BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Lima Puluh


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍


🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


Setelah selesai makan Ica termenung di jendela kamar Villa matanya sendu memikirkan Dev yang akan membagi kasih sayangnya.


“Kamu nggak akan kakak lupain kok Ca” Ujar Dev pada Ica.


“Aku tahu Kak tapi tetap saja, akupun baru mikirnya sekarang”ujar Ica sambil malu.


“Kakak janji nggak akan lupain dan duain kamu Ca”


“Baik Kak”


Ica memeluk erat Dev, pelukan yang bahkan tak pernah disangka Dev bisa dilakukan oleh gadis barbar itu.


Sebuah kecupan hangat dipipi Dev mendarat dengan mulus.


“Maafkan aku Dev jika aku ada salah ya”


“Iya, cuma gitu aja ? “


Dev menunggu sesuatu.


“Apa lagi ? “tanya Ica.


“Cium bibir belum “ujar Dev membuat mata Ica melotot.


“Sah kok Ca, kan saudara “


“Jangan pikir aku sebodoh itu ya Kak”Ica merasa kesal dengan Dev.


Suasana yang tadinya syahdu menjadi buyar karna bibir Dev yang seperti api neraka itu.


“Pulang yuk Ca”


“Iya Kak”


“Dev”


Dev menoleh saat namanya dipanggil.


“Kamu serius nggak mau kasi nomer adikmu ke aku ? Tanya teman Dev yang tadi.


“Nggak “


Jawab Dev simpel diikuti dengan Ica yang hanya diam.


“Terlalu cepat seribu tahun “


Ucap Dev sambil merangkul adiknya.


🌺🌺🌺


Keesokan harinya


“Kamu tumben ajak aku ketemuan duluan Num”


Tanya Dev pada Hanum.


“Gini Dev beasiswa aku keluar”


“Beasiswa apaan Num”


“Aku ikut program beasiswa buat lanjutin kuliah “


“Bagus dong kamu bisa tambah wawasan “ujar Dev antusias.


“Iya aku juga mikirnya gitu”


“Apa tunangan kita bisa dibatalin Dev ? “tanya Hanum.

__ADS_1


“looh kok tunangannya yang dibatalin Num ? “


“Aku mau fokus dulu Dev dan aku nggak mau ganggu kamu sama kuliah aku nantinya”


“Kita ngak apa tunangan dulu Num habis itu kamu boleh kok kuliah btw kuliahnya dimana ? “


“Korea Dev”


“Apa ! Korea ?, kok jauh banget sih Num “


“Aku kira aku nggak lulus Dev karna gelombang pertama namaku nggak ada tapi beberapa bulan berikutnya aku dihubungi dan aku lolos gelombang kedua “


“Aku nggak bisa Num, aku nggak bisa jauh dari kamu”


“Aku pasti pulang kok pas libur Dev, ini kesempatan aku kan kita bisa video call”


“Aku nggak sanggup Num”


“Aku yakin kamu bisa kok Dev, aku cinta sama kamu Dev “


“Tapi kita harus tunangan Num, baru aku bisa lepas kamu ke Korea, please Num”ujar Dev.


“Baiklah Dev”ujar Hanum lagi.


🌺🌺🌺🌺🌺


Di tempat ekskul silat


Kak Damar dan Kak Alvian menghampiri Ica yang sedang duduk diatas kursi penonton.


“Ca... Kamu datang ? “tanya Kak Damar dan duduk disamping Ica.


“Iya Kak, bosen dirumah aja”ujar Ica dengan wajah kecut.


“Sabar ya, aku bersyukur kamu mau datang”ujar Kak Damar.


“Iya Kak”


“Semangat Ca, nanti pasti ada kesempatan lagi kok”ujar Kak Alvian.


“Keren keren gitu dong semangat, aku ada kabar bagus sama kamu, untuk nyari peserta ekskul silat, kita colab bertiga”ujar Kak Damar.


“Serius Kak ? “


“ Iya dong, masak aku bohong dan kakimu pasti sudah sembuh pas itu”ujar Kak Damar lagi dengan antusias.


“Oke Kak, Oke “Ica sangat bersemangat.


Setelah selesai menonton teman-temannya Ica kekamar mandi sebentar.


Tanpa sengaja Ica mendengar seseorang berbicara ditelepon.


“Aku semakin risih dengan Jessi, teman cowoknya itu banyak, awalnya aku pikir pacaran dengan dia adalah kebanggaan buat aku tapi pada nyatanya aku malah tak nyaman”.


Ica sangat tahu itu suara siapa dan Ica memilih untuk cepat keluar agar tidak bertemu dengan Kak Damar tapi terlambat.


“Eh... Kak Damar belum pulang”tanya Ica pura-pura.


“Aku baru selesai mandi, aku pikir kamu sudah pulang dari tadi”


“Belum Kak”


Aroma sabun mandi Kak Damar menyeruak begitu wangi, membuat hidung Ica menjadi tak tahu diri.


“Kamu pulang sama siapa ? “tanya Kak Damar lagi.


“Aku dijemput sama Kak Dev”ujar Ica sambil berjalan menuju luar kamar mandi.


“Aku pikir nggak ada, baru aku mau antar”


“Wahh bakal jadi masalah kalau Kak Damar antar aku”


“Maksud kamu Jessi ya, aku mau putus sama dia”


“Kok putus”

__ADS_1


“Aku nggak nyaman, teman cowoknya banyak”


“Ohh gitu, apa nggak bisa di bicarain baik-baik”


“Nggak ah Ca, sudah terlalu lelah aku ngurusinnya aku terus-terusan sakit hati “


“Iya terserah Kakak aja”


Ica menunggu Dev ditemani oleh Kak Damar karna suasana sekolah agak sepi.


Memang sih masih ada satpam yang tetap jaga cuma, Kak Damar nggak tega ninggalin Ica sendirian.


Setelah lima belas menit menunggu akhirnya pangeran Dev datang .


“Ca... Ayo “


“Baik Kak, makasih dah nunggu aku ya Kak Damar”


JLeebbbb


Tega sekali Ica itu, sedangkan aku manggil Kak bisa dihitung.


“Oke”jawab Kak Damar dan kemudian ia memacu motornya.


“Itu pacar Jessi ya Ca”


“Iya Kak, ada apa ? “ Ica melirik Dev.


“Lumayan juga sih”ujar Dev masih mengingat bentuk wajah Kak Damar.


“Dia populer Kak”


“Pantas saja Jessi terpikat”


“Sebenarnya Nesa yang duluan suka tapi dia lebih dulu jadian sama Jessi”


“Ohh gitu, Kakak kira kamu nggak update masalah kayak gini”


“Ini karna Nesa teman aku Kak wajar aku tahu”


“Terus kalau kamu gimana , nggak ada cowok yang kamu suka ? “


“Sejauh ini nggak ada Kak”


“Ohh gitu, Kakak waktu seumuran kamu itu populer banget pacar aja gonta ganti”


“Dihhh.... Gitu aja bangga “ujar Ica merasa kesal dengan Dev.


Dev berhenti dipinggir jalan dan mendekati Ica, dengan posisi seakan memeluk Ica.


Ica nampak terkejut namun rupanya Dev memasangkan sabuk pengaman pada Ica.


“Kak ! Kan bisa suruh aku pasang sendiri “ujar Ica marah karna terkejut.


“Sampai segitunya kamu Ca”


Dev tak menyangka dengan reaksi Ica yang diluar dugaan itu.


“Kamu kayak sama siapa aja, kan Kakak sering kayak gitu, tumben sekali kamu kaget”


Dev masih dengan sikapnya yang santai.


“Wajar aku kaget, tiba-tiba gitu”Ica mengelus dadanya dan menenangkan detak jantungnya.


“Apa kamu terpesona sama Kakak, Kakak tahu kalau Kakak punya pesona yang luar biasa” Dev masih saja bisa bercanda dengan Ica.


“Taukkkk”


“Sudah sorry ya, kalau kamu kaget “Dev mengelus kepala Ica.


Namun kali ini ia sadar minggu depan ini, semua ini sudah tak bisa ia lakukan lagi.


Saat ia bertunangan dengan Hanum, waktunya dengan Ica akan berkurang dan ia tak lagi bisa bermanja dengan Ica.


Karna ia harus menjaga perasaan Hanum sebagai tunangannya.

__ADS_1


__ADS_2