BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Enam Puluh Enam


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍😍


🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


“Ca kita mau kemana”


Ica sadar ia masih menggandeng tangan Dio.


“Dih kau sengaja ! “


“Sengaja apanya aku malah heran kamu mau kemana ? “


“Iya iya dah aku mau pergi “


Nesa yang dari tadi mengikuti Ica tertawa terbahak-bahak.


“Aku geli sekali lihatnya Ca”


“Kamu juga sengaja sekali ya”


“Gimana aku mau kasih tahu kamu, kamu aja serius kayak gitu”


“Habisnya enak aja dia kyak gitu, dia pikir dirinya siapa ? “


“Kamu kesal sama Dio tapi kamu juga nggak rela dia dijahatin sama Jessi, apa sih yang ada diotak kamu”


“Cuma aku yang boleh ganggu Dio bukan orang lain apalagi Jessi”


“Terserah kamu aja Ca tapi jangan sampai lupa diri sih, takutnya malah cinta”sambil tangannya membentuk love.


“Apaan sih jauh banget pikiran kamu Nes”


“Mana tahu kan biasanya gitu tau”


“Nggak ada dan nggak akan pernah ada ! “


Nesa mengangkat kedua pundaknya dan mengikuti Ica yang berjalan entah kemana .


“Nes “


Nesa yang masih mengikuti Ica menoleh.


“Ikut aku ya “


“Mau kemana ? “


“Ayo aja kita keliling, aku ajak Nesa ya Ca”


“Oh iya Kak Al”


“Aku pergi sama Kak Alvian ya Ca”


“Oke hati-hati ya Nes”


“Iya”


Nesa berlalu sambil menggandeng tangan Kak Alvian.


“Dasar romantis banget sih si Nesa “


Ica yang tak tahu melangkah kemana hanya bolak balik ditempat tadi dan akhirnya memilih duduk.


Ica mendengar suara notif pesan dari hapenya .


Ketua Damar 💬


*Ca aku lupa bilang tadi


Kita latihan bentar yuk


Buat perform bsok


Km masih jualan apa nggk ?


*


Ica 📩


*Oke aku otw Kak


Aku sudah selesai kok*


Ica segera meluncur kesana dan iya merasa kesal dengan apa yang ia lihat.


“Ca ayo kita perfom”ajak Kak Damar.


“Hufttt ayo Kak”


Ica latihan dengan sungguh-sungguh tapi ternyata kondisi kaki Ica masih belum sembuh dengan sempurna.


Sebentar-sebentar Ica memegang kakinya setelah selesai satu jurus.


“Kaki kamu masih sering kambuh Ca”ujar Kak Damar saat memperhatikan Ica.


“Eh enggak kok Kak “


“Tuh kamu pegang terus “


“Cuma pegal sedikit nggak ngaruh “


“Kalau memang masih sakit jangan dipaksa “


“Aku nggak apa-apa Kak”ujar Ica bohong.


“Em Ca kamu jadi bawa baju buat seni ? “


“Jadi Kak”ucap Ica kemudian berjalan menuju lokernya.


Ica membuka lokernya dan mengambil tas.


Setelah sekian menit mengaduk isi tas tapi barang yang ia cari tidak ada.

__ADS_1


“Aku bawa tadi kok nggak ada ya ? “


Ica kembali mencoba mengingat kepingan kegiatannya hari ini dan ia sadar jika ia mengeluarkan baju silat seninya di loker kelasnya.


“Astaga aku ninggalin disana pas ngambil buku paket”ujar Ica lalu keluar dari loker atlet silat.


Kak Damar yang sedang menunggu Ica melihat Ica keluar dengan tangan kosong.


“Mana Ca ? “


“Bajunya aku tinggal di loker kelas Kak”


“Oh gitu mau aku anterin ambil ? “


“Aku sendiri aja Kak”


“Aku lagi free ayo deh bareng “


“Kalau kakak maksa ayo deh”(Lagi-lagi aku melakukan hal yang menggelikan demi Naomi kesal).


Benar saja Naomi yang dari tadi ada disana untuk menonton memasang wajah jengkel jadi Ica bisa menyimpulkan kalau Naomi suka dengan Kak Damar.


“Coba aja dari awal dia diam pasti aku nggak akan cari gara-gara sama dia”batin Ica.


“Kenapa kamu tinggalin Ca ? “tanya Kak Damar.


“Tadi aku lagi nyari buku paket Kak buat dibalikin dan agar lebih mudah aku taruh dulu baju silat aku terus pas balikin buku paket aku dipanggil buat prepare stand, nah habis itu aku langsung diam disana”


“Oh gitu ya “ujar Kak Damar sambil memperhatikan pergerakan bibir Ica.


Akhirnya Ica sampai di loker kelas dan mengambil bajunya.


Kelas nampak lengang karna semua siswa berada diluar kelas untuk bazar.


Kak Damar memandang keluar jendela kelas dan menarik nafas.


“Lagi setahun aku sudah nggak disini lagi Ca”


“Iya ya lagi sebentar lo Kak”


“Nggak kerasa ya waktu berjalan dengan cepat “


“Iya “


“Kamu sudah selesai ayo kita balik”


“Iya Kak”


“Ca ada yang mau aku katakan “


“Apa Kak ? “


“Seandainya ada seseorang yang suka sama kamu tapi orang itu punya banyak cerita cinta apa reaksimu ? “


“Tergantung Kak”


“Tergantung apanya ? “


“Kalau aku suka ya aku berusaha berdamai dengan masa lalunya ,tapi kalau aku nggak suka ya aku nggak akan maksain perasaan aku”


“Iya target aku saat SMA nggak pacaran Kak soalnya lagi malas bucin”


“Oh gitu tapi dari semua berita yang aku dengar yang paling heboh itu pas kamu nolak anak OSIS yang paling ganteng itu ya”


“Iya Kak karna aku tahu kok mereka mau pacaran sama aku untuk menunjang karir mereka di OSIS atau organisasi lainnya”


“Kamu tahu dari mana ? “


“Aku punya Intel Kak”


“Serius kamu Ca ? “


“Iya pikir aja deh Kak emang ada yang mau sama aku ? “


“Emang ada apa sama kamu, kamu cantik kok”


Ica tersipu dengan ucapan Kak Damar yang mengatakan dia cantik.


“Tapi aku sudah punya prinsip Kak tapi kalau ada yang aku suka mungkin beda ceritanya “


“Kok nggak konsisten gitu sih janjinya”


“Konsisten kok sejauh ini belum ada yang aku suka”


“Dasar”


“Setelah tamat ini Kakak mau kuliah dimana ? “


“Cukup di UNDRAM aja Ca aku mau ambil matematika “


“Dih pelajaran yang mengesalkan ya kali tujuh tahun aku harus lihat dia terus bisa gila aku”


“Aku heran sama kamu masak iya ngomong gitu tapi ikut cerdas cermat matematika”


“Anggap aja aku lagi beruntung”


“Mana ada beruntung kayak gitu”


“Ada dong ini orangnya berdiri dengan tegap “


“Terserah kamu aja deh Ca ayo kita balik “


“Oke”


“Oiya Kak outing club bulan depan itu jadi nggak ? “


“Jadi dong”


“Btw aku mau tanya Kak, Naomi itu mau gabung sama Perguruan kita ? “


“Enggak kok dia kan ketua di perguruan cempaka putih”


“Terus dia ngapain disana ? “


“Hanya nonton aja kayaknya “

__ADS_1


“Emang kakak nggak tanya sama dia siapa tahu dia impostor”


“Aku nggak tanya sama dia soalnya aku malas”


“Kok malas ? “


“Dia itu sok akrab sama aku, aku jadinya risih sama dia”


“Oh gitu”


Ica dan Kak Damar sudah kembali ketempat latihan dan Naomi tampaknya sudah balik juga.


“Kita latihan lagi sekali ya Ca “


“Oke Kak”



Setelah dirasa cukup Kak Damar membubarkan atletnya dan besok akan bersiap dengan perform mereka di jam setelah tari kreasi.


Ica mencuci wajahnya setelah semua atlet laki-laki selesai.


Seperti biasa Kak Damar adalah atlet yang lelet dia bisa satu jam dikamar mandi.


Saat Ica mengelap wajahnya wangi sabun dari Kak Damar begitu menyeruak padahal jaraknya cukup jauh dari wastafel jadi kamar mandi dan wastafel memiliki jarak tembok yang cukup tinggi.


Ica ingin segera pergi namun Kak Damar malah duluan datang dan menyapa Ica.


“Seperti biasa kamu paling terakhir “


“Dan Kakak yang paling lelet”


“Aku kan emang biasa terakhir biar puas “


“Puas ? “


“Puas mandinya”


“Oh aku kira apa ? “


“Emangnya kamu kira apa ? “


“Nggak ada sih “ucap Ica lalu memberikan liptint pada bibirnya.


Kak Damar tak melepaskan sedikitpun pandangannya.


“Apa bisa nggak sih kita request kamar mandi untuk atlet cewek ? “


“Kan emang beda Ca kalau atlet cewek diujung”


“Maksud aku yang beda tempat loo Kak”


“Oh gitu”


“Minimal dikasi sekat gitu”


“Coba aja kamu bilang sama yang punya sekolah”


“Emang siapa yang punya sekolah ? “


“Kan keluarga kamu”


“Iya ya aku juga lupa”


“Tapi ini aja sudah syukur lo kita punya kamar mandi club lain nggak ada tuh kamar mandinya”


“Iya juga sih apa karna ini dulunya aula pertemuan ? “


“Bisa jadi sih biarin gini aja Ca lagipula kan biasanya atlet cewek mandi dan gantian duluan “


“Ya mana tahu ada yang mesum”


“Emang sejauh ini ada yang mesum ? “


“Ada ? “


“Siapa ? “


“Kak Damar “


“Yakali aku mesum”ucap Kak Damar tak Terima dan mengacak rambut Ica.


“Sudah rapi loo tadi”


“Biarin ! Siapa suruh jahat”


“Aku cuma bercanda”


Setelah selesai Ica kembali ke stand jualan dan ia bersyukur karna jualannya sudah tinggal beberapa biji dan kali ini yang jaga stand adalah Gilang dan Fabian tapi Fabian sedang tidak ada dan waktu bazar juga mau selesai.


“Gilang “


“Eh Ica kamu sudah selesai latihan silat ? “


“Sudah , laris ? “tanya Ica pada Gilang.


“Iya lihat aja yang jaga ganteng “


“Uekkkk aku mual”


“Hehehe nggak apa dong aku banggain diri aku habisnya nggak ada yang banggain”


“Iya nggak apa kok Gilang ganteng “


“Idih terpaksa kayak gitu aku nggak mau”


“Hehehe kok tahu”


“Mana ada kamu muji orang Ca terbelah jalan itu Ca terbelah “


“Ih jangan gitu Gilang aku kan jadi bangga”


“Bangga apaan ? “ujar Gilang dengan nada lemah karna menyerah.


__ADS_1


__ADS_2