BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Dua puluh lima


__ADS_3

🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


“Ca.... Ikut Mama yuk”


“Kemana Ma, Ica aja belum nafas”


“Nanti kok habis kamu ganti baju sama makan”


“Kita mau kemana Ma ? “


“Nanyak mulu, nanti juga tahu kok”


“Oke”


“Aris nggak ada kelihatan Ma”


“Dia ada urusan nanti juga balik lagi kok”


“Oke”


Selesai makan Ica mengikuti Mamanya ke sebuah tempat yang jauh dari Kota.


Ica tak bertanya lagi dan sibuk main game cacing di hpnya.


“PANTI ASUHAN KASIH”


“Ma... “


“Ayo”


“Bu Oliv sudah datang ya”


“Iya Bu... Saya ajak anak saya untuk pertama kali”


“Wah... Namanya siapa ? “


“Ica”


“Nama yang cantik”


“Makasih”


“Ayo kita kedalam ya Bu, Ca ku boleh lihat-lihat”


“Iya Ma”


Ica melihat anak-anak yang ada disana, walaupun tak dijelaskan secara detail Ica tahu panti asuhan itu tempat apa .


Anak-anak tampak tanpa beban bermain dan berlarian. “Hai Kak main yuk”


“Ehh... “


“Kakak anaknya Ibu Oliv”


“Iya... Kamu tahu Ibu Oliv”


“Iya... Sebulan sekali Ibu Oliv datang kesini”


“Ohh gitu”


“Nama kamu siapa ? “


“Adinda”


“Cantik sekali, nama aku Ica”


“Kak Ica”


Ica memang nakal dan sering membully temannya tapi disini ia sangat berbeda.


Menyadari betapa tidak beruntungnya anak-anak ini.


“Kak Ica ayo kejar kita”


“Aaaa.... Aaaaa”


Semua anak berlari dikejar oleh Ica.


Ica melihat ada seorang anak yang tidak ikut bermain.


Ica menghampirinya.


“Ayo ikut main”tawar Ica


“Aku nggak main”


“Kenapa ? “


“Nanti kalau aku main terus Papa jemput, akunya ngga ada “


“Kalau Papa datang pasti kamu dicari kok”


“Arrgghhhh Papa....!!! Papa!!!


Papa!!! JEMPUT AKU !!! “


“Astaga apa yang terjadi “Ibu Panti dan Mama Ica berhamburan keluar.


“Aku nggak tahu dia kenapa Ma”


“Sudah ayo sudah nggak apa kok “


Saat situasi kembali tenang Ibu Panti dan Mama Ica kembali mengobrol.


“Bu Oliv terimakasih atas bantuannya”


“Sama-sama Bu”


“Anak Ibu sangat cantik”


“Iya tapi Papanya sudah nggak mau lagi “


“Maaf Bu emangnya ada apa ? “


“Saya jadi bercerai Bu”


“Astaga !!! “


“Sudah Bu jangan kaget gitu”


“Tapi Ibu dan Bapak sangat harmonis “


“Tidak semua yang terlihat didepan itu seperti begitu didalamnya Bu”

__ADS_1


“Saya turut sedih atas perceraian Ibu”


“Saya tidak mau berlarut-larut Bu”


“Apa tidak bisa dibicarakan lagi Bu “


“Saya bukan tipe orang yang mudah diajak bernegosiasi Bu, apalagi ini tentang perasaan saya dan kehidupan saya kedepannya “


“Semoga Ibu Oliv dan anak-anak bisa bahagia dan sehat selalu ya”


“Makasih Bu, saya mengajak Ica kesini supaya dia bisa tahu, bahwa nggak semua anak seberuntung dia”


“Bagus Bu”


“Kalau begitu saya permisi dulu ya Bu”


“Iya Bu Oliv dan terimakasih banyak “


“Iya”


“Da da Kak Ica”(suara dari semua anak panti)


“Dada”


“Kamu cepat juga akrabnya”


“Iya Ma, mereka lucu-lucu”


“Ca... Semoga nanti kamu bisa lanjutin seperti Mama ya”


“Iya Ma”


“Jika kita sudah berlebih tak ada salahnya kita berbagi, itu akan membuat kita lebih kaya “


“Kenapa Mama nggak pernah upload disosmed ? “


“Memberi tidak harus pamer Ca”


“Ohh gitu ya Ma”


“Iya”


“Aku takut sekali tadi Ma”


“Iya Ca kata Ibu Panti, anak yang kamu ajak bicara tadi, baru beberapa bulan disini, dia dititipkan Papanya yang cari kerja keluar negri”


“Terus apa Papa dia sering menelepon Ma ? “


“Awalnya sering tapi akhir-akhir ini sudah jarang”


“Kasihan sekali dia”


Mama Ica tersenyum dan memperhatikan wajah Ica.


Sayang semoga kamu bisa kuat ya”


“Nenek ...Ica pulang”


“Iya... Bagaimana kunjungan kamu tadi ? “


“Seru Nek”


“Kak Dev kapan-kapan kita kesana yuk”


“Iya”


“Kangen ya”


“Idih... Sorry stoberi ya, aku malah harapin kamu dah get out dari rumah aku”


“Sayangnya pikiranmu itu salah besar”


“Ayo ayo kita makan dulu”


“Iya Nek”


Setelah makan malam Nenek memanggil Aris.


“Aris... Bagaimana keadaan papa dan Mama ?


“Katanya sudah dapat modal dari Kakek disana Nek”


“Syukurlah Ris”


“Tapi Aris belum tahu sampai kapan disini Nek”


“Kamu jangan sungkan Aris “


“Aku hanya nggak enak saja Nek”


“Kita harus saling membantu Aris”


“Iya Nek dan makasi sudah bantu aku dan Mama Papa “


“Iya Aris “


Ica merebahkan tubuhnya dikasur setelah penat seharian, ia menscrol whatsapp dan melihat status Dio.


Dio sedang asyik mencari rumput di sebuah tanah kosong untuk diberikan kepada Ciayo.


“Dihh... dia mau aja blusukan, aku lebih baik langsung beli aja”


“Tapi kayaknya asyik juga sih”


(Tak paham isi hati Ica yang mirip air di daun talas)


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Pagi hari disekolah...


“Bosan juga nggak ganggu anak-anak ini”


“Ca... Kamu kok nggak ada ide akhir-akhir ini ? “


“Aku belum ada gairah nih”


“Yah nggak seru deh, gimana kalau kita ganggu Dio aja”


“Sipp... “


“Kita apain ? “Tanya Alex


Nesa membisikkan idenya

__ADS_1


“Pas juga tuh”


Alex mendatangi Dio


“Dio”


“Ada cewek kelas sebelah mau ketemu sama kamu “


“Dimana ? “


“Digudang samping itu”


“Ohh... Iya “


“Cepat banget ditipunya “ batin Alex.


Sesampainya di gudang Ica dan temannya mengunci Dio disana hingga waktu istirahat selesai.


Saat kembali Dio tak banyak bicara dan tak marah pada Alex.


“Ketemu ceweknya Dio ? “


“Ngga ada, mungkin dia malu”ujar Dio.


“ohhh”


Perut Dio keroncongan karna dari awal istirahat dia ada di gudang.


Kepalanya mulai pusing namun ia tahan.


“Ca...besok giliran kamu rawat Ciayo ya”


“Iya”


“Ca... “


“Apalagi ? “


“Coba sesekali kasi dia rumput segar”


“Buat apa ? “


“Kamu nggak baca bukunya ya”


“Baca kok”


“Terus kok kamu nanya sama aku , kalau kamu sudah baca”


“Ya emang salah aku tanya sama kamu”


“Dibuku sudah ada jelas kalau kita juga harus kasi dia makanan segar”


“Aku capek ahhh, pas giliran kamu aja”


“Nggak bisa, kan setiap minggunya kayak begitu”


“Oke okeee”


“Baik.......lah”


Belum selesai Dio bicara, Ica sudah berlalu sambil mengejar Nesa.


“Dah mulai akrab ya ? “


“Mau kupukul”


“Sorry.... “


“Nes.... Apa kamu tahu sesuatu tentang Dio ? “


“Kok kepo sih”


“Ya... Aku penasaran aja sih sama dia”


“Penasaran sama naksir itu, beda tipis “


“Nyesel aku ngomong”


“Hehehe Sorry deh”


“Nes... Kamu datang lagi dong ketempat latihan aku”


“Malas ah... Ngga ada target”


“Ada kak Alvianrivan, nggak kalah cool”


“Bilang aja kamu kesepian”


“Iya sih”


“Tapi aku nggak bisa tiap minggu datangnya “


“Iya nggak apa kok “


🥪🥪🥪🥪🥪🥗🥗🥗🥗🥗🥗🥗🥪🥪🥪


Rumah Nesa


“Non Nesaa sibuk apa ? “


“Bikin bekal buat Ica”


“Ica apa Ica nih Non ? “


“Ica beneran kok Bik, bibik ini curiga terus sama aku”


“Iya habisnya Non Nesa tumben rajin”


“Aku sudah janji mau nemenin Ica latihan Bik, jadi aku buatin dia bekal sekaligus aku belajar hehehe”


“Belajar sih, tapi dapurnya kayak kapal pecah “


“Kan ada bibik yang beresin “


ART Nesa ingin menangis melihat betapa indahnya pemandangan dapurnya saat ini.


“Oiya Bik, aku juga bikin buat Mama Papa”


“Iya Non nanti bibik kasih tahu ya”


“Iya Bik, aku mau otw dulu ke sekolah”


“Hati-hati Non”

__ADS_1


Nesa punya kebebasan lebih dibanding dengan Ica, ia boleh memakai motor namun dengan SIM dan juga helm yang tak boleh ia lewatkan.


Terkadang Ica juga ingin seperti itu, tapi kata Mama belum waktunya.


__ADS_2