan Ica ketumpahan es teh susu matcha milik Dio.


“Ahhhh sial kuadrat aku “


“Aku minta maaf Ca”


“Matamu taruh mana sih, aarrgggghhh baju aku”


😢

__ADS_1


“Ayo kita ke kopsis aku beliin kamu baju baru”


“Nggak perlu dan nggak butuh”


Ica dengan berat hati menuju kopsis saat ingin membayar ternyata ia lupa membawa dompet.


“Aduhhh ... Aku telepon Ness dulu deh”


“Pakai uangku dulu Ca, sudah mau bel masuk” tawar Dio yang ternyata menunggu di luar kopsis.


“Baiklah”ujar Ica karna Nesa tak kunjung mengangkat teleponnya”


“Kamu bisa sendiri kan”


“Kamu mau ikutin aku ke toilet gitu ? “


“Nggak maksud aku bukan gitu”


Ica kembali tidak mengucapkan terimakasih pada Dio.


Ca... Kenapa kau begitu kasar pada Dio.


“Ca... Tadi kamu ada nelpon aku ? “


“Iya”jawab Ica dengan lemas.


“Maaf ya aku nggak dengar”


“No problem Nes”


Ica meletakkan pipinya di meja dengan wajah yang badmood.


Namun saat Dio datang, ia kembali sombong.


“Ingat garismu ya”


Dio hanya mengangguk kalem.


“Nes... Kamu ada uang lebih nggak ? “


“Buat apa ? “


“Buat makan Dompetku ketinggalan “


“Iya ada kok”


“Aku pinjam dulu ya”


“Iya... Slow aja kok”


“Yaa..... “


“Jadi begitulah proses fotosintesis apa ada pertanyaan ? “


“Ngga ada Bu”


“Baiklah jika tidak ada mari kita lanjut”


“Permisi “


“Iya... “


“Woaaaaaahhhh”


Semua siswi-siswi termasuk Bu guru ikut menganga karna melihat sosok yang begitu tampan dan sempurna itu.


“Aku mau anterin dompet Ica”


“Ohh... Ehhh”


“Iya... Iya “


Ica tak mampu menyembunyikan lagi rasa malunya.


“Ica ambilah”


“Kau akan mati Aris”


“Tenang aja aku orangnya baik kok, tidak suka membalas”


“Awas kau “


“Makasih ya Kak”


“Kakak apanya kan aku pacar kamu “ujar Aris lagi.


“Ehhh... Mana ada bukan Bu”


“Nggak apa kok Ca, Ibu paham”


“Indahnya masa SMA “bisik Bu guru perlahan.


“Bawa sini !!! Pulang sana pulang”


“Bye bye bee.... “


“Ihhhhh.... “


“Ca... Kamu diem-diem dah punya pacar ya”


“Pacar apanya dia itu sepupu aku”


“Sepupu apa sepupu sih”


“Sumpah “


“Ngaku aja aku nggak apa kok”


“Nesa !!! “


“Aku akan jaga rahasia ini”


“Rahasia apa ? Dia bicara terang-terangan gitu”


“Satu sekolah pasti ngomongin aku”


Ica menyorot pada Alex, Fabian dan Gilang.


Mereka bertiga diam karna takut disemprot.

__ADS_1


__ADS_2